
No 1 terus memperhatikan apa yang akan di lakukan Pria yang sudah sangat bersiap sekali. “Sepertinya di masaku juga dia sudah melakukan pengulangan yang sama. Dia benar-benar orang yang berbahaya.” kata No 1 setelah melihat semua kejadian itu dalam ingatan ini lagi. No 1 kemudian melihat lagi ke Pria itu yang terlihat waspada sekali pada robot yang perlahan keluar dari dimensi.
Pria itu menyerang dengan kekuatan penuhnya dan membuat ratusan robot jadi hancur. Di sisi lain No 2 yang terhenti dan dapat melihat kejadian itu hanya bisa terdiam saja. Tapi rbot yang di hancurkan pria tadi malah kembali meregenerasi diri dengan sangat cepat sekali. “Ini kenapa aku tidak suka berlama-lama dengan dirimu. Ada saja yang membuat diriku kesusahan.” kata Pria itu dengan melihat ke robot yang masih banyak meregenrrssikan diri. Setelah semua robot meregenerasikan diri, mereka semua terlihat menganalisa lalu mereka semua melebur, lalu dari leburan itu mereka semua perlahan berubah jadi robot bentuk baru yang terlihat serba hitam semua.
“Robot baru.” kata No 1 dengan singkat dengan melihat ke robot yang tidak pernah di buatnya sama sekali. “Sepertinya ide ini menarik juga.” kata No 1 dengan tenang saja. “Andaikan aku tidak di perlihatkan ingatan ini, aku pasti menyelidik dulu pria itu. Untung saja ini sudah membulatkan tekadku.” dengan wajah serius No 1 mengatakan itu dan tentunya tidak ragu lagi membunuh pria itu. Setelah itu No 1 melihat skelilingnya jadi gelap lagi dan itu membuatnya menunggu kejadian apa setelah di lompati di bagian tadi. Setelah beberapa saat menunggu, perlahan sekelilingnya mulai terlihat dan kali ini memperlihatkan pria itu sudah babak belur dan terkapar di tanah. Pria itu terus di tembaki oleh pobot dengan senjata tajam yang seperti bukan peluru biasa, melainkan semua dari elemen yang mereka miliki.
Pria itu sudah terluka sangat berat sekali tapi masih terus di tembaki oleh robot. Setelah beberapa saat, robotnya berhenti menembak lalu mereka melihat ke kebur hasil tembakan mereka. Saat semua debunya menghilang, pria tadi sudah kehilangan banyak sekali darah dan juga beberapa bagian tubuh yang ssudah tidak bisa di anggap sebagai luka saja. “Padahal kamu sudah berhasil ku hentikan, kenapa kenapa masih saja ada yang menghalangiku membunuhmu?” Tanya pria itu yang sudah terkapar tidak berdaya sama sekali dengan berusaha melihat ke No 2 yang masih di tempatnya tanpa terluka sama sekali. “Sepertinya lebih baik di ulang saja.” dengan suara perlahan menghilang lalu semua tubuhnya menghilang dari tanah. No 1 yang melihat itu jadi dingin tahu ke mana perginya, tapi karena itu hanya sebatas ingatan saja, dia tetap diam saja dan memperhatikan semua robot yang perlahan kembali ke dimensi.
No 1 tahu kalau dirinya yang lain itu memerintahkan semua robot itu untuk melindungi dirinya dengan melihat semua hasil dari pertarungan sebelumnya yang di lakukan oleh kedua orang Pemuda yang tidak takut sama sekali dengan pria itu.“Sepertinya setelah diriku yang ini, aku akan di perlihatkan teknik apa yang di gunakan pria tadi dalam ingatan terakhir diriku yang lain. Sepertinya aku harus melihat apa lagi yang terjadi kali ini supaya tahu lagi dengankehidupan ini.” dengan tenang No 1 mengatakan itu dan juga sudah mulai bersiap apa yang harus di lakukannya di kehidpannya nanti dengan melihat ke alah satu pemuda yang ada di lubang cukup dalam. Setelah itu No 1 melihat lagi ke No 2 yang melihat matanya bergerak sana sini yang terlihat ingin membebaskan diri. No 1 melihat dirinya yang lain memejamkan matanya lalu dari seluruh tubuhnya bercahaya yang sangat menyilaukan dan setelah itu terdengar suara retakan seperti sesuatu di paksakan keluar. Suara retakan itu semakin keras lalu tiba-tiba cahaya yang menyelimuti No 2 meledak hebat sekali*. “Apa itu tadi ledakan?"* Tanya No 1 yang melihat dengan jelas sekali semua debu di sekitar dirinya yang lain dengan sahabatnya.
“Akhirnya bisa gerak juga.” kata no 2 dari balik debu pasir di sana yang mengelilinginya. Setelah itu No 2 menghempaskan semua debu pasir di sekelilingnya hingga tidak ada yang tersisa yang membuatnya dapat melihat dengan leluasa. “Pria tadi kenapa ingin membunuhku?" Tanya No 2 dengan melihat ke sahabatnya yang jatuh dengan penuh luka akibat ledakan yang di buatnya tadi. “Sebaiknya ku sembuhkan dulu sebelum membeabskannya.” dengan tenang mengatakan itu lalu membuat sebuah suntikan. Setelah itu No 2 langsung menusukan itu pada lengan sahabatnya tanpa ragu sama sekali. Saat setelah di suntikan, perlahan luka dari sahabatnya itu perlahan sembuh dengan cepat sekali. Setelah itu No 2 mendirikan sahabatnya itu kemudian menyentuhnya. No 2 neyelidiki dulu apa yang terjadi pada sahabatnya itu sebelum membeaskannya. “Pantas saja terjadi ledakan. Ini bukan bukan penghentian waktu biasa, tapi segel seleruh kehidpun.” kata No 2 setelah mengetahui apa yang di lakukan pada dirinya itu. “Tapi sepertinya karena diriku terlalu kuat, itu tidak terlalu berpengaruh padaku dan hanya masalah waktu saja sampai bisa bebas dengan otomatis. Rasanya aku terlalu banyak kekuatan yang ku miliki.” kata No 2 dengan tenangnya lalu mengalirkan kekuatannya pada sahabatnya itu untuk memecahkan segel pada dirinya.
Setelah beberapa saat membebaskan sahabatnya, tidak terjadi ledakan apa pun seperti saat dirinya mencoba pada dirinya sendiri. Setelah sahabatnya kembali seperti semula dia langsung melihat sana sini dan melihat banyak sekali lubang yang tidak di ketahuinya sama sekali. “Sebaiknya kamu jelaskan semua ini apa?"Tanya sahabatnya itu dengan terus melihat banyak sekali bekas yang terjadi di dekat mereka itu. No 2 langsung memunculkan sebuah layar di depan sahabatnya itu yang mempelihatkan semua kejadian beberapasaat yang lalu.
Setelah beberapa lama melihat, sahabatnya itu hanya diam saja tidak menduga kalau semua itu ternyata itu semua yang telah terjadi di dekat mereka berdua. “Sepertinya kamu banyak sekali masalah.” kata sahabatnya itu pada No 2 di dekatnya setelah melihat semua kejadian yang di alaminya meski dia tidak tahu sama sekali.
“Mana mungkin aku punya banyak masalah. Cuma satu masalahku yang besar dan itu cuma orang tuaku saja. Tapi kalau yang ini aku baru tahu dan juga ingin tahu malah.” jawab No 2 dengan tenang dan juga penasaran sambil melihat ke semua bekas pertempuran yang terjadi. Sahabatnya diam melihat ke No 2 yang wajahnya terlalu serius dan juga ingin tahu dengan apa yang terjadi.
“Jangan bahas ini lagi, sebaiknya perlihatkan bagaiamana mereka menjalani kehidupan mereka saat seperti ini.” minta sahabatnya itu pada No 2 yang masih terlihat memikirkannya. No 2 yang mendengar itu seperti baru tersadar dan teringat dengan mereka lalu melihat ke sahabatnya itu.
“Jangan saja. lebih baik kita membiarkannya saja. Lagi pula mereka tidak bisa di lukai oleh siapa pun meski tanpa kekuatan mereka semua.” jawab no 2 dengan tenang dan yakin dengan masih memikirkan hal sebelumnya. Sahabatnya itu malah terus memperhatikan No 2 yang sudah teralihkan lagi oleh pikirannya yang ingin tahu dengan siapa Pria tadi itu yang menyerangnya tanpa alasa yang jelas.
“Nah diriku yang lain, kira-kira apa yang akan kamu lakukan di antara dua hal penting seperti ini?" Tanya No 1 dengan melihat ke dirinya yang lain yang sedang tenang saja memikirkannya di tempatnya. Sementara itu dirinya yang lain dan sahabatnya hanya diam saja tidak melakukan apa pun dari tempat mereka. Sahabat No 2 jalan mendekat ke lubang yang cukup besar dan melihat seorang pemuda yang terkubur yang tidak asing baginya.