
Anto sedikit terdiam mendengar pertanyaan dari kawannya itu. “Apa maksudmu?" Tanya balik Anto dengan tenang saja. Minaotur terdiam mendengar pertanyaan Anto. Dia cukup lama diam dan tidak merespon, tapi Anto menunggung denagn sabar. Setelah cukup lama menunggu, Minaotur masih diam saja lalu berbalil tiba-tiba melihat ke portalnya yang kemudian mulai menyentuh portal yang di buat Anto itu dengan pelan tanpa merespon sama sekali pertanyaan Anto tadi.
-Aneh! Kenapa dia menyembunyikannya?- Tanya NAVI pada dirinya sendiri, Anto yang mendengar pendapat NAVI itu jadi ingin tahu. -Aku tidak akan mengatakannya. Mungkin dia sendiri nanti yang akan mengatakannya- tambah NAVI saat Anto ingin mendengar lanjutjan dari penjelasannya. Anto merasa sedikit kecewa tapi apa boleh buat, dia hanya akan mengikuti saran NAVI itu dan menunggu kawannya yang akan mengungkapkan apa yang di telannya itu. Anto lanjut melihat ke kawannya yang masih menyentuh portal itu yang belum terjadi perubahan. Setelah menyentuh cukup lama, terjadi perubahan pada portal itu yang membuatnya menarik sebuah angin ke dalam portalnya, tapi tidak membuat mereka di tarik masuk.
Minaotur itu kemudian mepelpas tangannya dari portal lalu melihat balik ke Anto. “Apa sudah selesai?” Tanya Minaotur itu pada Anto yang diam saja memperhatikannya. Anto diam tidak langsung merespon dengan melihat ke kawannya yang masih menyembunyikan sesuatu darinya.
“Belum, kali ini sentuh lagi dan ingat-ingat saat kamu dan aku itu membuat janji akan membawamu dan semua Ras mu ke dunia lain.” dengan tenang meminta itu pada kawannya setelah diam sebentar. “Dengan membayangkan hal yang barusan ku katakan, maka mereka ada mendapat jawaban menganai portal penghubung ini. Ini ku lakukan berdasarkan kepercayaanmu pada semua Rasmu.” tambah Anto dengan tenang mengatakan itu. Minaotur terus melihat ke Anto yang mengatakan itu padanya dengan santai saja.
Keduanya saling diam dan pandang saja dan belum melakukan apa pun. -Lagi! Sepertinya ini akan sangat menarik sebentar lagi- kata NAVI tiba-tiba yang menonton saja dari pundak Anto.
“NAVI, kamu buat aku semakin penasaran saja.” timbal Anto yang terus melihat ke kawannya yang masih terus menatapnya. Setelah tu Anto melihat ke kawannya yang berbalik menghadap portal di dekatnya, kemudian dia menyentuhnya. Setelah menyentuhnya kekuatan tarikan angin itu semakin besar sekali. “Sekarang sudah selesai.” kata Anto dengan tenang lalu melayangkan kawannya itu ke tangannya lalu menaruhnya lagi di pundaknya lagi di sebelahnya. “Baiklah saat mempersiapkan tempat menyambut keluargamu. Mungkin saking banyaknya telapak tanganku tidak akan sanggup menampungnya.” kata Anto lalu membuat sesuatu di depannya yang bersinar dengan terang sekali. Anto dan Minaotur hanya diam menunggu saja, tapi cahaya itu hanya sebentar saja.
Sebuah bola bening terbentuk di depan mereka berdua. -Bola Zoom. Siapa pun bisa masuk ke dalamnya dan akan menyesuaikan diri dengan jumlah mahluk hidup di dalamnya- Kata NAVI menjelaskan singkat. Anto kemudian langsung memegang bola bening itu setelah di jelaskan.
“Ini bola tempat membawa kalian menuju Dunia lain supaya lebih mudah. Aku mau minta kamu duluan masuk supaya mereka percaya. Tapi jika kamu tidak mau, tidak papa juga.” dengan tenang mengatakan itu pada kawannya.
“Baiklah, aku akan memulai melakukan pemanggilan bagi mereka semua.” setelah itu Anto sedikit menjauhkan bola di dekatnya itu kemudian mendekat ke portalnya. Lalu dirinya sedikit menjauhkan portal itudari beberapa meter. Setelah beberapa meter cukup jauh, Anto berhenti lalu melihat terus ke portal. “NAVI!” dengan tenang meminta padanya. NAVI tidak merespon lalu terbang melayang di atas kepala Anto. Setelah itu NAVI menekan tombol di depannya dan tiba-tiba angin yang di portal tadi, kini terlihat menyedot dengan keras sekali.
Anto diam saja melihat itu dan tidak melakukan apa pun dengan terus melihat ke pusaran portal yang berubah bentuknya jadi menarik sesuatu dari baliknya. Setelah banyak sekali minaotur yang tersedot yang berukuran mini lalu masuk ke dalam bola bening dengan cepat sekali. Ada juga bongkahan batu yang masuk ke dalamanya, ada juga pohon yang masuk ke dalam, bahkan ada air juga yang masuk ke dalam bola itu. Berbagai macam bentuk benda terus memasuki ke bola itu. -Sepertinya mereka banyak di segel, atau di kutuk. Sungguh malang nasib Ras ini- kata NAVI yang perihatin melihat berbagai macam benda di dalam bola yang di buatnya itu, yang semunya itu adalah Ras dari kawannya sendiri.
“Apa ini tidak aneh! Kenapa banyak sekali yang di tarik masuk?” Tanya Anto yang bingung karena sudah banyak yang terlihat di dalam bola itu. “Apa mereka ini penduduk asli Dunia ini?" Tanya Anto lagi dengan melihat semakin banyak bentuk aneh dari minaotur yang keluar dari portal. Setelah itu Anto menerbangkan salah satu minautur beku yang terlhat beda dari kawannya itu dan memeriksanya. Saat di periksa teernyata minautur yang di bawanya itu memiliki banyak sekali energy sihir yang murni sekali, bahkan ada yang aneh dari energinya.Dan juga tanpa sadar Anto perlahan membebaskan sosok minaotur yang terlihat beku karena rasa ingin tahu. Saat Minaotur itu terbebas, dia perlahan membuka matanya kemudian melihat siapa sosok di depannya itu. Minaotur itu kemudian langsung tersenyum padanya. Anto malah heran saat melihat minaotur itu dengn masih tenang di tempatnya.
-LARIIIIII….!- teriak minta NAVI tiba tiba pada Anto yang sedang melihat Minaotur di tangannya yang terlihat ingin berdiri. Anto langsung saja telepotasi dengan cepat sambil meninggalkan Minaotur di tangannya itu. Anto teleportasi ke luar angksa, namun saat di luar angksa dia menemukan sebuah tangan yang mau menggapainya. Untung saja Anto cepat reaksinya untuk menghindar dan tidak tertangkap. -Aku melepes 50% kekuatan, jangan ragu atau kita akan mati!- dengan serius sekali memintanya. Anto tidak merespon malah langsung membuat senjata api di tangannya. Setelah dia menembakkannya ke tangan besar tadi. Tangan besar tadi langsung tertembus dan banyak mengeluarkan darah yang mengambang di angkasa, tapi tangan itu regenerasi denga cepat sekali. Setelah perlahan tangan itu mulai mengeluarkan lengannya. Lalu kini perlahan sebush portal raksasa terbuka di angkasa.
“Bagaiamana yang lain?” Tanya Anto mengenai Minaotur lainnya yang di tinggalnya. NAVI tidak merespon malah sangat focus melihat ke portal rakasasa yang terbentuk besar sekali di dekat mereka itu. NAVI sama sekali tidak merespon, Anto juga tidak marah atau kesal karena saat melihat ke potal di depannya itu, ternyata yang keluar ada seoarang Wanita rakasasa yang memakai penutup wajah. “Aura dan Mana ini sama dengan Minaotur tadi!” pikir Anto dengan tenang saat merasakan kekuatan itu dari Wanita raksasa di depannya yang sama persis dengan yang di rasakannya. Wanita raksasa itu kemudian memukul ke arah Anto, tapi kali ini Anto menghentikannya dengan mudah dengan hanya satu tangan saja.
-Mantan Dewa Kegelepan. Ternyata dia ada di sini!- kata NAVI yang tiba tiba bicara. -Kali ini aku tidak bisa bantu dan kamu hanya bisa melakukannya sendiri. Kamu dan dirinya punya janji yang harus kamu tepati. Untuk saat ini menang saja dan kemenanganmu yang jadi kunci jawaban yang akan kamu temukan- kata NAVI memberi tahu Anto yang sedang menghentikan pukulan wanita itu yang sangat kuat sekali, meski baginya itu hanya sebuah pukulan lembek.