
-Tenang saja, akan ku buatkan uang tunai dan ambil saja di sakumu nanti, setelah jumlah uangnya selesai di hitung oleh pegawai kasirnya- Kata NAVI dengan tenang. Anto yang mendengar itu lanjut jalan saja dengan tenang ke kasir itu. Saat sampai di depan pegawai kasirnya Anto langsung menaruh semua barang yang di belinya di atas meja kasir di depannya, yang membuat pegawai kasirnya sedikit kaget saat melihat banyak sekali makanan ringan dan minuman di atas meja yang di taruhnya.
“Jumlah semuanya berapa?" Tanya No 2 pada pegawai kasirnya dengan tenang. Kasir itu tidak langsung merespon karena sedikit kaget meihat banyak barang di depannya. Setelah ANto berhetanya seperti itu, pegawai lalu dengan cepat menghitung dan hanya butuh beberapa kali tekan tombol di depannya dan semua barang itu terbugkus oleh sebuah kotak.
“500 ribu.” jawab pegawai kasirnya dengan terlihat sopan pada Anto. Anto hanya mengangguk saja lalu merogoh sakunya lalu mengeluarkan uang sebesar 500 ribu padanya. Setelah membayar Anto mengambil barang belanjaannya lalu jalan keluar meninggalkan toserba itu dengan santai saja.
-Sebaiknya kamu lihat ke langit setelah keluar ini- kata NAVI pada Anto yang sedang menuju pintu keluar toserba. Anto hanya diam saja tidak menjawab NAVI. Saat sudah di luar Anto langsung melihat ke langit yang memperlihatkan semua kejahatan pria itu yang akan di bunuhnya yang di tampilkan singkat saja, lalu dalam sekejap layarnya langsung menampilkan dirinya yang sedang membawa kotak itu. Anto hanya diam saja di tempatnya melihat dirinya di tampilkan di layar di langit. Dan di saat yang sama juga beberapa orang di dekatnya langsung melihat padanya tanpa melihat ke langit. Anto kemudian jalan dengan santai saja mwninggalkan toserba tempatnya belanja tadi lalu mengubah maskernya jadi sebuah topeng yang menyisakan mulutnya saja yang terlihat. Setelah itu Anto membuka kota itu lalu mengambil satu makanan, lalu membuat kotak itu melayang dan ikut mengikutinya melayang di sampingnya. Anto kemudian membuka makanan ringan itu sambil terus jalan di kerumauan banyak orang dengan melihat terus padanya. -Sepertinya dia sudah pergi!- kata NAVI lalu Anto melihat ke langit tapi bukan melihat ke layar di langit itu.
Setelah beberapa saat Anto lalu melihat sana sini dan berhenti saat melihat seorang petugas polisi di posnya yang melihat padanya juga. Anto berjalan ke sana dengan santai. Pandangan semua orang terus tertuju padanya termasuk polisi yang ada di sana. Saat sampai di pos polisi itu dia langsung masuk ke sana tanpa ragu sama sekali. “Pak polisi, pinjam senajatamu!” minta Anto sambil mengulurkan tangannya dengan santai saja. Pak polisi itu hanya diam saja lalu melihat ke rekananya yang juga tidak tahu harus berkata apa yang masih melihat ke arahnya yang masih makan dengan santainya. Karena terlalu lama, Anto memakai Skilnya mengambil senjata polisi itu tanpa ragu sama sekali. “Tunggu sebentar!” minta Anto pada salaha satu polisi yang di ambil senjatanya itu lalu keluar dengan terus makan dengan santai. “NAVI!” panggil Anto saat sudah memegang senjata polisi itu.
Anto kemudian jalan masuk lagi ke dalam pos polisi itu dengan santainya. “Pak polisi, sebaiknya cepatlah!” Kata Anto memintanya untuk melepas pengamanan pada senjata itu. Tapi bukannya langsung di terima malah Anto langsung di di datangi banyak sekali tentara di dekatnya yang mengancungkan senjata yang menggunakan teleportasi ke ruang pos polisi itu. Anto masih tenang saja lalu menaruh senjata polosi itu di lantai dan berjalan keluar dari pos polisi itu tanpa takut meski banyak sekali senjata yang terarah padanya. Para tentara itu terus mengarahkan senjata pada Anto yang jalan dengan tenang dan tidak takut sama sekali. Anto terus jalan mengabaikan para tentara itu dan tidak peduli sama sekali lalu Anto juga melihat Lina (chapter 197) yang pernah di temuinya di rumah sakit saat bersama orang tuanya itu yang membuatnya berhenti jalan. “Ternyata kamu.” dengan santainya mengatakan itu lalu jalan ke arahnya dengan pelan. “Kita brtemu lagi Lina.” sapa Anto dengan santainya lalu para penjaga di dekatnya langsung mengarah senjata pada Anto dengan terlihat tidak takut sama sekali. Anto masih santai saja meski ada senjata di depannya
-Mending teleportasi saja dan lakukan dengan cara yang sama seperti dalam ingatan itu- saran NAVI pada Anto yang masih diam di tempatnya karena sudah di kerumuni para terntara yang banyak sekali. Anto diam saja tidak merespon lalu melihat ke portal kecil yang buatnya dengan masih memperlihatkan pria itu terbang dengan takut sekali. Anto kemudian memasukkan tangannya ke dalam sana lalu mencentil pria itu yang belum memperhatikan tangannya. Pria itu langsung terpental saat terkena pentilan Anto dengan mengeluarkan banyak sekali darah. Anto segara memrgang kaki pria itu lalu menariknya keluar dari portal. Setelah itu portalnya menutup lalu Anto langsung melempar pria kecil di tangannya ke tanah dengan sangat keras sekali, bahkan tanahnya sampai retak. Setelah beberapa saat pria itu kembali ke bentuk normalnya dan membuat semua orang di sana kaget melihat keadaannya yang sangat tidak berdaya sama sekali. -Tadi ku sarankan pergi, tapi sepertinya kamu tidak berniat sama sekali- Kata NAVI yang tidak di respon sama sekali oleh Anto.
Setelah itu Anto mendekat ke pria itu yang mengeluarkan banyak darah. Saat sampai Anto kemudian memegang kakinya lalu kemudian menghempaskannya lagi ke tanah dan dia melakukannya beberapa kali hingga membuat semua terntara itu sana hanya diam saja melihat semua itu. Setelah beberapa kali melakukan itu, tubuh pria itu sudah terlihat lemas sekali dan banyak sekali mengeluarkan darah dan juga tulangnya sudah tidak terbentuk lagi. Anto kemudan melihat ke udara dengan wajah datar. “Jangan pura-pura tidak melihat ini.” kata Anto pada pria itu yang mengawasi dari udara, menyaksiakn penyiksaan tubuhhnya sendiri. “Kamu kira aku tidak melihatmu!” kata Anto lalu melompat dan langsung memegang kaki Pria itu yang hanya rohnya saja. Pria itu kaget saat sudah di tangkap oleh Anto.
Semua orang hanya diam saja tidak mengerti dengan apa yang sedang terjadi. “Kenapa!” pria itu bingung sekali saat Anto, sudah menangkap kakinya lalu gi tarik paksa ke bawah. Dari penglihatan orang itu pasti cuma tangan kosong saja yang tidak ada apa-apanya. Setelah itu Anto langsung melempar roh itu pada tubuh yang sudah rusak dan tidak terbentuk seperti manusia umumnya. Saat roh itu di masukkan dengan paksa, tubuh yang rusak tadi perlahan memulihkan diri. Saat tubuh itu sudah pulih sepenuhnya, pria tadi langsung berbalik melihat ke Anto yang menatap dengan tajam sekali padanya. “Kenapa… KENAPA KAMU MELANGGAR JANJIMU….!” teriak pria itu dengan sangat ketakutan sekali pada Anto.