Interstellar Adventurer

Interstellar Adventurer
Chapter 232


Anto menutup lagi semua dedaunan semak-semak itu, lalu menutup matanya lemudian mebayangkan dirinya berpindah dari semak-semak itu ke semak-semak yang lain, yang di ketahuinya. Setelah beberapa saat memejamkan matanya, Anto membuka mata lalu dengan pelan mendekat ke deduanan semak-semak lemudian membuka melihat apa sudah pindah. Anto merasa lega karena diri nya pindah ke semak-semak pertama kali di masukinya. “Untuk sekarang aman, sebaiknya tetap di dalam saja.” Anto menutup kembali semak-semak itu dan duduk di tepinya. “Huh… Sepertinya akan tenang untuk sementara waktu. Sebaiknya ku lihat dulu siapa yang datang itu.” Anto kemudian menekan tombil gelang di tangan kirinya lalu memunculkan menu di depannya.


Anto kemudian menekan beberapa kali dan kini tampilannya berubah jadi sebuah kamera pengawas sekitar 20 lauar di depannya. Anto dapat melihat apa yang lamera itu awasi. Anto yang melempar kamera berukuran kecil yang tidak menggunakan sihir sama sekali ke tempat kejadian Halilintar tado, kini dapat melihat siapa yang datang ke area tersebut. “Sepertinya mereka semua paskukan Iblis.” Anto melihat semua pasukan Iblis dari kamera pengawasnya yang ada di berbagai penjuru. Anto melihat ke seorang dengan Armor beda dan lengkap termasuk helmnya yang terlihat seperti pemimpinnya.


Anto menerbangkan salah satu kameranya ke sana dengan sangat cepat hingga tiba di dekat penjaga itu dalam waktu 1 detik saja. Tapi Anto menyadari sesuatu kalau kameranya itu masih terlihat dan akan ketahuan kalau mendekat sembarangan. Anto langsung menekan sesuatu pada layarnya yang bertuliskan ‘Tidak Terlihat’. Setelah menekanya semua kameranya jadi tidak terlihat sama sekali dan Anto merasa aman mengintai apa yang mereka lakukan. Anto memperhatikan  dari balik kamera apa yang mereka lakukan dengan seksama.


Para pasukan iblis terus menerus menelusuri area di sekitar lubang dan tidak pernah sekalipun mereka mendekat ke semak-semak. Pasukan Iblis itu mencari sana sini namun malah kosong yang di temukannya. "Sepertinya mereka mencari pelaku yang menyebabkan menjatuhkan Halilintar itu." Anto melihat ke Haruna yang masih tidak sadarkan diri. Lalu berbalik melihat ke layar lagi. Anto melihat seorang prajurit Iblis mendekar ke Iblis yang mengenakan Armor berbeda itu.


Iblis itu langsung memberi hormat padanya. “Komandan tidak ada apa pun di sini kecuali lubang ini.” Lapor prajurit Iblis itu dengan tegas pada iblis yang mengenakan Armot lengkap itu. Komandan Iblis diam saja tidak merespon sambil melihat sana sini. Meski Anto tidak tahu apa yang mereka cari, tapi Anto tetap mengawasi dari balik semak-semak, dan meyakini kalau yang di cari mereka itu adalah pelaku dari semua lubang itu. Komandan itu melihat ke lubang di tengah-tengahnya yang masih ada tanah, tempat Anto dan Luna selamat yang tidak di ketahuinya.


Komandan itu mengangkat tangan kanannya satu lalu menurunkannya lagi. Prajurit yang melapor tadi berdiri lalu memberi hormat. “SEMUANYA KEMBALI…!” Teriak Iblis itu dengan tegas. Komandan lalu melayang terbang ke langit, lalu para prajurit yang mendengar itu langsung terbang melayang mengikuti tanpa besuara sama sekali. Anto pun juga mengikuti dengan menaruh semua kamera pengawasnya pada Iblis di sana, yang salah satu kameranya juga diam di armor komandan Iblis itu. Anto yang melihat dari semak-semak merasa lega sekali karena para Iblis itu tidak bertindak lebih jauh lagi.


“Untuk sementara sudahi dulu.” Anto kemudian menutup semua layar kamera pengawasannya. Anto kemudian melihat ke Haruna yang pingsan setelah menyelamatkannya. Anto terdiam memikirkan Haruna yang sebelumnya berubah sifat dan kekuatannya yang meningkat. “Haruna... kekuatan yang kamu miliki itu sebenarnya apa?” Tanya Anto pada Haruna yang sedang berbaring tidak sadarkan diri. Anto megingat kembali Selama beberapa tahun ini, Haruna tidak pernah menggunakan sihir sama sekali di depannya, dan juga Anto baru tahu ada sihir seperti tadi itu. "Apa ini pertama kalinya kamu memakai sihir itu?” Tanya Anto yang tidak mengerti dengan Haruna sama sekali, meski sudah lama bersama.


Saat sedang memikirkan itu Anto di panggil oleh semak-semak dengan sangat senang sekali hingga membuat Anto sedikit bingung. Bukan hanya semak-semak saja yang senang, namun semua tumbuhan di dekatnya juga merasa senang akan sesuatu. “Ada apa kalian semua sampai senang begitu?” Tanya Anto pada semak-semak dan semua tumbuhan yang senang sekali. Semuanya senang dan belum menjawab, tapi semak-semak langsung mengatakan Ratu Alam dengan sangat senang sekali. Anto jadi bingung karena penjelasan kurang. “Apa maksudnya?” Tanya Anto yang ingin tahu. Semak-semak langsung memberi tahu kalau Haruna itu Ratu mereka, Ratu para tumbuhan. Anto pun jadi terdiam mengetahui itu. “Gitu ya, selamat buat kalian yang telah menemukan Ratu kalian.” Dengan suara lembut memberi selamat pada semua tumbuhan.


Anto yang mendengar itu jadi paham maksud dari semak-semak. “Gitu ya. Sepertinya banyak hal yang belum ku ketahui di Dunia ini.” Anto yeng berekspresi serius menerima penjelasan semak-semak. “Semuanya, apa kalian tahu seperti apa Iblis itu?” Tanya Anto pada semua tumbuhan. Para tumbuhan hening lagi dan tidak merespon sama sekali. Semak-semak menjawab di suruh mencari tahu sendiri dan tidak akan melibatkan diri dalam hal ini. Para tumbuhan juga mengatakan kalau akan diam dan tidak memberitahu dan lebih memilih diam karena itu bukan hal yang mudah untuk di bicarakan dan juga itu tidak ada sangkut pautnya pada tumbuhan. Anto pun hanya bisa terdiam tidak bisa berkata apa-apa dengan semua itu.


“Aku mengerti, aku tidak memaksa kalian. Aku akan menyelesaikannya sendiri.” Timbal Anto dengan tenang dan tidak keberatan, dan juga tida imgin mengganggu kebahagiaan para tumbuhan yang menemukan Ratu mereka. Tapi Anto jadi kepikiran dengan tingkah para tumbuhan yang sama sekali tidak mau memberi informasi sedikitpun tentang sifat Iblis, meski pernah memberi tahu tentang para bangsawan Beastman itu. “Sepertinya Iblis ini orang baik. Melihat reaksi para tumbuhan dan juga melihat situasi beberapa tahun ini, ku rasa para Iblis itu orang baik. Aku punya Misi mengalahkannya dan tidak hak membunuhnya. Ini sudah lebih dari cukup untuk membuktikan kalau para Iblis itu adalah orang yang baik.” Anto yang merasa lega meski belum terbukti kebenarannya itu. “Mungkin kita tunggu malam saja baru melihat kamera itu lagi.” Anto pun bangkit lalu keluar dari semak-semak, setelah meyakinkan diri kalau iblis itu orang baik menurut reaksi dari para tumbuhan.


Saat Anto sudah luar, Anto menghitup udara dalam-dakam dengan sangat menikmatinya dan melupakan sejenak beberapa kejadian saat yang lalu. “Sudah lama sekali…” Anto berjalan pelan sambil melihat sana sini. Anto melepas topengnya lalu melihat sekitanrnya dengan jelas. Anto terus berjalan dengan senyum sendiri dengan menikmatinya. Anto merasakan angin berhembus dengan nyaman dan tidak memperdulikan apa pun lagi. namun tiba-tiba penglihatannya jadi kabur. “Eh!” Anto merasa jadi lemas tiba-tiba dan merasa tidak kuat lagi berdiri. “Portal!” Anto segera membuat portal lalu masuk dan tiba di dekat semak-semak. Anto pun langsung masuk-semak-semak dengan buru buru dan di dalamnya Anto langsung pingsan.


***


Anto yang pingsan membuka matanya namun menemukan dirinya dalam ruangan serba putih. “Ini di mana?” Tanya Anto yang kebingungan sambil lihat sana sini. Tapi itu tidak berlangsung lama, sebuah tanda berbentuk lingkaran hitam muncul di depannya. “Apa ini?” Tanya Anto yang ingin tahu. Anto memperhatikan dengan tenang dan tidak panik dengan hal di depannya itu, setelah beberapa lama melihat Anto kemudian menyentuhnya dan tiba-tiba bola hitam itu lanbsung masuk ke tubuhnya hingga membuat kaget. Namun setelah masuk Anto mendapatkan cara kerja benda hitam yang memasuki tubuhnya itu. “Segel Jiwa. Ayah, Ibu!” Anto pun jadi teringat dengan orang tuanya yang sudah tidak tahu lagi seperti apa wajahnya. Anto langsung tahu yang di dapatnya itu merupakan sebuah Skil penangkap dan penyegel jiwa mahluk hidup pada seseorang, dan hanya bisa di wariskan oleh mereka yang di pilih. “Jangan-jangan!” Anto melihat sana sini mencari dengan cermat dan muali deg-degan.


Mata sangat tajam melihat dan sangat berharap sekali. “Di mana? dimana? di mana?” Tanya Anto yang sangat focus sekali mencari. Anto terus mencari dan di saat itulah sebuah cahaya terang muncul di depannya. Cahaya itu semakin membesar hingga menyerupai sebuah gelembung besar sekali dan di dalamnya terdapat seseorang yang terridur dengn telanjang. Anto langsung meneteskan air mata melihat kedua orang itu. “Ayah, Ibu.” Anto mengatakannya sambil mendekat ke gelembung di depannya. “Ini semua nyatakan?” Tanya Anto yang melihat kedua orang tuanya masih hidup di depan matanya dengn kondisi tertidur.