Interstellar Adventurer

Interstellar Adventurer
Chapter 222


Anto yang melihat Elf itu terlihat membaik, kemudian melepaskannya dengan pelan lalu membiarkannya berdiri. “Mari keluar.” Ajak Anto dengan membuka lebar-lebar semak-semak yang menunjukkan keluar meski Elf itu baru saja membaik. Anto duluan keluar lalu di susul gadis Elf itu yang mengikutinya dari belakang dengan pelan. Saat sudah di luar gadis Elf itu melihat ke mayat monster yang pernah mengejarnya dengan gemetar. “Mari!” Ajak Anto sambil menarik tangan gadis Elf itu ke pohon Monster. Gadis Elf itu langsung menarik tangan Anto menjauh dari monster pohon itu hingga Anto terjatuh. “Apa yang kamu lakukan?” Tanya Anto pada gadis Elf itu.


Gadis itu diam saja dan tidak menjawab. Anto tidak mengerti dengan sikap gadis itu yang tidak ingin mendekat ke Monster pohon itu. Tiba-tiba Anto merasakan Monster pohon itu memberi tahu kalau dirinya itu di takuti karena buah yang di makan mereka itu bisa membuat mati. Anto malah merasa bingung, padahal kalau dia yang makan tidak mati sama sekali. Mosnter pohon itu malah bilang kamu hampir mati karena memakan buahnya, tapi selamat entah bagaimana dan nahkan  Mosnter pohon tidak tahu apa yang menyebkannya. Anto jadi mengerti dan mengingat saat pertama kali memakan buah itu yang membuat seluruh tubuhnya jadi panas dingin tidak di ketahuinya.


Monster pohon itu juga memberi tahu Anto, kalau buahnya bisa di makan jika di campur dengan air putih dan tidak akan menyebabkan apa pun. Anto Tanya di mana dia bisa dapat air putih. Monster pohon menyuruhnya ke utara yang di sana ada banyak air dan juga diriku yang lain di sana. Anto yang mendengar itu jadi tenang. “Baiklah mari kita ke utara!” Bicara Anto dengan jelas sambil berdiri. 'Prestasi Luar Biasa Anda Mempernjang Darurasi Tinggal Di Dungeon Jadi 10 Tahun Dengan Tujuan Mengantar Pulang Ras Elf Ke Negeri Hutan’ notifikasi langsung di berikan pada Anto. Lalu setelah beberapa saat sebuah layar baru muncul. {Misi: Pengawal Bangsawan Elf Sampai Pulang Ke Negeri Hutan Para Elf Tinggal. Hadiah: Kesukaan maksimal Elf Haruna. Syarat: Minimal Level 150. Misi dan Hdiah bisa berubah tergantung dengan Ras yang di tolong. Misi: Pencarian Para Putri Bangswan Dari Ras Lain 1/--}.


Anto yang mendapat dua buah Misi dari System sekaligus, baru tahu kalau akan ada misi seperti itu di dalam Dungeon. “Ada ras lain lagi. Mungkin sepertinya ada banyak ras di Dunia ini!” Anto yang melihat ke Misi yang baru di dapatnya saat di dalam Dungeon. Anto kemudian  melihat ke gadis Elf itu yang menunggu Anto yang akan mengajak ke suatu tempat. “Oh ya sebelumnya aku minta maaf. Namaku Anto.” Dengan sopan memperkenalkan dirinya pada gadis Elf itu. Tapi Elf itu malah diam saja saat Anto mengulurkan tangan mengajaknya jabat tangan.


Anto hanya menunggu saja dan tidak bicara sama sekali sambil terus mengulurkan tangannya. “Apa mungkin aku terlalu buru-buru?” Tanya Anto pada dirinya yang masih ragu apa yang di lakukannya itu benar. Anto yang tidak di jabati tangannya oleh Elf itu dan menarik tangannya lag dan tetap tenang tanpa marah. Anto kemudian melihat ke Monster yang di bunuh oleh Monster pohon itu. “Aku tidak pernah makan daging, aku simpan saja di dalam.” Anto pun jalan meninggalkan Elf itu yang masih lapar. Gadis Elf itu malah langsung lari meninggalkan Anto yang berjalan ke mayat Monster itu.


Monster pohon itu bertanya pada Anto apa dia akan membiarkannya lari seperti itu. “Nanti ku kejar, kan ada kamu dan tumbuhan lainnya yang nanti bisa memberi tahu lokasinya jika ada bahaya yang mengancam dirinya.” Jawab Anto dengan terus mengurusi mayat Monster dengan memotong bagian tubuhnya dengan pisau yang di buatkan oleh semak-semak yang entah bagaimana caranya dia membuat semua itu. Anto memotongnya jadi sangat kecil-kecil dengan sekejaap mata saja. Tapi “Kenapa aku bisa melakukan itu?” Tanya Anto pada dirinya karena bingung. Anto mengingat bisa merasakan bagian mana yang harus di potong dan juga rasanya waktu terhenti. Tapi Anto tidak terlalu peduli karena tidak terlalu mengerti dengan apa yang di lakukannya.


***


Setelah lari cukup lama Anto di panggil oleh seorang sebuah bunga menyuruhnya berhenti dengan sangat tegang sekalu yang bisa di rasakannya. Anto pun berhnti lalu mendekat ke bunga yang tidak terlalu jauh di dekatnya. Anto langsung di peringatkan kalau ada Monster di depannya dan memintanya bersembunyi di dekatnya. Anto pun diam di sana mengawasi dari kebun bunga yang banyak sekali. Anto kebingungan bagaimana caranya dia akan sembunyi, karena bunga di sana sangat keciil-kecil. Para bunga menyuruh Anto terungkup sebelum Anto bertanya cara sembunyinya. Anto pun melakukan apa yang di minta bunga. Setelah terungkup, Anto kemudian di kelilingi oleh tanamana merambat di seluruh tubuhnya dan kemudian yang di tubuhnya di keliingi banyak bunga. Anto diam saja saat Bunga itu melakukan hal itu padanya.


Setelah beberapa saat, tubuhnya di kelilingi banyak bunga dan hanya menyisakan matnya yang dapat melihat saja.  Anto tba-tiba merasakan getaran dari tanah yang sangat keras sekali dan tidak teang seperti sebelumnya. Anto kemudian mengintip dari celah mata yang di tinggal oleh bunga dengan sengaja. Bunga memberi tahunya Mosnter ada di depannya sedang jalan ke arahnya. Anto diam saja tidak merespon melihat lurus siapa yang datang. Saat getaran tanah di dekatnya terasa semakin dekat Anto melihat sesuatu dari kejauhan. Anto melihat sosok besar sedang jalan ke arahnya. Bunga memberi tahunya kalau itu namanya Minautur seekor monster dengan kecerdasan rendah.


Anto melihat Minautur itu sangat berbeda sekali dengan Minautur di buku komik yang pernha di bacanya. Dalam buku komik yang pernah di bacanya, Minautur itu berwajah seperti sapi, tapi yang di lihatnya dari kejauhan seekor raksasa yang melebihi tinggi pohon di dekatnya, dengan satu mata, hidung seperti babi, Giginya seperti jarum yang bertumpukan tanpa ada kulit rahang yang menutupinya, tanpa senjata, gendut, berotot bagian tangan dan kaki saja dan sangat jelek sekali. Anto tidak habis pikir kalau itu seekor Minautur yang sangat buruk rupa sekali dan tidak hanya punya kelrbihan raksasa saja dan tidak ada hal lain lagi yang menojol darinya.


Para Bunga menyuruhnya  untuk diam dan tidak menggerakkan tubuhnya Karena mata Minautur itu sangat sensitif sekali terhadap gerakan dan bisa membunuh dengan lihat saja. Anto tidak mengerti sama sekali maksud dari bunga. Tapi Anto terus melihat ke Minautur yang sedang jalan ke arahnya. Saat terus mengawsi, Anto melihat seekor monster yang mirip dengan Monster yang telah di bunuh oleh Monster pohon dan juga yang pernah di sembelihnya. Monster itu sedang berlari menjauh namun tiba-tiba Monster itu melayang terbang seperti di tarik sesuatu menuju Minautur yang terus jalan. Saat Monster yang di tarik itu sampai di dekat Minautur mosnternya langsung di tangkap kemudian di langsung di makan saja.