
No 2 terus memandangi Naga yang yang masih bisa diam meski hanya tinggal kepala saja. “Kalau gitu aku sungguh terhormat mati tangan orang kuat.” Naga itu dengan tenang merespon No 2. Tapi No 2 malah terlihat tidak senang dengan perkataan Naga itu.
“Kamu tahu, bukan hanya kamu saja yang mengatakan itu. Raja Iblis di Dunia lain yang pernah ku kalahkan, mereka selalu mengatakan hal sama hingga membuatku bosan. Jadi aku menanambkan kutukan bagi siapa pun yang mengatakan itu lagi padaku, yang dirinya akan hidup sengsara dan tidak pernah pedulikan orang lain hingga menemukan jati dirinya.” respon No 2 dengan serius sekali padanya. Setelah itu No 2 meninggalkan Naga itu yang masih melihat padanya.
“Aku sungguh senang tahu…” timbal Naga itu setelah No 2 cukup jauh lalu perlahan menutup matanya. Di sisi lain No 2 sma sekali tidak mendengarkan itu hanya terlihat kesal saja. Setelah itu, di No 1 mellihat waktunya terhenti lagi lalu layar Statusnya muncul lagi menampilkan angka 9911. Setelah penampilan sekitarnya jadi gelap sekali lalu perlahan berubah jadi terang, kemudian berubah lagi jadi sebuah taman yang indah sekali, yang di langit ada bintangnya dan tidak ada kota atau pemandangan selain hamparan Bunga, yang tidak di ketahuinya jenisnya sama sekali yang ada di mana-mana. Di sana No 1 melihat seseorang dengan tenang berbaring sambil menutup matanya dengan pakaian serba hitam tanpa topengnya.
“Halo diriku yang lain…” sapa No 2 yang sedang berbaring di hamparan bunga yang luas dengan memandangi matanya tertutup. “Jika kamu diriku yang ke 10.000 maka kamu akan pendapat pesan pribadi ini dan tidak di ketahui oleh NAVI, karena aku tidak menggunakan NAVI pada diriku ini, lebih tepatnya aku tidak membuat System pribadi malainkan hanya melakukannya dengan normal saja.” No 2 menjelaskan dengan tenang dengan menikmati apa yang di lakukannya.. “Kamu punya saudara yang lebih hebat dari dirimu. Saudara itu entah kapan akan tiba, tapi dia akan selalu menemai dirimu jika sekali menemuimu. Yang ku sampaikan ini sungguhan. Sekuat apa pun dirimu di masa depan, dia tidak akan pernah kalah olehmu meski kamu mengajaknya bertanding dengan kekuatanmu. Tapi jika lomba antar manusia ada menang kalah maka itu menyenangkan.” setelah menyampaikan itu semuanya jadi gelap lagi.
No 1 tidak bisa berkata apa-apa dengan yang di lihatnya itu. Setelah itu semuanya berubah lagi jadi terang, kali ini No 1 langsung di luar angkasa dengan melihat ke Bumi. Lalu dirinya melihat sebuah kapal luar angkasa yang sedang menuju Bumi yang sedang mengaktifkan mode tak terlihatnya. “Sepertinya aku sudah pulang.” ucap seseorang di dekatnya yang tiba-tiba muncul. No 1 sedikit kaget sambil lalu merasa di tarik dan mendekat satu meter di dan mengambang ke dekat dirinya yang lain. Setelah No 1 melihat No 2 terbang mendekat ke kapal luar angkasa yang sedang mengarah ke Bumi. No 2 tidak masuk melainkan mendarat atas kapal itu lalu membiarkan dirinya di bawa ke Bumi. Saat memasuki atmosfir semua kapal berbalut api kecuali dirinya yang tenang melihat semua itu.
Ayahnya melihat sana sini mencari tahu apa yang terjadi tapi hanya menemukan No 2 yang terbaring di lantai. Dia mendekat ke No 2 lalu menggendongnya dengan wajah tetap tegas. Setelah waktu di No 1 di percepat sekali hingga waktunya berjalan normal di bagian No 2 yang sedang di baringkan oleh dokter yang di temani seorang suster di ranjang sebuah rumah sakit yang tanpak normal. Setelah No 2 perlahan bangun lalu melihat sekitarnya yang sudah ada dokter dan suster. No 2 terlihat tanpak kosong matanya dengan melihat dokter yang memeriksanya. “Panggil orang tuanya.” minta dokter pada suster di dekatnya. Suster itu langsung bergegas keluar. Saat susternya sudah keluar dokter itu mengeluarkan sesuatu dari dimensi yang di buatnya. “Seharusnya kamu tidak pernah sadar.” ucap Dokter pada No 2 di sana sedang melihat dengan mata kosongnya.
No 1 yang melihat tahu betul yang ada di tangannya itu adaah suntikan racun yang mematikan. “Apa yang kamu lakukan?” Tanya No 2 pada Dokter itu dengan tatapan kosong padanya. Dokter itu kaget melihat No 2 yang menatap padanya dengan tatapan kosong. “Aku Tanya, apa yang kamu lakukan?” Tanya No 2 untuk kedua kalinya sambil sedikit tersenyum dengan mata masih kosong tatapannya. “Kamu dari organisasi apa?” Tanya No 2 dengan senyum padanya. Dokter itu malah langsung maju menerjang ke No 2 yang hanya tersenyum padanya dengan tatapan kosong yang tidak di mengertinya sama sekali maksudnya, tapi di saat itulah Ayah Anto langsung membelenggu Dokter itu kemudian mengambil suntikan itu lalu memeriksanya. Setelah di periksa sebentar, suntikannya langsung di suntikan pada Dokternya sendiri. Donternya langsung berteriak lalu perlahan tertidur.
Setelah itu Ayahnya membiarkan dokternya tergeletak di lantai lalu mendekat ke No 2 yang berbaring di atas ranjang yang menatap dengan mata kosong meski itu hanyalah sebatas ekting saja. No 1 yang melihat itu melihat ke arah lain memperhatikan dari jauh ada seseorang dari gedung sebelah yang mengawasi No 2, yang No 2 juga tahu kalau dirinya sedang di lihai oleh beberapa orang dari jauh, dan di sisi lain Ayahnya tidak tahu sama sekali. “Menarik!” pikir No 1 yang merasakan ada senjata yang di arahkan No 2 yang banyak sekali. Tapi di saat itulah mereka semua langsung di tarik oleh sebuah tangan robot, masuk ke dalam dimensi lain. Salah satu tembakan berhasil di luncurkan tapi untungnya itu mengarah ke udara dan meledak hingga Ayahnya jadi melihat ke sana dengan waspada lalu melihat lagi ke No 2 yang masih tatapannya kosong sekali.