
Setelah itu semua di sekeliling No 1 berubah jadi gelap lalu perlahan berubah lagi. Kali No 1 menemukan dirinya melayang lagi di udara di langit, di dekat cuplikan dirinya sendiri yang sedang tidur di malam hari yang di mana No 1 melihat gadis yang sudah remaja itu menaiki ranjang No 2 yang sedant tidur lelap. Setelah itu cuplikannya jadi gelap sekali saat gadisnya mau melakukan sesuatu pada No 2 yang sedang tidur. “Begitu ya… jadi itu lanjutannya setelah sampai ingatan di siang hari ini.” dengan tenang No 1 tahu apa yamg terjadi di atas ranjang itu. “Untung saja itu tidak di perlihatkan.” No 1 merasa lega sekali lalu kemudian melihat ke bawahnya yang di mana ternyata kehidupan sudah tidak terlihat sama sekali di kota itu dan cuma terintanggal banyak bangunan yang rusak. "Dalam 10 tahun ini yang terjadi!” ucap No 1 melihat kota yang sudah sepi sekali. No 1 di terbangkan melintasi kota yang sudah tidak ada lagi penduduknya, lalu tiba-tiba dia di tarik oleh sesuatu dan tiba di sebuah atap tenda yang di sana ada banyak sekali orangnya yang terlihat kurus sekali. No 1 melihat ke langit lagi yang masih gelap dan juga masih ada layar gelap itu yang menandakan kalau No 2 dan gadis itu masih melanjutkan aktivitas malamnya.
Di sisi lain No 1 mulai melihat ke banyak sekali tenda tenda yang ada di tepi laut dan juga banyak sekali orang, tentara yang terlihat tidak berdaya sama sekali. “TUNGGU!” teriak seseorang dari tenda di bawah No 1. No 1 merasa di tarik lagi oleh sesuatu ke dalam tenda itu dan sesamapinya di dalam, No 1 melihat perempuan yang tidak asing baginya yang sudah dewasa. No 1 melihat beberapa laki-laki juga yang merupakan tentara yang sedang berbaris rapi sekali. “Aria… kita sudah tamat, tidak mungkin kita bisa menang melawan semua monster ini.” kata seorang tentara laki-laki yang No 1 tahu betul, karena dia adalah remaja yang pernah di makan tangannya oleh serigala di dalam Dyngeon.
“DIAM!” teriak perempuan yang pernah di kasi No 2 bola hitam itu padanya. “Memangnya kenapa kita selalu kalah? kalian semua terlalu percaya diri melawan monster yang berbahaya. Aku sudah sering bilang jangan lakukan itu, jangan lakukan ini tapi tidak ada yang mendengarkan ku sama sekali. Jadi kali ini aku akan keluar dari militer ini.” dengan terlihat sangat kesal sekali dengan tatapan semua orang yang tidak suka padanya. “Selamat tinggal!” gadis yang di panggil Aria langsung pergi dari tenda itu. Setelah No 1 terlepas dari kekangan yang bisa di rasakannya da njuga merasa bebas melakukan apa yang di inginkannya. Tapi itu hanya berlangsung beberapa detik saja dan dia mulai di tarik lagi ke arah Aria keluar dari tenda. No 1 berjarak 1 meter dari Aria yang jalan dengan terlihat tegas sekali.
“Apa yang akan di lakukan gadis ini?” Tanya No 1 melihat ketegasan dari Aria. Setelah Aria berhenti jalan lalu melihat sekitarnya yang sepi. Kemudian dia meneteskan air mata dengan terlihat sedih sekali. matanya perlahan jadi kosong dan terlihat tidak berdaya sama sekali.
“Ku mohon siapa pun tolong… tolong… tolonglah aku dari penderitaan ini…!” dengan suara kecil mengatakan lalu meihat ke langit. Matanya terus terus melihat ke langit yang hanya ada layar hitam saja. Tapi setelah beberapa saat layar terlihat lagi dan No 2 sudah memakai handuk. No 2 yang kali ini dalam mode dewasanya yang terlihat tanpan dengan tubuh yang sempurna sekali.
“Wao, apa aku akan setampan itu jika dewasa?” Tanya No 1 yang baru pertama kali melihat dirinya sendiri yang dewasa. Sementara di Aria matanya jadi tertuju pada No 2 dengan bersinar terang dan terdiam. No 1 jadi ingin tahu apa yang akan di lakukan No 2 dan juga berharap kali ini tidak di skip kejadiannya.
“Halo semuanya.” sapa No 2 dengan tenang dari sopanya sambil bergaya. “Sudah 10 tahun berlalu, kalian pasti menderita bukan. Maaf tapi aku tidak peduli sama sekali dengan penderitaan yang kalian alami.” dengan tenang mengatakannya. No 1 tidak menduga ternyata No 2 sengaja menyiarkan kehidpan sehari-harinya ke seluruh Dunia selama ini. “Coba lhat ini!” No 2 memperlihatkan sebuah nasi dan beberapa lauk pauk yang segar yang di munculkannya tiba-tiba di atas meja ruang keluarga itu. “Selama 10 tahun ini, aku selalu masak dan makan berbagai jenis lauk pauk di rumah kecilku. Aku tidak berniat sama sekali menyelamatkan kalian, aku hanya ingin pamer saja. Kalian marah saja sepuasnya padaku dan kalau bisa kutuk saja.” dengan nada sangat sombong sekali di layar itu. No 1 tidak berkomentar sama sekali dan hanya diam saja. Selain itu Aria yang melihat itu jadi ragu akan di terima atau tidak oleh No 2 yang masih baik-baik saja dengan kehidupannya.
“Kakak!” panggil gadis yang pernah di selamatkan No 2 itu yang tidak di ketahui namanya dengan terlihat lelah yang juga hanya memakai selimut saja keluarnya. No 2 yang di layar melihat padanya dengan tersenyum.
“Istirahatlah, jangan buru-buru bangun.” minta No 2 dengan lembut padanya. Gadis itu mengangguk denga senyum lalu berbalik meninggalkan No 2 yang duduk saja dengan tersenyum padanya. Setelah gadis itu pergi, No 2 melihat lagi ke depannya. No 2 berhenti tersenyum dengan terus melihat ke depannya.
“Jika kalian ingin ku selamatkan, caranya mudah saja. Pukul nama orang-orang ini karena mereka masih hidup di muka Bumi ini.” di layarnya langsung banyak sekali nama panggilan termasuk fotonya dengan jelas sekali. “Kalian harus memukulnya hinga mati dengan tangan kalian dan buka dengan senjata api. Lalu kalian kirim video ke email ini!” No 2 terus memunculkannya di layar dengan jelas sekali. “Cara kedua bangkitkan kedua orang tuaku dan minta maaf, dan cara ketiga dengan membawa mayat kedua orang tuaku ke sini. Baik berupa abu, tulang, rambut atau apa pun yang masih tersisa dalam diri mereka. Tapi jika ada yang membawa barang palsu... jangan kembali, akan ku siksa orang yang bohon itu, karena aku bisa ba pikiran kalian.” setelah itu No 2 bangun dari sopanya tanpa berkata apa-apa lagi. “Tapi ada cara ke empat… dan itu hanya bisa di lakukan oleh para wanita muda saja.” tambah lagi No 2 lalu layarnya kini berubah menampilkan Aria yang melihat ke langit. No 1 yang melihat itu tidak mengerti dengan apa yang di lakukan No 2 dan hanya bisa diam menonton saja.