
“Aku tidak tau.” Jawab Momo dengan wajah serius “Tapi dia pernah mengatakan, jika kta kembali ke masa lalu, dia akan membawa semuanya kembali ke masa lalu.” Ucap Momo yang sedang mengingat perkataan Anti dari masa depan.
“Apa maksudnya?” Tanya Nana lagi yang tidak kunung paham sama sekali.
“Hah…!” Lala yangmengeluh melihat Nana yang sangat tidak paham sama sekali “Biar ku jelaskan.” Ucap Lala yang Nana tidak paham sama sekali dengan ucapan Momo “Anto akan ikut kembali ke masa lalu dengan cara sendiri dan juga akan membut perubaha yang tidak di duga sama sekali oleh dunia.” Lala menjelaskan dengan lebih simple dan jelas.
Nana mangangguk sebagai tanda paham setelah mendengar perkataan Lala denga cermat.
“Sudahlah, jangan kita bahas ini. Sebaiknya bagaimana kabar kalian?” Tanya Lala setelah memberikan Nana jawab yang di inginkannya.
“Yah, seperti yang kamu lihat sendiri.” Ucap Nana dengan wajah ceria dan juga senang.
Setelah saling bertemu mereka bertiga bericara menganai keseharian mereka setelah banguan dan tidak membicarakan hal lain lagi.
***
Berjam-jam berlalu di taman, mereka bertiga masih ngobrol dengan waktu yang lama.
“Bagaimana kalau kalian ke Planet ku saja?” Kata Lala memberikan saran pada Nana dan Momo.
“Lain kali saja. Sekarang aku akan menikmati waktu bersama keluargaku dan ingin menghabiskan lebih banyak waktu lagi bersama mereka.” Ucap Momo dengan santai dan juag dengan suara lembut pada Lala.
“Aku mau ikut.” Ucap Nana dengan wajah ceria dan juga bersemangat.
“Boleh saja. Nanti kita bertemu dengan Anto yang tidak mengingat kita di rumah saudariku.” Ucap Lala dengan santainya.
Nana dan Momo kaget saat mendengar Lala mengatakan Anto yang berada di rumah saudarinya.
“Kalian juga kaget. Justru Aku lebih kaget banget lo.” Ucap Lala saat pada Nana dan Momo dengan senyum.
“Aku ikut juga.” Ucap Momo yang tadinya tidak ada niat ikut dengan tegas.
“Kapan kitaberangkat?” Tanya Lala pada mereka berduan yang terlihat tidak sabar.
“Sekarang!” Jawab Nana dan Momo dengan serempak sekali.
Setelah memutuskan dengan bulat, Mereka berttiga berjalan pelan melewati taman dengan wajah serius. Momo langsung membuka portal kecil di depan mereka bertiga setelah mereka ada di tengah jalan. Tanpa ada yang
bertanya kemana tujuan portal itu, mereka bertiga langsung masuk dengan cepat ke dalam portal. Di dalam portal, Mereka bertiga tidak ada yang bicara, hanya saling menatap dan ingin cepat ketemu dengan Anto yang ada di Planet Aqua. Setelah keluar dari portal, Mereka tiba di gurun temat Lala masuk menuju dalam gurun.
“Cepat juga.” Ucap Lala dengan pelan dan juga dengan senyum di wajahnya pada Momo dan Nana.
“Ayo cepat.” Nana denga memaksa menarik tangan Lala dan terbang menunu langit.
Momo mengikuti Lala dari belakang yang dengan sangat riang dan juga tersenyum melihat kelakuan Nana yang sangat memaksa pada Lala. Mereka bertiga yang makin terbang kel langit dengan cepat semakin lama semakin terasa panas. Mereka bertiga dengan sangat cepat menembus Atmosfir dengan pakaian yang sedikit terbakar saat menembus atmosfir. Mereka bertiga berhenti sbentar untuk memulikan pakaian mereka yng terbakar, setelah selasai mereka bertiga langsung terbang dengan cepat menuju Planet Aqua. Dalam perjalan menuju Planet Aqua, mereka bertiga tidak ada yang bicara sama sekali.
***
“Sebentar lagi tiba.” Ucap Lal dengan tgas pada Nana dan Momo yang terlihat tdak sabara imgin bertemu dengan Anto.
Nana dan Momo berusaha tetap tenang dengan perkataan Lala yang mengatakan akan sebentar lagi ketemu dengan Anto. Saat Nana dan momo melihat galaxy yang di depannya, mereka terlihat sangat gembira dengan wajah cerah sekali. Dengan semakin cepat mereka bertiga menunju galaxy di depan Mereka itu. Nana dan Momo mengkikuti Lala dari belakang menuju Planet Aqua. Setelah masuk ke dalam Galaxy, Lala dengan cepat terbang menuju Planet Aqua..
“Itu di sana?” Lala menunjuk sebuah Planet dengan warna biru laut yang sangat canti.
Nana dan Momo yang melihat Planet itu menjadi semakin tidak sabar. Tapi, mereka berdua berusaha untuk tidak terlalu bahagia, karena terlalu bahagia tidak akan memberikan banyak manfaat bagi mereka jika hanya sebentar saja bahagia. Setelah sampai di dekat bulan Planet Aqua, Mereka bertiga langsung memasuki Planet Aqua dengan sangat cepat. Kurang sepuluh menit, mereka bertiga telah sampai di dalam Planet Aqua.
“Ikut aku.” Lala menagajk Nana dan Momo menuju rumah saudarinya
Nana dan Momo mengikuti Lala lagi. dengan kecepatan yang sama dengan Lala. Setelah beberapa lama terbang, Lala menurunkan kecepatannya dan melihat ke sebuah Kapal yang cukup besar sekali sedang di naiki oleh saudarinya dan keluarganya yang lain.
“Kenapa berhenti?” Tanya Nana pada Lala yang berhenti terbang.
“Nanti dulu, mari kita ke sana dulu.” Ucap Lala yang sedkit bingung dengan tingkah keluarganya di bawah sana.
Setelah itu, Lala membuat sebuah portal di langit. Setelah terbentuk, Mereka bertiga masuk ke dalam portal. Beberapa detik kemudian, Mereka bertiga langsung sampai di bawah tempat keluarganya berkumpul.
“Pa! Apa yang terjadi?” Tanya Lala dengan cepat setelah sampai di bawah.
“Lala!” Papanya sedikit kaget dengan Lala yang tiba-tiba memanggilnya “Siapa mereka?” Tanya Papanya saat melihat Nana dan Momo yang ada di belakang Lala.
“Mereka berdua sahabatku.” Jawab Lala pada Papanya yang terlihat sangat panic sekali .
“Maaf, tapi bisa kalian ikut sekarang.” Kata Papanya dengan sangat panic sekali.
Lala dan kedua bersaudari tidak berkata apa-apa setelah Papa Lala berkata begitu. Lala, Nana dan Momo mengikuti Papa Lala yang sedang berjalan masuk ke dalam kapal dengan sangat tergesa-gesa.
“Apa yang terjadi?” Tanya Nana pada Lala dengan berbisik padanya.
“Mana ku tau. Kita baru sampai kan!” Jawab Lala yang memeprhatikan Papa terus menrus dari belakang.
Nana yang sudah mendapat jawaban tidak berkata apa-apa pada Lala dengan jawaban yang di kasi taunya. Mereka bertiga mengikuti Papa Lala dengan berjalan sepertinya. Beberapa lama mereka berjalan, mereka berempat sampai di sebuah ruangan yang cukup luas dan di sana sudah banyak orang yang sedang bekerja. Semua orang snagat sibuk sekali di kursi mereka dan menekan layar-layar mereka di depan mereka.
“Kapten!” Seorang memangil Papa Lal dengan tegas dan juga dengan hormat.
“Kalian pergilah ke ruangan ini.” kata Papa Lala dengan tegas pada mereka bertiga.
Tanpa menunggu Mereka bertiag menjawab, Papa Lala meninggalkan Merea di tengah kesibukannya.
“Mari kita pergi.” Ajak Lala dengan suara kecil menuju ruangan yang di maksud Papanya.
Next Chapter