
“Apa semenakutkan itu, sampai-sampai mereka tidak di izinkan masuk?” Tanya Anto pada dirinya sendiri. “Aku tidak tahu ada pertauran yang seperti itu. Apa ada aturan yang melarang memasuki gedung lain?” Tanya Anto dengan ekpresi biasa saja.
Remaja itu malah jadi termenung saat Anto bertanya itu dengan biasa saja. “A, apa kamu tidak tahu sama sekali auran sekolah ini?” Tanya remaja itu dengan sangat kaget. Anto mengangguk sekali. Dia jadi sangat kaget sekali saat Anto menjawab dengan jujur sekali.
“Kapan memang di kasi tahu kalau ada peraturan yang melarang ke gedung kelas lain?” Tanya Anto yang sama sekali tidak tahu aturan itu meski sudah mendapat aturan dari ingatannya sendiri. Remaja itu malah diam saja tidak meresponnya. Anto hanya diam menunggu saja respon yang akan di berikan remaja itu padanya, tapi sudah terlalu lama dia dima saja. “Sepertinya dia tidak ingin menjawabnya sama sekali… Tidak, mungkin aku tidak tahu karena aku selalu bolos pada waktu tertentu sama teman-temanku saat kelas satu dan itu membuatku tidak tahu aturan ini sama sekali.” Anto yang mengingat dirinya saat masih kelas 1 banyak sekali tidak menghadiri perkumpulan yang di lakukan oleh sekolah.
“Maaf, lupakan saja yang tadi itu.” Remaja itu tiba-tiba meminta maap pada Anto dan mngubah ekpresi wajahnya. Ano hanya diam diam saja melihat sikap remaja itu yang berubah tiba-tiba berubah. Selain itu pemikirannya jadi berubah karena alasan yang tidak di ketahui penyebab berperasangka pada dirinya sendiri.
“Kamu telat!” Timbal Anto dengan biasa saja. Remaja itu malah kaget dan takut dan Anto yang melihat itu jadi semakin penasaran dengan sekolah yang di diaminya itu. “Tapi, aku akan tetap diam dan pura-pura ini tidak pernah terjadi. Kamu sebaiknya jaga ini baik-baik, aku akan membantumu kali ini.” Dengan serius Anto bicara dan tidak main-main dengan apa yang di kataknya. Remaja itu diam saja tidak merespon Anto dan masih terlihat sangat bingung dan juga penuh rasa ingin tahu pada Anto. "Sekolah ini bukan sekolah megah dan biasa. Mungkin ada banyak rahasia yang tersembunyi di sekolah ini." Anto yang merasa ingin menyelidinya lebih dalam mengenai lingkungan sekolah yang di tinggalinya. “Mau sampai kapan seperti ini, nanti kamu telat.” Anto memperingatkan remaja itu yang masih diam melihat ke arahnya.
Remaja itu malah masih diam saja sambil melihat ke Anto yang terlihat baik baik saja dan juga tidak terlihat mau berbuat sesuatu yang aneh. -Kenapa tidak gunakan Skil mu saja bertukar wajah dengannya- Saran NAVI dengan tiba-tiba. Anto yang mendengar itu melihat ke wajah remaja itu. -Mungkin saat ini sedang memikirkan cara kamu bisa menggatikannya!- NAVI menjelaskan sedikit meski bukan itu yang di maksudnya.
“Hei, jadi atau tidak nih ku bantu?” Tanya Anto pada remaja itu yang tidak meresponnya sama sekali. Dari wajahnya Anto dapat melihat tidak yakin kalau dirinya itu di anggap tidak akan berhasil di sini. “Lihat ini!” Anto menggunakan Skil peniru sempurnanya yang membuat dirinya berubah wajah dan sama persis dengan remaja itu dan juga membuat remaja itu jadi tidak terlihat dengan SKilnya suapaya tidak di ceriugai kalau dia palsu. “Ini Skil hologramku yang sudah ku kembangkan sampai tahap ini, Aku bisa meniru wajahmu dan membuat dirimu seperti tidak terlihat. Jadi cepat tunjukkan jalan ke tempat yang kamu tuju itu.” Minta Anto dengan serius karena di suruh NAVI meski dia tidak mau.
Remaja itu hanya diam saja dan tidak beranjak dari tempatnya karena terus melihat dirinya yang ada di Anto sedang meniru wajah dan penamiplannya dengan sempurna. “A, apa yang kamu lakukan?” Tanya remaja itu dengan termanung di tempatnya.
“Astaga… apa kamu tidak dengar ya. Tadi ku bilang ini Skil Hologramku ku kan. Ini bisa melapisiku dengan penampilan luarmu dan juga bisa membuatmu tidak terlihat oleh Skilku ini. Anggap saja kamuflase.” Anto menjelaskan meski semua itu kebohongan yang di buatnya untuk semakin serius. Remaja itu hanya diam saja tidak merespon Anto karena masih terdiam dengan penampilan Anto yang beruab juga termasuk suaranya. “Hei! ayolah… mau sampai kapan di sini?” Tanya Anto dengan terdengar pura-pura dan segera ingin melihat apa akan di kunjunginya.
Remaja itu melihat ke Anto lalu menarik napasnya dalam-dalam dan membuatnya dirinya jadi tenang. “Aku ada banyak pertanyaan, tapi akan ku Tanya nanti saja.” Remaja itu cepat mengubah ekpresinya jadi serius dan mulai berlari lagi di belokan ke arah pelajar sebelulmya berlari. “Cepat ikut aku!” Ajak remaja itu yang berlari duluan dengan cepat. Anto hanya diam saja tidak merespon dengan ikut berlari. Anto yang sudah mengikuti remaja itu hanya diam saja ke mana dia berlari.
Anto terdiam mendengar permintaannya itu. “Apa yang NAVI mau dariku?” Tanya Anto dalam hatinya. “Kenapa juga aku harus melatihnya?” Tanya Anto yang ingin tahu pada NAVI.
-Kehidupan normal dan tidak di ganggu siapa pun dari kalangan atas. Bisa menikmati tanpa ada ganguan dan bisa hidup dari kerja orang lain. Ku rasa itu yang seharusnya dalam hatimu meski tidak menyadarinya- Jawab NAVI dengan singkat jelas dan padat. Anto yang mendengar itu tidak bisa berkata apa-apa karena dalam hatinya tidak ada rasa pemberontakan malah biasa saja dan juga tidak bisa di mengertinya sama sekali.
Saat terus mengikuti remaja itu Anto hanya menggunakan instingnya saja dan tidak pernah melihat ke arah tujuannya sama sekali. Pikirannya terbang dengan perasaan yang tidak di mengertinya ke arah lain. Anto sama sekali tidak memperhatikan apa yang di katakan NAVI yang membuatnya jadi langsung kosong kepala karena tidak bisa meresponnya sama sekali setelah mendengar jawaban barusan. -Kamu tidak paham sekarang, tapi sebentar lagi kamu akan memahami yang ku katakan itu- Bicara lagi NAVI dengan tenang. Di sisi lain, Anto dan remaja itu sampai di sebuah pintu yang tidak terlalu jauh tempat dari pembelokan Anto dan remaja itu jatuh tadi. -Sebaiknya kamu lihat sekelilingmu!- NAVI memperingatkan Anto yang hanya mendengarkannya dari tadi.
Anto langsung melihat ke sekelilingnya saat NAVI menuruhnya dan tidak menyadari kalau dirinya sudah berada sebuah alat terbang yang di dekatnya ada banyak pelajar dari kelas gold dan silver yang berada di sebuah lapangan luas dna juga sebuah arena di tengahnya. “Kamu yang jadi host sekarang. Lihat apa yang di depanmu!” Remaja itu memperingatkan Anto yang di anggapnya pemula. Anto melihat ke layar di depannya yang muncul dengan tiba-tiba. “Itu rencana yang akan ku baca sebagai host.” Remaja itu menamilkam sebuah catatan yang cukup panjang sekali.
Anto yang melihat itu tidak tahu harus berkata apa pada remaja itu yang sepertinya tidak tahu sama sekali kalau itu sia-sia. -Kamu buat dia jadi temanmu yang bisa kamu andalkan dan juga bisa mempercepat mendapat julukannya itu- NAVI menjelaskan dengan singkat. -Sebaiknya kamu segera memulainya. Saat ini ada acara pemilihan kandidat untuk mengikuti seleksi petarungan di tingkat Dunia. Lebih tepatnya cuma kandidat saja akan di mulai- NAVI memberi tahu dengan singkat.
Anto lalu menyentuh layar itu setelah NAVI memperingatinya, lalu mempelajari isi yang di tulis oleh remaja itu untuk mempercepat apa yang sedang di tayangkannya. Setelah beberapa saat, Anto langsung tersenyum mengubah ekspreis wajahnya suapaya tidak di curigai sebagai host pemula meski tidak di anggap oleh semua orang. “Kamu diam di sini. Temani aku, biar nanti aku bisa tenang kalau ada apa-apa.” Ajak Anto dengan serius pada pemuda itu.
“A, apa kamu yakin bisa melakukan ini? apa lagi ini pertama kalinya kamh melakukan ini!” Tanya remaja itu yang sama sekali tidka percaya dengan dirinya. Anto hanya diam saja dan tidak merespon. Anto mulai terbang melayang ke tengah arena karena sudah memahami apa yang akan di lakukannya. Remaja itu hanya gugup sekali di dekat Anto yang terbang dengan santai seperti sudah terbiasa dengan alat itu.
“Selamat pagi semuanya… hari ini meruapakan seleksi umum yang biasa di lakukan sepanjang tahun untuk mengikuti acara kejuaran dunia…” Dengan semangat Anto mengatakannya dan lantang sekali sekaligus menggerakkan tangannya tanpa ragu sekali. Semantara itu remaja tadi mlaha melihat ke Anto yang percaya diri sekali dengan apa yang di katakannya itu.