Interstellar Adventurer

Interstellar Adventurer
Chapter 269


Setelah semua keluarga mendengar itu semua, keluarga itu malah diam saja dan percaya kalau mereka berdua dari masa depan dengan menganggukkan kepala mereka. “Paman, kalau mau bertanya… tanyakan saja apa pun pada kami. Kami tidak akan bohong mengenai masa depan yang suram itu. ” bicara Fuka membuat Anto melihat ke arahnya. Semua tidak ada yang bicara sama sekali seperti memikirkan sesuatu untuk di tanyakan.


“Bisa ajari aku sihir?” Tanya kembaran Anto dengan tenang saat yang lainnya sedang berpikir. Semua orang melihat ke arahnya termasuk No 2.


“Bisa saja asalkan kamu punya Mana dalam tubuhmu.” jawab No 2 dengan tenang. Kembaran Anto yang mendengar terdiam dan bengong mendapat jawaban yang tidak di duganya. “Tapi jika kamu tidak punya Mana, akan ku ajarkan cara menggunakan energi di udara yang tidak mengandung Mana.” tambah lagi No 2 dengan yakin sekali. Semua malah terdiam masih tidak percaya sama sekali.


Setelah cukup lama diam, kembaran Anto itu melihat lagi ke No 2 yang melihatnya dengan tenang saja. “Tunggu! Kamu bilang di masa depan ada monster, apa terus ada System game yang biasa dalam komik dan novel itu?” Tanya lagi kembaran Anto itu.


“Tentu saja ada. Tapi kamu kira seenak itu punya system, kamu salah. Karena umat manusia tidak sampai 70 persen yang hidup di zamanku.” dengan tenang menjawab. “Kalian tahu, gedung yang tinggi-tinggi sudah tidak ada, banyak yang roboh bahkan gedung tinggi yang kalian sering lihat cuma tinggal puing-puingnya saja.” tambahnya dengan jelas. Setelah itu No 2 diam saja tidak lanjut bercerita. Semua orang diam saja tidak ada yang mulai bertanya sama sekali.


Sementara itu dari No 1 yang menonton saja tidak mengerti dengan situasi itu dan hanya bisa melihat dan tidak bisa memahami arah dirinya yang datang dari masa depan itu ke masa lalu. “Ini tidak bagus sama sekali. Pertama…” belum sempat menyimpulkan No 1 merasa semuaya membeku, lalu semuanya jadi gelap setelah itu jadi tenang lagi dan kali ini ruangannya berubah jadi sebuah kamar. “Kali ini di skip pada diriku saja.” ucapnya dengan jelas sambil melihat kamar yang berisikan untuk 2 orang meski tidak bisa di bicarakan. “Begitu ya… sepertinya diriku yang ke masa lalu jadi saudara dengan kembarannya.” senyum No 1 mengetahui itu karena melihat ada 2 seragam sekolah yang sama di dekat lemari. “Kira-kira sudah berapa bulan ini ya…?” Tanya No 2 melihat seragam itu yang sama ukurannya.


“KAKAK… BANGUNNN…” teriak suara Fuka atau kembarannya dari luar kamar. Keduanya perlahan bangun dari kasur mereka lalu tidur lagi dan menutup telinga setelah mendengar sauara itu. Suara itu kini bertambah jadi dua orang dan tentunya itu adalah kembaran Fuka. No 2 dan Andri itu masih bisa tidur nyenyak meski teriakan terdengar sangat jelas sekali dari salah satu kemarannya. Fuka dan Ika berhenti teriak lalu mencoba membuka pintu tapi tidak bisa di buka sama sekali, setelah itu pintunya malah langsung di rusak hingga terbuka lebar. Tapi mereka berdua tidak langsung masuk karena ada penghalang di pintu yang rusak. “Ika masuk!” minta Fuka yang di sampingnya. Tanpa menolak Ika pun masuk dengan normal lalu Fuka masuk malah terhenti karena ada penghalangnya.


Ika tetap masuk tanpa berkata apa pun lalu jalan ke kasur bawah. “Bangun kak… ini pagi.” dengan suara lembut membangun kembaran No 2 yang di lantai bawah. Kmebaran Anto perlahan yang di bangunkannya itu malah bangun lalu melihat ke arahnya.


“Ika ya… pagi.” sapanya dengan lembut. Setelah dia turun lalu langsung jalan ke pintu yang sudah di rusak. “Pagi Fuka.” sapanya lagi dengan lembut. Tapi dia langsung di tarik tangannya menjauh dari sana. No 1 tahu kalau dia adalah No 2, karena dia juga ikut jalan mengikuti ke mana No 2 di bawa oleh Fuka. “Kenapa Fuka?” Tanya No 2 pada Fuka yang menarik tangannya. Fuka tidak merespon malah terus menarik tangannya.


“Kakak… aku merasa sesuatu yang mendekat dan buka dari Bumi ini. Tadi malam dia sampai di Bumi.” bicara Fuka dengan tenang. No 2 tiba-tiba terhenti jalan dengan menarik tangan Fuka.


“Dari pengalamanmu selama beberapa tahun ini, aku tidak tahu benda apa yang datang itu. Tapi yang jelas benda itu sedang melakukan sesuatu di Bumi ini.” jawab NAVI dengan tenang. Sementara itu No 1 yang melihat saja tidak menduga kalau NAVI di dirinya yang pertama punya NAVI, meski NAVI yang itu adalah dirinya yang pertama. Sedangkan yang mengontrol tubuh ialah No 3 yang bisa di tahunya karena itu baru saja di transfer ingatan saat di mana No 2 dan No 3 membuat program pemisah jiwa, supaya mereka berdua hidup berdampingan.


-Akhirnya aku bisa bicara juga!- bicara NAVI yang asli pada No 1. No 1 sedikit kaget mendengar respon dari NAVI yang asli secara tiba-tiba. -Butuh waktu lama membuak segel sendiri tahu!- Bicara NAVI dengan santainya, lalu setelah itu No 1 merasa terbebesa dari tubuh utama dan merasa bisa menggerakkan tubuh spritualnnya dengan bebas dengan jangkaun jaral 1 mrter dari tubuh utama dan juga tidak perlu lahi terikat dengan tubuh asli.


“Kalau gitu jelaskan kenapa kamu bisa ada di sana?” Minta No 1 pda NAVI yang sudah bisa di ajak bicaranya. NAVI tidak langsung bicara meski tidak dalam wujud perinya dan hanya suara aja. No 1 menunggu respon NAVi mengenai kenapa NAVI yang lain sudah tercipta di era No 2 dan no 3 yang seharusnya pada masa itu ilmunya masih kurang, kecuali di pelajari dari komik yang memebahasnya, seperti dirinya yang mengetahui itu dari komik juga.


-jawabannya sederhana... karena saat kamu terlahir di Dunia aku sudah ada dan tertanam dalam dirimu berkat dirimu yang lain. Hanya saja aku tidak bisa bicara sama kamu. Tentu saja aku ini bukan Roh seperti yang kamu lihat pada dirimu yang pertama dan kedua. Aku murni dari dirimu sendiri yang tercipta dari kamu dan bukan 2 Roh yang hidup berdampingan- Dengan singkat menjelaskan. -Sebelum aku bisa bicara di perlukan syarat mengaktifkanku, yaitu saat kamu berusia 5 tahun dan mendapat System Player secara otomasti aku aktif bersamaan, tapi tidak bisa berkomunikasi denganmu dan harus menunggu kamu membuat System pribadi sendiri- NAVI lanjut menjelaskan dengan tenang. -Setelah itu, aku berusaha meretas System yang kamu buat lalu menaruh program System yang sesungguhnya yang sudah jadi, dan siap di pakai. Tentu saja untuk bisa mengakses data dan Informasinya harus memenuhi Syarat-syarat terntentu. Tapi karena semua sudah terpenuhi jadi tidak ada yang bisa ku sembunyikan dan akan ku jawab semua pertanyaanmu itu- Setelah itu NAVI diam dan tidak menjelaskan lagi sama sekali.


No 1 yang mendengar itu tidak bisa berkata apa-apa dan lanjut melihat saja ke ingatan dirinya yang lain yang sedang lanjut bicara dengan Fuka dan juga jadi lebih tahu kenapa Systemnya bisa naik tingkat sendiri tanpa ada data yang di peroleh dari pertulangannya selama ini. Semua itu karena ilmunya sudah ada dalam dirinya yang hanya perlu sebuah perangkat saja untuk membukanya. “Anto, dunia ini akan mengalami perubahan besar dan era baru akan di mulai.” Kata NAVI yang lain pada No 2 dan Fuka yang di sana. No 2 dan Fuka yang mendengar itu tahu jelas maksud NAVI.


“Mari ke ruang makan dan jelaskan ini.” Ajak No 2 dengan wajah serius pada Fuka. Fuka diam saja membiarkan No 2 menarik tangannya yang terlihat serius sekali. Sementara itu NAVI asli dan No 1 masih melihat saja pada diri mereka yang lain akan berbuat apa.


“NAVI, mana yang diriku yang pertama?” Tanya No 1 pada NAVI asli. NAVI asi tidak langsung merespon dan melihat ke NAVI lain dan No 2.


-Yang jadi NAVI, dialah dirimu yang pertama. Sebaiknya jangan Tanya lagi, lebih baik kamu lihat saja dan perhatikan apa yang akan terjadi. Aku hanya bisa on sebentar- Minta NAVI asli setelah menjawab singkat, tapi No 1 merasakan ada sesuatu yang salah pada dirinya setelah NAVI menjawabanya. -Baiklah ku rasa aku akan mati lagi karena melanggar aturan- Setelah itu NAVI tidak terdengar lagi suaranya. No 1 tidak berkata apa-apa dan lanjut saja melihat ke dirinya yang lain yang sedang buru-buru jalan.