
Dia melihatnya dengan sangat terdiam dan bingung dengan apa yang di katakannya karena sangat percaya diri sekali. “Sudah lama sejak laga pertaungan antar negara ini, yang di mana semua orang bisa berpartisipasi dalam pertaungan di Negara itu. Baiklah tanpa basa-basi lagi mari kita mulai pertandingannya…” Dengan lantang Anto mentakannya. “Pertandingan seleksi pertama Umam melawan Run…” Dengan sangat lantang mengatakannya. Run yang di sebut Anto dengan lantang kini keduanya turun ke lapangan seleksi pertandingan. Kedua pertarung itu terlihat percaya diri dengan kekeuataannya. Anto melihat ke Run dan remaja yang masuk. “Tertanya dia yang namanya Umam!” Anto yang tidak menyangka kalau Umam itu adalah orang yang hampir menabarak Kakek itu.
Setelah keduanya berada di arena. Anto melihat ke Run yang memakai masih senyum saja sedang Umam masih tenang tanpa senyum sama sekali. “Sepertinya ini akan jadi pertarungan yang menarik. Tapi sayangnya kelas bronze tidak di izinkan di sini.” Anto melihat ke sekelilingnya yang sama sekali tidak ada teman sekelasnya. Namun setelah beberapa saat melihat, semua orang jadi terhenti tiba-tiba. Anto langsung melihat arena tengah dan melihat juag mereka berdua terhenti. “NAVI apa kamu yang lakukan ini?” Tanya Anto dengan terang-terangan.
-Bukan aku, bentar ku cai tahu dulu- Setelah itu NAVI terdiam mencari tahu apa yang sedang terjadi. Anto menunggu NAVI yang masih mencari tahu dengan tenang dan memperhatikan sekitar. Anto melihat semuanya masih tenang dan tidak ada yang bergerak sama sekali. -Anto, ini kamu sendiri yang mengaktifkannya. Aku tidak bisa menghentikannya- Bicara NAVI dengan tenang.
“Apa maksudmu?” Tanya Anto yang sama sekali tidak mengerti dengan NAVI yang mengakatan kalau dirinya yang melakukan itu.
-Ini Skil Waktu yang aktif pada dirimu. Masalahnya ini sudah terprogram aktif saat di waktu tertentu. Ini di tanamkan oleh dirimu yang dari masa depan. Entah apa tujuannya. Yang jelas kamu sebaiknya segerang mengilangkan ingatakan dirimu di sini pada semua orang kecuali para BIDADARI- NAVI menjawab dengan serius dan juga santai. Anto yang mendengar itu jadi tidak mengerti sama sekali dengan kehidupan yang sedang di jalaninya itu. Anto terdiam memikirkan apa yang apa yang akan di lakukannya sambil melihat sekelilingnya yang masih tenang dan terhenti.
“NAVI sepertinya mulai sekarang aku harus menonton saja kehidupan orang lain. Mungkin ada kalanya kamu tertarik dengan sesuatu, tapi ku rasa kali ini kita akan membantu dari bayangan sajam paham.” Timbal Anto yang memperingati NAVI kali ini dengan santai dan serius. Anto yang mengingat saat NAVI selalu mengajaknya masuk ke masalah mesik itu tanpa di sengaja. NAVI terdiam tidak merespon seperti melakukan sesuatu. Anto diam menunggu respon NAVI. Setelah itu NAVi menunjukkan dirinya dalam bentu perinya.
-Kali ini aku akan on saja sepanjang waktu kecuali pas kamu tidur aku juga akan tidur. Aku ingin tahu dengan seksama kejadian yang tidak di inginkan oleh kita ketahui oelh kita pada kehdupan ini- Timbal NAVI dengan wajahs erisu di peundak Anto.
“Terserah kamu. Sekarang ini kita sudah berbeda pendapat jadi aku tahu kalau kamu melakukan sesuatu pada orang lain yang membutuhkan. Tapi ada batasnya juga NAVI kita bisa melakukan itu.” Timbal Anto dengan santai sambil melayangkan dirinya di udara. Setelah itu Anto menggunakan Skil penghapus ingatan menganai dirinya di sana supaya tidak di sadari oleh siapa pun. Setelah beberapa saat Anto kemudian langsung teleport ke gedung bronze di bagian atap.
Saat sudah di atap,i Anto tidak merasakan Skilnya mati, tapi dia tahu kalau aliran waktu sudah kembali normal karena sudah banyak sekali orang yang berjalan normal di bawah sana. -Hah… rasanya berbeda sekali dari yang ku bayangkan. Meski aku ini cuma System buatan yang serba bisa, ada juga yang bisa menghalangiku- NAVI yang merasa tidak percaya diri langi dengan dirinya.
“Yang kamu lawan itu dirimu sendiri, bukan System orang lain. Tentu saja kamu kalah karena dia sudah tahu tentang dirimu dan aku.” Timbal Anto dengan santainya dan juga ada bayangan itu di dekatnya yang sepertinya kaget sekali saat melihat Anto di tepi atap sudah tiba-tiba di sana.
“NAVI, NAVI, kamu ini bisa juga kesal. Entah kenapa aku merasa senang dengan hal itu.” Timbal Anto dengan tenang dan memperbaiki wajahnya. Setelah itu Anto tanpa menyadari dirinya tersenyum lebar sekali sambil melihat ke halaman yang banyak sekali pelajar yang lalu lalang.
-Sebaiknya kamu lakukan sesuatu pada Gadis itu- NAVI memperingatkan saat Gadis itu semakin dekat dengan Anto. -Diam di tempatmu!- NAVI tiba-tiba tersenyum. Anto tetap diam di tempatnya menunggu apa yang akan di lakukan NAVI. ‘BRUK!’ Gadis itu tiba-tiba menimpa Anto yang di dekatnya hingga jatuh dan membuat Anto langsung memegang bakpaonya tanpa di senagaja.
“Ini rencanamu, sungguh brilian.” Puji Anto yang senang dengan hal itu. “Kamu baik-baik saja?” Tanya Anto dengan senyum dan sedikit meremas bapkaponya ‘AHH…!’ Gadi itu langsung menampar Anto yang sengajs meremasnya. Anto yang di tampar langsung melepas bakpaonya dan melihat ke arahnya dngn senyum tenang. “Maaf, aku tidak sengaja, atau kamu yang sengaja.” Anto langsung bicara supaya dia tidak marah lagi dengan membuat keadaan semakin runyam untuknya.
-Kelas hitam! Hati hati. Dia berbeda dari kelas lainnya meski dia seorang Gadis lainnya yang dari kelas gold dan silver- NAVI memperingatkan dengan serius sekali. -Aku sengaja membatasi penggunaan kekuatanku 1 meter saja, supaya aku tidak ikut campur lagi dengan masalah orang lain- NAVI menjelaskan dengan singkat.
“Kamu siapa, kenapa pakaianmu berbeda dari yang lainnya?” Tanya Anto dengan pura-pura tidak tahu sama sekali mengenai seragam yang di pakainya itu. Gadis itu tidak langsung merespon malah diam saja. Anto melihat ke wajah gadis itu yang matanya tertutup topeng dan terlihat malu dan kesal dengan apa yang telah di lakukan Anto padanya. Setelah itu Gadis itu tanpa berkata apa pun langsung berdiri da menghilang lagi. Anto perlahan berdiri meski tahu kalau Gadis itu masih ada di dekatnya.
“Tadi itu rasanya empuk dan lembut. Ku harap aku bisa memgangnya lebih lama lagi.” Bicara Anto dengan terus terang dan tidak ragu sambil senyum sendiri bahagia. Di sisi lain, gadis itu malah kesal sekali dengan Anto yang mengatakanya tanpa ragu sama sekali. “Ini lah alasanku ingin punya Harem di dunia ini. Aku bisa merasa itu seteiap hari…” Anto mengatakanya dengan santai. ‘BRUK!’ Anto di pukul hingga terbentur ke pembatas.
-Kamu babik-baik saja kan?- Tanya NAVI pada Anto yang memegang perutnya. Anto tidak lngsug mereson malah diam saja.
“A, apa yang barusan itu?” Tanya Anto pura-pura tidak tahu sambil mengangkat kepalanya lalu melihat seklilingnya dengan terus menahan sakitnya. “Tidak ada siapa pun." Anto terus melihat kesana kemari dengan sangat serius sekali meski hanya pura-pura saja. Kemudian Anto perlahan bangun. "Sebaiknya aku diam dulu mengatur napasku.” Anto perlahan menyembuhkan dirinya lalu menyegarkan badannya. “Untungnya aku bisa napas beladari dan membuat diriku epat sembuh.” Dengan seketika waktunya terhenti lagi dalam sekejap setelah berkata itu. Anto yang merasakan itu jadi terdiam karena semua itu tiba-tiba terhenti lagi.