Interstellar Adventurer

Interstellar Adventurer
Chapter 176


Setelah meceritakan sedikit, Luis mulai diam saja dan tidak berkata apa-apa lagi. “Intinya dia itu akan melayani kita semua apa pun permintaannya asalkan bisa di penuhi.” Anto menambahkan dengan jelas sambil makan. “Baiklah, sepertinya kita sudah cukup jauh dari sini.” Anto berdiri tegak dengan mengubah raut wajahnya jadi serius. Anto mengangkat tangannya lalu terasa ada sesuatu yang melewati mereka dengan sangat jelas sekali. Setelahnya, Anto duduk lagi tanpa berkata apa-apa.


“Apa tadi itu?” Tanya Luna pada Anto yang ingin tahu.


“Tadi itu aku mengembalikan semu isi mahluk hidup ke Dunia ini.” Jawab Anto dengan tenang dengan mengambil makanan. Tidak ada yang berkomentar sama sekali. “Oh ya, kenapa kalian masih belum ganti pakaian kalian. Sekarang kita akan ke israna untuk melihat perubahannya. Kenapa kalian masih memakai pakaian itu?” Tanya Anto yang melihat ke Sherly dan Riana yang masih saja mengenakan pakaiannya.


“Tapi…” Sherly tidak melanjutkan perkataannya saat melihat ke Anto yang terlihat tenang saja.


“Hah… Kalau kamu ingin mengatakan sesuatu jangan setengah-tengah. Langsung saja caranya. Sekrang aku tidak tahu kondisi di istana seperti apa, tapi Luis tahu apa yang sedang terjadi di sana.” Bicara Anto pada Sherly dan semuanya dengan jujur sambil menjelaskan.


“Tuan Muda, apa saya harus menceritakan yang terjadi?” Tanya Luis pada Anto yang ada di dekatnya.


“Tidak perlu, lebih baik mereka lihat sendiri secara langsung.” Jawab Anto dengan terus terang. “Mungkin kalian bertiga akan sedikit kaget dengan perubahan yang terjadi di istana. Tapi tidak dengan penduduknya, mereka semua banyak yang belum berubah sama sekali, karena suatu perubahan itu akan membutuhkan waktu lama untuk merubah para penduduk yang punya perang sebagai kemakmuran untuk negeri.” Anto sedikit menjelaskan meski tidak seluruhnya. Tidak ada yang merespon ereka hanya diam saja mendengarkan. "Hanya ini saja yang bisa ku kasi tahu, selebihnya nanti saja kalian lihat sendiri saja." Anto selesai dan tidak bicara lagi. Semua orang yang di sana tidak ada yang bicara dan kebanyak diam saja.


"Kak, apa yang akan kita lakukan setelah semua ini selesai?" Tanya Suci dengan berusaha membuat suasana di sana jadi nyaman. Anto tersenyum endengar pertanyaan itu dan pastinya akan panjang lebar untuk sebuah pertanyaan kecil itu.


"Banyak hal yang ingin ku lakukan. Kamu tahu, sejak kita tiba di sini kita tidak pernah jalan-jalan. Jadi kita akan jalan-jalan sepuasnya sampai kita lelah dan bosan." Jawab Anto dengan wajah senang.


"Benarkan?" tanya Suci yang sungguh-sungguh ingin tahu.


"Ya. Tentu saja. Selian itu, kalian semua akan merasakan pengalaman baru di kerajaan baru ini." Anto dengan serius mengatakannya. Setelah itu, Suci dan lainnya mulai bertanya satu persatu kecuali Riana dan Tiara yang masih canggung sama Anto. Meski mereka masih di karpet yang sama.


***


Setelah cukup lama terbang, mereka semua sampai istana yang sangat luas itu. Anto melayangkan karpet itu di cukup tinggi dari istana. “Luis, bawa kami langsung ke ruang tahta.” Minta Anto dengan sopan padanya. Tanpa berkata apa-apa, Luis hanya tersenyum lalu terbang duluan memimpin, yang kemudian di ikuti oleh yang lainnya. Mereka semua meginguti Luis ke sbuah taman indah yang cukup luas dan di sana tidak ada ilusi taman yang di tampilkan dan semuanya itu murni dari bunga asli. Mereka mendarat di dekat pintu yang dindingnya tanpak normal. Saat sampai, Luis langsung membukanya dan di dalamnya menemukan sebuah kursi yang duduki oleh Raja.


Lusi berjalan masuk lalu di ikuti oleh semuanya dari belakang dan berhenti setelah beberapa meter i dekat pintu masuk dan tdaik jauh dari kursi tanhta yang kosong “Semua penjaga dan para bangsawan semuanya sudah di tahan dalam sel penjara.” Bicara Luis saat sudah berhenti cukup jauh.


“MUSTAHIL!” Teriak Tiara dengan sangat kencang sekali hingga Anto dan lainnya melihat. “TIDAK MUNGKIN ORANG SEPERTIMU MEMBUAT SEMUA INI!” Tiara yang sama sekali tidak percaya pada tinakan yang telah di lakukan Luis dengan menatapanya dengan sangat tajam sekali.


Semua orang terdiam termasuk Luis yang masih tenang dan tidak berkata apa-apa. “Kalau gitu kamu mau bukti seperti apa biar semuanya jelas?" Tanya Anto pada Tiara yang sama sekali tidak percaya dengan hasil yang telah di lakukan Luis. Tiata langsung melihat dengan sangat tajam dan marah pada Anto yang bertanya seperti itu padanyalalu mengubbah raut wajahnya jadi kosong.


“Hah... Kamu...!" Anto tidak jadi membalas perkataan Tiara yang masih ngotot dan teguh pada perkataannya sendiri. "Luis, apa kamu bisa tampilkan ingatanmu tentang hal yang telah kamu lakukan di kerajaan ini?” Tanya dan memintanya secara tulus pada Luis.


“Baik Tuan Muda.” Jawab Luis dengan santainya. Setelah itu, Luis menutup matanya kemudian di depan mereka semua muncul sebuah ilusi yang sanbat nyata sekali. Mereka seolah-oleh di bawa ke tempat sebuah kejadian yang


sebenarnya terjadi. “Semuanya ini adalah yang kejadian yang tadi malam menimpa seluruh kerajaan ini.” Semua Gadis di sana jadi terkejut saat melihat runtuhnya semua istana dan banyak pemberontakan terjadi. “Pemberontkan ini terjadi di Dunia reflika dan banyak sekali korban dari penduduknya saja dan cuma sedikit dari pihak kerajaan.” berpindah ke tempat lain. Di sini Luis berdiri di sebuah atap warga dan melihat ke bawah melihat seorang prajurit ingin menangkan seorang anak kecil.


-Pemandangan yang sangat dramatis sekali- Komen NAVI. Luis belum mulai ceritanya lagi dan membiarkan semua orang melihat kejadiannya. Luis langsung memenggal kepala prajurit itu tanpa ragu sama sekali lalu menolong anak kecil itu dari kejaran mereka semua.


“Tenang saja. Kakak di sini.” Luis tersenyum pada gdis itu. Anto melihat ke anak kecil itu yang sangat lusuh dan juga terlihat seperti anak yang tidak terurus sama sekali, bahkan lebih buruk dari beberapa orang yang tidak beruntung mati dengan cara di bantai. Di sisi lain, Anto melirik ke Suci yang menetaskan air matanya langsung saat melihat Gadis kecil itu dan Anto tahu kenapa Suci jadi sedih.


Anto kembali melihat ke ilusi ingatan yang di tampilkan Luis. “Anak kecil itu seperti cocok jadi Istrimu.” Bicara Anto dengan terus terang saat melihat kejadian itu. “Luis kamu nikahi saja nanti anak itu.” Saran Anto dengan terus terang sama Luis.


“Ya Tuan Muda. Saya pasti akan menikahinya.” Jawab Luis dengan sangat senang sekali tanpa mempertimbangkannya sama sekali. Semua orang di sana jadi heran dengan Anto kecuali Suci yang melihat dirinya dari gadis kecil itu yang sama persis caranya di tolong meski itu adalah manusia musuhnya dan juga terdengar senang dengan Anto yang menyuruh Luis seperti itu.


-Ku rasa ini sudah cukup dulu, nanti lanjutkan. Kamu sampaikan dulu keluh kesahmu pada mereka- Saran NAVI yang juga memperhatikan. Anto terdiam dan tidak merespon sama sekali. Luis tidak berkata apa apa dan tetap diam saja menunggu apa yang akan di peruntahkan oleh Tuannya.


“Luis matikan semua ini sekarang.” Suruh Anto sambil melihat ke para gadisnya. Luis langsung mematikan kilas putaran cuplikan dari kejadian yang ada di Dunia reflika. Anto melihat ke Tiara yang sepertinya kaget dengan semua itu. “Tiara, apa yang tadi itu masih kurang?” Tanya Anto pada Tiara yang menatapnya tajam setelah melihat ke arahnya dan mematikan cuplikan tadi.


Tiara diam saja dan tidak merespon sambil menatap tajam saja. Riana langsung memegang  pundak Tiara yang masihmenatap Anto. Riana menggelengkan kepalanya sekali. “Mungkin kamu tidak percaya semua itu, tapi aku sangat percaya dengan yang ku lihat tadi. Aku juga sama seperti ini sebelumnya yang sangat tidak percaya sama sekali hingga dia membuktikannya dalam beberapa jam saja. Percaya saja dulu meski hanya sedikit saja.” Minta Riana pada Tiara yang sepertinya masih sangat ragu sekali.


Tiara jadi bimbang dengan perkataan Riana padanya, tapi dengan pertimbangan singkat dia memilih mengangguk menuruti Riana dan tidak berkata apa pun pada cuplikan yang tadi sudah di tampilkannya. Anto tersenyum saat melihat Tiara yang mengikuti kata Riana. “Baguslah jika kamu percaya. Kalau gitu lebih baik kita lanjutkan saja cuplikan tadi.” Anto langsung melihat ke luis. Luis yang paham, langsung menampilkan lagi cuplikan tadi yang sempat di tunda.


Cuplikan sekarang di mulai dari sebuah pasakukan yang sangat banyak sekali dan juga terlihat ketat perjaannya. “Semuanya!” Riana jadi kaget saat melihat prajurit yang menggunakan senjata api. “Kak, apa selama ini semua rencana kita telah di bocorkan?” Tanya Riana pada Kakaknya sendiri yang juga terlihat sangat kecewa sekali dengan hal yang di lihatnya itu.


Sherly meneteskan air matanya saat melihat itu dan jadi sedih. “Aku sebenarnya ingin menyelamatkan mereka dengan cara apa pun. Tapi, kenapa mereka semua menghianatiku?” Tanya Sherly dengan senyum dan tangis yang dapat di lihat dengan jelas sekali. Anto yang melihat itu jadi kesal namun tidak berkata apa-apa dan hanya diam saja terus memperhatikan apa yang akan di lakukan selanjutnya oleh prajurit itu.


-Semaunya!- NAVI jadi iba pada semua orang di sana terutama pada Sherly, Riana dan Tiara yang terlihat sangat kesal sekali saat melihat semua pasukan ptajuri yang membawa senjata itu. -Meski aku hanya sebuah pikiran lain dari dirimu. Akan aneh jika kamu tidak merasakan hal yang sama seperti ini!- Bicara NAVI dengan terus terang pada Anto yang terlihat tenang namun kesal. Anto tidak merespon malah diam saja dan terus memperhatikan semua yang terjadi pada cuplikan kejadian di Dunia reflika.


Next Chapter