Interstellar Adventurer

Interstellar Adventurer
Chapter 243


Setelah beberapa menit berlalu menemai Haruna, Anto bangun dari bangkunya dengan tenang. Haruna hanya terdiam melihat Anto yang seperti itu. “Jangan bersedih ya!” pamit Anto dengan ternyum pada Haruna. Secara perlahan Anto menghilang dari hadapan Haruna. Saat menghilang Anto merasa di tarik sesuatu. Anto merasa matanya tidak bisa di buka dan juga seluruh tubuhnya sangat tidak bisa bergerak sama sekali. Setelah beberapa saat Anto perlahan bisa membuka matanya dan melihat di sekitarnya yang sangat gelap sekali. Di depannya juga ada sebuah layar baru yang tidak seperti di Systemnya.


{Misi Selesai: tinggal di kastil Raja iblis 1 bulan. Hadiah: keluar dari dungeon dan satu permintaan} Layar di depannya merupakan menu kembali dan sebuah microfonpermintaan. Anto terdiam melihat ke layar itu sambil memikirkan apa yang di inginkannya. “Apa yang akan ku minta?” Tanya Anto dalam dirinya sendiri. Anto teringat lagi dengan tujuannya mencari kekuatan besar untuk menyemalamatkan dunianya sendiri. “Aku ingin kekuatan yang sangat besar yang melebihi batas manusia untuk menyelamatkan duniaku!” Ucap Anto di depan tanda microfon pada layar. Microfonnya hilang di ganti dengan tanda titik semua.


Anto menunggu saja semuanya selesai dengan tenang. ‘Permintaan Di Terima! Selamat Semua Status Anda Maksimal!’ pesan system padanya. Setelah itu titik-titik lagi tertulis di depannya. ‘Selamat Skil Study Telah Naik Ranking Jadi Skil Tinggat Tertinggi!’ Muncul lagi tanda titik yang belum berhenti. ‘Pencapaian Untuk Pertama Kalinya Mendapat Level Maksimal Mendapat Status Melampui Batas Maksimal’ Tanda titik-titik muncul lagi di layarnya. ‘Anda Dapat Meminta 1 Permintaan!’ Anto dapat lagi meminta apa pun karena prestasi yang di dapatnya. Anto terdiam memikirkan apa lagi yang akan di mintanya.


“Aku Ingin Kekuatan Lagi Yang Sangat Besar Sekali Dari Kekuatanku Yang Sekarang!” minta Anto dengan serius. Tanda titik muncul lagi di layarnya, namun kali inu cukup lama sekali. “Apa aku salah minta?” Tanya Anto yang masih belum mendapat respon. Anto terus menunggu tanda titik-titik yang belum selesai memproses permintaan itu. ‘Permintaan Diterima!’ Anto senang dapat mengetahui itu dan juga tidak menduga akan dapat kekuatan dengan mudah. “Eh!” Anto merasakan tubuhnya sangat sakit sekali. Lalu di depannya tertulis ERROR di layat tempat memintanya kekuatan tadi. Perlahan kakinya menghilang, Anto sama sekali tidak tahu apa yang sedang terjadi melihat dan mengingat 'menu kembali' belum di tekannya.


Anto segera melihat ke layar di depannya mencari tombol 'kembali' itu di kata ERROR yang terus berganti, sambil menahan sakit di tubuhnya yang datang entah dari mana. Anto yang menemukan tombol itu langsung menekannya, namun tidak terjadi apa pun. Anto jadi panic karena dirinya semakin menghilang yang tinggal setenag badannya saja. Tapi Anto terus menekan tanda 'kembali' dari layar di depannya. ‘Mohon Tunggu!’ Permberitahuan dari layar di depannya setelah behasil, lalu di saat yang bersamaan juga muncul hitungan mundur dari  10. Anto juga semakin lama semakim menghilangm bukan karena hitungan itu, tapi karena sesuatu yang lain. Saat angka nya tinggal satu dan Anto yang sudah menghilang dan tinggal matar kirirnya tersisa, terus melihat ke layar yang sudah mengatakan 'semoga selamat'.


Anto kemudian tidak bisa melihat sama sekali, tapi rasa sakit yang di deritanya tadi menghilang. “Eh!” Anto tiba-tiba dapat melihat lagi dan menemukan dirinya saat di mana dirinya pertama kali masuk Dungeon Neraka itu. Anto melihat sana sini melihat reruntuhan yang sama. ‘ROARRGHH…!’ raungan Monster di dekatnya membuatnya tersadar lalu melihat ke sumber suaranya. Anto melihat ke atahnya itu dengan tenang saat Mosnter sedang berlari ke arahnya. Anto mengarahkan tangannya pada Mosnter itu dengan tenang.


Anto menarik napasnya dalam-dalam, lalu melihat ke hasil kerusakan yang di buatnya. “Apa yang terjadi?” Tanya Anto yang masih membantu pada dirinya untuk pura-pura saja, kalau itu bukan perbuatannya dengan sangat serius sekali. Anto terdiam cukup lama karena perbuatannya itu. Anto menarik napasnya lagi dalam-dalam mengatur dirinya supaya jadi tenang dan rileks. "Status!" Anto melihat lagi status di layarnya. Anto mecoba lihat, namun tidak terjadi apa pun dan hanya kata ERROR yang tidak jelas. “Sepertinya tidak akan berubah untuk saat ini, tapi yang penting kekuatanku tidak hilang.” Anto merasa lega dengan hal itu, sambil mengalihkan perhatiannya supaya tidak mengingat lagi dengan hasil perbuatannya itu. Anto lalu jalan setelah melihat Statusnya itu ke arah berlawan dari tempatnya menghancurkan banyak sekali bangunan. Anto jalan di antara reruntuhan dengan tenang melihat sana sini dan mengetehui diirnya telah kembali ke Bumi.


Anto terhenti sejanak lalu ekspresinya berubah jadi sangat sedih tiba-tiba dengan mengeluarkan air mata, namun bukan sedih karena kehilangan melainkan karena telah kembali ke Bumi. “Ayah, Ibu, aku pulang!” Anto kemudian mengahapus air matanya. Namun niatnya terhenti saat melihat tangannya yang kecil, Anto membolak balikan tangannya yang kecil dan juga pakaiannya compang camping dan lagi sandal juga menggunakan sampah. Tanpa menunggu lama Anto kemudian membuat cermin di depannya dengan menggunakan Skil Creationnya.


Anto terdiam melihat dirinya yang kembali muda dan masih berumur lima tahun. “LARIIIII…!” Anto mendengar suara seorang Gadis di dekatnya langsung membuatnya tersadar, namun tetap diam di tempatnya. ‘ROAAAWGGG!’ Anto juga mendengar banyak Mosnter juga di arah suara tadi. Anto terus melihat ke cermin dan belum bergeak sama sekali melihat dirinya yang masih muda dan juga lumayan kurus dan kurang berisi. Namun secara perlahan Anto melihat ke cermin tubuhnya mulai berisi kembali. Di sisi lain suara minta menyuruh sembyunyi itu terus terdengar olehnya yang semakin dekat. Suara Mosnter juga mengarah ke arahnya namun Anto sma sekali tidak peduli.


Anto terus melihat dirinya yang kecil yang sedang dalam perbaikan tubuh untuk membuatnya tambah berisi. Tapi saat sedang melihat dirinya sendiri, Anto di tarik tanganya tiba-tiba. Anto pun tersadar dengan cepat lalu melihat ke orang yang menarik tangannya dengan sekuat tenaga. “Tenang saja, kamu pasti akan baik-baik saja!” Gadis itu tersenyum pada Anto dengan tulus sambil menahan lelahnya. Anto hanya terdiam melihat Gadis yang kurus kering, sama sekali tidak kuat dan tidak terawatt sama sekali. Saat mereka lari gadis itu terjatuh akibat tersandung batu yang kecil hingga terluka.


Anto sedikit terlempar lalu melihat ke Gadis itu yang terluka di  kakinya hingga mengeluarkan banyak darah. “Hehe… Kamu baik-baik saja kan?” Tanya Gadis itu dengan tetap tersenyum padanya. Anto tidak merespon malah bangun lalu melihat ke Gadis itu. “Lari dan jangan pernah lihat ke belekang ya…” Dengan tetap tersenyum pada Anto menyruhnya. Anto yang melihat itu hanya terdiam lalu tersenyum membalas. Anto kemudian mendekat ke Gadis yang sedang jatuh itu lalu duduk di dekatnya hingga dekat dengan wajahnya.