Interstellar Adventurer

Interstellar Adventurer
Chapter 173


Setelah bebeapa saat mengejar, Riana sampai di dekat mereka berdua yang menyamakan terbangnya bersama Sherly dan Anto. “Riana, sepertinya tadi kamu ingin meminta sesuatu, katakanlah. Aku ingin tahu, kalau pun itu berbahaya akan ku coba sebisa mungkin.” Minta Anto lagi yang terbang tanpa melihatnya ke Riana sama sekali meski tadi bilang nanti. Riana terdiam lalu melihat ke Kakaknya. Sherly yang di lihat langsung mengalihkan pandangannya, karena Adiknya pasti minta tolong untuk berbicara sama Anto mengenai itu.


Riana yang di abaikan oleh Kakaknya jadi berheti terbang dan jadi tidak tahu harus apa pada Anto yang bertanya padanya. “Ini sudah yang ke beberapa kali Kakak mengabaikanku saat dia bertanya padaku mengenai ini dan juga kenapa aku jadi kaku di Tanya olehnya?” Riana yang jadi kepikiran dan tidak focus saat terbang. Anto dan Sherly berhenti terbang saat Riana berhenti lagi.


“Apa yang di lakukannya?” Tanya Anto pada Sherly dengan jelas sekali bahkan mungkin bisa di dengar oleh Riana.


“Aku tidak tahu. Ini pertama kalinya aku lihat dia seperti itu.” Jawab Sherly yang melihat adiknya yang terlihat seperti itu.


“Apa kamu bisa lakukan sesuatu padanya?” Tanya Anto pada Sherly yang masih melihat dan juga belum menydari mereka berdua yang masih menunggu.


“Tidak mau. Ini pertama kalinya aku melihatnya seperti ini, jadi aku ingin tahu apa yang akan di lakukannya sendiri.” Jawab Sherly dengan senang dan melihat ke Riana yang sedang banyak pikiran. Anto terdiam dan tidak merespon Sherly yang senang seperti itu.


-Apa kamu yakin akan membiarkannya seperti itu. Ini bakalan lama kalau kamu hanya diam saja- NAVI memperingatkan Anto yang juga ikut melihat ke Riana yang seperti itu.


“Hm… Kamu benar.” Timbal Anto. Setelah itu Anto mendekati Riana yang masih terlihat banyak pikiran. “Riana, Riana, Riana!” Panggil Anto di dekatnya tapi malah di cuekin sama sekali seolah-olah Riana tidak menyadarinya sama sekali kalau dirinya ada di sampingnya. "Ini dia pura-pura kan?" Tanya Anto sambil berbalik pada Sherly. Sherly hanya tersenyum dan tidak menjawab Anto sama sekali


-Hah… Biar ku bantu!- NAVI langsung bicara lalu mendekat terbang ke dekat telinga Riana. -Riana!-


“Ahh…!” Riana langsung kaget saat NAVI bicara padanya di dekat telinganya hingga membuat Sherly yang tidak jauh jadi terkejut karena Riana yang tiba-tiba bertertiak sendiri. Anto yang di sana pura-pura bingung dengan Riana yang seperti dengan ekpresi anehnya dan juga tidak mengerti maksudnya saat dia tiba-tiba berteriak seperti itu.


“Eto… Apa kamu akan diam di sana dan tidak pergi?” Tanya Anto pada Riana yang sudah di dekatnya. Riana malah diam kemudian melihat ke Kakaknya yang tersenyum lagi yang meski tadi pada tingkahnya yang sebelumnya. Anto yang melihat Riana melihat ke arah lain berpura-pura tidak tahu dan terus menunggu repson Riana.


-Hm… Sepertinya ini akan lama jika kamu membiarkannya terus saling telepatian itu- NAVI memperingatkan Anto lagi yang hanya menunggu.


“Hah… Aku mengerti NAVI.” Anto mengalah dan akan mulai bicara pada Riana. “Riana, sebaiknya nanti saja kamu minta apa yang kamu inginkan itu. Sekarang lebih baik kita kembali ke gubuk kecil  itu. Yang lain sudah menunggu di sana.” Ajak Anto pada Riana yang tidak meresponnya sama sekali dari awal hingga akhir. Setelah itu, Anto lanjut terbang meninggalkan mereka berdua dengan lebih cepat menuju gubuk kecil itu. “Rasanya aku seprti bicara sama patung saja.” Anto yang bahkan sama sekali tidak di anggap oleh Riana.


-Sebeaiknya kamu jangan katakan itu di depannya. Jika tidak, entah apa yang akan terjadi padamu- NAVI memperingatkan sebelum terjadi sesuatu pada Anto yang mengakibatkan dirinya nanti sediki salah pada Riana.


“Ya, aku tahu itu.” Timbal Anto yang sudah cukup jauh meninggalkan mereka berdua. Setelah itu dia diam saja dan tidak bicara, dia terbang menuju gubuk kecil itu dualuan tanpa menunggu mereka berdua.


***


-Keduanya tanpak dari Dunia modern, tapi juga adat kerajaan bisa terlihat pada cara mereka berperilaku itu. Malah mereka berdua terlihat sempurna sebagai Wanita yang bermartabat. Aku sama sekali tidak tahu bagaimana mereka tahu kita di sini. Yang ku tahu itu cuma mereka berdua muncul dari celah waktu dari era yang sama- NAVI menjelaskan.


“Hah! Era yang berbeda, apa maksudmu?” Tanya Anto pada NAVI yang tidak mengerti maksudnya dan juga sedikit tertarik dengan yang di maksud NAVI.


-Aku tidak tahu mereka dari era mana dan Dunia apa. Tidak ada data, bahkan juga mereka mempunyai System yang mirip seperti System pribadi. Tidak, malah mereka punya System pribadi itu dan bisa di gunakan kapan pun yang mereka mau. Tapi, System itu tidak bisa ku akses karena terlalu maju dengan System ku yang sekarang. Bukan tidak bisa di akses, melainkan terkunci rapat mengenai identitas asli mereka berduan, bahkan Systemnya pun terlalu canggih buat ku terobos saat ini- NAVI menjelaskan lagi tentang mereka berdua.


Anto yang mendengar itu jadi ingin tahu tentang mereka berdua meski hanya sedikit saja dan juga penasaran dengan tujuan apa mereka ke tempatnya itu. “Apa yang mereka inginkan dariku kira-kira?” Tanya Anto pada NAVI yang ingin tahu.


-Entahlah, yang jelas kamu nikmati saja apa yang sekarang ini- Respon NAVI dengan santai dan juga terdengar senang. Setelah itu, Sherly dan Riana tiba setelah mereka berdua di tinggal jauh terbang oleh Anto.


“Kalian sampai, mari turun.” Ajak Anto dengan tersenyum dan duluan melayangkan diri untuk mendarat di bawah sana. Saat sampai di bawah, mereka di sambut oelh Suci dan lainnya dengan senyum. Anto hanya membalas tersenyum diam di tempatnya. 'KLAK!' pintu gubuk itu di buka dari dalam


“Kalian datang juga. Ku kira bakal sampai sore.” Bicara Luna dengan sopan yang keluar dari Gubuk itu. “Mari kita makan. Kalian juga.” Ajak Luna dengan santai sambil duluan ke meja makan yang sudah ada di luar.


Anto tanpa ragu ke meja makan yang di ikuti oleh Riana dan Sherly. Setelah sampai mereka langsung duduk yang kemudian Ana dan Nua juga duduk di depan Anto. “Sepertinya kalian orang baru. Aku ingin tahu siapa kalian?” Tanya Anto pada Ana dan Luna yang ada di depannya.


Nua dan Ana tersenyum saat di Tanya seperti itu. “Namaku Nua dan dia temanku Ana, kami dari Dunia yang sama dan ingin jadi Istrimu.” Jawab Ana dengan sangat senang dan serius.


Anto terdiam sebentar saat mendengar itu. Lalu melihat mereka berdua secara bergiliran dengan serius. “Tapi, kenapa harus aku?” Tanya Anto dengan agak penasaran dengan mereka yang tiba-tiba ingin jadi Istrinya. Mereka berdua jadi terdiam dan tidak bicara sama sekali.


“Tunggu!” Luna menghentakkan meja hingga membuat semua orang jadi memperhatikannya. “Kita makan dulu, nanti bahas yang lain.” Luna tersenyum mengajak. Anto pun tersenyum dan juga menuruti apa perkataan Luna dan diam. Anto tidak membalas dan akan menanyakan itu setelah makan siang di luar yang teduh akibat awan menutupi matahari.


***


Next Chapter