Interstellar Adventurer

Interstellar Adventurer
Chapter 165


“Hati-hati ma.” Anak itu melambaikan tangannya pada Mamanya yang masih di dekat gerbang dengan sangar ceria sekali. Mamanya membalas tersenyum sambil membalas lambaian tangan anaknya.


“Mari kita makan sebelum berangkat.” Bicara wanita itu dengan santainya berjalan ke sebuah tempat makan keluarga yang tidak terlalu jauh. Setelah jalan beberapa meter, dia masuk tanpa ragu dan langsung duduk sebuah meja yang terdekat dan juga ada orangnya. Dia menekan meja  dan muncul menu yang ada di depannya. Wanitu itu memilh sebuah makanan yang ada ayam gorengnya ‘DUARRR!’ Ledakan terjadi di tekat makan keluarga itu dan membuat wanita itu menekan beberapa tombol makanan dan memesan hingga 20 makanan. ‘CTAAARR!’ Kilatan petir menyambat tempat di depan pintu tempat makan itu.


Wanita itu melihat ke sana dengan sedikit keget dan tidak memperhatikan pesanannya yang  salah pesan. “Maaf sebelumnya, apa pesanan anda ini benar?” Tanya seorang anak Gadis yang tiba-tiba di sana yang entah datang dengan telepostasi dengan mengenakan pakaian maid.


Wanita itu langsung melihat ke dekatnya yang suda ada Maid sambil melihat ke pesanannya yang sudah banyak sekali. “Tidak, aku mau pesan ayam sama nasi saja. Tadi agak kaget dengan masalah di luar jadi salah tekan.” Wanita itu merespon dengan sopan dan lembut pada Gadis itu.


“Gitu ya. Baiklah tunggu pesanan anda.” Gadis muda itu langsung menekan beberapa tombol yang ada di meja lalu beranjak keluar dari tempat makan itu dan menmukan banyak sekali binatang Iblis di luar. “Permisi kalian bisa tidak membuat keributan di tempat ini?” Tanya Gadis itu dengan sopan pada Iblis di sana. Para Iblis malah langsung menerjang ke Gadis itu dengan menyerang mereka.  Luna yang melihat itu langsung mendekat dan menghajarnya tapi malah langsung tembus dan tidak mengenai apa pun.


“…!” Luna jadi terdiam dan tidak bisa berkata apa-apa saat menembus itu. “Kenapa aku tidak bisa menolong Gadis itu?” Tanya Luna yang tidak mengerti sama sekali sambil melihat tangannya yang tidak ada apa-apa sama sekali.


“Apa yang kamu lakukan?” Tanya Gadi itu yang ada di belakangnya. Luna melihat ke suara yang memanggilnya itu. Luna malah kaget dan menghindarinya dan juga tidak menduga Gadis itu baik-baik saja setelah di serang gerombolan Monster itu. Luna melihat ke Monster yang tertanya berhnenti bergerak dan sama sekali diam di tempat mereka.


“Masih hidup!” Luna yang melihat Gadis itu baik-baik saja. Gadis itu malah heran dengan Luna yang bersikap seperti itu padanya.


“Apa kamu pikir aku mati?” Tanya Gadis itu yang terlihat kesal padanya. Luna malah bingung dengan tatapan Gadis itu padanya. “Kamu siapa? kamu dari mana? kenapa kamu pakai pakaian aneh begitu?” Tanya Gadis itu yang melihat Luna yang memakai pakaian khas malaikatnya sejak awal dengan tatapan aneh padanya sekaligus kesal. Luna malah diam saja tidak merespon sama sekali dan malah terlihat tidak mengerti dengan apa yang di lihatnya. “Apa mungkin kamu dari Dunia lain? atau Planet lain?” Tanya lagi Gadis itu yang penuh rasa ingin tahu dan juga masih santai saja dengan Luna yang terlihat kebingungan.


Luna malah semakin diam dan tidak mengerti tempat apa yang di masukinya itu. “Apa yang kamu lakukan di sini?” Tanya seorang pemuda yang berseragam business lengkap dan rapi.


“Ayah!” Panggil Gadis itu pada seorang pemuda yang sangat tampan itu. Luna melihat ke pemuda yang di panggil ayah itu yang masih sangat muda sekali bahkan hampir semurun dengan anaknya sendiri. Ayah Gadis itu melihat ke Luna yang terdiam di tempatnya.


“Siapa Roh ini?” Tanya Ayah gadis itu pada anaknya yang melihat tajam pada Luna yang tidak mengerti sama sekali. Gadis itu malah diam saja juag tidak menjawab sama sekali. Ayahnya yang melihat itu, mengerti saat melihat eksprei anaknya yang juga tidak tahu menahu. “Hah… Ajak dia makan dulu. Nanti kamu antar dia ke menara kakek.” Suruh Ayahnya sambil duluan masuk ke dalam rumah makan keluarga itu.


“Ya.” Jawabnya singkat dan biasa saja. “Ayah hati-hati di atas kepalamu!” Gadis itu memperingati dengan biasa saja. Tanpa merespon ayahnya berhenti lalu melihat ke atasnya yang ada Naga besar sedang mengarah padanya. Saat Naga itu sampai di dekat ayah Gadis itu dengan membuka mulutnya lebar-lebar, malah Naga itu di tahan dengan satu tangan, kemudian hanya menepis dan membuat Naga itu terlempar beberapa meter dan pingsan tidak mati.


“Hm… Mungkin ini pertama kalinya bagimu melihat kekacauan sebesar ini dan melihat semua orang tenang. Aku tidak tahu harus apa, jadi sebaiknya kamu masuk dulu, jika tidak, nanti malah aku di marahi sama Ayahku.” Ajak gadis itu dengan sangat ramah sekali pada Luna yang sama sekali tidak mengerti. “Satu hal lagi! Jika ku tebak, mungkin kamu baru saja berteleportasi ke mana-mana dan berhenti di sini. Tapi, jika kamu tidak memakai alat mencegah dirimu berteleportasi, nanti malah kamu akan kesulitan jika tidak bisa mengontrolnya.” Bicara gadis itu denga  biasa saja dan cukup panjang.


Luna diam saja karena tidak mengerti dengan perkataan Gadis itu yang menasihatinya tiba-tiba. “Kenapa kalian masih di sana. Masuklah, lihat para petugas sudah datang.” Panggil Ayah gadis itu yang sudah di dalam makan keluarga itu. Gadis itu melihat ke mobil yang sedang bergerak ke arah mereka berdua. Tanpa menunggu terlalu lama, Gadis itu memegang tangan Luna yang di dekatnya yang diam saja dari tadi tidak meresponnya sama sekali. dan dengan cepat mengajak Gadis itu masuk ke dalam rumah makannya.


Setelah jalan sebentar, Gadis itu sampai di dalam dengan masih banyak pelanggan di sana. Saat sudah di dalam, Gadis itu melihat ke Luna yang terdiam dan juga dengan mata yang masih terbuka dan kosong sekali. “Huh… Ayah apa yang harus ku lakukan dengan ini?” Tanya gadis itu pada Ayahnya yang dekatnya yang sudah menunggu.


Ayahnya melihat ke Luna yang terlihat sangat pusing sekali bahkan sampai tidak sadarkan diri lagi. “Sebaiknya kamu pasangkan dulu pengunci Roh supaya dia tidak berkeliaran di tempat aneh.” Suruh Ayahnya dengan tenang pada Luna yang berdiri dengan tidak sadarkan diri sama sekali.


“Mm!” Gadis itu tidak mengangguk malah melihat saja saat Ayahnya yang meninggalkannya pergi masuk ke sebuah pintu. "Tempat aneh, bukannya Dunia kita ini aneh Ayah." Timbal Gadis itu saat Ayahnya sudah masuk di pintu itu. Setelah dia melihat ke sana sini, namu semua temppat sudah terisi oleh para pelanggan. “Dimana aku harus menidurkannya.” Gadis itu yang tidak menemukan tempat kosong.


“Siapa Gadis Roh itu?” Tanya seorang pelanggan di dekatnya yang sudah selesai makan.


“Aku tidak tahu, tapi sepertinya dia sangat bingung dengan tempat kita ini sekarang.” Jawab Gadis itu dengan sopan.


“Gitu ya. Mending kamu bawa saja ke hotel, di sana gratis juga bagi orang asing tidak tahu sama sekali dengan Dunia ini.” Orang itu menyarankannya dengan santai. Gadis itu yang paham, tersenyum senang.


“Terima kasih sarannya.” Gadis itu tersenyum denga tulus.


“Tenang saja. Lebih baik segara buat pengunci Roh, jika tidak akan di teleprtasikan secara acak nanti.” Orang itu mengingatkan sama seperti Ayahnya. Setelah itu dia menaruh uang di meja makannya lalu berdiri dan meninggalkannya. “Satu hal lagi, jika dia tidak cepat di kembali ke tubuhnya nanti Rohnya akan hilang sepenuhnya. Maksudku nanti Gadis itu akan di reinkarnasi paksa. Sebaiknya kemu segera kembalikan ke tubuhnya jika sudah selesai dengan semua urusannya. Jika dia Roh biasa sih. Mungkin Gais itu ada kaitannya dengan ZERO. Jika kamu tanya, ada kesempatan kamu dapat ketemu dengan Petualang Legendari itu.” Untuk kedua kalinya Gadis itu di peringatkan sambil d beri tahu sesuatu yang tida di duganya.


Next hapter