Interstellar Adventurer

Interstellar Adventurer
Chapter 16


“Hah... Sekarang, mentalku sudah sangat tinngi. Tapi aku ini termasuk remaja, dewasa atau tua?” Tanya Anto mengenai dirinya sendiri yang merasa mentalnya terlalu besar. Anto terdiam di kursi cukup lama memikirkan hal itu. “Sudahlah.” Ucapnya dengan sangat jelas dengan memperbaiki posisi duduknya. Anto yang larut dalam pikirannya, melihat lagi ke arah kardus. Anto cukup lama melihat ke arah kardus itu. “Jika ingin membuat akses jiwa, aku membutuhkan batu ini dan jika aku ingin membuat akses fisik aku sudah punya cincin ini. Semua bahan untuk membuatnya sudah sangat  lengkap.” Ucapnya sambil memperhatikan kardus dan cincin penyimpanannya “Sekarang saatnya membuat cetak biru hasil dari semua yang ku pelajari dari buku di ruang bawah tanah itu.” Dengan tersenyum sambil beranjak berdiri dari kursinya. Anto yang sudah berdiri, berjalan mendekat ke kardus yang berisi batu besar itu. Setelah sampai, Anto duduk di dekatnya.


“Langkah pertama untuk bisa membuat akses jiwa, perlu masuk ke dunia spiritual.” Sambil duduk dengan sangat fokus untuk masuk ke dalam dunia spritualnya "Ini akan menjadi yang pertama kali nya bagi ku untuk masuk ke dalam dunia spritual, kemungkinan bisa masuk ke dalam sangat sedikit sekali dan juga membutuhkan waktu lama." Anto yang masih fokus dengan tetap berusaah tenang sambil menutup matanya "Tapi, aku sudah pernah merasakan perubahan yang ku alami dari minum jus dan bisa merasakan mana yang terkandung dalam makanan dan minuman yang berdekatan dengan batu ini. Jika aku bisa masuk ke dalam dunia spritualku, mungkin aku punya kesempatan untuk menggapai mimpi ku meski tanpa system Player ini. Dan kemungkinana bisa mencapai lebih" Anto yang masih belum bisa fokus dengan posisi duduknya yang terasa kurang nayaman dan juga banyka pikirannya.


Anto yang kurang fokus, begitu lama duduk tetap pada posisinya, hingga dia merasa nyaman dalam posisi nya. “Akan membutuhkan waktu cukup lama untuk masuk ke dunia spiritual, karena tidak ada yang mengajari berkultivasi seperti di komik dan novel." Anto yang masih kurang fokus lagi akibat memikirkan hal lain lagi. Anto yang masih kurang fokus, menarik napasnya beberapa kali hingga dia merasa ada sesuatu yang membuatnya tenang. Anto yang bisa merasaksn aliran mana di dekatnya, bisa melihat apa yang ada di sekelilingnya meski tanpa membuka matanya. "Ini mirip dengan Skil pencarian." Anto mendapat Skil baru hanya dengan duduk saja dan cepat menyadari apa yang di dapatnya.


Anto berusaha fokus lagi, untuk bisa masuk ke dalam lautan spritualnya. Anto cukup lama kali ini duduk di lantai. Tapi, Anto bisa merasakan lantai di bawahnya sudah menghilang. "Tidak ada apa pun di bawah kaki ku." Anto yang bisa merasakan tidak ada sesuatu di bawahnya. Anto yang meraskan itu dengan pelan membua matanya. Saat membuka matanya, Anto melihat sekelilingnya semuanya bewarna putih sekali. "Ini permulaan yang lumayan.“ Guman Anto sambil melihat sekeliling yang putih semua “Huh... Sekarang aku sudah di sini, jadi yang pertama harus ku temukan ialah Skilku” Anto yang mulai berjalan dan berkeliling di hamparan putihnya, dunia spritual miliknya sendiri.


***


Di dalam lautan spituaal, Anto berkeliling cukup lama sekali untuk mencari skilnya yang sangat susah sekali di cari. “Huh... Di sini sepi sekali." Anto yang mulai merasa bosan sekali dan hanya memutari putihnya dunia spritualnya. "Aku sudah lama berkeliling, tapi menemukanya susah juga. Bagaimana cara mencarinya?” Anto bingung, karena baru pertama kali masuk dunia spiritual, sekaligus mencari Skilnya. Anto lanjut berkeliling lagi di antara hamparan putihnya dunia spiritual. Anto sangat lama kali ini mencari hingga dia menjadi sangat bosam sekali dan berhenti mencari. Anto melihat sana sini tapi masih sama saja tidak ada yang berubah sama sekali.


“Ayo pikirkan." Anto yang berusaha sangat keras mencari Skilnya di dalam dunia spritual. "Ini adalah lautan spiritual dan disini adalah wilayahmu jadi kamu bisa mengatur seskuka hatimu. Ini salah satu teori dalam novel dan komik yang pernah ku baca. Apa sebaiknya ku coba saja?" Anto yang muali kepikirnan maksud dari perkataanya itu. "Jika semua ini wilayahku dan jika sama persis apa yang di dalam buku novel dan komik. Maka, aku bisa dengan mudah menemukan Skilku dan tidak perlu berjalan lagi mencarinya." Guman Anto yang seperti mendapat sesuatu yang bisa membuat Skilnya terwujud di depa, matanya, meski berdasarkan teori dari novel dan komik saja. "Selain itu juga, aku ke sini berdasarkan apa yang di buku komik dan novel. Jadi kenapa aku kurang yakin dengan pendaptku sebelumnya. Tapi sekarang, aku mempunyai keyakinan penuh dan bisa melangkah lebih jauh lagi menjadi petualang yang ku impikan setelah membaca semua buku itu.” Anto yang mengingat semua novel dan komik yang pernah ia baca  sekaligus mencari tau cara mencri Skilnya di dalam dunia spritulanya.


Anto yang masih memikirkan cara mencar Skilnya, beranjak duduk. Anto meutup matanya lalu memfokuskan diri. "Apel!" Anto teringat akan buah di meja makan "Mungkin bisa di coba!" Anto yang mendapat ide mencoba membuat apel di dalam lautan spritualnya. Saat duduk, Anto yang mendapat ide mencoba membuat apel dengan menggunakan imajinasinya. Tanpa menunggu lebih lama lagi, Anto memejamkan matanya kemudian memfokuskan diri membayangkan bentuk apel yang bewarna merah dan masih segar. Anto lumayan lama duduk di hamparan putihnya lautan spritualnya, kemudian membuka matanya.


Saat membuka matanya, Ango menemukan sebuah apel di depan matanya yang sama persis dengan yang di bayangkannya. “Berhasil!" Anto yang sedikit tidak menduga saat melihat apel sudah tergeletak di depannya itu. "Sepertinya komik dan novel itu adalah pengetetahuan dasar untuk memperlajari alam bawah sadar, mungkin.” Anto yang tampak mulai senang sambil mengambil apel yang di buatnya "Apa ini bisa di makan?" Tanya Anto pada diri nya sendiri saat melihat apel itu. Anto yang masih memegang apel itu, kemudian tanpa ragu langsung memakan apel itu dengan cukup cepat. Anto mengunyahnya dan merasa tidak ada perbedaan sama sekali dari apel yang pernah di makannya.


"Ini, sama persisi dengan apel aslinya." Anto yang sudah tau kalau yang di makanannya itu adalah apel asli "Jika begini, Skil ku bisa di ambil dengan mudah." Guman Anto yang mulai memfokuskan diri lagi setelah membuat apel yang di makannya menghilang. Kali ini Anto, dengan sangat focus membayangkan skil nya, yang menghubungkan dunia spritualnya dengan skilnya.


***


Setelah 5 menitan lebih, Anto membuka matanya dan di depannya ada sebuah orb muncul di depannya. “Ini orb skil ku, pasti.” Anto yang melihat orba melayang di depannya sendiri yang berbentuk bola putih susu yang sangat bercahaya terang. Anto mengambil mengambil orb putih melayang di depannya, dengan santai dan panuh keyakinan. Saat memegangnya Anto merasa begitu banyak sekali data masuk ke dalam dirinya. "Ini!" Anto sedikit kaget saat mengambil skilnya, malah mendapat data yang pernah di pelajari masuk ke dalam dirinya dengan sangat jelas sekali. Setelah semua datanya berhenti masuk Anto mulai tenang. "Benar, ini merupakan Skil ku." Anto yang sudah tau bahwa itu Skil miliknya sendiri dan tidak meragukannya sedikit pun.


Setelah mendaptakan Skil, Anto melihat lagi skil nya, namun tidak ada yang lebih special lagi setelah mendapat data yang sebelumnya saja. “Sungguh luar biasa skil ini. Jika mengambil ini, pasti panel skil Study akan menghilang di layal status, mungkin." Anto yang masih belum tau apa yang akan terjadi dengan panel status jika di ambil Skilnya. "Kenapa aku terlalu perduli dengan systemnya, lebih baik pikirkan dirimu sendiri dengna apa yang akan kamu inginkan." Anto menasihati diri nya sendiri dengan begitu lantang di dalam lautan spritualnya.


Anto terdiam setelah berkata begitu, dengan mulai memikirkan sesuatu. "Memikirkan ini tidak akan ada gunanya.” Ucap Anto dengan penuh semangat. “Sekarang saat membuka pintu menuju inti jiwa, bisa di bilang lanjut membuat akses jiwa tahap ke dua.” Anto yang mulai mempokuskan diri sambil memegang orbnya dengan kuat agar tidak menghilang. Anto sudah mulai fokus, dengan membayangkan sebuah pintu yang menghbungkan dunia spiritual dengan inti  jiwanya, Kali ini memakan banyak waktu.


***


Setelah 40 menit lebih, akhirnya Anto membuat pintu yang menghubungkan dunia spiritual dengan inti jiwa ada di depan matanya. “Ini  sungguh memekan waktu yang lama, untuk membuat ini.” Ucap Anto dengan melihat pintu di depannya dan juga merasa sedikit lelah. Anto kemudian melihat ke tangannya. "Apa!" Anto kaget saat melihat dirinya sendiri yang sedikit tranparan. Anto pun memunculkan cermin dan melihat dirinya ternyata seluruh tubuhnya tranpara sekali. “Mungkin efek terlalu lama dan membutuhkan kekuatan besar untuk membuat pintu ke inti jiwa. Dengan mengorbankan energi spritual lebih dari setengah umurku, sudah ku buka pintu terdalam menuju Inti jiwa. Tapi itu sebanding dengan hasilnya.” Ucap Anto yang melihat jiwa spritulanya yang masih transparan.


Anto kemudian mengholangkan cermin di depannya. “Jika aku masuk ke dalam inti jiwa sekarang, akan kesulitan untuk keluar. Selain itu, sekarang ini, aku juga tidak tau cara keluar dari lautan spiritual ini” Guman Anto yang jiwa spritualnya terus memudar. “Tidak ada guna nya memikirkan hal ini, lebih baik masuk saja dan memikirkan hal ini nanti saja.” Ucap Anto sambil beranjak berdiri. "Baiklah." Anto perlahan membuka pintu yang sudah ada di depannya. Di depannya Anto melihat kegelapan yang sangat luas sekali, namun Anto masuk tanpa ragu sama sekali. Setelah masuk, Anto tidak bisa melihat apa-apa di dalamnya. “Sangat gelap sekali. Di mana ini?” tanya Anto yang hanya melihat kegelapan di dekelilingnya dengan berhenti. Anto melihat sana sini tapi tidak ada apa pun bahkan pintu tadi tidak ada sama sekali. Anto juga melihat ke dirinya sendiri yang tidak tanpa sama sekali, bahkan merasa dirinya adalah kegelapan itu sendiri.


Anto juga tidak merasa adanya tangan dan bagian lain dari tubuhnya, namun masih tahu kalau dirinya memang masih hidup. “Eh… di mana orbnya?” Tanya diri sendiri saat tidak merasakan orb di tangannya. Anto jadi sedikit panik namun dengan cepat menenangkan diri. “Apa yang terjadi?” Anto yang juga tidak bisa merasakn tangan atau kakinya sama sekali "Tenang lah." Anto berusaha menenagkan dirinya. Namun, tidak ada suara yang keluar dari dirinya. Anto menenagkan diri cukup lama di dalam kegelapan yang tidak berujung. "Aku merasa lebih baik." Anto yang sudah tenang mulai melihat sana sini dalam kegelapan itu.  “Mungkin saat ini, aku hanya berbentuk bola kecil dan tidak mulu... Eh!” Anto yang tidak melanjutkan kata-katanya saat ada sebuah cahaya emas di bawahnya yang muncul dan semakin sedikit melebar, juga membuat mengetahui seperti apa bentuk tubuhnya yang sekarang. "Hm! Ini cahaya dari atas." Anto yang masih melihat cahaya di bawah yang semakin melebar dan belum meliat bentu tubuhnya.


Karena cahaya datang dari atas, Anto melihat ke atas. Dan saaat melihat Anto melihat sebuah cahaya emas yang tidak asing sekali dan semakin besar saja saat jatuh menimpa ke arahnya. “Ini harus apa?” Tanya Anto yang melihat cahaya yang semakin terang dan tepat di atasnya. Anto tetap tenang saat cahaya emas itu sudah sangat dekat sekali dan akan mendarat di atasnya. "Apa aku akan mati di timpaacahaya emas begini?" Anto masih saja tenang saat cahaya itu sudah sangat dekat "Aku mati sangat muda sekali." Anto berhenti melihat ke atas dan melihat ke bawah saja karena sudah pasrah tidak bisa menghindar. Anto yang sudah pasrah, tidak bisa merasakan apa pun saat mengira dirinya akan mati.


Saat sampai di dekatnya, Anto menyentuhnya dan semua data yang sebelumnya masuk lagi ke dalam jiwa Anto. “Jadi ini Skilku. tapi warnanya berbeda dari sebelumnya." Anto jadi sedikit curiga pada Skilnya sendiri yang bewarna emas itu. " Sudahlah, yang penting aku berhasil ke dalam inti jiwa. Ini juga skil ku sekaligus bahan yang utama dari yang lain.” Dengan terus melihat Skilnya yang sangat besar sekali "Sekarang saat bersiap-siap mental lagi." Anto yang melayang menaiki Skilnya hingga sampai di puncak. Anto yang sudah sampai di puncak, hanya diam saja dengan tenang dan untuk memfokuskan diri ke tahap selanjutnya nya. “Tahap tiga. Sekarang saatnya untuk memadatkan ulang jiwa dan memasang orb ini di jiwaku, dengan begitu aku akan tetap menjadi diriku ini meski aku sudah mati sekalipun” Dengan penuh konsentrasi Anto memulai pemadatan jiwanya. Anto masuk menembus dari atas ke dalam Skilnya, kemudian menyatukan dirinya dengan Skil Study nya.


***


Anto yang menyatukan dirinya dengan Skilnya cukup lama sekali hingga berjalam jam, kini sudah selesai dan dirinya sudah jadi bewarna putih susu yang terang di dalam kegelapan jiwanya itu. “Aku dan skil ku sudah jadi satu dan tidak bisa di pisahkan jika aku mati sekalipun. Tapi kenapa aku jadi putih dan bukan emas?" Tanya Anto yang sudah mendapatkan hal yang di inginkannya dan juga merasa ada yang di lupakannya. "Tadi, saat menyatukan diri dengan Skil ini, aku menyerap sebagian energi dari bongkahan batu dari kardus di luar. Semoga saja orang yang memiliki batu ini tidak akan curiga tentang hilangnya energi dari batu itu, meski cuma sedikit.” Anto yang merasa khawatir akan ketahuan. Anto terdiam cukup lama memikirkan hal yang tidak seharusnya ia pikrkan.


"Sebainya aku lihat statusku saja... Status”! Anto langsung melihat Statusnya setelah terlalu lama memikirkan tentang kajidan akibat enetgi dari Batu itu hilang, tapi “Kenapa tidak muncul?” Tanya Anto dengan tenang saat layar status tidak muncul di inti jiwanya. "Status!" Anto mencoba kedua kalinya namun tidak muncul. *"Statusnya ti*dak muncul sama sekali, Aneh!" Anto yang tida mengerti kenapa panel status Playernya tidak muncul .


Anto yang bingung, memkirkan kenapa panel Status nya tidak muncul. Tapi itu tidak berlangsung lama. “Jika dugaan ku ini benar, sistem Player tidak terikat dengan inti jiwa, maka semua system di dunia ini hanya terikat pada jiwa bagian luar saja." Anto yang mencoba menebak kenapa systemnya tidak muncul pada jiwanya. "Dengan kata lain, hanya spritual saja yang terikat dengan systemnya sedangkan Inti jiwa sama sekali tidak terpengaruh. Bukannya ini sama seperti isi buah yang terikat dengan biji tulangnya, namun isi bisa di makan sedangkan biji tulangnya bisa buang." Anto yang terus berusaha menebak dan membenarkan diri jika prediksinya itu benar. "Hahahahaha... Apa semua orang tau ini atau tidak, ya?” tanya Anto yang sangat senang dengan penemuan anehnya di dalam inti jiwanya “Jika mereka mengetahui ini, apa yang akan terjadi?” Dengan masih sangat senang di dalam inti jiwanya.


Anto jadi cukup lalam di dalam jiwanya kerena sedikit terlalu senang. “Sudahlah, sekarang ini waktu yang tepat untuk membuat server, untuk mengubungkan kedua akses, yaitu akses jiwa dan akses fisik.”  Anto lanjut ke tujuannya dengan fokus dalam bentuk orbnya yang sudah stabil “Study!” Anto menjalankan skilnya. Saat menjalankan Skilnya Anto tidak menyadari kalau kegelapan di dalan jiwanya itu banyak sekali tulisan muncul dan bercahaya terang seperti emas. Tulisan itu mulai berkumpul di depan Anto yang sedang fokus sekali dan belum melihat kejadian di depannya. Di depan Anto yang masih fokus, semua tulisan tadi mulai mebentuk sebuah layar kosnog bewarna putih kosong seperti sebuah proses pembuatan system baru. Tulisan terus muncul satu persatu terus masuk ke dalam layar kosong itu dengan cepat.


Di sisi lain Anto yang sedang membuat itu, tidak menyadari kalau dirinya semakin memudar. Tapi Anto terus saja membuat apa yang di depannya itu. "Teori System ini cuma berdasarkan pengetahuan dari novel dan komik saja. Tapi lama kelamaan pasti akan semakin kuat dengan waktu yang terus berputar, system ini akan bertambah kuat dan menjadi pendamping di kehidupan selanjutnya. Apa pun yang terjadi aku harus membuat System Pribadi ini, mumpung aku masih hidup dan tahu cara membuatnya." Anto yang masih dalam proses pembuatan System Pribadi miliknya yang akan selalu terikat dengan jiwanya bahkan setelah mati.


***


Setelah beberapa lama membuat System Pribadi milinya, Anto yang merasa lelah perlahan membuka matanya. “Akhirnya selesai, meski belum memiliki bentuk (Cuma sebatas layar kosong saja), tapi ini sudah lumayan untuk menjadi petualang sekaligus Iblis.” Anto yang senang dan merasa sangat lega karena berhasil membuat systemnya sendiri. Anto Meliah ke dirinya yang masih sedikit menyela inti jiwanya, tetapi berusaha tenang dan menjaga nyala inti jiwanya agar tidak padam. Dan jika padam, semua usahanya akan sia-sia dan akan mati begitu saja tanpa di ketahui penyebannya. "Jika aku terus seperti ini, aku bisa mati karena terlalu banyak mengorbankan umurku sendiri. Sepertinya aku harus menyerap energy batu itu lagi." Anto mulai menyerap Mana dari batu yang ada di dekatnya.


Anto yang perlahan menyerap engeri dari batu di luar ke dalam dirinya, perlahan mulai kembali menyala dan tidak meredup lagi. Meski membutuhkan waktu yang cukup lama untuk memulihkan jiwa yang sudah hampir habis. Tapi, saat Anto sedang menyerap Mana dari batu itu, tiba-tiba sebuah kekuata besar masuk ke dalam dirinya. "Hm!" Anto jadi sedikit kaget karena tiba-tiba ada begitu banyak sekali mana yang masuk ke dalam inti jiwanya dan memulihkan hanya dalam beberapa detik saja "Apa itu barusan?" Anto yang sangat bingung sekali dengan Mana yang sudah membuat dirinya pulih total. "Aku sudah memperkirakan akan membutuhkan waktu satu tahun untuk bisa membuat normal kembali inti jiwaku hingga seperti semula. Tapi, Mana itu, bukan dari batu di kardus itu." Anto yang tidak tau dari mana asal kekuatan yang membuatnya memulihkan jiwanya dalam sekejap saja. "Batu di kardus itu, bahkan tidak mempunyai mana sebesar itu." Anto yang sudah tau seberapa besar Mana yang terkandung dalam batu di kardus itu.


Anto yang sangat bingung dengan kekuatan yang memperbaiki seluruh inti jiwanya, tidak bisa melakuka apa pun. Dan hanya bisa berpikir dengan menebak siapa yang mengirim lekuatan itu. Waktu berlalu, Anto masih saja memikirkan dari mana asal kekuatan yang membatunya pulih total, tapi hasilnya tidak kepikiran ke arah apa pun. "Ini tidak berguna, jika hanya diam dan tidak melakukan apapun di dalam sini." Anto mengalah dan berhenti memikirkan siapa yang memberinya Mana yang cukup banyak hingga bisa memulihkan inti jiwanya "Siapa pun itu, pasti bukan orang bisa yang mempunayi kekuatan sebesar itu dan memberikannya secaar cuma-cuma. Tapi, kenapa dai memberikannya padaku?" Anto yang mulai kepikiran lagi dengan orang yang membeeinya Mana "Lah, kenapa aku memikirkan ini lagi?" Anto yang masih kepikiran dan juga sedang berusaha menyingkirkan pikiran mengenai siapa orang yang memberinya.


Anto berdiam dan berusaha menenagkan diri di dalam inti jiwa, untuk menyingkirkan pikiran siapa orang yang memberinya mana yang bisa memulihkan jiwa hingga sembuh total. Anto berdiam diri hinga satu jam lebih supaya bisa membuat diri nya jarang memikirkan orang yang memberinya kekuatan itu. "Sepertinya aku sudah tenang, mungkin sekarang saatnya, membuat aplikasi dari System ini.” Anto yang cukup tenang mulai lanjut ke tujuannya membuat aplikasi dari system pribadinya. Anto kemudian melihat ke layar putih yang kosong itu. Layar kosong itu mulai muncul banyak sekali tulisan coding, membuat format System Pribadinya supaya bisa di pakai oleh siapapun dan di gunakan oleh siapa pun yang di setujuinya (coding itu sebuah proses pembuatan html, javascrif dan lainnya. Lebih luasnya cari penjelasannya di google). Anto membuat aplikasinya dalam bentuk aplikasi seperti yang ada di HP dan aplikasi nya bernama AKSELARASI (cari di google penjelasannya).


***


Waktu yang di butuhkan untuk membuat aplikasi dan data lainnya cukup dalam waktu 20 menit lebih. “Cukup lama, meski tidak mamakan waktu berjam-jam. Sekarang tinggal membuat akses fisik dan kemudian mengunduh aplikasinya dan juga bisa mengupdate nya dari luar.” Anto yang sudah selrsai membuat aplikasi yang bisa membuat diri nya menjadi semakin kuat. "Ini cuma coding dan server sementara saja dan masih banyak hal yang perlu di kembangkan di berbagai tempat, tapi ini lebih dari cukup untuk sekarang ini. Pengrtahuanku masih sedikit dan cuma bisa membuat ini, lain kali tinggal ku tambahkan saja." Anto yang merasa senang dengan System Pribadinya yang sudah selesai. Anto yang sudah selesai membuat aplikasi dan servernya menutup proses codingnya. Setelah menutupnya, kini layarnya berisi 1 apliskasi bernama AKSELARASI dan tidak ada hal lainnya lagi.


“Meski cuma satu hari ini, tapi suatu saat nanti System Milikku akan semakin rumit dan tidak bisa di jelaskan dengan sebuah teorinya. Ku rasa semua ini sudah sangat lengkap untuk, meski saat ini layar nya masih kosong begini." Anto yang sudah tau kenapa semua layar pribadinya kosong dan hanya menempatkan 1 aplikasi saja. "Sudah terlalu lama di dalam sini, sebaiknya aku keluari.” Sambil berdiam diri di tempatnya. Anto cukup lama diam di tempatnya seperti memikirkan sesuatu."Bagaimana cara keluar dari sini?" Tanya Anto yang kebingung sendiri. Anto melihat sana sini dan kebingungan sendiri. "Apa sama cara mebuat pintunya?" Tanya Anto yang mengingat diri nya membuat pintu hanya dengan memembayangkan saja.


Anto yang tidak punya pilihan lain, hanya bisa mencoba apa yang di pikirannya. Anto dengan penuh konsentrasi membayangkan pintu keluuar di depannya, dan kurang dari 1 satu menit, Anto berhasil membuat pintu keluar dari inti jawa nya yang begitu gelap sekali. "Untung berhasil." Anto yang meraa lega karena tau cara membuat pintu "Tapi, sekarang gimana cara buka nya?" Anto yang bingung lagi karena dirinya yang berbentuk bola cahaya tidak bisa membuka pintunya karena tidak mempunyai tangan dan kaki. Anto yang sedikit bingung, mulai memikirkan cara lagi. "Satu masalah selesai, masalah lain datang. Ini namanya masalah selesai, masalah datang." Anto yang sudah tidak tahan dengan dirinya yang tidak bisa paham dengan dirinya sendiri "Ini kan dunia ku, aku hanya perlu menggunakan imajinasiku untukk membuka pintunya." Anto yang sudah mengingat lagi caranya, meski batu kepikiran hal itu lagi.


Anto yang sudah mengingat caranya, tanpa menunggu lebih lama lagi, langunsung keluar dari inti hiwa nya dan menuju lauatan spritualnya. Saat sampai Anto melihat sekelilingnya yang sudah putih lagi. “Aku kembali ke dunia spiritual dan bentuk manusia ku juga kembali." Anto yang sudah bisa bicara saat di lautan spritualnya "Ini hari yang sungguh indah dan juga sangat menyedihkan sekali." Anto yang merasa senang sekaligus sedih "Yang ku tau saat ini, inti jiwa adalah yang DALAM dan lautan spiritual adalah LUAR dan tubuh adalah KULIT. Sungguh penemuan yang tidak terduga. selain itu, ini sama dengan buah saja.” Guman Anto sambil melihat pintu ke inti jiwa mulai menghilang. “Hari ini, aku sudah terlalu banyak membuat masalh di dalam kehidupanku, tapi hari ini akan berakhir dan bahkan dalam waktu yang singkat. ” Anto yang berbicara sendiri di dalam lautan spritualnya. Anto yang sedang mulai duduk di lautan spritualnya lalu berbaring di sana dan menikmati waktu yang ada dan sambil menenagkan diri.