
“Ada apa nih?” Andri gugup sekali saat melihat begitu banyak orang berpasangan di ruang makan bersama anak-anak mereka.
“Andri kemarilah!” Panggil Mamanya yang duduk di salah satu kursi meja makan dan di samping kiri ada Maria yang tidak senyum pada Andri yang baru datang dan Siska di samping yang selalu senyum dan telihat ceria.
Dengan berusaha tersenyum tulus, Andri mendekat ke Mamanya yang duduk di salah satu kursi, dengan sedikit kaku saat berjalan, karena di lihat banyak orang.
“Ada apa sebenarnya ini?” Andri yang sangat gugup saat sampai di samping Mamanya yang sedang tersenyum padanya
“Bagaimana menurut kalian?” Tanya Mamanya pada orang-orang yang sedang berkumpul.
Semua orang menatap Andri yang sedang berdiri dengan tenang (yah dari mata orang sih). Setelah melihat Andri selama beberapa detik, mereka mulai mendiskusiakn sesuatu dengan pasangan mereka dan anak-anak mereka, sesekali mereka melirik Andri yang berdiri di samping Mamanya seperti pengawal yang tangguh.
“Uhh..! Aku sangat gugup sekali.” Andi yang berusaha tetap tenang dan tersenyum pada semua orang di ruang makan.
“Eh!” Andri yang tida sengaja melirik Maria yang sedang menatapnya dengan tajam
Saat semua orang sedang sibuk mendiskusikan sesuatu, dua pelayan muncul membawa begitu banyak makanan di atas mapan yang di bawa oleh ratusan Android dan kedua pelayan tersebut.
“Kenapa mereka membawanya sekarang?” Andri yang sangat kesal pada kedua pelayan itu, yang membawa banyak makanan ke euang makan karena tidak melihat situasinya.
“Kenapa kalian kesini?” Tanya Mamanya Andri dengan wajah menyeramkan pada kedua pelayan itu
“Mohon maaf sebelumnya Nyonya, ini bukan masakankmaipara pelayan. Ini di buan oleh Tuan muda.” Jawab salah satu pelayan dengan sopan pada majikannya.
Mamanya menatap Andri dengan sangat bingung dan juga tidak percaya. Maria dan Siska juga menatap, selain itu juga, semua orang yang ada di ruang makan menatap Andri dengan penuh tidak percaya apa yang di katakan pelayan.
“Kenapa mereka bodoh sekali!” Andri yang sangat kesal dan marah pada kedua pelayan itu dengan berusaha tersenyum pada semua orang yang menatapnya. Dengan sabar menahan amarahnya yang hampir maksimal.
“Apa benar kamu yang buat makanan ini?” Tanya Mamanya yang terlihat tidak yakin dengan perkataan pelayan.
Andri diam untuk sesaat setelah Mamanya bertanya dengan suara lembut padanya.
“Apa aku harus menjawabnya?” Tanya Andri balik dengan sangat jelas pada Mamanya dengan berusaha mempertahankan ekpresi senyumnya.
Mamanya terus menatap Andri yang sedang bertanya padanya. Karena tidak ada respon dari Mamanya Andri terpaksa menyiapkan mentalnya. Sebagai jawaban Andri mengangguk kan kepalanya beberapa kali.
“kalian hidangkan makanan itu, cepat!” Dengan tegas Andri memerintahkan kdua pelayan itu, dengan menahan amarahnya pada kedua pelayan yang tidak peka dengan situasinya.
***
10 menit kemudian semua Robot Android telah kembali ke ruang dapur dengan meninggalkan banyak makanan di atas meja. Andri sangat tercengan sekali seklaigus terkejut dengan kedua pelayan yang sangat tidak peka dan bodoh, karena membawa seluruh makana yang di masak Andri. Andri yang bingung dengan semua ini hanya diam saja dengan berusaha tersenyum pada tamu yang menatapnya di ruang makan
“Andri!” Mamanya menatap Andri dengan senyum kesal dan juga bingung dengan perbuatan Andri.
“Ya!” Jawab Andri dengan senyum pada Mamanya dengan sangat takut dan berisaha menahan senyumnya.
“Berapa banyak yang kamu buat?” Tanya Mamanya dengan terus menatap Andri.
Andri tidak menjawab Mamanya karena sorot matanya yang sangat menyeramkan pada Andri yang sedang berdiri dengan senyum palsu di wajahnya.
Semua orang di meja makan sangat terkejut dengan semua makanan yang ada di meja makan. Semua mata tertuju pada Andri sebentar kemudian ada yang melihat Andri lagi, ada yang meilirk sesekali, ada yang saling membisikkan, dan ada juga yang bingung sekaligus penasaran sama makanan di depannya.
“Apa ini!” Kata Siska dengan jelas saat makan masakan buatan Andri.
Kini semua tertuju pada Siska yang sedang makan lagi dengan sangat lahap tidak memperdulikan tamu lainnya. Baru beberapa detik, Siska sudah makan puluhan piring makanan. Semua orang sangat terkejut dengan apa yang di lakukan Siska, terutama Andri yang bingung dengan Siska yang makan dengan sangat lahap.
“Kenapa Siska begitu tidak tau malu!” Pikir Andri yang sangat cemas dan juga taidak tau harus melakukan apa pada dirinya sendiri sekaligus menahan rasa takutnya yang terus di tatap oleh Mamanya.
“Ini sangat enak sekali!” Ucap Maria yang di dekatnya dengan jelas yang sudah mulai mencoba masakan Andri. Andri tidak berkata apa-apa dan hanya tersenyum saja danmasih bingung dengan apa yang terjadi.
Semua orang mulai mencoba masakan buatan Andri termasuk Mamanya yang sedikit penasaran. Mereka semua mulai mengambil sedikit dari makanan yang buat Andri kemudian mencobanya. Saat mereka telah mencobanya, mereka langung diam dan tidak berkata apapun termasuk Mamanya
“Kali ini apa yang terjadi?” Andri yang bingung saat meliah semua orang yang bingung dan juga masih diam di tempatnya setelah mencoba masakan Andri.
Setelah diam beberapa saat, mereka semmua langsung sedikit demi sedikit mulai makan masakan ANdri dengan elegan. Mereka semua saling balas menatap saat mulai satu piring habis di meja mereka. Mereka sangat terkejut dengan Maria yang masih makan dengan sangta lahap seperti terlihat memikirkan sesuatu. Ada yang menalan ludahnya sendiri dan ada yang mulai mengambil lagi makanan. Karena banyak yang mulai mengambil makanan mereka sekarang berhenti makan dengan elegan. Dan mulai makan seperti orang yang tidak makan selama beberapa hari.
“Heh!” Andri sangat bingung sekali dengan apa yang terjadi saat melihat semua orang yang mulai makan dengan sangat lahap, bahkan termasuk Mamanya dan Maria serta anak-anak lain yang ada di meja makan dengan sangat cepat seperti keraskukan.
Dalam beberapa detik semua orang berubah di meja membuat Anto tidak mengerti dengan apa yang terjadi sebenarnya. Anto tida sengaja melihat kedua pelayan itu [ergi mejauh setelah semua orang makan dengan sangat lahap. Andri yang berada di samping Mamanya perlhan meninggalkan Mamanya kemudian mengikuti pelayan ke dua pelayan itu.
NEXT Chapter