
“Apa itu?” Tanya Rein yang terlihat gemetar dengan permintaan Anto yang akan di sebutnya itu. Anto melihat dengan serius ke Rein yang tampaknya terlihat sangat gemetar sekali. Selama beberapa saat, Anto terus memandang Rein yang masih menunggu.
-Ne Anto, kenapa kamu serius sekali?- Tanya NAVI yang ingin tahu sekali dan juga sedikit penasaran dengan Anto.
Anto tidak langsing merespon. “Entahlah, rasanya pengen saja dengan serius kalau bicara sama dia.” Jawab Anto yang juga tidak tahu kenapa dengan dirinya yang harus serius saat mengajak Rein jadi Petualang AntarBintang. “Tapi, kurasa ada sesuatu yang tidak bisa ku jelaskan sama sekali. Kamu bisa merasaknnya juga kan, tanda kontraktor yang belum di terima itu?” Tanya Anto pada NAVI yang ternyata Rein sudah di tanamnkan sebuah tanda kontraktor.
-Ya, aku baru merasakannya saat pertemuranmu tadi. Sepertinya Rein jadi peran penting dalam kejadiannya kembali ke masa lalu- Balas NAVI dengan sangat penuh penasaran. -Sepertinya di masa depan, mungkin ada item atau sihir yang tidak sengaja kamu buat di masa depan yang mereka temukan atau memang di sengaja di buat. Sudahlah, ku akui kamu cukup cerdas- NAVI yang secara tidak sengaja memuji dirinya sendiri.
“Tentu saja, siapa lagi yang bisa membuat teori seperti itu.” Timbal Anto dengan santainya dan juga terus melihat ke Rein yang masih berpikir sesuatu. Setelah nerespon itu, Anto masih diam dan belum merespon Rein kini mulai berhenti menatapnya saja. “Rein, aku minta kamu ajak Hero yang lain jadi Petualang yang lain.” Minta Anto dengan ekpresi sangat serius sekali.
Rein terdiam saat Anto yang cuma meminta itu padanya. “Apa kamu serius?” Tanya Rein yang terlihat tidak percaya sama sekali dengan permintaan Anto yang sederhana itu. Anto melihat Rein yang melihatnya dengan aneh dan tidak di mengertinya.
“Y-ya. Cuma itu. Memangnya apa yang kamu harapkan?” Tanya Anto yang tidak mengerti dengan sikap Rein yang tiba-tiba berubah padanya dalam sekejap. Rein merasa lega pada permintaan Anto yang tidak jauh mudah dengan permintaan sebelumnya.
Rein lalu tersenyum kecil dan memperbaiki epresinya. “Okelah, aku sepakat.” Dengan wajah senang Rein menanggapi Anto yang masih diam memperhatikannya dari tadi. “Dan satu lagi, semoga di kemudian hari, kita bertemu lagi.” Ajak Rein dengan sangat tulus sambil tersenyum pada Anto dengan suara yang sedikit berubah. Anto yang medengar itu, tesenyum membalas Rein lalu mengulurkan tangannya mengajak jabat tangan. Rein yang melihat itu, menyambut hangat tangan Anto.
Setelah beberapa saat, mereka saling berputar arah dan tidak saling memandangi. “Kalau gitu kami pergi.” Dengan santainya Anto berjalan meninggalkan Rein yang tentunya senang dan juga bahagia dengan semua yang telah di dapatnya itu. Anto meninggalkan para BIDADARI yang masih berdir di dekat Rein dan Mamanya. “Ne, kenapa kalian masih di sana, mari kita pergi.” Ajak Anto pada semua BIDADARI nya yang melihat dirinya dan Rein yang tidak jadi makan dan malah hanya sapa saja yang di lakukannya.
Tidak ada yang bertanya atau mau mengubah permintaan Anto, mereka hanya mengikuti perkataan Anto yang sudah jauh jalan duluan menuju pintu masuk rumah Rein. Rein yang masih di dalam rumahnya melihat sekelilingnya yang suasananya jadi sangat tenang dan hening tanpa ada suara siapa pun. “Anto, kamu memang tidak pernah berubah meski tidak mengingatku. Ucapan barusan telah ku penuhi di kehidupan sebelumnya.” Rein yang ternyata sudah melukan itu dan merasa dirinya tidak perlu melakukan apa pun lagi. “Semoga perjalananmu menyenangkan ZERO.” Rein tersenyum dengan wajah sangat puas sekali dengan apa yang di alaminya itu.
Di sisi lain, Anto yang sudah sampai di luar rumah Rein melihat ke langit yang sangat cerah dan juga sangat siang di sana. “Ne, kalian mau ke mana sekarang?” Tanya Anto pada semua BIDADARi nya yang ada di belakangnya yang sediit tertingaal jauh. Mereka semua tidak ada yang menjawab saat Anto yang bertanya sambil melihat ke langit.
Semua BIDADARI nya saling lihat. “Hm…! Ku harap kita pulang.” Bicara BIDADARI nya yang paling depan. Anto yang mendengar itu melihat ke BIDADARI nya yang tampak serius sekali.
“Ya. Aku juga setuju.” Repon BIDADARI nya yang di sampingnya. Anto yang melihat mereka semua tampak ingin pulang, tidak bisa berkata apa pun dan diam sambil berpikir hal lain.
“Aku tahu, makanya ini aku sedang memikirkan sesuatu dulu.” Respon Anto dengan terus memikirkan cara menyingkirkan semua BIDADARI nya yang sama sekali tidak di ketahuinya itu. Setelah beberapa saat berpikir, Anto mendapat ide yang mudah. “Baiklah, mari kita pulang. Tapi, kita ke Planet Icarus terlebih dahulu menjempul yang lainnya.
Semua BIDADARI nya saling lihat, lalu mengangguk singkat. “Ya. Kami tidak keberatan.” Jawab BIDADARI nya yang paling depan. Anto yang medengar itu merasa lega dan juga tdak di curigai sama sekali mau meninggalkan mereka untuk berpetualang sendiri di Dunia yang berbeda.
“Baiklah. Kalau gitu mari kita berangkat sekarang.” Anto tersenyum pada semua BIDADARI nya. “Tapi, kali ini kita akan pergi ke Planet Aqua terlebih dahulu, lalu ke Planet Icarus. Dan tentunya bukan aku yang harus membuka portal ke kesana” Bicara Anto sambil melihat ke BIDADARI nya yang baru dan yang minta di ajari teknik itu. BIDADARI nya langsung kaget saat di lihat oleh semua orang di sana. Karena dadakan di minta, dia merasak tidak focus sama sekali dengan apa yang akan di lakukannya. Anto yang di sana, mengubah pakaiannya jadi seperti pakaian yang di bawanya dari Planet Aqua. Setelah itu, dia melepas bajunya sambil mengubah pakainnya jadi serba hitam. “Ini pakai.” Anto menyerahkan baju pada BIDADARI nya sebagai kordinat teleportasi yang akan di lakukannya.
BIDADARI nya mengambil lalu bersiap meski sedikit gugup karena pertama kali melakukan teleportasi jarak jauh yang yang tidak pernah di bayangkannya sama sekali. “Tenang dan jangan pikirkan apa pun.” Seorang BIDADRI memberinya saran sambil tersenyum. Dia hanya mengangguk sebagai jawaban dan mulai bersiap. Setelah merasa siap, dia mulai membuat lingkaran portal sesuai dengan bayangannyannya. Portal yang di buatnya itu sangat berbeda sekali dengan saudari nya yang sebelumnya.
Dia merasa khawatir dan mulai melihat ke semua BIDADARI nya. “Apa ini normal kak?” Tanya BIDADARI itu yang tidak tahu menahu dengan apa yang di buatnya itu. Karena pertanyaan itu di lontarkan, mereka semua mleihat ke lubang portal dari jauh. Saat melihat, mereka menemukan badai yang aneh yang tidak pernah di kethuinya.
“Tenang saja. Ini hanya sebuah gelombang badai portal yang kakak sering ceritakan.” Dengan tenang merespon Adiknya. “Boleh ku lihat lebih dekat?” Tanya kakaknya sebelum mereka masuk ke dalam. Adiknya hanya mengangguk sambil mempertahankan portal yang belum terhubung dengan Planet Aqua. “Ini aneh sekali. Meski tanpak seperti badai portal, tapi ini bukan badai yang biasa ku lihat.” Kakaknya langsung khawatir saat melihat itu. Semua orang jadi khawatir setelah dia berkata itu dan tidak ada yang berani komentar lagi. Tapi, di sisi lain Anto yang memindai setelah BIDADARI nya berkata itu, masih diam saja meliah data yang di terimanya.
"Bagaiamana menurutmu?" Tanya Anto pada NAVI yang dari tadi memindai. NAVI tidak langsung merespon dan masih diam saja. Setelah beberapa saat, Anto merasakan sesuatu yang aneh dalam potal yang di buat BIDADARI nya itu.
-Sepertinya ini jadi sangat sulit. Kemungkinan besar itu adalah badai waktu dan zaman. Dari hasil pindaianku, aku mendaoat berbagai macam gambar ari dunia yang berbeda dan juga dari waktu yang berbeda- NAVI merespon Anto lalu diam sebentar. -Ini satu-satunya kesempatan kita kabur- NAVI memperingatkan Anto yang masih bdi tempatnya. -Lakukuan sesuatu tentang mereka- Suruh NAVI dengan jelas pada Anto yang mulai melihat ke BIDADARI nya yang tampak khawatir
"Ya." Jawab Anto dengan cepat sambil melihat ke BIDADARI nya yang cemas. “Mungkin bukan itu masalahnya!” Bicara Anto pada BIDADARI nya yang sedang cemas. “Kita sekarang berada di Dunia yang lain dan juga berada di waktu yang berbeda. Mungkin saja yang kamu lihat itu badai waktu. Dengan kata lain, jika terkena sedikit saja pasti akan terlempar menuju zaman dan Dunia yang berbeda.” Anto yang menjelaskan dengan serius sekali. “Tapi jangan khawatir, jika kita tidak memasukinya pasti akan tiba di tujuan.” Anto tersenyum pada saat terakhir dengan memastikan semua orang tidak khawatir dengan portal yang di buat BIDADARI nya.
Tapi, bukannya senang dengan kata-kata manis darinya, mereka malah terlihat khawatir dan hanya 2 BIDADARI nya saja yang terlihat senang dan juga bersemangat dengan petualang baru mereka. Sedangkan yang lain terlihat cemas dengan perkataan Anto yang mungkin tidak jadi kenyataan, tapi mereka tetap menjaga ketenangan mereka supaya Anto tidak curiga sama sekali dengan apa yang mereka cemaskan.
Next Chapter