
“Apa maksudnya?” Tanya Marya yang bersikap tenang.
“Aku tidak tau.” Jawab Nana dengan sangat santai dan wajah yang sedikit tersenyum “Tapi jika kamu ingin, tanyalah dia.” Kata Nana menambahkan sambil menunjuk ke arah Anto.
Marya melihat ke arah Anto yang memakai tubuh Siska dengan berharap menjelaskan maksud dari perkataan Nana. Anto yang melihat Marya menatapnya, menggenhkan kepalanya sekali.
“Jangan melihat ku seperti itu, aku tidak akan pernah menjelaskan seumur hidup ku untuk yang satu ini. Jika aku menjelaskannya, tidak akan jadi menarik sama sekali.” Kata Anto menjelaskan maksud dari Nana yang juga ingin tau.
Marya jadi diam dan tidak biisa berkata apa-apa lagi saat Anto berkata begitu padanya. Bukan hanya Marya yang sangat penasaran, tapi yang lainnya juga berharap Anto menjelaskan maksud dari perkataan Anto yang masih misteri.
"Bisa tidak kalian jangan berharap aku menjelaskannya. Kalian tai, itu sangat sulit sekali menolak kalian." kata Anto yang di lihatin dan juga dengan sangat tidak menyukai pandangan pengharapan berlebihan padanya “Hm!” Anto melihat ke arah sebuah pesawat luar angkasa yang terbang ke arah mereka di saat yang tepat bagi Anto untuk terselamatkan.
Lala dan lainnya yang melihat Anto terdiam setelah berkata begitu, mulai melihat ke arah Anto melihat. Saat mereka melihat, ternayata ada pesawat luar angkasa yang terbang ke arah mereka. Peaswat dengan warna putih yang tergambar sabit sinigami di pesawat itu.
“Papa!” Ucap Lala saat melihat pesawat itu semakin jelas.
Pesawat itu terbang dengan pelan menuju Nana dan lainnya, yang sedang mengambang di angkasa dan masih santai saja. Setelah beberapa saat terbang, pesawat itu di dekat mereka kemudian berhenti di tengan-tengan mereka. Mereka semua melihat ke arah pesawat itu dengan santai dan merasa hal itu biasa bagi mereka. Saat sudah berhenti, pintu pesawat itu terbuka dan tiba-tiba Mama Marya langsung keluar dengan memakai baju angkasa dan di susul Mama Lala di belakangnya. Mereka berdua sangat kaget sekali dengan penampilan anak-anak mereka yang sudah tidak di mengerti mereka lagi, dengan apa yang sebenarnya sedang terjadi. Mereka hanya diam saja menatap bergiliran pada semua anak-anak termasuk maid mereka yang sudah berubah sekali.
“Mama!” Panggil Lala dengan sopan pada Mama nya yang terlihat begitu kaget sekali “Kenapa Mama di sini?” Tanya Lala dengan santainya dan tidak peduli dengan tatapan Mama nya yang kaget.
Mama nya tidak menjawab pertanyaan Anak nya, malah dia menatapnya dengan penuh kebingungan. Lala yang sudah tau kenapa Mama nya kaget, terbang dengan pelan mendekati Mamanya. Saat sampai di dekat Mama nya, Lala memegang tangan Mama nya dengan sangat lembut sambil terus tersenyum pada Mama nya yang sangat bingung sekali.
“Permisi!” Panggil Anto yang masih dalam tubuh Siska “Jadi apa yang sebanarnya terjadi? Hingga kalian membuat dunia ilusi itu?” Tanya Anto dengan santainya dan menghancurkan suasana yang yang begitu mengaharukan sekali.
Para maid terlihat terdiam dengan perkataan Anto yang sudah mengahancurkan suasana yang begitu mengharukan. Mereka semua diam sesaat saja saat Anto bertanya tanpa pedulia situasi yang sedang terjadi.
“Kita bisa bicarakan itu di dalam saja.” Jawab Marya yang terdiam sambil melahat ke arah Mama nya tanpa tersenyum.
Mama Marya menatap dengan penuh kebingungan pada anak nya yang dulu nya begitu ceria kini sedikit berbeda sekali dengan anak yang di kenal nya.
“Tunggu!” Pangiil Papa Lala dari dalam pesawat di dekat Mama Lala “Kenapa dengan Siska?” Tanya Papa pada Lala yang ada di dekatnya.
Lala terdiam selama beberapa saat, kerika Mama dan Papa nya melihat ke arah nya.
“Pa, dia bukan Siska. Dia menantu Papa dan Mama, dia Anto.” Jawab Lala dengan jelass ambil memegang tangan Mama nya.
Mama dan Papa nya kaget sekaligus tidak mengerti maksud dari Anak mereka, yang menjelaskan dengan sangat kurang sekali bagi mereka yang mendengar.
“Bukan itu maksud ku Pa.” Lala menambahkan penjelasannya yang belum selesai saat melihat dan Papa dan Mama nya yang begitu kaget.
“Kaptennn!” Panggil prajurit dari dalam pesawat Papa Lala “Cepat kembali dan lihat ini.” Suara petugas wanita yang sangat panik sekali.
Lala yang tidak sempat melanjutkan penjelasan hanya diam saja saat Papa nya hanya mendenfar perktaan prajuti itu. Setelah beberapa saat, Papa Lala melihat ke arah Siska yang di dalam nya terdapat Anto dengan tatapan tegas dan sangat tajam sekali. Tapi Anto tidak bergeming sama sekali saat di tatap begitu, malah dia membala semliaht dan ternsenyum pada Papa Lala.
“Cepatlah, kita ke kapal.” Ajak Papa lala denagn tegas sambil mengalihkan pandanganya ke rah lain.
"Papa bisa duluan." Kata Lala sambil tesyum pada Papa yang sedang menunggu di dalam pesawat.
Selama beberapa saat, Papa Lala melihat ke anak nya yang berkata begitu. Papa nya yang melihat anak nya sangat yakin, dia menghela nafas sedikit. Kemudian Papa Lala dengan sangat cepat meninggalkan mereka di luar angkasa. Setelah beberapa saat Papa Lala meninggalkan mereka, satu maid tiba-tiba mengangkat tangannya ke atas kepala kemudian menutup matanya. Saat menutup matanya, seecrah putih tiba-tiba ada di bawak kaki mereka, ternyata maid itu sedang membuat sebuah portal yang berukuran cukup besar di bawah kaki mereka. Mereka dia di sana selama beberapa detik, kemudian melihat ke arah maid yang sudah selesai dan membuka matanya.
Tanpa ada yang menjawab, mereka mereka bergegas masuk ke dalam portal itu. Marya yang terakhir belum masuk ke dalam portal, Marya masih diam saja melhat Mama nya masuk ke dalam portal dari belakang dengan penuh rasa bersalah.
“Mama!” Pikir Marya yang mulai berjalan pelan masuk ke dekat portal “Bagaiamana cara menjelaskan ini?” Guman Marya yang tidak tau cara menjelaskan kejadian yang sebenrnya saat sudah di dekat portal.
Selama beberapa saat Marya dia melayang di angkasa, Marya tiba-tiba tersenyum seperti mendapat sesuatu. Setelah itu, Marya masuk ke dalam portal saat tinggal dia sendiri yang masih tersisa.
“Ini akan sukses besar.” Ucapnya denga jelas saat di dalam portal.
Setelah masuk, Marya hanya beberapa detik di dalam portal, yang kemudian sampai di dalam kapal. Tapi, saat sampai, Marya melihat begitu banyak orang berkulpul pada suatu ruangan itu. Momo dan lainnya juga di sana
"Apa yang mereka lihat?" Marya bertanya-tanya karena baru datang.
Karena tida tau pa yang mereka lihat, Marya berjalan mendekat ke kerumunan.
“Marya!” Panggil Mama nya yang keluar dari kerumunan dengan lemas, saat melihat Marya yang berjalan ke kerumunan.
“Mama!” Marya langsung berlari saat melihat Mamanya yang lemas setelah keluar dari kerumunan.
Marya dengan sigap menagkap Mama nya yang tiba-tiba jatuh stelah begitu terlihat cemas. Marya melhat Mama nya begitu pucat dan begitu mengkhawatirka sesuatu. Marya melihat ke arah layar di kerumunan. Saat melihat, ternyata yang di tonton adalah Andri yang kehilangan lengan kiri nya. Marya sangat kaget sekali saat melihat tangan Andri yang sudah putus dan diri nya yang di lumuri banyak sekali darah yang keluar dari tangan Andri. Namun, Anto sepertinya tidak peduli dengan darahnya yang keluar dan masih memukul dengan tangan kanannya dinding yang sudah sanggat retak karena pukulannya.
‘KRAK!!’ tiba-tiba dinding yang di pukul Andri hancur dan membuat lubang yang cukup besar.
Semua orang kaget saat melihat kejadian itu. Tapi, Lala dan lainnya seperti sangat marah sekali, tapi mereka menahan amarah itu dengan sangat baik. Mereka tidak bisa berkata apa-apa saat Andri memecahkan dinding yang begitu kuat dalam kurang lima hari saja. Mereka semua diam melihat ke arah layar, mereka melihat begitu banyak debu saat Andri mengancurkan dinding itu 'Bug!' tiba-tiba guncangan di kapal. Saat mereka melihat, ternyata Nasedang menghentakakn kakikanya dengan sangat marah.
“Kenapa kalian melakukan hal berlebihan begini.” Kata Nana yang sepertinya marah bangat dan tidak melihat ke arah lainnya “Aku pergi!” Ucap Nana sambil bertelportasi yang entah ke mana dengan menahan amarahnya.
Setelah Naan bergi, yang lainnya tidak ada yang berkata apa-apa. Mereka masih sibuk melihat ke layar yang menunjukkan, Anto semakin pucat sekali dan banyak kehilangan darah. Saat semua debu seudah menghilang sedikit, mereka melihat Andri tiba-tiba muntah darah saat hendak berjalan, selama beberapa saat mereka melihat Andri terdiam melihat darah muntahahnya, kemudian mulai bergerak lagi.
…..
“Sialan!” Andri yang menahan rasa sakit di tangan kirinya dengan memegang di bagian yang sakitnya “Ini sangat melelahkan sekali.” Guman Andri sambil berjalan meninggalkan ruangan tempat dia di kurung.
Anto masuk dengan pelan ke dalam lubang yang di buatnya. Saat keluar dari lubang, Andri melihat ke sekitar.
“Ini di mana?” Andri yang tidak tau di mana ia bearada, saat melihat begittu banyak kurungan yang tidak tau apa isinya ‘Rrgh!!’ tiba-tiba suara “Apa!” Andri langsung siaga saat mendengar suara yang tidak di ketahuinya.
Dengan cepat Andri dalam posisi siaga dan siap bertarung. Dalam keadaan lelah, Andri masih saja waspada dan tidak melarikan diri dan hanya diam di tempatnya sambil menunggu suara datang padanya.
“Di mana!” Andri sangat waspada sekali “Atas!” Melihat ka atas tapi tidak ada apa-apa ‘KREK!’ tiba-tiba tanah di bawahnya sedikit retak.
Saat Andri melihat itu, dia dengan cepat langsung melompat ke samping dengan sangta kuat sekali hingga dia terpantal ke salah satu kurungan.
‘Rggghhh!!’ Seekor ular yang sangat besar tiba-tiba mengeluarkan aungan yang seharusnya di miliki oleh singa atau hewan buas lainnya setelah muncul dari dalam tanah.
“Ini sangat gila sekali.” Andri yang belum siap sekali dengan senyum melihat ke arah monster ular yang begitu besar sekali sambil menahan rasa sakit di sekujur tubuhnya.
Next Chapter