
“Tunggu! Biar aku saja." Minta Haruna setelah Anto akan bertanya lagsung pada Raja Iblis. Anto tidak berkata apa pun dan hanya akan diam mendengarkan. "Ini kastil Raja Iblis sejak beberapa ratus tahun yang lalu. Aku tidak tahu bagaimana aku tiba di sini bebeapa tahun yang lalu. Yang jelas di sini merupakan markas besar Raja Iblis, sekaligus sekolah. Aku kurang tahu tempat apa ini, karena aku kabur beberapa tahu yang lalu dengan menyamar sebagai gelandangan.” Haruna langsung menjawab dengan santai, dengan berusaha untuk tenang. Anto yang mendengar itu jadi teringat dengan masa-masa waktu kecilnya yang bersama Haruna yang takut akan sesuatu. Anto merasa kasihan dengan ekspresi yang di tunjukkannya waktu itu, tapi kini Anto merasa waktu itu seperti ekting saja, karena sudah melihat sifat asli dari Haruna sejak beberapa saat lalu.
Meski itu hanya dugaan semata yang belum benar teruji keaslian Haruna yang takut. “Nah Haruna, ini mungkin sedikit privasi, tapi aku ingin tahu kenapa kamu terus menyembunyikan dirimu yang asli selama ini?” Tanya Anto pada Haruna dengan serius dan juga ingin tahu alasan haruna menyembunyikannya, meski Anto agak ragu akan dapat jawaban yang pantas. Haruna malah langsung memalingkan wajah setelah di Tanya itu. “Haruna!” panggil Anto lagi yang ingin tahu. Bukannya mendapat jawaban, malah Anto di tinggal langsung dengan teleportasi. Anto tidak bisa berkata apa-apa lagi karena tindkan Haruna itu. “Sepertinya akan susah melihat wajah asli Haruna, meski sudah ada beberapa sifatnya yang ku ketahui.” Sambil lanjut berbaring dengan nyaman tidak memikirkan hal lain lagi.
Setelah beberapa lama berbaring, Anto bangun lagi karena di sana dia sendiri dan tidak tahu mau melakukan apa di kamar yang luas itu. Anto lalu berdiri kemudian jalan keluar ke pintu. Saat di luar ternyata ada penjaga di dekat pintu masuk, namun mereka tetap diam saat Anto keluar. "Ini patung kayaknya!" Anto memeriksa patung itu dengan rasa ingin tahu, tapi setelah beberapa saat Anto berhenti lalu jalan meninggalkan mereka. Anto yang jalan di ikuti oleh mereka di belakangnya. Tapi Anto tidak peduli mereka berdua yang mengikutinya, hanya saja merasa aneh dengan kelakukan penjaga yang seperti baru pertama kali di lihat oleh orang lain. Anto tidak memikirkan itu terlau lama, karena saat jalan dia tidak menemukan banyak orang saat di lorong, dan kebanyakan pintu yang di temukannya. Anto berhenti di salah satu pintu lalu melihat sana sini karena tidak menemukan siapa pun. “Di mana jalan keluarnya?” Tanya Anto sambil lihat pintu yang terlalu fantasy sekali di depannya. Tapi para penjaga diam saja saat Anto bertanya seperti itu. Anto melirik ke pada penjaga itu, namun mereka malah terlihat diam saja dan tidak merespon sama sekali, karena tidak ada reaksi Anto pun membuka pintu dengan mengharapkan dirinya keluar dari kastil itu.
Saat sudah membuak pintunya, Anto langsung berada di luar kastil dan berada di pintu masuk tadi. Anto terdiam melihat apa yang di temukannya itu, lalu melihat ke langit yang ternyata sudah hampit siang hari. "Sepertinya jalanya di sini." Anto yang yakin karena dirinya dapat merasakan angin di luar sana. Anto kemudian berbalik melihat ke dapam pintu yang jadi gelap sekali dalamnya. Anto jadi penasaran dengan apa yangd di lihatnya itu. “Aneh tapi nyata, Apa mungkin semua pintunya terhubung satu sama lain?!” Tanya Anto yang hanya menebak saja, dengan cukup penasaran. Setelah beberapa saat memikrkan itu, Anto melihat ke sana sini mencari seseorang namun tidak menemukan siapa pun. Anto pun jalan sendiri dengan tenang sambil menikmati suguhan bungan di dekat pintu masuk. Anto jalan hingga sampai di dekat sebuah lingkaran aneh dan di tengah-tengahnya ada sebuah tombol seperti power. “Sepertinya akan terjadi sesuatu kalau menekannya, kira-kira apa yang akan terjadi?” Tanya pada dirinya sendiri dengan sedikit penasaran. Karena tidak terlalu peduli Anto pun langsung menekannya, namun setelah beberapa saat menunggu tidak terjadi apa pun. Anto menekan beberapa kali tapi masih tidak terjadi apa pun dan berhenti.
"Sepertinya tidak ada fungsi apa pun." Anto pun berbalik jalan dengan sedikit kecewa, namun Anto menabrak sesautu di depannya yang sangat bening sekali. "Apa ini?" tanya Anti sambil merabanya, setelah merabanya, sebuah lingkaran putih muncul di bawahnya. “Ini!” Anto hanya terdiam melihat cahaya itu semakin terang dan sangat menyilaukan. Anto pun menutup matanya yang terkena silauan dari cahaya di bawah kakinya. Setelah merasa cahaya itu menghilang Anto membuka matanya. Tapi saat melihat, ada banyak gadis di sekelilingnya yang sedang melepas pakaiannya. “Ini di mana?” Tanya Anto dalan hatinya melihat begitu banyak gadis Iblis dan Beastman sedang di sebuah ruangan tertentu. Semua hanya terdiam saja melihat ke Anto yang ada di sana. Anto melihat ke pintu yang tidak jauh darinya. “Permisi!” Anto jalan dengan pelan menuju pintu yang tidak terlau jauh dengan pelan, sambil beursaha tidak melihat ke para gadis iblis dan Beastman yang ada.
Semuanya tidak ada yang merespon dan tetap diam saat Anto lewat begitu saja. Anto pun sampai di depan pintu dan keluar begitu saja tanpa di kejar dan tanpa ada mlasalah sama sekali. Anto tetap diam saat sudah di luar dan melihat ke jendela di depannya. “Apa aku aman?” Tanya Anto dalam dirinya yang ingin tahu apa yang terjadi barusan itu di dalam sana. Anto kemudian melihat sekitarnya dan menemukan dirinya dalam sebuah koridor yang terdapat banyak sekali Iblis dan Beastman sedang melihat ke arahnya. "Ini di mana?" tanya Anto sambil melihat bergiliran ke semua Iblis dan Beastman yang memakai seragam yang sama, yang ada di sekitarnya.
Semua Beastman dan Iblis di sana terus melihat ke Anto. Anto pun langsung terdiam melihat di mana dirinya sekarang ini. “Kenapa kamu di sini?” Tanya seorang pada Anto. Anto melihat ke orang yang memanggilnya dan ternyata itu adalah Beastman kelinci yang pernah di temuinya saat bersama Raja Iblis.
“Aku tidak tahu. Tadi aku sembarang tekan tombol dan anehnya tiba di sini.” jawab Anto dengan jujur sekali dan juga dengan edpresi bingung sendiri. Gadis kelinci langsung melihat ke Anto yang menjawab seperti dengan terlihat penasaran. Anto yang terus di lihati jadi tidak mengerti apa maksud dari tatapan Beastman Kelinci itu padanya. “Ngomong-ngomong ini di mana?” Tanya Anto dengan sopan, meski masih terus di luhat. Gadis itu tidak langsung menjawab karena tatapanya masih mengarah pada Anto.
“O, oke.” Jawab singkat Anto. Anto pun mengikuti Beastman itu dengan pelan. Mereka berdua jalan dengan pelan, sementara Anto merasa canggung di belakang Gadis Beastm itu karena tidak tahu harus bicara apa. Apa lagi dia sendiri sudah hidup cuma bersama Haruna dan sama sekali tidak pernah bicara sama orang selain Haruna.
Anto pun lihat sana sini karena tidak tahu harus biacara apa sama Beastman kelinci itu, unyuk mengalihkan perhatiannya. “Apa yang biasa kamu lakukan?” Tanya duluan Beastman kelinci padanya. Anto berbali melihat lalu tersenyum sendiri saat di ajak seperti itu.
“Aku bisa melakukan banyak hal. Tentunya aku bisa apa pun, selama aku punya kekuatan yang cukup.” Jawab Anto dengan singkat sekali. Setelah itu keduanya diam lagi dan tidak ada yang bertanya lagi. “Ini kelinci lumayan dingin juga.” Pikir Anto yang baru tahu kalau kelinci di depannya itu dingin sekali, mesi berbeda bebrapa saat sebelumnya ketika bersama Raja iblis. Setelah cukup lama jalan, Anto sampai di sebuah pintu dan di sana Anto dan Beastman kelinci berhenti jalan.
Beastman itu melihat ke Anto. “Kamu gantikan aku di sini.” Minta Beastman itu dengan wajah dinginnya. Anto sama sekali tidak mengerti maksud Beastman itu dan hanya diam saja. Beastman itu lalu masuk ke dalam dan Anto mengikuti Beastman itu masuk ke dalam. Anto melihat banyak pelajar yang terdiri dari berbagai macam Ras yang ada, kecuali Manusia tidak ada di sana sama sekali. Para pelajar dari berbagai Ra situ melihat tajam ke Anto yang sepertinya Manusia.
“Tatapan ini rasanya menusuk dan juga sangat bermusuhan sekali.” Anto tetap senyum meski di tatapn tajam seperti itu. Beastma kelinci itu langsung jalan ke meja guru dan Anto tepat di sebelahnya dengan tenang sambil melihat ke para ras di dalam sana.
“Semuanya duduk." Setelah mendengar itu, semua Ibls dan Beastman mulai jalan ke bangku masing-masing. Setelah semuanya duduk rapi, mereka melihat ke Beastman kelinci di depannya. "Kali Kakak tidak akan mengajar kalian. Ini adalah guru kalian yang sekarang.” Gadis Beastman itu langsung memperkanlan Anto. Anto pun jadi sedikit kaget dengan hal itu. Para Siswa pun langsung mulai ribut saling berbisik sambil melihat ke Anto. “Mulai saat ini pelajaran sihir akan di ambil alih olehnya.” Setelah itu Gadis Beastman menyerahkan sebuah buku paket tebal pada Anto lalu keluar meninggalkannya, tanpa memberikan petunjuk sama sekali apa tujuan melakukan itu padanya.
Setelah keluar seperti itu, para siswanya mulai ribut dan tidak memperdulikan Anto sama sekali yang di depan mereka. “Sepertinya aku tidak di anggap sama sekali oleh mereka.” Anto yang hanya bisa bersabar saja dengan perlakuan seperti itu. Anto kemudian melihat ke uku tebal yang di berikan padanya, lalu membuka bagian pertama buku yang tebal itu. Anto sedikit kaget melihat awalannya ternyata menjelaskan cara kerja sihir namun dengan berbagai cara, dan penjelasan yang panjang sekali, dan bahkan itu lebih seperti sebuah bualan saja.