Interstellar Adventurer

Interstellar Adventurer
Chapter 288


“Apa kamu bisa menjemputku?” Tanya No 2 dengan tenang saja. “Karena sudah ketahuan kita lakukan dengan cara terang-terangan saja.” timbal dengan terus terang saja.


“Sepertinya akan sulit. Aku juga sedang di kejar oleh para tentara ini, tapi tenang saja… Aku sudah mengirim beberapa kapal tempur yang berhasil kita buat. Di dalamnya ada adikku yang telah ke sana.” dengan suara tenang merespon No 2.


“Baiklah, semoga kamu selamat!” dengan senyum No 2 mengatakn itu.


“Kamu juga.” timbal sahabatnya dengan tenang saja. Setelah itu layar komikasinya di tutup lalu No 2 berwajah serius lagi. Setelah No 2 menekan tombol lagi kemudian menu invertori terlihat. No 2 menekan salah satunya lalu sebuah pedang muncul di depannya tiba-tiba. Bukan hanya pedang saja, No 2 juga langsung di pakaikan sepatu, sarung tangan dan juga baju baru.


Setelah itu No 2 mulai menyerang duluan tanpa ragu sama sekali pada beberapa armor yang ke arahnya dengan pedang laser mereka. No 2 menyerang dengan sekali tebas hingga armo mereka hancur dan meledak, tapi tidak membuat mati yang memilotinya. “Kalian terlalu lemah dan masih tidak cukup kuat. Andaikan kalian tahu, Dungeon sekarang sudah berevolusi menjadi lebih kuat dan tajam sekali mosnternya. Mungkin kalian tidak mempercayainya, tapi besok ini adalah invasi Mosnter yang keluar dari Dungeon dan kalian yang sekarang akan langsung mati jika tidak bisa mengalahkanku, karena Mosnter yang datang itu tidak seperti biasanya.” dengan wajah serius mengatakan itu pada semua orang yang di sana. “Lalu mari kita berhenti main- main!” dengan tenang mengatakan itu, tapi di saat yang sama darah keluar dari hidungnya dan membuatnya jadi melihat dengan buram.


Sementara itu No 1 yang ada di udara melihat beberapa kapal sedang terbang ke jurang tempat No 2 berada. “Dia sampai ya.” dengan teang melihat ke kapal yang banyak mendekat ke jurang itu. Saat kapalnya tiba di atas jurang, ada satu orang keluar dengan teleportasi. Dia seorang gadis dengan seragam sekolahnya berada di tepi jurang.


“Di sini… tapi ini cukup dalam juga.” ucapnya dengan terus terang lalu kemudian melihat ke layar di langit yang memperlihatkan No 2 sedang masih bertarung. “Dari penjelasan Kakak dia orang penyayang dan juga sangat berani bahkan tidak ada yang bisa menyamai kebaikannya. Tapi dari yang ku lihat dia seperti orang yang dingin.” ucapnya dengan melihat ke langit yang ada layarnya pada No 2 yang sedang bertarung tanpa senyum sedikit pun. “Kakak menyuruhku melempar armor yang di berikan padaku untuknya!” dengan pelan menekan tombol di tangannya. Setelah beberapa kali menekan, kapal di dekat jurang langsung menebakan sesuatu ke bawah jurang. “Ku harap cepat sampai.” ucapnya dengan tenang lalu melihat lagi ke langit di mana yang sedang memperlihat No 2 sedang berjuang  melawan para armor yang terus berdatangan padanya dengan sekata jarak dekat.


“Aneh! Kenapa itu cepat sampainya?” Tanya gadis di dekat jurang yang memiliki pemikiran yang sama dengannya. Gadis itu melihat ke bawah jurang lagi yang sangat gelap sekali. “Ini memang terlihat gelap sekali bahkan tidak terlihat sama sekali ada kehidupan di bawah!” Ucapnya dengan tenang. “Kakak bilang dia bukan seorang player dan merupakan manusia biasa, tapi dia terlalu kuat.” pujinya sambil melihat ke langit lagi. “Apa benar orang ini cuma manusia biasa tanpa bakat kecuali kecerdasannya?” Tanya nya lagi dengan wajah serius. Di sisi lain No 2 yang tadi mengindar kini berjalan dengan santai ke tempat benda tadi jatuh setelah banyak debu menghilang di sekitarnya.


“Jangan mendekat, kalian tidak bisa mengalahkanku dengan semua kekuatan kalian. Sebaiknya kalian bersiap saja dengan kedatangan monster itu besok.” dengan tegas mengatakan itu sambil terus jalan ke benda yang jatuh itu. Tidak ada yang berani mendekat ke arah No 2 yang masih tenang saja. Saat sampai di dekat benda itu, No 2 menghilangkan debu yang masih di sekitar benda itu hingga tidak tersisa satu pun. Dan saat terlihat sepenuh nya, ternyata itu sebuah kotak yang terbungkus rapi. No 2 kemudian melihat sebuah layar yang bertuliskan nomor di sana dan tanpa ragu langsung menekannya. Setelah menekanya, sebuah robot terlihat di dalamnya yang kemudian perlahan aktif di depannya. ‘Koneksi Pada Master!’ setelah itu perlahan robotnya menghilang lalu membungkus No 2. Saat sudah terbungkus oleh armor robot, koat tadi perlahan meleleh dan menguap di udara. No 2 tidak peduli dengan itu lalu melihat ke para orang lainnya yang tidak bicara sama sekali. “Samapi jumpa!” pamit No 2 dengan terbang ke atas tanpa ragu sama sekali meninggalkan mereka semua. No 1 melihat No 2 menembus awan gelap itu hingga dia bisa melihat cahaya dan hingga dia sampai di depan atas jurang itu dengan melayang. No 1 melihat No 2 sedang terbang melayang mendekat ke dekat gadis itu, dan saat sampai No 2 langsung melepas semua armornya dengan memghilangkannya lalu dengan tersenyum pada gadis di depannya itu.


Gadis itu hanya diam saja melihat No 2 melayang dengan jalan mendekat ke arahnya. “Diriku ini hanya tersenyum di waktu tertentu, tapi apa ada alasanya?” Tanya No 1 pada dirinya yang melihat No 2 itu senyum pada saat tertentu saja. Saat No 2 sampai di dan menadara di dekat gadis itu, dai melihatnya dengan tenang ke semua bagian.


“Kamu siapa?” Tanya No 2 dengan lembut dan sopan pada gadis di depannya itu. Gadis itu merasa aneh dengan No 2 yang terlihat lembut sekali itu. No 2 terus melihat ke gadis itu yang masih diam dan tidak meresponya sama sekali. Cukup lama No 2 di abaikan pertanyaannya dan mulai merasa ada salah dengannya. “Ano, kamu baik-baik saja kan?” Tanya No 2 padanya dengan lembut lagi meski merasa ada yang aneh dengan gadis itu.


“A, aku Ram.” jawabnya dengan singkat dan juga terdengar kaku. No 1 yang mendengar itu jadi penasaran kenapa sikapnya berubah pada No 2 yang di depannya. Tapi dia juga tidak di mengerti sama sekali karena gadis itu salah tingkah di depan No 2 yang terlalu lembut dan halus bicara padanya.


“Aku Anto, sahabatnya saudaramu.” dengan tetap halus dan lembut bicara padanya. Gadis itu tetap terlihat tenang dan masih terus melihat No 2 yang bersikap berbeda dari di layar. Gadis itu mengangguk saja setelah perkenalan singkat itu. “Oh ya, bisa jelaskan kenapa sahabatku tahu kalau diriku berada di sini? dan juga kenapa seluruh Dunia tahu kalau semua rencana kami telah gagal?’" minta No 2 dengan tenang dan lembut padanya tanpa di sembunyikan sama sekali tujuannya. Gadis itu malah tidak langsung jawab melainkan terus melihat ke No 2 yang tenang dan masih tersenyum padanya.