Interstellar Adventurer

Interstellar Adventurer
Chapter 319


Anto tidak langsung merespon dan melihat terus ke tulisan itu. *“Jadi apa masalahnya?*” tanya Anto dengan tenang pada NAVI yang memebri tahunya.


-Tidak ada masalahnya, hanya jika kamu menembusnya akan runtuh Dunia ini!- kata NAVI dengan tenang saja. Anto terus melihat ke sana dengan tenang dan tidak bicara sama sekali.


“Sudah cukup dah.” timbal Anto sungkat. “Kalian tahu apa ini?" Tanya Anto lau terdiam sebentar. “Ini di sebut Rune Sihir, beda dengan  Lingkaran Sihir. Meski hanya dalam beberapa aspek saja yang mirip.” dengan tenang Anto menjelaskan. “Coba kalian sekarang lihat ke bawahku!” Anto jga ikut melihat ke bawahnya yang ada sebuah istana sangat megah di tengah pusat tempat itu. “Ini negeri para Dewa dan Dewi, seharunya hanya mereka saja yang bisa sesuka hati keluar masuk. Tapi Karena aku seorang Petualang Antarbintang dan juga punya kekuatan yang melebihi para Dewa. Sangat mudah membobolnya.” dengan tenang mengatakannya. “Aku tidak bermaksud sombong, hanya saja Dewa Dewi yang ada di Dunia ini bisa ku kalahkan dengan sekali pukul jika ku mau." dengan santainya mengatakan itu.


-Kamu jadi pergi atau tidak sih?- Tanya NAVI yang mendengar Anto masih bicara saja di tempatnya. Anto diam tidak langsung merespon dan masih tenang.


“Sepertinya aku akan balik saja. Mereka juga tidak akan bisa melawanku. Aku ke sini tadi memang ada urusan, tapi aku tidak ada niat lagi.” jawab Anto singkat dengan membuat portal lagi di depannya setelah menjelaskan sedikit.Sebelum masuk Anto melihat sebentar ke bawahnya. “Sepertinya sudah saja. Raja Iblis, aku akan kembali. Sebaiknya segera ptuskan keinginanmu itu. Sebelum banyak Beastman lainnya di bantai dan juga sebelum banyak korban yang lebih dari ini.” dengan tenang mangatakannya lalu masuk ke dalam portal yang di buatnya. Saat sampai di bali portal, Anto tiba di tempat semula dan di sana dia mebemukan bola bening itu lagi. Kali ini Anto mengambilnya karena itu yang asli.


-Mau pergi langsung?- Tanya NAVI pada Anto. Anto diam sebentar melihat ke kawanan Flyman yang sedang mengarahkan senjata mereka padanya.


“Ya. Sepertinya Haruna juga sudah sadarkan diri." jawab Anto dengan tenang setelah semua urusannya selesai. Setelah itu Anto segera teleoptasi ke dekat semak-semak dan yoba di sana dalam sekeap. Anto langsung masuk saja ke dalam dan langsung masuk kemudian di peluk Haruna saat sudah di dalam. Anto diam saja membiarkan Haruna memeluknya. “Maaf lama Haruna.” dengan tenang mengatakannya. Anto terus di peluk Haruna dengan erat sekali dan tidak ingin melepaskannya. Sambil terus di peluk, Anto melihat ke Raja Iblis yang di sana. “Raja Iblis. Bagaimana tawaranku?" Tanya Anto sambil menghilangkan layar di sana. Raja iblis hanya diam saja lalu mengangguk pelan. “Sepertinya kita sepekat!” denga tenang membalas lalu melihat ke Haruna yang tidak mau melepaskannya sama sekali.


-Apa kamu yakin langsung berangkat?- Tanya NAVI pada Anto yang terlihat terganggu dengan pelukan Haruna.


“Ya. tidak ada seorang pun yang bisa menghalangiku.” jawab Anto lalu membentuk sebuah portal di depannya lagi, kemudian membuat bola bening satu lagi. Kali ini Anto memasukkanya bola itu ke dalamnya lalu menariknya mengeluarkannya lagi. Saat di lihat, bola benting tadi jadi hitam pekat dan juga ada sesuatu yang kecil di dalamnnya. “Semuanya tenang jangan ada yang rebut. Aku akan membawa kalian ke Dunia yang lebih baik dari ini.” dengan tenang dan senyum mengatakan itu pada mereka semua. Setelah itu Anto melakukan sesuatu pada bola hutam yang karena bersinar tiba-tiba. “Aku sudah mennyembuhkan kalian semua dan juga aku sudah membuatkan makanan di depan kalian. Jangan Ragu memakannya, karena itu semua untuk kalian sendiri.” dengan tenang Anto mengatakan itu pada mereka.


“Wahai para Manusia Dunia ini, kalian boleh membenciku, kalian boleh memakiku, kalian boleh marah padaku. Tapi para monster yang hidup ini juga punya keinginan pribadi mereka masing-masing dan juga punya kehendak mereka sendiri. Saat kami pergi dari sini pasti akan banyak orang yang ke hilangan pekerjaannya yang sebagai pemburu. Tapi maaf saja itu bukan urusanku.” dengan tenang mengatakan. “Di Duniaku juga semuanya ada manusia saja dan mereka hidup tenang, meski mereka rebut dengan sesams ras mereka sendiri. Jadi sebaiknya kalian ribut sendiri saja cari musuh dengan kerajaan lainnya.” dengan tenang mengatakannya. “Meski kalian tidak mencari musuh, musuh itu akan datang dengan sendiri yang datang dari ketidak puasan rakyat kalian, atau bahkan sihir yang kalian gunakan sehari-hari itu akan menyebabkan penggunanya membawa musuh untuk dirinya sendiri. Jadi usahakan yang punya kekuatan besar dan orang baik sembunyikan saja dan gunakan jika ada orang orang seperti dirimu tapi yang membawa kekuatan itu dengan niatan buruk untuk menghabisinya. Satu lagi, kekuatan kegelapan itu belum tentu orang jahat, tapi hati seseoranglah yang jahat.” dengan sekali mengatakan itu pada mereka semua.


Setelah itu Anto tiba tiba telepotasi dan  keluar dari semak semak itu dan tiba di luar angkasa. -Sebaiknya kamu lihat ke Raja Iblis!- kata NAVI dengan tenang. Anto segera melihat dan menemukan raja Iblis wajahnya sudah pucat sekali. Anto segera memegang tangannya lalu bisa membuatnya bernapas di angkasa dengan cepat. -Sebaiknya jangan lakukan dengan benar sebelum pergi!- kata NAVI dengan tenang padanya.


“Maaf aku tidak sengaja membawa ke sini tanpa persiapan apa pun.” dengan merasa bersalah meminta maaf langsung pada Raja Iblis.


“Tidak papa.” respo Raja Iblis dengan senyum padanya. Anto hanya bisa terdiam saja mendengar itu denga terus melihatnya.


-Tanpak cantik kan!- kata NAVI saat melihat senyuman Raja Iblis yang tulus sekali.


“Kalau ini aku setuju.” respon Anto dengan tenang dan singkat saja. “Haruna, aku akan mengajakmu pulang bersamaku ke Duniaku jadi bisa lepaskan pelukanmu.” minta Anto dengan tenang saja. Haruna sedikit tergerak lalu secara perlehan melepas pelukannya dari Anto. Haruna melihat ke Anto yang senyum padanya. “Lama tidak bertemu.” dengan senyum dan menenangkan hati Anto menyapa pada Haruna Kekasihnya yang pertama kali. Haruna diam saja lalu Anto memgang tangannya dengan membuat ke dua bola itu melayang di atasnya. Setelah itu Anto juga memegang tangan raja Iblis tanpa belum mengatakan apa pun padanya lalu di depannya terbuat sebuat sebuah portal oleh NAVI. “Sebelum pulang aku ingi mengunjungi Planet lain yang mirip dengan Bumi.” dengan tenang mengatakn itu pada mereka berdua. Kedua tidak merespon sama sekali, lalu Haruna tiba-tiba mengangandeng tangan Anto karena takut terpisah lagi.


Anto hanya senyum saja melihat lalu terbang masuk ke dalam dengan pelan. Saat di dalam portal, Anto langsung membuat sebuah kapal kecil lagi untuk mereka bertiga. Setelah itu mereka langsung saja duduk di sana.  Sepertinya mereka tidak akan bicara sama sekali, tapi ku rasa entah kenapa kamu punya hubungan dengan adik si Hero itu- Kata NAVi memberi tahu Anto. Anto hanya diam saja mendengar itu dari NAVI.