
“Mereka tampak menawan sekali.” Pikir Lala saat melihat Nana dan Momo yang ada di samping seorang Raja dan Ratu, serta melihat Nenek Mai di belakang “Hm! Ternyata Mai Nenek mereka berdua.” Ucap Lala dengan suara kecil dengan terus melihat ke arah mereka berdua.
Lala memperhatikan lif yang berhenti di tengah kerumununan banyak orang, setelah itu semua lampu menyala lagi.
“Heh!” Lala sedikit keget dengan semua orang yang sudah berlutut kepada orang yang datang dan hanya melihat dirinya yang masih berdiri “…..” Lala tidak bisa berkata apa-apa saat semua orang melihat ke arahnya.
Lala terdiam mematung dan berusaha tersenyum canggung di depan semua orang. Nana dan Momo melihat Lala dengan sangat jelas sekali di antara banyaknya orang merasa bingung dengan Lala yang di sana dan juga, Nana dan Momo yang melihat Lala itu seperti menahan tawa pada Lala yang terlihat canggung sekali di banyaknya kerumunana yang sedang memberikan hormat pada Raja dan Ratu.
“Ehm!” Seseorang di dekat Lala yang sedang berlutut menyuruhnya memberi sebuah kode.
Lala yang mengerti dengan kode yang di berikan orang itu, masih tetap diam dan tidak peduli.
“Hm! Brian?” Lala tidak sengaja melihat Brian di belakang Nenek Mia “Kenapa dia di sana?” Lala Yang sedikit penasaran dengan Brian yang tiba-tiba ada di belakang Nenek Mai.
Lala yang mulai tenang, terus memperhatikan Brian yang berada di belakang Nenek Mai yang sepertinya bersembunyi. Tapi, Nenek Mai yang menyadari Brian yang di belakangnya sedikit kaget dan Nenek Mai memukul Brian karena di kagetin begitu saja. Brian tidak mengelak pukulan Nenek Mai, Malah tersenyum padanya dengan spontan.
“Ehm!” Laki-laki yang ada di dekat Lala yang sedang tunduk memberi hormat pada Raja, mengingatkan Lala dengan menyenggol kakinya sedikit.
Lala yang dari tadi terpaku dengan Brian dan Nenek Mai, baru menyadari kalau dirinya di tatap oleh Raja dan Ratu. Termasuk Nana dan Momo yang tersenyum dengan professional.
“Hm!” Lala melihat piring yang tidak jadi di ambil oleh Brian.
Lala berjalan pelan menuju piring itu dengan santainya, tanpa memperdulikan Raja dan Ratu yang menatapnya dengan begitu rendah padanya. Saat sampai, Lala langsung mengisi piring dengan makanan yang di lihatnya di atas meja yang tersedia. Lala mengisi piring hingga bertumpuk begitu banyak sekali. Semua orang melirik ke arah Lala yang terlihat tidak tau malu pada Raja dan Ratu yang sudah datang. Raja dan ratu terus menatap Lala yang mulai mengambil makanan dari piring dan kemudian makan denga santainya di hadapan mereka. Saat makan, Lala tanpa menggunakan garpu dan lainnya, Lala hanya mnggunakan tangannya untuk memegang makanan di tangannya dengan santai tanpa peduli pada orang lain lagi. Tangan menjadi sangat kotor sekali dengan makanan yang tersisa di tangannya.
“Hm!” Lala melihat ke arah Raja dan Ratu dengan perasaan yang sangat tidak sopan pada mereka, dan juga Nana dan Momo yang terlihat menahan tawanya “Kalian mau?” Tanya Lala pada Raja dan ratu yang terus menatapnya dan juga Nana dan Momo yang beruaha sekali menahan tawanya dan juga dengan penuh professional menjaga sikapnya di depan orang tuanya yang terlihat mulai kesal sambil Lala terus makan dengan lahap.
Lala dengan sopan melihat ke arah mereka, dan juga berusaha menjaga imegnya di depan semua orang.
“Bunda! Aku pergi dulu.” Ucap Nana dengan sopan pada Bundanya yang bingung dengan sikap Lala pada mereka.
Bundanya mengangguk pada Nana sebagai jawaban. Nana yang sudah di izinkan, menarik tangan Momo dan berjalan pelan ke arah Lala dengan santainya. Bundanya bingung dengan Nana dan Momo yang berjalan ke arah Lala. Saat sampai Nana teresenyum pada Lala seperti sudah sangat akrab sekali padanya. Nana menarik tangan Lala yang kotor dengan santainya kemudian mengangguk pada Momo di samping kirinya yang hanya tersenyum. Momo yang sudah mengerti langsung membuka portal kecil di depan mereka bertiga. Setelah terbentuk, Lala, Momo dan Nana langsung masuk tanpa berkata apa-apa. Semua orang yang melirik itu bingung
sekali dengan apa yang di lakukan kedua Putri Raja dan Ratu.
"Kenapa mereka bertiga terlihat begitu saling mengenal?" Brian yang melihat Ketiga orang itu yang terlihat akrab dari jauh.
Sementara itu Lala, Nana dan Momo dalam portal.
“Kenapa Kamu bisa di situ?” Tanya Momo yang sudah lepas menahan senyum dan juga terlihat sangat ceria.
“Hahahaha!” Nana tiba-tiba ketawa keras sekali di depan Nana dan Momo yang bicara sedikit setelah membersihkan tangannya yang kotor.
Lala dan Momo yang sudah tau kenapa Nana tertawa lepas hanya bisa diam saja menahan diri dan hanya melihat Nana yang terus ketawa.
“Bisa tidak! Jangan ketawa berlebihan.” Ucap Lala sambil terus makan dengan santainya di depan Momo yang bersikap tenang dan juga pada Nana yang ketawa Lepas yang belum selesai.
Meski Lala sudah menyuruh Nana berhenti tertawa, Nana masih saja ketawa. Momo memperhatikan kelakuan temannya itu hanya tersenyum padanya dan juga bingung harus melakukan apa.
“Huh!” Lala sedikit kaget saat sampai di taman lagi dan juga di sebuah di tengah taman yang sedikit berbeda dari sebelumnya.
Nana yang sudah lelah ketawa, mulai mengecil suaranya. Momo memimpin jalan sambil menarik tangan Nana yang masih sedikit ketawa. Mereka bertiga berjalan beberapa meter saja. Setelah sampai, mereka bertiga langsung mengambil kursi yang tiba-tiba muncul dan kemudian duduk dengan santainya.
“Sudah lelah?” Tanya Lala pada nana yang terlihat lelah setelah tertawa begitu lama.
“Ya.” Jawab Nana dengan santai dan juga senyum.
“Aku sudah bertemu dengannya.” Ucap Lala dengan pelan dan juga tersenyum.
Nana dan Momo langsung terdiam dan juga mulai terlihat serius menanggapi perkataan Lala.
“Tapi, bisa nggak simpan itu dulu?” Tanya Nana balik pada Lala yang masih memegang sepiring makanan di tangan kirinya.
Tanpa di suruh dua kali, Lala langsung menyimpan makan itu di invetory dengan cepat kemudian membersih tangannya dengan partikel dunia hingga bersih.
“Sayangnya, saat ini dia tidak mengenal kita.” Ucap Lala lagi dengan serius dan juga dengan wajah tersenyum “selain itu, kita juga melanggar aturan yang telah di tetapkannya untuk tidak kembali ke masa lalu.” Tanpa senyum Lala mengucapkannya dan juga dengan serius.
“Momo! Apa kamu tau sesuatu?” Tanya Nana pada Momo dengan santainya.
Momo sedikit terdiam saat Nana bertanya padanya.
“Aku tidak begitu tau, tapi Aku pernah di kasi tau untuk tidak kembali ke masa lalu dengan cara apapun. Karena dia tidak tau apa yang akan terjadi karena perubahan yang terjadi di masa lalu. Menurut hipotesisnya, Jiwa manusia itu di gantikan dan sifatnya akan tetap. Tapi jiwa itu Cuma ada satu, dan tidak bisa di gantikan oleh apapun. “ Jawab Momo dengan santainya dan juga mengingat perkataan Anto.
“Tapi bagaimana dengan yang kembali ke masa lalu dan mengulang sejarah dengan ingatan? Juga apa yang akan terjadi dengan orang di masa depan yang kita tinggalkan?” Tanya Nana lagi yang tidak paham sama sekali dengan penjrlasan Momo.
Next Chapter