Interstellar Adventurer

Interstellar Adventurer
Chapter 202


Run sedikit terdiam dengan perkataan Anto. “Kakak kenapa...?” Tanya Run yang mengeluh tiba-tiba. Anto masih diam tidak merespon lalu bangkit dari kursinya.


“Hari ini semua orang sedang terhibur dengan berita tadi, pasti. Apa aku mengatakan hal aneh? Padahal cuma mengatakan aku ingin jadi Raja Harem, apa itu salah?” Tanya Anto dengan terus terang. Semua orang terdiam dengan Anto yang bertanya seperti itu.


“Mungkin aneh Kak di sini. Soalnya tidak ada yang pernah berhasil mewujudkannya sama sekali. Dan palingan untuk bisa memuaskan keinginan mereka. hanya bisa pergi ke bar pelacuran atau ke hotel saja dengan diam-diam.” jawab Run dengan santai dan sopan. Semua orang masih diam saja dan tidak menanggapi. Anto melihat ke semua orang yang penasaran, kecusli Ibunys yang terlihat bingung di matanya.


“Jangan melihatku seperti itu. Saat ini aku suah punya beberapa Gadis dari Dunia lain yang ku bawa ke sini dan juga Gadis dari masa lalu itu juga ada di Dunia ini sekarang. Entah apa yang mereka lakukan. Tapi setelah aku selesai sekolah, akan ku cari mereka dan menikahinya di depan semua orang yang mengejekku dan yang pernah mencaci ku dengan ketawaan mereka semua.” Anto menjelaskan kenapa dirinya mau jadi Raja Harem. “Run, mari kita berangkat sekolah. Nanti telah malah.” Ajak Anto dengan jalan duluan menuju pintu keluar yang di ikuti Run dengan pelan dari belakangnya. “Bagaimana dengan lubang dinding ini! Apa aku harus membiarkannya?” Tanya Anto pada semua orang tanpa berbalik saat sudah di dekat pintu keluar.


Mereka semua tidak ada yang merespon malah diam saja denga pertanyaan Anto yang seperti itu. “Meski aku tahu mereka akan seperti ini, aku masih belum tenang.” Anto perlahan membuka berjalan ke pintu yang terbuka otomatis. Run yang mengikuti Anto diam saja dan tidak melakukan apa pun. Anto dan Run jalan perlahan ke pintu keluar.


Run dan Anto berjalan menuju pintu keluar tempatnya masuk tadi, di lantai bawah. “Kak, kenapa Kakak melakukan itu tadi?” Tanya Run yang berjalan di samping Anto. Anto diam saja dan belum biacara.


“Run, meski aku cerita semuanya seperti itu, masih butuh waktu buat mereka menerimanya. Makanya… aku cuma ingin orangtua ku saja yang tahu siapa diriku. Tapi karena sudah terlanjur, aku akan mengungkapkan segalanya saja.” Jawab Anto dengan antai dan juga jujur. Run yang mendengar itu terdiam tidak bicara sama sekali dan hanya menginukuti Anto jalan saja.


***


Sesampainya mereka berdua di luar pintu. Anto melihat ke sekelilingnya yang masih ramai dengan pengunjung meski masih pagi. Anto terus jalan tanpa bicara sama sekali dengan tenang. “Ayah dan Ibuku baik-baik saja sekrang. Nah sudah saat aku bersantai… Itu yang ingin ku lakuka… Tapi…. melihat situasi ini, ku rasa sebaiknya ku cari tahu sedikit saja tentang situasi ini.” Pikir Anto dengan serius sekali. “Taoi... Aku inginnya jadi anak sekolah biasa saja, tapi karena sudah terlalu jauh terlibat, mending lanjutkan saja semua yang akan terjadi.” Anto yang terlalu malas memikirkan apa yang akan di lakukannya.


Anto kemudian memunculkan layarnya lalu membuka aplikasi layanan pekerja yang di di dowenload Run dengan pikirannya. Lalu sebuah portal tidak jauh dari tebuka yang ada di tepi jalan. Sebua robot terbang ke arahnya yang keluar dari mobil dan terbang ke Anto. “Ke sekolah ini xxxxxx di jalan xxxxx.” Minta Anto dengan santai. Lalu membiarkan robot kecil itu menscan kartunya lagi.


“Tidak perlu. Lagian hari ini aku akan di sibukkan dengan penasaran dari semua orang.” Jawab Anto dengan tenang. “Lagian, kenapa kamu tenang seperti ini? Aku merasa kamu tidak ingin jadi dirimu yang dulu!” Tanya Anto yang tidak mengerti kenapa Run berubah dengan cepat meski dulu dia pernah bersikap seperti ini. Run terdiam tidak merespon Anto sama sekali sambil melihat ke arahnya yang hanya melihat ke mobi itu saja.


Run terdiam dan belum merespon. “Kak!” Panggil Run dengan diam di tempatnya. Anto melihat berbalik ke arah Run yang diam saja. “Aku sudah mengingat masa laluku. Sebenarnya aku dari Planet yang di sebuat dengan Planet Star.” Run terdiam tidak melanjurkannya lagi dengan menundukkan kepalanya dan juga mengepalkan tangannya.


“Kalau cuma itu sih gampang. Tapi, nanti di dalam mobil kamu ceritakan dirimu sepertia apa di luar sana.” Anto yang mendengar keinginan Run hanya bisa mengiyakan saja. Karena Anto juga ingin tahu seperti apa tempat kelahiran Run. “Yang jelas sekarang itu kita lihat saja dulu, apa yang akan terjadi selanjutnya.” Bicara Anto dengan serius. Anto dylyan jalan lalu di ikuti Run setelah menjawab seperti itu.


Mereka berdua semakin dekat dengan mobil terbangnya. Setelah mereka sampai Anto langsung di bukakan pintu dan mereka langsung masuk. Run hanya tersenyum saat Anto berkata itu. “Kak, di mana yang lain sekrang?” Tanya Run yang ingin tahu lokasi para BIDADARI lainnya yang tidak pernah di temuinya sekaligus terlihat berbeda lagi sikpanya. Anto tidak langsung merespon karena memikirkan hal lain di pikirannya.


“Hah… Masalah ini bukan perkara kecil. Baru saja sehari di pulang, aku sudah menyebabkan masalah sebesar ini. Apa aku akan hidup tenang hari ini.” Anto yang terus kepikiran jadi tidak fokus dan hanya diam saja, mesji baru saja melihat ekpresi baru Run. “Aku makan saja.” Bicaranya dengan jelas sekali hingga di dengar oleh Run yang ada di dekatnya. Run yang melihat Anto yang mau mengambil makanan yang sudah di sediakan, menghentikannya dengan terang-terangan.


“Kak… Jangan pikirkan ha lain. Pikirkan aku…” Dengan wajah serius mengatakannya dan juga tidak ada malu saat mengatakannya. Anto yang melihat itu hanya terdiam dan sedikit tersenyum. “Ini hanya masalah kecil saja dan bukan masalah besar yang mempengaruhi Dunia ini.” Run dengan terus menatap menenangkan Anto yang mulai memperhatikannya.


Anto terdiam melihat setelah mendengar itu. “Run…” Anto hanya memanggil dan terus melihat. “Kamu benar, aku terlalu memikirkan ini.” Anto merubah ekspresi wajahnya dengan cepat jadi ceria. “Benar… Ini bukan masalah besar. Saat ini masih banyak sekali yang belum ku ketahui. Meski aku punya ingatan ini.” Anto yang mulai paham dengan situasinya. “Run, aku ingin kamu menyemangatiku seperti ini. Untuk selamanya jika aku seperti ini lagi ya…” Anto dengan tersenyum mengatakannya tanpa ragu.


Run langsung memerah melihat Anto yang berbeda lagi dari sebelumnya. Run langsung memalingkan wajahnya ke arah lain dan di saat yang bersamaan juga, mereka berdua sampai di sekolah tanpa di sadari mereka berdua. ‘Pelanggan Anda Sudah Sampai Tujuan’ Robot yang sama persis terdengar suaranya. Anto yang menderngar itu terdiam sebentar karena sangat cepat sekali sampainya. Bahkan tidak sampai 10 menit samoa di sekolahnya.


“Ma, mari keluar.” Ajak Run dengan terang-terangan sekali sambil duluan keluar. Anto mengikuti Run yang keluar duluan. Saat keluar dari mobil, semua pelajar yang melihat itu terdiam sekali. Anto juga tahu kenapa mereka semua seperti itu. Karena sejatinya Anto tidak pernah sekalipun terlihat memakai mobil jalan ke sekolahnya sejak awal. Anto dan Run masuk bersama meski banyak perhatian dari para siswa lainnya dengan tenang. Dalam perjalanan masuknya, Anto melihat ke Siswa yang pernah di pukul Run yang tidak di ketahui namanya sama sekali yang sedang jalan di depannya.