Interstellar Adventurer

Interstellar Adventurer
Chapter 180


11 bulan 27 hari waktu berlalu, kini tinggal beberapa hari lagi Anto tinggal Dunia lain itu dan tinggal menunggu waktu pulang ke kampung halamannya. Di taman Anto berbaring di pangkuan Tiara di sebuah bangku. Mereka berdua sedang senang dengan kehidupan santai yang merekan jalani. “Sudah lama sekali ya?” Bicara Anto pada Tiara yang tersenyum tidru dan juga banyak sekali warga di sana yang menikmati taman.


“Ya. Tak ku sangka aku jadi seperti ini juga.” Timbal Tiara singkat. Anto bangun dari panggkuan Tiara lalu melihat sekitarnya. “Sudah hampir setahun, aku tidak pernah merasakan hidup senyaman ini. Aku sangat senang dan bahagia sekaligus bersykur bertemu denganmu selama hidup ku ini.” Tiara tersenyum saat mengatakannya.


“Hahaha…!” Anto tiba-tiba tertawa saat mendengar tiara berkata seperti itu. “Kamu ini!” Anto langsung mengelus kepala Tiara yang bingung dengan ketawanya yang tiba-tiba. “Jangan bicara seperti itu, aku justru lebih senang dari siapa pun di Dunia ini karena bisa mendapatkan dirimu.” Anto tersenyum saat mengatakan hingga membuat Tiara jadi malu karena perkataannya itu.


“Ka, kamu jangan pernah mengatakan itu di depan orang.” Suruh Tiara yang malu sekali dan juga sepertinya tidak memperhatikan sekitarnya.


“Eee… Yah… Gimana bilangnya ya. Itu sudah telat.” Timbal Anto dengan santainya. Tiara yang mendengar itu langsung melihat ke sekitarnya yang banyak sekali melihat tingkahnya itu dan juag mereka semua terhibur sekali dengan apa yang di lakukannya. ‘AHHHH……!!’ Tiara langsung berteriak karena malu lalu membuat portal dengan cepat di depannya. ‘Hahahaha….!’ semua orang di sana tertawa dengan tingkah lucu Tiara yang sangat menggemaskan. Bukan hanya Anto saja yang menikmati reaksi tadi malahan semua orang di sana sanga terhibur sekali.


-Tanpaknya kamu sangat menikmati ini!- bicara NAVI dengan santainya sambil melihat ke semua orang yang terlihat sangat bahgian dan senang.


“Ya gitulah.” jawab Anto dengans santai dan juga senang.


-Tapi ini sudah waktunya kita pulang dan mengucapkan selamat tinggal pada semua orang di sana- NAVI mengingat dengan sangat senang sekali saat bersama semua orang di sana bahkan warga di sana pu juga senang dengan dirinya. Anto tidak menjawab dan melihat ke semua orang yang tersenyum dan bicara satu sama lain dengan wajah bahagia sekali.


“Aku setuju, sebentar lagi juga aku akan membawa mereka ke Duniaku dan bertemu dengan kedua OrangTua ku.” Jawab Anto sambil berdiri lalu jlan dengan wajah senang menikmati pemandangan di sana. Anto yang jalan sering di sapa banyaknya orang di sana dengan ramah. Anto hanya membalas sambil lanjut jalan. “Di Dunia ini sudah cukup bagi ku tinggal. Aku telah ikut dalam membangun kerajaan ini dan juga aku bisa meninggalkannya pada orang yang tepat. Sudah waktunya aku kembali ke kampong halamanku dan menimati masa muda ku di sana dan juga aku sangat ingin bertemu dengan Ayah, Ibu…!” Anto yang sudah lama bersabar dengan penuh berbagai macam cobaan dan candaan yang telah di arasakan di Dunia itu.


-Aku tahu tempat yang cocok untuk yang sekarang ini- Bicara NAVI sambil membuat sebuah portal di depan Anto. Anto langsung masuk tanpa berkata apa-apa dan sesampainya, dia menemukan dirinya sudah berada di puncak gedung kerajaan itu yang lumayan tinggi. Anto di sana menaemukan kolam dan juga tepi yang sama sekali tidak pembatasnya. Bisa di bilang itu sangat longgar akan bahaya bagi manusia yang tidak punya kekuatan. Tapi itu tidak di perlukan bagi Anto. Anto berjalan ke tepi gedung dan membuat kursi santai lalu duduk dan melihat ke langit yang mataharinya tertutup awan dan tidak embuatnya sulau.


“Aku akan tidur sebentar.” Anto memejamkan matanya dengan perasaan tidak sabar sambil tersenyum dan menunggu selama beberapa hari lagi. “Tinggal 3 hari lagi. NAVIGATON OF!” Anto juga mematikan NAVI dengan perasaan yang begitu senang dalam hatinya. Anto yang di sana merasa senang, kini mulai tertidur pulas dan sama sekali tidak tahu apa yang terjadi pada seluruh kerajaan. Saat Anto baru tertidur sebuah portal terbentuk cukup jauh darinya.


“Dia di sini!” bicara Suci yang membuka portal yang tidak jauh dari kolam. “Sepertinya dia tertidur.” bicara Suci lagi sambil melihat ke beberapa orang yang masuk dari portal yang sama dengannya.


***


Waktu berlalu, kini Anto bangun dan menemukan dirinya sudah bangun di tengah malam yang berbintang. “Hoam… Aku masih ingin tidur…” Anto meregangkan badannya dengan senang dan masih kondisi semupurna. “NAVIGATION ON!” Anto mengaktifkan NAVI yang di matikannya sebelumnya sambil meregangkan badannya. NAVI secara perlahan langsung terbangun dalam bantuk perinya. “Aku sangat segar sekali, aku merasa tidur selama beberapa hari.” Anto bicara sambil bangun lalu melihat ke langsit yang penuh dengan bintang-bintang.


-Ya lah… Kamu tidur sela, 3 hari penuh dan tidak menyadarinya sama sekali- Sahut NAVI dengan santainya dan juga merasa sangat senang setelah terbuk semupurna. Di sisi lain Anto malah tidak menduganya sama sekali kalau dirinya akan tidur selama itu. -Coba lihat di belakangmu!- Suruh NAVI pada yang masih menimakmti melihat bintang. Tanpa di suruh dua kali, Anto melihat ke belakngnya dan menemukan para BIDADARI tengah tidur pulas di kasur yang di bawa mereka semua.


“Sepertinya mereka semua menungguku bangun.” Anto tersenyum saat melihat mereka semua yang tertidur pulas di sana. NAVI tidak merespon malah hanya tersenyum saja dengan hal itu dan menunggu apa yang akan di lakukan Anto. “Kalau gitu apa yang akan ku lakukan malam terakhir ini?” Tanya Anto pada dirinya sendiri dan di saat itulah sebuah portal terbentuk di dekatnya dan lalu keluar dari sana Luis bersama adiknya dengan sopan memberi hormat pada Anto.


“Tuan Muda, sepertinya anda akan kembali.” Bicara Luis yang tanpak sedih. Anto tersenyum padanya dengan lembut.


“Ya. Aku akan pulang, jadi ku mohon jaga kerajaan ini sampai kami kembali dan berkunjung lagi dengan anak-anak ku nanti yang akan belajar di belahan Dunia lain.” Jawab Anto dengan santainya dan tidak merasa bersalah sekali. Luis jadi terdiam tidak bisa berkata apa-apa.  “Aku senang kamu melayaniku selama beberapa bulan ini setelah kamu menyembuhkan adikmu. Ini sudah tibanya aku pulang. Jadi aku harap kamu tidak menghalangiku.” Anto bicara dengan penuh harapan pada Luis.


Luis dan adiknya hanya bisa diam saja dan tidak berkata apa-apa. Mereka terlihat sedih dan juga tidak berdaya dengan hal yang di terima mereka setelah cukup lama bersama. Luis jadi nunduk dengan hal yang di katakan Anto padanya.  “Tuan Muda…!” Luis jadi tidak bisa bicara lagi.


“Kak…!” Adiknya malah memegang Kakaknya sambil  menyuruhnya melihat ke Anto yang sedang melihat ke arahnya. Anto yang sedang tersenyum padanya.


“Luis, apa kamu masih kurang puas dengan melayani hanya sesingkat ini?” Tanya Anto pada Luis. Luis hanya diam saja dan belum merespon. “Dengar baik-baik yang ku katakan ini. Kamu beruntung sebagai pelayan dapat melayani ZERO dan bukan para kontraktor. Kamu beruntung bertemu dengan ZERO, orang yang pertama kali berpetualang di Alam Semesta ini, mungkin. Apa yang masih kurang dari itu? Kamu juga sudah punya orang yang kamu akan bahagiakan, jadi sudah cukup bagiku menerima kemewahan darimu dan juga sudah saatnya aku pulang dengan melepas rasa rindu yang sudah lama ini.” Anto dengan tersenyum mengatkannya pada Luis.


Luis hanya diam saja dan tidak merespon sama sekali apa yang di katakan Anto. “Maafkan saya Tuan Muda. Saya terlalu egois sebagai pelayan. Saya sungguh-sungguh minta maaf!” Luis meneteskan air matanya dengan cukup sedih sekali sambil mengatakan itu.


“Ya, ku maafkan. Kamu juga manusia, jadi hal wajar jika kita melakukan kesalah kecil dan besar yang kita sadari atau tidak sadari sama sekali.” Balas Anto dengan sopan sambil tersenyum pada. “Ya sudah, malam ini waktunya kami akan pulang.” Anto melihat ke para Gadisnya yang terlihat perlahan bangun karena bicara mereka yang terlalu besar. Luis melihat ke para BIDADARI yang sudah bangun dan mulai berjalan ke dekat Anto dan juga sudah siap pergi.