
Untuk menguji apa yang terjadi itu sungguhan Anto kembali masuk ke dalam semak-semak dan kemudian memikirkan tempat sebelumnya dengan focus. Setelah beberapa saat, Anto kemudian mencoba mengintip keluar dari balik semak-semak dan benar saja Anto menemukan dirinya berpindah tempat dengan sekejap. “Ini sungguhan!” Anto yang kaget dan juga menjadi merasa aman. Anto yang tadinya ingin sembarangan mencari tujuan, kini tahu harus mencari apa. Anto keluar lagi lalu berjalan ke arah para Iblis itu jalan. Anto mengikuti jalan yang di lalui oleh para 10 Iblis itu dengan lari saat melihat ada jejak kaki mereka yang tertinggal.
Anto mengikutinya untuk dengan kemungkin mereka akan menunjukkan lokasi Bos Monster yang ada di Dungeon itu, supaya dirinya tidak susah-suah mencari sana sini. Anto yang lari dengan gesit dan lincah berkat perubahan yang tiba-tiba, kini tidak hanya berlari saja. Namun dia juga mulai melompat di antara dahan pohon yang ada saat melihat ada vanyak pohon di dekatnya yang mengarah ke para Iblis itu. Setelah ssngat lama mengejar, Anto menemukan mereka karena getaran kakinya yang sangat terasa sekali sampai di pohon tempat dia sedang lompat. “Sudah dekat sepertinya.” Anto yang merasa harus mencari tempat sembunyi. Anto mencari lagi semak-semak yang sama seperti sebelumnya. Tapi dia tidak menemukan sama sekali. Anto berdiam diri sebentar mencari tempat lain.
Karena tidak menemukan yang di carinya Anto terus melompat di antara pepohonan menuju ke para Iblis yang jalan entah ke mana yang mungkin ke markasnya. Setelah lama meompat di dahan pohon Anto dapat mengejar mereka dan dapat melihat mereka dengan jelas. Anto dapat mendengar mereka bicara dari pohon tempatnya bersembunyi. “Apa yang harus kita lakukan?” Tanya Iblis yang memegang tombak yang sebelumnya pernah mendekat ke semak-semak Anto saat sedang tidur pulas.
“Uhuk! kalian kembalilah, aku akan menahan mereka yang mengejar kita. Aku bisa merasakan mereka akan tiba beberapa menit lagi. Johun, sembuhkan yang lain.” Minta Iblis yang pernah menasihati Iblis lainnya. Seorang Iblis yang mengenakan juba terlihat sedih dan tidak berkata apa-apa saat komandan pasukannya terlihat lemah sekali seperti itu. “APA YANG KAMU LAKUKAN? CEPAT SEMBUHKAN MEREKA ,INI PERINTAH!” dengan tegas dan mengancam sekali pada penyihir itu meski perkataan pertamanya itu terdengar sangat lembut sekali.
Penyihir yang merasakan tekanan itu mematuhi perintahnya dengqn gemetar dan takut. Tapi bukan takut dengan arah melainkan kekuatan yang secara di paksakan keluar dari tubuhnya dan menyembuhkan semua orang di sana kecuali komandannya. Setelah semua orang sembuh secara cepat mereka semua langsung lari meinggalkan komandan mereka. Tidak ada yang bicara sama sekali dengan perintah dan mereka seperti di kendalikan berlari dengan paksa meninggalkannya.
Tapi setelah kesembilan lainnya pergi, Iblis itu tersenyum lega sekali. “Ku harap kalian selamat.” Komandan itu berbalik arah dan lalu lari kencang sekali menuju arah sebaliknya. Anto yang melihat dari kejauhan tidak tahu harus mengikuti ke mana. Tapi Anto memilih ke mengikuti yang satu orang saja dengan melompat di antara pohon. Meski melompat sana sini Anto sama sekali tidak terdeteksi oleh Iblis itu. Setelah beberapa kali lompat mengikuti iblis itu, Anto juga melihat dedaunan di dan rumbput ada yang terinjak oleh hal lain, Anto jadi meliaht sana sini mencari tahu tempat lain juga yang punya tanda serupa. Saat melihat ke sebuah pohon Anto menatap dengan tajam ke sesuatu.
“Hm!” Anto melihat sesuatu yang tembus pandang sedang bersembunyi di dekat pohon yang tidak jauh meski itu samar dengan terus mengikyi Iblis itu dengan lari. Anto melihat ke pohon lainnya yang juga ternyata ada banyak yang sedang bersembunyi di balik pohon dan tanaman liar. Tapi tidak ada yang bersembunyi seperti dirinya di atas pohon. “Sekitar 10 orang saja.” Anto yang sudah menghitung jumlah orang yang mengejar dari belakang Iblis itu. Setelah beberapa lama berlari, Iblis itu berhenti berlari lalu berbalik kemudian menyerang dengan tinjunya ke salah seorang yang sedang menggunakan Skil tembus pandannya meski tidak sempurna di dekat pohon. Orang ayng di pukul oleh Iblis itu lansung terkapar dan mati dengan mengeluarkan darah yang banyak hingga membasahi pakaiannya.
Semuanya mulai melawan Iblis itu dengan cepat meski kulit dari Iblis itu keras. Anto yang melihat itu masih diam dan sudah terbiasa melihat orang terubuh sejak di lahirkan. Karena dia tahu tempat yang di tinggalinya itu penuh dengan bahaya di mana-mana yang tidak di ketahui kapan akan muncul di dekatnya. Anto melihat Iblis itu menghempaskan semua orang bertopeng itu hingga mati. Setelah itu dirinya jadi lemas kemudian terjatuh karena banyak luka di seluruh tubuhnya. Anto yang melihat itu hanya menunggu di tempatnya selama beberapa saat. Anto kemudian turun melompat dari pohon yang di singgahinya setelah 10 menit menunggu. “Apa aman?” Tanya Anto sambil melihat sana sini seblum memutuskan melihat semua mayat.
Merasa sudah aman Anto kemudian jalan mendekat ke mayat salah seorang yang tidak terlihat itu. Anto kemudian membuka pakaian dari mayat itu yang sudah banyak noda darahnya temasuk apa saja yang di kenakan dari dirinya. Tapi sedikit kaget saat melihat pakaian yang di ambilnya itu ternyata dari seorang Iblis yang berbeda dari ras yang di lawannya. Iblis itu terlihat seperti macan kumbang di wajahnya. Anto yang telah selesai di satu mayat, kemudian melakukan hal yang sama pada mayat lainnya hingga menyisakan mereka semua telanjang bulat saja. Anto tidak menemukan apa pun selain pakaian yang sama, topeng dan senjata dari semua mayat yang adam Anto jadi sedikit kecewa karena merasa itu tidak perlu baginya.
Selanjutnya setelah selesai mengumpulkan barang dari Iblis itu, Anto melihat ke Iblis bertanduk yang masih terkapar di tempatnya. Anto menaruh pakaian yang sudah di ambilnya dari mayat di dekat kakinya, lalu setelahnya Anto kemudian mendekat ke Iblis bertanduk dengan pelan. Saat sampai di dekatnya Anto kemudian langsung memegang ttbuhnya mencari tahu apa dia masih hidup atau tidak, namun karena tidak ada reaksi sama sekali dari Iblis itu Anto mencoba memukulnya sekali saja dengan kuat. tapi karena tidak ada reaksi setelah memukulnya Anto merasa lega. “Sepertinya sudah mati, akan ku ambil semua barang dan lainnya.” Anto kemudian menelanjangi Iblis itu dengan pelan.
Namun, Anto sangat kesulitan melepas pakaian armor Iblis itu karena yang di gunakannya itu sebuah zirah perang yang cukup besar sekali. Anto yang sangat kecil memaksakan diri terus melepas armor dari tubuh Iblis itu. Setelah berhasil di lepas Anto merasa sediki lelah. Dengan berkat usahanya Anto berhasil melepas armor yang di gunakam Iblis itu, lalu mengangangkatnya dengan mudah. Anto kemudian mengangkat tubuh Iblis itu, mendudukkannya lalu melepas baju yang di kenakannya. Setelah itu Anto kemudian melepas ikat pinggang yang di kenakan oleh Iblis itu denga cepat lalu setelahnya Anto juga melepas armor sepatu lalu melepas celana yang di pakainya. Setelah Iblis itu telanjang bulat saat armot di tangannya di mabil. Anto merasa senang dengan semua yang di dapatkannya.
Anto kemudian mengangkat semua Zirah yang di dapat ke dekat pakaian mayat lainnya yang telah di kumpulkannya. Setelah sampai, Anto kemudian memungut semua yang telah di kumpulkannya lalu melihat sana sini mencari sesuatu. Anto melihat lagi semak-semak yang sama seperti sebelumnya. Anto kemudian membawa semua barang yang di pungutnya dengan sekali angkat, lalu jalan ke semak-semak di lihatnya. Setelah jalan ke semak-semak beberapa meter Anto sampai lalu membukanya dengan membawa semua barang yang di dapatkannya.