Interstellar Adventurer

Interstellar Adventurer
Chapter 297


No 2 hanya diam saja melihat sahabatnya seperti itu dan belum melakukan apa-apa padanya. “Apa yang terjadi?” Tanya No 2 sambil membaringkan sahabatnya di dekatnya dengan masih tenang saja. Istrinya mendekat tanpa berkata apa-apa. Saat sampai dia lalu menutup mata suaminya kemudian memegang tangannya sebentar lalu menaruhnya lagi.


Istari sahabatnya melihat pada No 2 sambil tersenyum. “Kakek, teknik apa yang Kakek ajarkan?” Tanya istri sahabatnya dengan tenang saja.


“Cuma teknik kecil saja. Cuma teknik telepotasi antar Dunia.” jawabnya dengan tenang saja. Istri sahabatnya malah tersenyum tapi sedikit berkeringat mendengar hal barusan itu. “Ada apa?” Tanya No 2 yang terlihat heran. Tapi dari penglihatan No 1 tahu, kalau itu sebenarnya karena energy sahabatnya itu sudah habis terpakai oleh portal tadi.


“Apa aku pernah sepolos ini?” Tanya No 1 pada dirinya yang baru tahu kalau dirnya yang ini ternyata cukup polos dalam mengetahui kekuatan dirinya meski cerdas otaknya. “Tapi kenapa aku punya cucu sebesar ini? Dan lagi aku merasa dia bukan dari keturuananku." dengan tenang mengatakan itu meski tidak di sadari oleh siapa pun. Setelah No 1 lanjut lagi melihat ke dirinya yang lain sedang bicara dengan istri sahabatnya itu.


“Ano…!” panggil Ram pada No 2 dengan masih tidak bisa bicara sama sekali . No 2 hanya menunggu saja apa yang mau di katakan Ram dengan istri sahabatnya. Cukup lama Ram diam saja lalu No 2 membalikkan badannya dan tidak melihat ke Ram. Tapi di saat yang sama ketiga gadis remaja itu terlihat normal lagi di belakang No 2.


“Kalau sekarang kalian pasti bisa bicara. Jadi apa yang mau kamu katakan?” minta No 2 yang tidak melihat ke mereka lagi dengan di temani istri sahabtnya. Tidak ada yang mulai bicara dan mereka hanya melihat saja ke No 2 ke punggunya.


“Berapa banyak wanita yang kamu miliki?” Tanya Arma tiba-tiba yang membuat No 2 sediit kaget dan juga membuat Ibu, Ram dan saudarinya melihat padanya. No 2 tidak berbalik dan memikirkannya di tempat.


“Arma, jawaban itu sekitar 10 lebih dia memiliki Istri termasuk kamu. Dulu dia punya 9 saja, tapi kalau sekarang aku tidak tahu sama sekali.” jawab Istri sahabatnya dengan tenang.


No 2 yang mendengar itu hanya bisa terdiam kaget saat mengetahui itu. “Benarkah?” Tanya Arma yang penasaran.


“Tentu saja. Bahkan mereka punya kekuatan yang kuat sekali. Kamu juga akan segera memilikinya nanti meski sekarang ini kamu terlihat seperti ini.” dengan sangat yakin mengatakan itu pada putrinya.


“Tunggu! Kenapa kalian bicara tenang saja mengenai itu?” Tanya No 2 yang panic saat mendengar mereka membahas para wanita yang tidak di kenalnya sama sekali. Istei sahabtanya malah terluhat heran dengan melihat no 2yang di sampainganya sedang melihat padanya.


“Kenapa? Bukannya Kakek sendiri yang mengatakan kalau hal biasa seorang laki-laki punya banyak wanita. Jadi kenapa Kakek seperti itu?” Tanya Istri sahabatnya yang mengatakan itu dengan biasa saja. No 2 malah terdiam dan tidak bisa berkata apa-apa melihat ekpresi Istri sahabtanya yang berekspresi seperti itu.


“Ehm! Jika ku Tanya kamu juga tidak akan jawab lebih baik ku diam saja kan.” timbal No 2 dengan tenang saja dan bersuara biasa saja, meski sebenarnya kepikiran dengan perkataan Istri sahabatnya itu. “Lagian saat kamu mengatakan itu semua, aku merasa seperti ada sesuatu dalam diriku yang bergejolak tidak sabaran kembali. Sudahlah…” tambahnya dengan tidak ingin membahas lagi meski masih ingin tahu. “Jadi kenapa dia pingsan?” Tanya No 2 mengubah topic pemnicaraannya.


Sahabatanya melihat padanya denga tanpak lemas sekali setelah bangun. “Teknik apa yang kamu berikan padaku itu. Semua Manaku habis terpakaia termasuk tenaga dalamku?” Tanya sahabatnya yang masih terlihat pucat sekali dan juga seperti memaksakan dirinya bangun.


“Teknik teleoprtasi antar Dunia saja. tidak ada yang lain.” jawab No 2 dengan singkat dan biasa saja. Sahabatnya melihat ke No 2 yang berkata dengan singkat seperti itu lalu mencoba perlahan berdiri.


“Tapi itu bukan teknik yang menghabiskan banyak tenaga juga kan?” Tanya sahabatnya dengan tenang dan juga masih pucat sambil melihat pada No 2 yang tenang.


“Tidak sama sekali. Malah cuma 1 persen saja kekuatan yang akan berkurang.” jawabnya dengan tenang. Sahabatnya kemudian langsung memegang bahu No 2. “Apa!” kaget No 2 yang melihat ke sahabatnya itu yang terlihat serius sekali. Sahabatnya malah langsung memeriksa tubuh No 2 dengan memasukkan sesuatu padanya dan setelah beberapa saat shabatnya malah terdiam dan kaget sekali di tempat.


“Kamu bilang dirimu lemah, tapi apa-apa kekuatamu ini?” Tanya sahabatnya yang masih terlihat kaget sekali. No 2 malah terlihat bingung saja dengan tingkah dan perkataan sahabatnya itu.


“Apa maksudmu. Bukannya energy seperti ini cuma kecil dan tidak besar sama sekali.” jawab No 2 dengan tenang saja tanpa dia tahu sama sekali. Sahabatnya malah terdiam tidak bisa berkata apa-apa lagi dengan sahabatnya itu.


“Mustahil bicara padanya. Saat ini dia terlalu polos meski dalam hal kekuatannya.” timbal Istrinya yang di dekat mereka berdua. Sahabatnya lalu melihat ke istrinya kemudian melihat lagi ke No 2 yang yang ekpresinya menunjukkan tidak tahu menahu sama sekali. Sahabatnya melepaskan No 2 lalu memperbaiku ekspresinya hingga tenang meski masih pucat.


“Ternyata ini kekuranganmu meski tidak kekurangan otak.” dengan tenang sahabatnya mengatakan itu. “Sepertinya kamu butuh belajar sebelum kembali pulang.” dengan tenang mengatakan itu. Setelah itu sahabatnya lalu menampilkan layar di depannya yang menampilkan  bola kecil dan besar. “Bayangkan bola besar kekuatanmu dan bola kecil kekuatanku.” minta sahabatnya dengan tenang. No 2 hanya menganggukkan kepalanya singkat saja tidak memgerti dengan apa yang di lakukan sahabatnya iitu. Setelah itu bola besarnya semakin besar sedangkan bole kecil malah terlihat semakin kecil lalu sahabatnya menghentikan lagi pembesarannya. “Yang kecil ini ada milikku sedangkan yang sangat besar punyamu. Paham!” dengan tenang menjelaskan dengan singkat.


No 2 melihat terus ke layarnya lalu terlihat merenungkannya, lalu melihat ke sahabatnya yang serius sekali. “Kamu bercanda kan?” Tanya No 2 yang terlihat ragu sekali dengan penjelasan simple itu. Sahabatnya malah melihat dengan tatapan aneh padanya.


“Tidak sama sekali, malah aku yang merasa aneh kamu. Kenapa merasa tidak curiga pada diri sendri saat punya sebesar itu kekuatan.” timbalnya dengan tenang saja. No 2 terdiam sebentar sambil memikirkannya.


No lalu melihat ke semua orang berdirian yang terlihat pensarn meski tidak tahu arah permbicaraan mereka. “Kekuatan besar. Meski kamu katakan itu aku bahkan baru tahu kalau aku punya kekuatan sebesar itu. Tapi kenapa tidak ada yang menyadari kalau diriku punya kekuatan sebesar itu?” Tanya No 2 pada sahabatnya sendiri dan juga ingin tahu.


“Itu karena hanya mereka yang di izinkan dapat merasakan kekuatan Kakek, jika tidak maka mana mungkin Kakek tetap aman meski melakukan ahl besar di Duniamu. Selain itu yang di rasakan suamiku bukan Mana melainkan kekuatan yang ada di Planet ini.” jawab Istri sahabatnya dengan tenang dan biasa saja dengan cepat. No 2 yang mendengar itu jadi ingin tahu dengan dirinya sendiri yang sebenarnya, dan juga ingin tahu siapa Istri sahabatnya itu yang masih memanggilnya Kakek. Setelah mengatakan itu Istri sahabatnya malah mengeluarkan darah dari hidungnya sedikt. No 2 dan sahabtanya melihat itu dengan jelas sekali lalu Istri sahabtanya segera membersihkan darah itu. “Sepertinya aku tidak bisa memberi tahu lebih lagi, jika tidak aku akan pingsan. Semoga kakek cepat sadarkan diri saja.” tambahnya dengan tenang saja lalu kemudian tidak bicara lagi.