Interstellar Adventurer

Interstellar Adventurer
Chapter 322


Anto terus jalan ke menuju tangga yang di lewati Rina dengan


tenang dan mengabaikan Haruna yang bertanya padanya. “Nanti ku jwab itu,


sekarang mari ikut dia dulu.” respon Anto meski itu bukan jawaban yang


seharusnya.


“Kenapa kamu melakukan ini semua? Kenapa kamu tidak


tinggalkan dia?” Tanya Raja Iblis pada Anto setelah merespon Rina. Anto


kemudian naik tangga yang di lewati Rina sambil sedkit melirik ke Raja Iblis


yang bertanya padanya.


“Kenapa! Tidak alasan apapun, semua ku lakukan ini untuk


kepentingan ku sendiri dan bukan kepentiangan orang lain. Yah meski terkadang


tanp sadar aku membawa orang lain terlibat.” dengan tenang menjawabnya dengan


terus naik ke tangga yang mengarah ke atas itu. Raja Iblis terdiam dan tidak


berkata apa-apa dengan respon itu. “Dari pada memikirkan itu, lebih baik kamu


memikirkan bagaimana kamu akan mengurus semua orang ini.” kata Anto


memperlihatkan dua boleh yang melayang itu. Raja Iblis masih diam dengan


melihat ke bola itu tanpa berkata apa-apa. Ketiganya tidak ada yang bicara lagi


dengan terus jalan di tangga yang belum sampai ke ujungnya. Setelah beberapa


meter naik tangga mereka bertiga di sampai di sebuah pintu. Tanpa menunggu lebh


lama Anto kemudian masuk ke dalam dan menemukan Rina di tepi gedung atap


sekolah itu sedang menunggunya.


“Saiapa kamu?’ Tanya Rina dengan tatapan tajam pada Anto


yang sedang menunggunya. Antro diam di temparnya dengan melihat ke Rina. Anto


menjauh dari Rina yang sedang berada di tepi atas gedung. Anto berjalan bersama


Haruna dan Raja Iblis ke tepi geudng dan di sana mereka berdiri dengan tenang.


Anto kemuidna melihat ke Rina. Anto kemudian menampilkan sebuah cuplikanya


seorang Hero remaja yang sedang melawan berbagai macam Monster yang terlhat


mempertahankan diri.


“Kamu kenal dia pastinya.” kata Anto dengan tenang saat


melihat wajah Rina yang tiba-tiba tercengang melihat itu. “Dia di panggil


sebagai Hero ke Dunia lain dan di minta membunuh Raja Iblis. Tapi sayangnya dia


tidak bisa memdakan yang baik dan buruk hingga membuat kesalahan besar.” dengan


tenang mengatakan itu padanya. “Tapi karena kamu ada seseorang yang penting


bagiku makanya aku tidak membunuhnya dan membuatnya tingga di sana sementara.”


tambahanya dengan serius pada Rina. Rina terdiam mendengar penjelasan itu.


“Aku tidak percaya hal seperti itu!” respon Rina dengan


tanpak ragu sekali. Anto hanya diam saja dan tidak merespon sama sekali.


“Tidak percaya! Bukannya kamu punya kekuatan aneh baru-baru


yang terbangkitkan!” dengan tenang Anto mengatakan itu. Rina terguncang sedikit


dengan perkataan Anto itu. “Kekuatan itu kekuatan yang kamu miliki di kehidpan


sebelumnya dank emu membawanya pada kehidpan ini, tentu saja itu berkat diriku


yang membuatmu bisa membawa kekuatan itu.” tambahnya dengan tenang. “Masalahnya


sekarang itu adalah kamu yang masih kebingungan, jadi tanyakan apa saja padaku.


Aku… kami punya banyak waktu.” dengan senyum dan mengatakan itu pada Rina. Rina


terdiam saja tidak bisa berbicara apa pun dengan semua yang di katakan Anto itu


padanya. Anto dengan tenang menunggu di tempatnya dengan melihat terus ke Rina


masih ragu.


“Dari pada kamu diam seperti itu, tanyakan apa saja yang


ingin kamu tahu. Sejujurya aku sangat membenci orang itu. Tapi karena Kakak ada


di sini aku tidak akan macam-macam padamu.” kata Haruna dengan terus terang


pada Rina yang dian saja. “Semakin lama!” Anto langsung menutup mulut Haruna


yang mulai ikut bicara. Haruna hanya menganggguk kecil lalu mulai melihat lagi


ke Rina yang melihat ke mereka bertiga yang tenang saja.


“Apa kamu mau Hero itu datang kemari?” Tanya Anto dengan


tenan dan senyum pada Rina yang bengong saja dan tidak bicara padanya. Rina jadi


terbuka lebar matanya saat pertanyaan itu di lontarkan padanya. “Syaratnya


sederhana, kamu harus ikut denganku untuk pergi dari Dunia ini dan aku akan


memulangkan sekrang juga di sini.” tambah Anto dengan sangat tenang saja. “Ada


cara lain untuk Kakakmu bisa pulang sebenarnya, tapi itu sekarang tidak mungkin


karena musuh yang harus di kalahkannya itu memilih kabur ke Dunia lain yang


membuatnya harus tinggal selamanya di sana. Jadi kmu saja satu-satunya harapan


agar dia bisa pulang ke Dunia ini.”  dengan wajah serius mengatakan itu pada Rina. Setelah itu tiba-tiba sebuah


layar muncul di depan mereka semua yang memperlihatkan seorang remaja yang


semuran dengannya. Remaja itu terlhat kaget lalu melihat terus ke langit.


“Kakak!” kara Rina saat melihat remaja laki-laki itu di


dalam layar yang di perlihatkan. Rina terus melihat ke layar dengan tidak


percaya sama sekali dengan hal yang di lihatnya itu.


“Sekarang apa keputusanmu?” Tanya Anto pada Rina. Rina tidak


merespob saat melihat remaja laki-laki itu seperti bicara sesuatu. Anto segera


membuatnya bisa terdengar.


“JANGAN TERIMAAAA…!!” teriak remja itu dengan jelas sekali


pada Anto. “LEBIH BAIK AKU TINGGAL DI SINIIII…!” kata Remaja itu dengn di


temani banyak sekali orang di dekatnya yang terlihat kaget. Remaja itu berhenti


berteriak saat Rina meneteskan air mata.


“Maaf Kak!” kata Rina lalu melihat ke Anto. “Aku akan ikut.”


dengan tenang mengatakan itu dan juga tanpak keberatan dengan hal yang di


lakukannya itu. Setelah itu lauaranya di hilangkan lalu sebuah tabung bening


tiba-tiba menyelimuti Rina yang membuatnya terkurung di sana dan juga seketika


sebuah lingkaran cahaya mulau terbentuk di dekat dan langsung memculkan sosok


Remaja yang tadi bicara itu lengkap dengan semua senjata dan armor yang di


kenakannya. Remaja itu melihat sana sini dan melihat Rina yang terkurung oleh


benda bening.


“Rina!” kata Remaja itu lalu mendekat ke Rina. Saat sampai


di dekatnya Remaja itu tidak mendengar suara Rina sama sekali.


“Kamu tidak akan bisa bicara padanya dan juga dia tidak


dapat mendengarmju. Aku membuatnya tidak bisa di dengar dari dua arah.” denga


tenang Anto menjelaskan dari tempatnya. Remaja itu masih diam di tempatnya lalu


tiba-tiba menghilang dan muncul di depan Anto dengan menebaskan pedangnya tanpa


ragu sama sekali. Anto menangkapnya dengan santai sekali dan tidak marah.


Setelah itu Anto membuat semua armor yang di kenakan remja itu beruah jadi


sebua seragam sekolh di sana dan juga membuat pedang itu di tariknya dengn


lembt dan jga terlepas tanpa di sadari oleh Remaja itu. “Kamu harus hidup di


Dunia ini tanpa kekuatan ini. Tapi jangan bersedih, satu minggu lagi aku akan


mengajak Rina ke sini. Alasanku melakukan ini supaya dia dapat mengontrol


kekuatan yang di milinya itu karena terlalu besar. Kalau dia punya kekuata


sebesar itu tanpa ada yang tahu, dia nanti akan jadi buronan orang-orang Dunia


ini yang memiliki kekuatan lainnya. Kamu sendiri bahkan tidak tidak akan bisa


menghentikannya jika kamu memiliki kekuatan Hero itu, karena kekuatan yang di


milikinya itu sepertiga dari kekuatan yang ku miliki.” dengan tenang mengatakan


itu dan juga membuat remaja itu tidak bisa berkata apa-apa lagi.