Interstellar Adventurer

Interstellar Adventurer
Chapter 208


Anto yang di tarik tangannya di kejar oleh para bayangan itu karena tidak menduga kalau dia akan di tarik. Mereka mengikuti di barisan pelajar lainnya. “Cepat semuanya, nanti kita telat.” Bicara remaja yang terus menarik tangan Anto dengan kuat. Anto hanya diam saja karena tidak mengerti dengan apa yang sedang terjadi. Setelha beberapa meter berlari remaja itu perlahan melepas tangan Anto.


“Aku tidak ingin terlibat dengan apa pun.” Anto yang ingin keluar dari kerumunan. Anto memikirkan cara supaya bisa bebas dari kerumunan. Anto terus berlari mengikuti, setelah ada pembelokan Anto melihat ke semua orang yang sedang focus dan itu adalah kesempatan yang bagus untuknya kabur dari sana tanpa di sadari sama sekali. Saat tinggal beberapa meter, Anto membuat hologram dirinya di sana lalu membuat dirinya menghilang dan tidak bisa di deteksi siapa pun.


Saat sudah di belokan Anto langsung melompat ke langit-langit dinding lalu menempel dan di sana dia menunggu semuanya lewat termasuk para bayangan itu yang juga mengejar dengan agak jauh di belakang para siswa-siswi. “Nah sekarang, kemana aku harus pergi?” Tanya Anto yang melihat kerumuan itu sudah pergi jauh. ‘TAP! TAP! TAP!’ seseorang datang dengan cepat yang juga terlihat lelah sekali. Anto hanya diam melihat dan tidak bergerak dari tempatnya. Siswa kali ini yang mengenakan seragam berbeda dari biasanya. “Kelas Silver?” Anto yang tidak tahu kalau kelas silver bisa masuk ke gedung.


Tapi karena sedikit kesalahan, dia tersandung kakinya sendiri hingga membuat dirinya jatuh denga keras. -Cepat gantikan dia jadi host acara yang sedang berlangsung!- Suruh NAVI tiba tiba pada saat Anto sedang melihatnya terbaring akibat jatuh.


“Hah!” Anto tidak mengerti maksud NAVI yang tiba-tiba seperti itu. Tapi Anto langsung melompat dan menunjukkan dirinya dengan wajah asli dan warna bajunya yang bronze di bagian kerah karena di suruh NAVI. “Kamu baik-baik saja kan?” Tanya Anto sambil mengulurkan tangannya pada remaja yang jatuh itu. Remaja itu perlahan mengambil uluran tangan Anto lalu bangun dengan bantuan Anto.


“Terima kasih. Aku baik-baik saja.” Jawabnya sambil membersihkan pakaiannya. Anto hanya melihat saja sebelum remaja itu melihat ke arahnya. “Gawat! aku akan telat jika seperti ini.” Remaja itu berlari lagi meninggalkan Anto sebelum sempat melihat wajahnya. Anto diam saja tidak bereaksi saat melihat itu.


-Kejar, jangan diam saja- Suruh NAVI dengan serius sekali. Anto yang di suruh langsung mengejar dengan cepat tanpa berkata kata sama sekali. -Akanku transfer file tentang dia- Bicara NAVI dengan serius. Setelah itu NAVI mentranfer seperti yang di katakanya. Anto mendapat sekali banyak info mengenai remaja itu.


{Remaja itu ada sosok host terbaik di masa depan dan juga sekaligus orang baik yang menyelamatkan siapa pun dari ketepurukan dengan kekuatannya yang tiada tara. Dia tidak sombong meski hanya punya kekuatan setara dengan pengahncur kota. Di masa depan di kenal sebagai ‘SUN’ yang menerangi jalan.} “Sungguh julukan yang terlalu singkat.” Anto memujinya karena tetap berjalan di ajalan kebenaran meski remja itu tetap mengalami hal butuk. Tapi Anto tidak di kasi tahu kenapa remaja itu menjadi SUN, hanya mendapat data dan tidak tahu penyebab terjadi di masa depan. “NAVI, bukannya kamu bilang sudah 100 persen kamu transfer, kenapa masih ada lagi?” Tanya Anto pada NAVI yang tidak tahu kenapa NAVI berbohong padanya.


-Yah memang semunya ku kasi apa yang telah kamu pelajari. Namun aku tidak kasi yang mengai infotmasi orang yang ada di sini. Lebih baik ku simpan dan nanti kamu alami saja pertemua dengan orang-orang penting yang semuruan denganmu- Jawab NAVI dengan santai dan juga tidak ingin membenai Anto. Anto terdiam dan paham maksud NAVI yang melakukan itu padanya.


“Ya sudah. Akan ku lakukan sepert biasa saja.” Timbal balik Anto dengan terus cepat mengejar. Saat sampai di dekat remaja itu, Anto langsung berlari di belakangnya tanpa mengtakan apa pun. Selama beberapa saat dia terus mengejar. “Hei, mau ke mana kamu?” Tanya Anto pada remaja di depannya.


“Hah!” Anto jadi bingung dan tidak mengerti sama sekali dengan yang terjadi. “Apa dia ini benaran Sun di masa depan kan?” Tanya Anto yang melihat cata bicara tidak sesuai imajinasinya. Anto memeriksa remaja itu dengan Skilnya dan menemukan banyak memar di tubuhnya yang tidak di duganya. “Astaga… sepertinya dia sangat di siksa di sini. Sebaiknya aku saja yang ambil alih.” Anto yang masih tidak menduga sama sekali kalau remaja di depannya itu terlihat seperti pecundang memang pecundang sungguhan. “Biar ku bantu.” Anto mengajukan diri dengan cepat.


Remaja itu lansung berhenti mendadak hingga Anto menabraknya dari belakang dan membuat mereka berdua jadi terjatuh. “Apa kamu serius?” Tanya permuda itu yang langsung duduk di atas Anto dengan serius sekali.


“Ya, tapi cepat berdiri. Mau sampai kapan kamu duduk di atasku?” Suruh Anto pada remaja itu yang terlihat senang sekali. Remaja itu dengan cepat berdiri dan juga sikap berubah drastic sekali. Anto perlaha berdiri dengan sedikit sakit. “Apa ini?” Tanya Anto yang melihat mata menyilaukan yang senang sekali dari remaja itu. “NAVI, sepertinya kamu mempetemukan aku dengan anak yang aneh kan?” Anto yang merasa kurang nayaman dengan tatapan remaja itu. “Jadi di mana aku akan jadi host?” Tanya Anto pada Remaja itu yang sudah berdiri.


Tapi Anto tidak sadar menyebut kata host itu membuatnya jadi sebuah kesalahn fatal yang tidak di ketahuinya sama sekali. Remaja itu malah tetap diam dengan terus melihat ke Anto. “Ikut aku!” Anto langsung di tarik tangannya. Tapi Anto langsung berhenti sebentar hingga mereka belum jalan.


“Tunggu dulu. Apa kamu mau aku pergi seperti ini?” Tanya Anto pada remaja itu yang belum sama sekali memperhatikannya. Remaja itu berbalik melihat ke Anto yang seperti itu. Dia terus melihat ke seluruh badannya. Dia melihat ke bagian kerah dan jadi kaget sekali. “Jangan takut dulu. Aku menyusup ke sini dan tidak katahuan sama sekali oleh siapa pun. Aku lihat kamu sangat aneh makanya aku mau bantu.” Anto bicara dengan jelas meski bukan itu kemauannya sendiri.


Remaja itu masih diam saja dan tidak merespon sama sekali. Anto bisa melihat keringat dingin di wajahnya yang tidak tahu kenapa. “Ka, kamu seharusnya tidak boleh ke kelas lain. Kenapa kamu bisa kemari?” Tanya remaja itu dengan sangat ketakutan sekali. Anto tidak langsung merespon dengan sedikit mencerna pertanyaan remaja itu yang terlalu singkat.


“Lihat ini!” Anto langsung menghidupkan hologramnya dengan versi kecil lalu memperlihakan dirinya yang melompat di atas gedung sekolahnya dan memperlihatkan dirinya yang masuk ke pintu di gedung gold tanpa di ketahui sama sekali. “Kamu paham sekarang. Tapi, aku ingin kamu rahasiakan ini.” Minta Anto dengan serius pada remaja itu.


Remaja itu tetap diam tidak bicata sama sekali pada Anto. “De, dengarkan baik-baik, mungkin saat ini para penjaga belum tahu, tapi sekali mereka tahu kamu akan di hukum berat. Apa kamu tahu kalau seorang dari gedung Bronze datang ke gedung lain tidak pernah sekali pun terjadi. Apa lagi di izinkan melihat semua yang ada di sini. Di sini itu tidak boleh memasuki gedung lain tanpa seizin dari siapa pun.” Remaja itu bicara dengan sangat kecil sekali. Anto hanya terdiam melihat ekspresi ketakuan itu.