
Dengan cepat Anto mengikuti terbang raja dan pengawalnya dan tiba di samping mereka. “Huh… Kayaknya mereka tidak suka dengan tindakanku ini.” Pikir Ato yang melirik Wajah Pengawal dan Raja yang tidak ada sama sekali ekpresinya sama sekali. “Hm!” Anto melihat ke sebuah cahaya terang, tapi Pengawal dan Raja tidak melihat ke sana. Anto yang melihat itu mengabaikan cahaya itu dan tetap melnjutkan mengikuti Raja dan Pengawalnya.
“Cahaya pahlawan.” Bicara NAVI langusng pada Anto. Anto tidak bicara dan terus mengikuti Raja dan Pngawal. “Kamu bukan pahlawan Anto. Kayaknya ada pahlawan yang lahir sana tadi.” Bicara NAVI dengan jelas pada Anto. “Nanti kita juga tahu sendiri siapa yang punya cahaya itu.” Setelah NAVI bicara sendii pada Anto, dia tidak bicara lgi dan terus diam mengikuti Anto.
“Pahlawan ya!” Guman Anto kecil. “Dunia ini memang milik para pahlawan dan aku bukan pahlawan. Tapi kenapa banyak sekali yang mengenalku?” Anto malah bingung sendiri dengan hal sepele dan bukan bingung cara mengalahkan Raja Iblis. Anto melihat sekitanya yang sudah terlihat sebuah ruangan yang sangat luas dan besar sekali. “ Sepertinya sudah sampai!” Anto yang terus terbang mengikuti Raja dan Pengawal itu. Anto, Pengawal dan raja itu sampai di sebuah pintu yang cukup besar sekali yang mlayang di udara.
“Masuk dan ganti pakain di sana.” Kasi tahu Raja pada Anto dengan suara sopan di sana. Setelah mengatakn itu, Raja meinggalkan Pengawal dan Anto di depan pintu yang melayang. Anto melihat ke Raja yang melayang sendiri lalu tiba-tiba muncul seorang pengawal sebelumnya yang mengntar lima Gadis lainnya yang entah ke mana perginya. Anto tidak mleihat lagi ke Raja dan melihat ke pintu melayang di depannya lalu dengan pelan tangan ke gagang pintu. Tapi, saat hendak memegang gagang pintu, tangannya di tahan ooleh pengawal itu.
“Ada apa?” Tanya Anto dengan sopan dan juga tidak mengerti dengan apa yang di lakukan oleh pengawal itu. Pengawal itu semakin kuat meremas tangan Anto. Tapi, Anto tidak bergeming sama sekali dengan tindakan Pengawal itu yang meremas tangannya. “Aku tidak tahu apa maksudmu meremas tanganku, tapi…!” Anto membalas meremas tangan Pengawal itu jauh lebih kuat darinya hingga membuat Pengawal itu kaget dengan tindakannya. “Maaf, aku sengaja tadi.” Dengan sopan Anto minta maaf pada pengawal itu yang masih kaget dengan tindakan Anto yang tidak di duganya. Setelah melkukan itu, Anto yang telah melepas tangan Pengawal membuka pintu pintu melayang itu lalu masuk meninggalkan Pengawal yang masih kesakitan akibat remasan tangannya.
Anto masuk degan pelan ke dalam pintu. Saat sampai di dalam, dia sudah di tunggu oleh beberapa Maid yang akan meriasnya. “Tanpaknya ini sudah di persiapakan dengan sangat baik sekali.” Bicara NAVI pada Anto dengan jelas. Tanpa Anto merespon dia langsung jalan ke sebuah kursi yang pake warna emas.
“Entahlah, mana ku tahu.” Jawab Anto saat sudah duduk di kursi itu sambil mlihat ke cermin. Para Maid mulai medekat ke Anto lalu muali menysir rambut dari depan. 1 menit lebih, Anto duduk di kursi semua wajahnya sudah siap dan bagian atas juga sudah siap. “Hm… Sangat tanpan juga!” Anto yang meihat wajahnya sedikit berubah setelah di dandani. Anto yang meliat dirinya di cermin merasa puas dan juga tidak menyangka dirinya akan jadi tambah tanpa dengan sedikit riasan di wajahnya.
“Silahkan ikuti kami.” Ajak Maid pada Anto yang masih duduk di kursinya. Tanpa merespon Anto berdiri lalu melihat ke semua Maid yang menundukkan kepala, yang memberi hormat padanya. Seorang Maid yang terlihat sopan berjalan kearahnya sambil tersenyum yang terlihat sangat senang sekali di wajahnya. Saat sampai di depannya, Maid itu dengan sopan mengulurkan tangannya ke Anto.
“Kita sudah sampai.” Dengan sopan membalas lirikan Anto sejak awal. Anto yang melihat lirikan itu sedikit kaget dan juga tidak menyangka Gadis itu menyadari apa yang di lakukannya. Tapi, Gadis Maid itu sedikit tersenyum dengan tigah Anto yang terlihat sudah bisa di tebak p;eh Gadis itu. “Di dalam ada pakaian yang cocok untuk hari ini.” Dengan sopan mengatakannya saat sampai di sebuah pintu ganti yang terlihat rapi. Semua Maid kaget saat
Maid tadi mengatakan itu pada Anto dengan sopan dan salig mleihat satu sama lain yang tidak mengerti denga apa yang di lakukan rekannya itu.
“Ya.” Anto yang tidak tahu maksud dari Gadis ibis itu, hanya bisa menuruti saja. Setelah merespoan Anto masuk ke dalam dan tidak berkata apa-apa. Saat melihat ke dalam, Anto banyak melihat pakaian yang banyak sekali dan juag berbagai warna dan sangat Khas untuk sebuah kerajaan. “Banyak sekali! Kira-kira mana yang cocok?” Anto yangh tidak tahu harus memakai apa. “Tapi, kenapa tidak ada pakaian yang cocok untukku?” Anto yang Cuma bisa melihat
pakaian untuk orang dewasa saja. Anto yang tidak melihat itu hanya bisa berkeliling mencari pakaian yang cocok untuknya. Waktu begitu lama yang di habiskannya, tapi tidak juga menemukan pakaian yang cocok untuknya sendiri.
“Berhenti!” suruh NAVI tiba-tiba. “Lihat di balik pintu itu.” Anto langusng melihat ke pintu yang di maksud NAVI. Tapa berkata apa-apa, Anto berjalan ke pintu yang di maksud NAVI. Pintu di dekat pintu masuk itu terlihat berbeda dari biasa dan juga tidak ia sadari sejak dia masuk ke dalam ruangan ini. “Tadi pintu ini tidak ada sama sekali. tapi. beberapa detik yang lalu ada sebuah gelombang aneh yang terasa dan tiba-tiba muncul pintu ini.” NAVI menjelasakn dengan singkat.
“NAVI, jangan pakai kekuatan ini mendeteksi hal seperti ini. Lebih menyenangkan jadi biasa saja.” Dengan santai Anto meminta meski itu bicara pada dirinay sendiri. “Ya sudah, kita tidak usah bahas ini lagi, mending kita lihat apa yang di balik pintu ini.” NAVI diam tidak merespon Anto dan hanya memperhatikan saja dan juga tidak merasa marah dengan apa yang di katan Anto, dan merasa itu senang dengan perkataan Anto yang masuk akal. Anto lalu masuk ke dalam pintu yang di dekat pintu masuk sebalumnya yang tiba-tiba muncul.
Next Chapter