
Anto terus jalan ke menuju tangga yang di lewati Rina dengan
tenang dan mengabaikan Haruna yang bertanya padanya. “Nanti ku jwab itu,
sekarang mari ikut dia dulu.” respon Anto meski itu bukan jawaban yang
seharusnya.
“Kenapa kamu melakukan ini semua? Kenapa kamu tidak
tinggalkan dia?” Tanya Raja Iblis pada Anto setelah merespon Rina. Anto
kemudian naik tangga yang di lewati Rina sambil sedkit melirik ke Raja Iblis
yang bertanya padanya.
“Kenapa! Tidak alasan apapun, semua ku lakukan ini untuk
kepentingan ku sendiri dan bukan kepentiangan orang lain. Yah meski terkadang
tanp sadar aku membawa orang lain terlibat.” dengan tenang menjawabnya dengan
terus naik ke tangga yang mengarah ke atas itu. Raja Iblis terdiam dan tidak
berkata apa-apa dengan respon itu. “Dari pada memikirkan itu, lebih baik kamu
memikirkan bagaimana kamu akan mengurus semua orang ini.” kata Anto
memperlihatkan dua boleh yang melayang itu. Raja Iblis masih diam dengan
melihat ke bola itu tanpa berkata apa-apa. Ketiganya tidak ada yang bicara lagi
dengan terus jalan di tangga yang belum sampai ke ujungnya. Setelah beberapa
meter naik tangga mereka bertiga di sampai di sebuah pintu. Tanpa menunggu lebh
lama Anto kemudian masuk ke dalam dan menemukan Rina di tepi gedung atap
sekolah itu sedang menunggunya.
“Saiapa kamu?’ Tanya Rina dengan tatapan tajam pada Anto
yang sedang menunggunya. Antro diam di temparnya dengan melihat ke Rina. Anto
menjauh dari Rina yang sedang berada di tepi atas gedung. Anto berjalan bersama
Haruna dan Raja Iblis ke tepi geudng dan di sana mereka berdiri dengan tenang.
Anto kemuidna melihat ke Rina. Anto kemudian menampilkan sebuah cuplikanya
seorang Hero remaja yang sedang melawan berbagai macam Monster yang terlhat
mempertahankan diri.
“Kamu kenal dia pastinya.” kata Anto dengan tenang saat
melihat wajah Rina yang tiba-tiba tercengang melihat itu. “Dia di panggil
sebagai Hero ke Dunia lain dan di minta membunuh Raja Iblis. Tapi sayangnya dia
tidak bisa memdakan yang baik dan buruk hingga membuat kesalahan besar.” dengan
tenang mengatakan itu padanya. “Tapi karena kamu ada seseorang yang penting
bagiku makanya aku tidak membunuhnya dan membuatnya tingga di sana sementara.”
tambahanya dengan serius pada Rina. Rina terdiam mendengar penjelasan itu.
“Aku tidak percaya hal seperti itu!” respon Rina dengan
tanpak ragu sekali. Anto hanya diam saja dan tidak merespon sama sekali.
“Tidak percaya! Bukannya kamu punya kekuatan aneh baru-baru
yang terbangkitkan!” dengan tenang Anto mengatakan itu. Rina terguncang sedikit
dengan perkataan Anto itu. “Kekuatan itu kekuatan yang kamu miliki di kehidpan
sebelumnya dank emu membawanya pada kehidpan ini, tentu saja itu berkat diriku
yang membuatmu bisa membawa kekuatan itu.” tambahnya dengan tenang. “Masalahnya
sekarang itu adalah kamu yang masih kebingungan, jadi tanyakan apa saja padaku.
Aku… kami punya banyak waktu.” dengan senyum dan mengatakan itu pada Rina. Rina
terdiam saja tidak bisa berbicara apa pun dengan semua yang di katakan Anto itu
padanya. Anto dengan tenang menunggu di tempatnya dengan melihat terus ke Rina
masih ragu.
“Dari pada kamu diam seperti itu, tanyakan apa saja yang
ingin kamu tahu. Sejujurya aku sangat membenci orang itu. Tapi karena Kakak ada
di sini aku tidak akan macam-macam padamu.” kata Haruna dengan terus terang
pada Rina yang dian saja. “Semakin lama!” Anto langsung menutup mulut Haruna
yang mulai ikut bicara. Haruna hanya menganggguk kecil lalu mulai melihat lagi
ke Rina yang melihat ke mereka bertiga yang tenang saja.
“Apa kamu mau Hero itu datang kemari?” Tanya Anto dengan
tenan dan senyum pada Rina yang bengong saja dan tidak bicara padanya. Rina jadi
terbuka lebar matanya saat pertanyaan itu di lontarkan padanya. “Syaratnya
sederhana, kamu harus ikut denganku untuk pergi dari Dunia ini dan aku akan
memulangkan sekrang juga di sini.” tambah Anto dengan sangat tenang saja. “Ada
cara lain untuk Kakakmu bisa pulang sebenarnya, tapi itu sekarang tidak mungkin
karena musuh yang harus di kalahkannya itu memilih kabur ke Dunia lain yang
membuatnya harus tinggal selamanya di sana. Jadi kmu saja satu-satunya harapan
agar dia bisa pulang ke Dunia ini.” dengan wajah serius mengatakan itu pada Rina. Setelah itu tiba-tiba sebuah
layar muncul di depan mereka semua yang memperlihatkan seorang remaja yang
semuran dengannya. Remaja itu terlhat kaget lalu melihat terus ke langit.
“Kakak!” kara Rina saat melihat remaja laki-laki itu di
dalam layar yang di perlihatkan. Rina terus melihat ke layar dengan tidak
percaya sama sekali dengan hal yang di lihatnya itu.
“Sekarang apa keputusanmu?” Tanya Anto pada Rina. Rina tidak
merespob saat melihat remaja laki-laki itu seperti bicara sesuatu. Anto segera
membuatnya bisa terdengar.
“JANGAN TERIMAAAA…!!” teriak remja itu dengan jelas sekali
pada Anto. “LEBIH BAIK AKU TINGGAL DI SINIIII…!” kata Remaja itu dengn di
temani banyak sekali orang di dekatnya yang terlihat kaget. Remaja itu berhenti
berteriak saat Rina meneteskan air mata.
“Maaf Kak!” kata Rina lalu melihat ke Anto. “Aku akan ikut.”
dengan tenang mengatakan itu dan juga tanpak keberatan dengan hal yang di
lakukannya itu. Setelah itu lauaranya di hilangkan lalu sebuah tabung bening
tiba-tiba menyelimuti Rina yang membuatnya terkurung di sana dan juga seketika
sebuah lingkaran cahaya mulau terbentuk di dekat dan langsung memculkan sosok
Remaja yang tadi bicara itu lengkap dengan semua senjata dan armor yang di
kenakannya. Remaja itu melihat sana sini dan melihat Rina yang terkurung oleh
benda bening.
“Rina!” kata Remaja itu lalu mendekat ke Rina. Saat sampai
di dekatnya Remaja itu tidak mendengar suara Rina sama sekali.
“Kamu tidak akan bisa bicara padanya dan juga dia tidak
dapat mendengarmju. Aku membuatnya tidak bisa di dengar dari dua arah.” denga
tenang Anto menjelaskan dari tempatnya. Remaja itu masih diam di tempatnya lalu
tiba-tiba menghilang dan muncul di depan Anto dengan menebaskan pedangnya tanpa
ragu sama sekali. Anto menangkapnya dengan santai sekali dan tidak marah.
Setelah itu Anto membuat semua armor yang di kenakan remja itu beruah jadi
sebua seragam sekolh di sana dan juga membuat pedang itu di tariknya dengn
lembt dan jga terlepas tanpa di sadari oleh Remaja itu. “Kamu harus hidup di
Dunia ini tanpa kekuatan ini. Tapi jangan bersedih, satu minggu lagi aku akan
mengajak Rina ke sini. Alasanku melakukan ini supaya dia dapat mengontrol
kekuatan yang di milinya itu karena terlalu besar. Kalau dia punya kekuata
sebesar itu tanpa ada yang tahu, dia nanti akan jadi buronan orang-orang Dunia
ini yang memiliki kekuatan lainnya. Kamu sendiri bahkan tidak tidak akan bisa
menghentikannya jika kamu memiliki kekuatan Hero itu, karena kekuatan yang di
milikinya itu sepertiga dari kekuatan yang ku miliki.” dengan tenang mengatakan
itu dan juga membuat remaja itu tidak bisa berkata apa-apa lagi.