Interstellar Adventurer

Interstellar Adventurer
Chapter 240


Anto hanya terdiam mendengar itu lalu melihat ke Haruna yang berpaling dan sepertinya masih kesal akan sesuatu yang tidak di ketahuinya sama sekali. “Sebagai gantinya aku akan membiarkanmu tinggal di kastilku selama yang kamu mau.” Tambah Raja Iblis dengan serius. Anto yang sama sekali tidak mengerti ke arah tujuan Raja Iblis melakukan itu hanya bisa diam saja, tapi demi Misi Anto merasa harus melakukannya dan tidak ada alasan untuk menolaknya. Anto mengangguk sebagia jawaban singkat.


Anto jalan pelan ke kursi besar itu tanpa memikirkannya lebih panjang lagi. Anto kemudian duduk bersandar di sana dengan nyaman lalu melihat ke sekelilingnya yang di lihat oleh mereka berlima. “Entah bagaimana ini bisa terjadi, tapi demi misi akan kulakukan saja.” Anto yang tidak bisa berbuat apa-apa, meski masih curiga ada maksud tertentu dai Raja Iblis. Setelah melihat mereka, Anto kemudian melihhat ke para penonton yang masih riuh sekali. Saat Anto menaruh tangannya di pegangan kursi, tiba-tiba secara perlahan kursinya jadi hitam dan itu membuatnya sedikit kaget. Anto pun melihat ke Hana dan lainnya yang tenang saja. Setelah itu ruangan itu perlahan juga jadi hitam, lalu perlahan merambat keluar dari tempat duduknya, hingga sampai di arena bangku penonton. Suasan yang tadinya tadinya ribut kini jadi sangat tenang sekali, karena semua penontonnya diam.


Haruna yang di bangku tidak melihat ke Anto sama sekali, karena masih kesal akan sesuatu yang tidak di ketahuinya. Anto pun duduk kembali tanpa memikirkan apa yang sedang terjadi. Setelah semua bangku penonton jadi warna hitam yang sama persis dengan pakaian Anto, kini sebuah layar muncul di tengah lapangan yang memperlihatkan Anto sedang duduk dengan di temani lima Beastman terlihat jelas di sana dengan posisi mereka yang sama persis. Untungnya Anto terlihat tenang saja dari kusinya dan tidak membuat gerakam sama sekali.


Semuanya telah hening sekali dan tidak ada yang bicara lalu Beastman kucing itu berdri kemudian jalan sedikit ke depan. “Ujian di mulai!” Setelah mengatakan itu layarnya tertutup. Sorak-sorakan terdengar lagi dari riuhnya para penonton. Lalu sebuuah alat terbang dengan di atasnya seorang Beastman serigala keluar melayang dengan alat itu ke tengah arena. ‘Pertandingan pertama akan di lakukan oleh kelas 2 F melawas kelas 2 S mulai memasuki arena.' Host Beastman itu menyirkan demgan penuh semangat sekali. Anto pun melihat ke arena dengan jelas dari kursinya. Semua penonton tertawa mendengar siapa yang bertanding di arena. Anto yang sama sekali tidak tahu menahu hanya diam saja melihat dari kursinya. Sementara itu Host itu terus berisik menyiarkan pertandingan.


Anto melihat kedua kelas memasuki arena, namun kelas F terus di ejek akan tereliminasi pada awal pertandingan. Tapi mereka terlihat tenang dan tidak takut sama sekali. Anto tetap tenang dan tidak merespon dan hanya melihat saja. Sorak-sorakan terus datang ke supporter kelas S dan ejekan terus ke kelas F. ‘Harap penonton tenang dan kita mulai penyisahan babak pertama’ Minta dengan tetap tenang oleh Host pertandingan. Tapi itu tidak di dengar sama sekali oleh para penonton yang ribut sekali karena yang bertanding itu kelas S melawan kelas F. Host itu terus memperkenalkanya nama masing-masing dari setiap murid yang bertanding, dengan di temani oleh ocehan dari semua penonton yang ingin kelas F kalah. Setelah perkenalan dan permbeiran hormat pada kelas lain, para murid di arena keluar dari arena dan menyisakan Host yang mealyang di udara dengan tampil sana sini mentiarkan dengan semangat. ‘Psesrta pertama masuki arena…!’  Host dengan lantang mengatakanny, dan semua orang berteriak memberi dukungan dan ejekan pada keduanya.


Anyo melihat dari kursinya menyaksikan dari kelas F yang keluar seorang Ras serigala yang pernah di Tanya Anto dan dari kelas S yang keluar ialah Ras Serigala juga, yang terlihat tenang sekali. “Benar juga.... Aku sama sekali tidak mengetahui nama muridku!” Anto yang baru ingat hal itu. Tapi Anto terus lanjut menonton. Pertandiangan pun di mulai, sihit dari kelas S menggunakan Skil petir sedangkan kelas F menggunkan Skil anginnya untuk menghindari serangan tiba-tiba itu. Murid Anto mengeluar Skil Pisau anginnya lalu menyerang murid kelas F dengan cepat dengan ribuan angin seperti jarum dan membuat lawannya kalah dalam sekali serang.


Semua penonton terdiam melihat itu termasuk Hostnya. Anto tetap tenang saja melihat ke arena yang berakhir singkat saja. “Mungkin Beast itu hanya kaget melihat perubahan dari kelas F.” Anto yang yakin dengan pendapatnya. Setelah itu Hostnya mengumunkan pemenangnya dengan lantang. Semua penonton malah heran dan bingung sekali dengan apa yang terjadi. Peserta selanjutnya masuk ke arena. Dari kelas F yang naik ialah Ras Iblis banteng dan dari kelas S juga Iblis banteng yang naik ke arena. Saat sudah di atas arena, kelas S langsung mengubah wujudnya jadi banteng yang besar sekali sedangkan kelas F tidak berubah. Namun dia tetap tenang.


Pertandingan pun di mulai dan Iblis banteng besar menyeluduk Iblis banteng dari kelas F dengan cepat. Sorak-sorakan terus riuh dari area penonton untuk mengalahkan kelas F. Anto hanya tenang saja melihat ke Iblis banteng dari kelas F itu tenang. Saat Iblis banteng kelas S menyeluduk, kelas F menahan dengan kedua tangannya lalu berusaha mendorong balik, tapi itu terlihat sia-sia. Dan di saat yang bersamaan juga sebuah banteng dengan elemen tanah terbentuk 10 ekor yang sama besar dengan kelas S itu di ujung arena. Banteng  tanah itu sangat tebal dan juga padat sekali, hingga seperti bukan banteng tanah saja. Banteng yang dari tanah semua langsung menyeluduk ke Iblis banteng kelas S yang sedang di tahan oleh kelas F.


Semua orang terdiam termasuk Hostnya karena kaget dan dengan hal yang di lihatnya itu. Setelah itu Iblis banteng dari kelas S itu perlahan bangun lalu jalan keluar dengan menahan sakit di tubuhnya, lalu Hostnya terlihat sadar dan belum mengumumkan pemenangnya, namun dengan cepat mulai mengumumkan pemenangnya setelah Iblis banteng dari kelas S itu berada di luar arena. Setelah di umumkan, peserta selanjutnya masuk ke arena yang di mulai dari kelas F, yang naik ialah Beastman serigala perempuan sedangkan dari kelas S ialah Beastman naga. Setelah kedua naik tidak ada yang di soraki malah semuanya terdiam saja. Saat keduanya berada di atas arena, keduanya langsung berubah jadi bentuk besar mereka masing-masing. Beastman jadi serigala hitam yang terlihat ganas sekali sedangkan naga itu melebihi ukuran seriaga itu. Serigalanya langsung melolong dengan keras hingga membuat semua penonton menutup telinganya.


Setelah lolongan itu semuanya jadi hening sekali. Semua orang melihat ke arena yang tidak ada perubahan apa pun, tapi tiba-tiba juga dari kalangan penonton banyak yang berubah jadi serigala banyak sekali, bahkan dari kelas S yang Ras serigala juga berubah. Host serigalanya juga berubah lalu semua serigala yang beruabh, perlahan turun ke arena pertandingan tanpa melihat sekitar mereka. Para serigala yang turun itu langsung mengerumuni serigala Hitam itu lalu memberi hormat padanya. Tidak ada yang bicara mereka semua malah kaget termasuk naga yang sedang di lawannya itu. Sementara Anto yang di kursi diam saja menonton dengan tenang dan tidak kaget sama sekali. “Wao… Skil uniknya pasti control Ras, atau perintah, atau mungkin saja Raja.” Komen Anto yang hanya duduk saja di tempatnya karena yang di lihatnya itu terlihat menarik baginya.


Sementara itu di arena, perlahan naganya berubah jadi kecil kaku mengangkat tangannya menyerah begitu saja, tanpa melakukan perlawanan. Serigala dari kelas F pun berubah lagi dengan perlahan karena tidak melakukan apa pun untuk mengalahkan naga itu. Saat murid dari kelas F itu berubah, serigala yang mengerumi dan memberinya hormat kini jadi normal lagi, dan bisa mengendalikan dir mereka sendiri. Para serigala yang tadi berubah melihat ke murid kelas F di depan mereka yang tidak berkata apa pun. Setelah di lihat beberapa detik, murid itu dengan pelan jalan turun dari arena sedangkan Host dan serigala lainnya terdiam melihat diri mereka yang sudah di bawah sana. Sementara itu Anto yang tadinya merasa menarik, kini jadi terlihat diam saja menunggu apa yang mereka lakukan di bawah sana. “Apa masih lama?” Tanya Anto dengan terus melihat hal yang membosankan itu.


Semua Beastman yang tadi berubah kini perlahan  keluar dari arena termasuk Hostnya yang naik lagi ke benda melayang di gunakannya tadi, lalu mengumunkan pemenangnya dengan berusaha tetap semangat dan membuat suaranya tetap sama seperti sebelumhya. Setelah pemenangnya di sebut, peserta selanjutnya naik ke arena. Dari kelas F yang naik ialah Beastman naga perempuan yang pernah di tunjuk Anto memberikannya pertanyaan, lalu dari kelas S yang naik ialah Iblis dari Naga. Saat keduanya di atas arena, mereka terlihat bicara satu sama lain dan dari kelas F hanya mengangguk saja. Setelah itu Iblis Naga dari kelas S meminta Hostnya mendekat. Host itu pun langsung mendekat lalu Host terdiam sambil melihat ke pesrta kelas F yang di atas mengangguk saja.


Host itu kembali lagi ke tempatnya lalu mengungumumkan apa yang terjadi barusan. Penonton yang tadi hanya terdiam tiba-tiba riuh lagi saat Hostnya memberi tahu mereka tentang pertandingan antar kelas yang akan dilakukan oleh kelas F dan kelas S di arena. Setelah di umumkan arenanya jadi bertambah besar, lalu dari kedua kelas semua muridnya masuk dengan berani dan tidak ada yang tanpak ragu sama sekali. Yang masuk ialah semua termasuk murid yang pernah bertanding sebelumnya. Kedua belah pihak kini terlihat saling mewaspadai saat sudah di atas arena. Kedua pihak mulai bersiap dan menunggu aba-aba pertadingan di mulai. Host yang membawa acara memulaikan pertandingan itu dengan penuh semangat.


(Beasman: Yang memiliki wajah seperti manusia dengan sedikit bagian saja yang memiliki unsur binatang, sedang Iblis: Yang memiliki wajah seperti binatang full dengan jalan seperti manusia)