Interstellar Adventurer

Interstellar Adventurer
Chapter 274


Ayah terus melihat pada No 2 yang tidak berkedip sama sekali dan hanya melihat saja padanya. “Apa kamu masih ingat Ayah?” Tanya Ayahnya pada No 2 yang melihat padanya tanpa senyum sedikit pun. No 2 tidak langsung merespon malah diam saja melihat padanya dengan tatapan kosong. Ayahnya terlihat pasrah sambil mengalihkan pandangannya dan tidak berani melihat ke No 2. Di saat itu lah No 2 perlahan mengedipkan matanya sekali dan membuat matanya jadi normal lalu tersenyum.


“Ayah.” dengan suara lembut  No 2 memanggil Ayahnya. Saat itu Ayahnya langsung melihat ke No 2 yang diam menyapanya. “Sudah lama Ayah!” dengan pelan No 2 bangun dari tempat tidurnya. Ayahnya langsung memeluk No 2 yang sedang perlahan bangun yang membuat No 2 hanya diam membiarkan Ayahnya dirinya, sambil membalas pelukan Ayahnya dengan lembut. Di saat ituah Ibunya juga datang dengan terlihat kelelahan yang langsung berlari saat diam melihat dirinya yang sedang di peluk Ayahnya.  Ibunya juga segera berlari masuk melihar No 2 yang sedang tersenyum padanya. Ibunya cepat masuk lalu langsung memeluk No 2 dengan erat sekali dari sisi lain. “Lama Ibu.” sapa lagi No 2 dengan lembut. Kedua orang tuanya tidak ada yang bicara dan hanya memeluknya saja dengan cukup erat.


Setelah itu waktunya terhenti lagi di saat itu. Setelahnya lalu perlahan waktunya berjalan sangat cepat sekali hingga berhenti di sebuah rumah yang cukup besar sekali. No 1 melihat ruam itu besar sekali yang terlihat maju dari luarnya. No 2 kemudian jalan masuk perlahan melihat rumah itu lalu berhari jalan saat sampai di dalam halaman depan rumahnya. No 2 terdiam meski hanya berpura-pura saja dengan melihat seluruh halaman. “kalian pulang!” sapa seseorang dari belakang mereka. No 2 berbalik melihat dan menemukan Remaja yang terlihat semuruan dengannya, yang di dekat gerbang masuk. Keduanya bertatapan dengan tenang dan idak terjadi apa pun. “Ayah Ibu, siapa dia?” Tanya remaja yang terlihat tenang itu.


Orang tuanya diam saja melihat ke remaja yang di panggil Rehan itu. No 2 kemudian tersenyum pada Remaja itu. “Lama tidak bertemu Rehan!” sapa No 2 pada Remaja itu dengan ramah padanya. Rehan itu malah diam saja dan tidak merespon sama sekali dengan melihat tidak suka pada No 2. “Mungkin kamu tidak mengenalku, tapi aku tahu kamu.” dengan senyum mengatakannya.


“Dia Kakakmu Rehan.” jawab Ayahnya setelah No 2 menyapa. “Ayah melarangmu menemuinya karena dia dalam kondisi kritis dan di tempatkan dalam  pemerintahan militer.” dengan tenang Ayahnya menjelaskan. Rehan  malah terlihat tidak suka dengan No 2 yang dapat di lihat dari raut wajahnya. No 2 yang menyadari itu merasa ada sesuatu yang salah pada Rehan melihat kepada orang tuanya. Dan di saat itulah ternyata orang tuanya ternyata lebih memperhatikan dirinya dan lupa dengan Rehan. No 2 tahu dari ekspresi mereka yang terlihat tidak curiga sama sekali dengan apa yang terjadi dengan Rehan.


“Aku benci Ayah dan Ibu.” ucap No 2 lalu jalan meninggalkan kedua orang tuanya dengan senyum berbalik jalan masuk ke rumah. Rehan malah heran dan bingung terutama kedua orang tuanya yang mendengar perkataan No 2 yang tiba-tiba seperti itu. No 2 jalan masuk duluan ke rumahnya meninggalkan semua keluarganya. Ayahnya malah membeku mendengar itu sedangkan Ibunya jadi terlihat sedih. No 1 melihat Rehan berlari mendahului No 2 yang hampir di depan pintu lalu berdiri di sana dengan pintu yang terbuka otomatis sambil menghalangi pintu masuk yang terbuka itu. Rehan menatap No 2 dengan tajam sekali. “jangan khawatir, mereka berdua akan baik-baik saja. Salah mereka karena terlalu peduli padaku.” dengan tenang mengatakan itu pda Rehan di depannya yang menghalangi jalan masuk. Setelah mengatakn itu, No 2 jalan lalu memgang kepala Rehan saat melewatinya masuk. “Besok kita akan pergi ke sekolah, jadi mari bersenang-senang sementara di sini.” tambah No 2 lagi saat sudah di dalam rumah.


Setelah itu waktunya terhenti lagi da membuat No 1 mulai kesal karena selalu merasa di perlihat bagian tidak penting saja. Kali waktu waktunya melompat langsung ke sebuah arena yang di mana No 2 sedang berhdapan dengan seorang Gadis cantik di depannya. Semua orang berteriak untuk mengalahkan No 2 yang sudah terkenal. No 1 yang tidak tau sudah berapa lama terlewati hanya diam dengan mulai terlihat kesal melewatkan banyak hal. No 1 menemukan dirinya berada di sebuah arena yang banyak sekali penontonnya dan juga ada beberapa orang yang terlihat seperti guru sedang mengawasi dari tempat khusus. “Nah Hari, bagaimana jika kamu kalah harus masuk ke dalam bagian Haremku.” semua orang jadi membeku lalu mereka malah semakin berteriak dan menyuruhnya membunuh dan membuat cacat No 2.


“Aku mengerti, jika kamu mengalahku. Aku akan masuk apa pun itu.” semua orang jadi terdiam dan tidak mengerti sama sekali termasuk No 2 yang juga terlihat tidak menduga sama sekali akan di terima. “Kamu tahu, para Guru dan mentor lainnya seperti melihat sesuatu dari dirimu bahkan mereka yang berperingkat tinggi. Mereka semua diam-diam mengawasimu dan aku ingin tahu apa itu.” tambahnya lagi dengan serius sekali. No 2 tidak langsung menjawab dan senyum saja mendengar hal itu.


“Biar kukatakan suatu kebenaran padamu. Aku itu terlalu kuat dan mengikuti pertempuran ini hanya untuk menguji para kandidat Player dan membuat mereka semua berhenti mengejek mereka yang punya System Bronze.” No 2 berhenti bicara dengan membuat matanya jadi kosong sambil melihat ke semua orang dengan nada suara masih tenang. “Kamu tahu... di keluargaku semuanya mempunyai System Gold, tapi cuma diriku yang punya System Bronze. Oleh sebab itu aku melakukan berbagai cara untuk meningkatkan semua kekuatanku dengan cara membuat diriku tidak sadar selama 14 tahun.” dengan tenang menambahkan perkataannya. “Selama 14 tahun aku pergi ke Dunia lain dengan cara membuat tubuh utamaku dalam keadaan koma dan membiarkan jiwaku berkeliaran terbang entah ke mana hingga aku tiba di sebuah tubuh anak kecil di tempat kumuh di Dunia lain yang tidak ada orang tuanya… Dengan tubuh yang lemah itu, aku mengembara lalu mencari tahu apa yang tidak di miliki oleh Duniaku sendiri. Aku mempelajri Sihir, aura, legenda, sastra bahkan hingga Dewa sekalipun. Hingga aku mencapai titik tertnggi di mana aku tidak terikat oleh aturan apa pun sama sekali.” dengan tenang mengatakannya. “Skil Aktif Hologram!” perlahan tubuh No 2 meniru tubuh milik Hari di depannya. “Bagaiamana?” Tanya No 2 yang berubah sepenuh jadi Hari lengkap dengan suaranya. Setelah itu No 2 mulai membuat kuda-kuda yang berpedang lalu setelah itu membuat gerakan dengan semakin cepat-cepat dan cepat.


Semua orang terdiam melihat gerakan No 2 termasuk gadis yang di panggil hari oleh No 2. Sementara itu, No 1 yang melihat saja merasa ada yang salah di sini. “Bukannya tadi mau  bertarung, kenapa malah memamerkan pedangnya?” Tanya No 1 pada No 2 yang terus lanjut memamerkan teknik pedangnya. Tapi No 2 tiab-tiba berhenti seketika lalu mengubah dirinya ke aslinya. No 2 kemudian melihat ke Hari di dekatnya.


“Ku rasa sudah cukup teknik pedang yang kamu pelajari itu. Jadi mari kita mulai bertarung saja.” dengan senyum mengatakn itu pada Hari yang di depannya. Hari malah terdiam saja melihat ke No 2 di depannya itu yang tenang saja setelah melaukan hal tadi.