
Anto diam saja tidak merespon saat di teriaki seperti itu. Anto menunggu bicara NAVI biara tapi dia sepertinya diam masih menyelidiknya. “Janji apa yang ku tepati pada samapah sepertimu?” Tanya Anto dengan sangat tajam sekali padanya untuk menghemat NAVI menjcari jawaban sesungguhnya. Pria itu malah terlihat kaget sekali dan syok saat mendengar itu dari Anto.
“KENAPAAAAA…. BERANINYA KAMU MEMBOHONGIKUUUU…!” terial itu pria itu pada Anto yang terlihat tajam tatapannya. Setelah itu pria itu langsung menyerang dengan kekuatan penuhnya, tapi Anto masih tetap di tempatnya tidak bergerak sama sekali dengan membuat perisai yang tidak tergores sama sekali oleh serangan pra itu. Pria itu terus menyerang Anto meski itu sia-sia saja pada Anto yang tenang di tempatnya.
-Sepertinya dia serius saat mengatakan kalau kamu menjanjikan sesuatu padanya- kata NAVI memberi tahu Anto. Anto yang mendengar itu hanya diam di tempatnya dan tidak bergerak sama sekali. -Tapi dari data diriku tidak ada janji seperti itu yang ada- kata NAVI lagi dengan tenang dan santai juga. Anto yang mendengar itu memikrikan sebentar perkataan NAVI itu yang tidak sesuai dengan kenyataan yang di katakan pria di depannya.
“Sepertinya kamu ada janji sama diriku ya, tapi aku sama sekali tidak tahu janji apa yang ku buat denganmu.” dengan tenang Anto mengatakan itu pada pria yang sedang mengamuk padanya itu. Pria itu tidak berhenti sama sekali dan terus menyerang dengan kekuatan yang di milikinya. “Aku tidak punya janji apa pun sama kamu, jangan harap ada ampunan dariku.” kata Anto lalu memukulnya dengan sekali serang membuatnya langsung terpental cukup jauh sekali hingga membuat sebuah bangaun jebol di buatnya. Semua yang melihat itu hanya terdiam tidak bersuara sama sekali. Anto kemudian jalan ke pria itu dengan tenang setelah mendaratkan 1 pukulan padanya.
-Tunggu! jangan bunuh dulu- Minta NAVI pada Anto yang sedang berjalan ke pria itu dengan tenang di sana tanpa takut sama sekali. Anto tidak merespon sama sekali dan terus jalan ke pria itu. Saat Anto sampai di dekat pria itu dia langsung mengangkatnya dengan satu tangan. Anto diam dengan terus mengangkatnya karena permintaan NAVI dia tidak melakukan apa pun. -Dia datang!- dengan tenang NAVI mengatakan itu pada Anto. Anto diam saja melihat pada pria itu yang melihatnya dengan sangat marah sekali. Anto merasakan angin berhembus kencang sekali sedang mengarah padanya, meski itu ukan serangan. Tapi Anto masih tenang saja di tempatnya dan tidak melihat ke sumber angin itu. Saat hembusan angin itu berhenti Anto segera melihat ke sumber angin datang dan melihat seorang gadis yang terlihat lelah sekali dengan pakaian sekolahnya. Gadis remja itu langsung mendekat ke Anto dan langsung memegang tangan Anto yang sedang mengangkat pria itu.
“Lepaskan kumohon…!” minta gadis itu dengan gemetar sekali dengan menarik tangan Anto yang tetap di tempatnya. Anto diam saja dengan melihat terus ke gadis itu sedih sekali dan juga memohon padanya.
“Tidak mau.” jawab Anto dengan santainya dan semakin meremas kuat pria itu yang terlihat semakin kehabisan napas.
“Ku mohon Kak…!” minta gadis itu dengan memelas sekali padanya. Anto jadi sedikit melonggarkan tangannya saat mendengar perkataan gadis itu yang menggilnya Kakak. Anto terus melihat padanya dengan wajah datar dan menyelidiki gadis itu.
-Tenang saja dia bukan gadis dari para BIDADARI- kata NAVI memberi penelaskan singkat saja meski tidak seluruhnya di jelaskan.
“Tidak mau.” jzwab Anto merespon gadis itu yang terlihat sedih setelah cukup lama diam dengan terus memelas padanya. Gadis itu kemudian meneteskan air mata di depan Anto dengan sedih sekali.
“Aku memang mengabulkan semua permintaan gadis haremku, tapi apa kamu adalah salah satu gadis haremku?” Tanya Anto padanya dengan wajah datar padanya. Gadis itu langsung melihat kaget saat mendengar itu dari Anto yang masih di tempatnya. “Dari dalam dirimu tidak ada tanda-tanda kalau kamu salah satu BIDADARI ku. Selain itu kenapa juga ada BIDADARI ku sekarang ini, Semua BIDADARI itu semuanya sudah mati dan belum bangkit lagi.” kata Anto dengan tenang lagi. Gadis itu malah jadi bingung dan juga jadi linglung dengan syok saat Angto mengatakan itu padanya. Dan karena Anto lengah, lehernya sudah terpisah dari tubuhnya yang di potong oleh pria itu. Anto langsung dalam bentuk rohnya yang pada sekali dengan pakaian serba hitamnya saat tubuhnya sudah tidak bernyawa.
“HAHAHAHAHAHAHAHA…” pria itu langsung tertawa kencang sekali lalu perlahan lukanya pulih. Setelah itu dia terus menghajar tubuh Anto yang sudah tidak bisa bergerak lalu memotongnya dengan kejam sekali. “AKHIRNYA… SETELAH PENGULANGAN RATUSAN KALI…. AKU MENANNNGGGGGG…!” dengan senang sekali pria itu terus menghajar tubuh Anto yang sudah mati.
Anto yang sudah jadi roh masih tenang saja di tempatnya melayang. -Kamu terlalu lengah- kata NAVI pada Anto yang dalam bentuk rohnya dengan pakaian serba hitamnya yang di kenakannya lengkap sekali.
“Tidak juga, itu namanya sangat sial." jawab Anto dengan tenang dan santai saja saat NAVI mengatakan itu padanya. "Selain itu, aku jadi penasaran saja dengan gadis itu yang mengaku salah satu BIDADARI ku, tapi tidak ada sama sekali tanda yang biasa ku pasang.” tambah Anto dengan santai dan belum melakukan apa pun. Anto terus melihat ke pria itu yang masih terus menyobek tubuhnya jadi tambah kecil. Sementara itu gadis tadi hanya diam terlihat linglung dan tidak mengerti dengan apa yang sedang di alaminya itu.
-Dia memang bukan salah satu BIDADARI mu, tapi dia sudah pernah di tanamkan ingatan salah satu BIDADARI dan di pasang pada gadis itu saat masih kecil atau bayi. Karena rasa sayang mu yang memanjakan yang di miliki oleh salah satu BIDADARI membuatnya mengira dia merupakan bagian dari haremmu- dengan tenang NAVI mengatakan itu pada Anto. -Selain itu dia terlihat biasa saja dan tidak punya kekuatan sama sekali yang bisa membuat Dunia bertekuk lutut di hadapannya- tambah NAVI dengan santainya. Anto hanya diam saja melihat lagi gadis itu yang terlihat rapuh sekali dan juga terlihat semakin tidak tahu harus apa lagi.
“Sebaiknya ku ambil saja gadis itu sebagai BIDADARI ku, meski tidak punya hubungan di masa lalu. Tapi dia akan memulai hubungan itu dari sekarang.” respon Anto dengan tenang saja. NAVI hanya diam saja mendengar respon dari Anto yang sudah tahu memutuskan apa yang akan di lakukannya “Sepertinya dia sudah selesai mengatakan semua kejahatan pada Dunia dan juga sudah selesai mengatakan kebernaran pada gadis itu. Sepertinya sudahnya muncul.” kata Anto dengan tenang saja saat pria itu sudah terlihat tenang. Setelah dengan wujud rohnya Anto membiarkan dirinya dapat di lihat meski tubuh fisiknya sudah hancur di buat kacau oleh pria itu. Semua orang yang di sana melihat ke sosok berpakaian yang tidak asing sekali bagi mereka dan membuat mereka jadi terdiam di tempatnya. Pria tadi yang terlihat senang kini terlihat kesal saat melihat Anto yang melayang dengan santainya.
“AHHHHHHHH…” teriak pria itu lalu menerjang ke Anto dengan tinju energy di tangannya yang sudah terkumpul. Anto hanya diam saja membiarkan pria itu menerjang padanya. Pria itu memukul Anto, tapi bukannya kena malah tubuh Anto di tembus olehnya dan membuat semua orang yang melihat itu jadi semakin ingin tahu kejadian selanjutnya. Anto kemudian langsung terbang diri mendekat ke gadis yang tadi mengaku sebagai BIDADARI itu dengan wujud rohnya.
“Sejujurnya kamu itu memang bukan dari bagian gadis haremku di masa lalu.” dengan terus terang menngatakan itu lgi pada gadis di depannya. Gadis itu hanya bisa diam setelah mendengar itu. “Tapi tidak di masaku ini. Apa kamu mau jadi bagian gadis haremku?” Tanya Anto dengan santainya pada gadis itu yang tadi sedih karena tidak di anggap, tapi berubah sekekita mendengar kalimat terakhir Anto. Gadis itu hanya bisa terdiam mendengar itu dan belum merespon Anto sama sekali.