
Setelah beberapa lama jalan, mereka berdua sampai di taman yang di maksud Run. Anto meihat di luarnya sudah terlihat indah bagian dalam dengan melihat ke sana kemari dari luar. “Bagaimana Kak?” Tanya Run dengan senyum ke Anto. Anto melihat kesana kemari yang menemukan banyak pasangan di sana dengan bermesraan di dalamnya. Anto hanya tersenyum melihat itu dan belum merespon Run sama sekali.
“Mari masuk!” Ajak Anto dengan pelan. Run mengikuti Anto yang sedang menikmati melihat taman dengan tenang dan senum sendiri tanpa melihat ke arahnya. “Apa ini tempat umum Run?” Tanya Anto yang melihat sedikit pelajar di sana, tapi bukannya berhenti tapi malah terlihat seperti menjauh.
“Ini memang tempat umum, tapi karena banyak pasangan yang sering datang ke sini, semakin lama orang yang datang ke sini cuma pasangan saja.” Jawab Run dengan santai sambil menikmatinya.
“Hm… Sudah ku duga. Seharusnya mereka datang saja ke sini. Apa ada aturan yang melarang pelajar lain datang ke sini?” Tanya Anto lagi yang ingin tahu.
“Tidak ada, tapi…” Run tidak melanjutkan perkataannya karena di sana memang hanya ada pasangan saja. Anto tidak merespon dan terus jalan dengan Run di sana mencari tempat yang menurutnya cocok untu menikmati indahnya taman. Saat sudah di dalam taman, Anto terus meikmatinya dengan tenang dan santau dengan terys mencari tempat yang cocok untuk mereka duduk. Namun setelah beberapa langkah Anto merasakan ada sesuatu yang sangat famuliar tidak jauh darinya.
Anto melihat sana sini dengan berhenti jalan dengan rasa ingin tahu sekali apa yang di rasakannya itu. -Apa itu?- Tanya NAVI dengan serius sambil melihat dan menunjuk lurus ke sebuah pohon yang tidak jauh dari mereka berdua.
Run yang di ajak berhenti jadi penasaran dengan apa yang Anto lihat di depannya itu. “Apa ada sesuatu di sana?” Tanya Run pada Anto karena tiba-tiba berhenti dan juga tidak tahu ke mana arah Anto melihat yang cuma di depannya ada pohon saja yang tidak terlalu jauh.
“Entahlah, ku rasa ada sesuatu di dekat pohon itu.” Jawab Anto sambil terus melihat ke pohon yang tidak jauh darinya. “Mari kita lihat!” Ajak Anto dengan santai dan juga ingin tahu apa yang terjadi di sana. Run hanya diam saja mengikut dari samping.
Setelah beberapa meter berjalan Anto dan Run sampai di dekat pohon itu dan mereka merasa ada sesuatu pada pohonnya. “Kak! kenapa di sini rasanya waktu terhenti?” Tanya Run yang merasakan hal yang sama persis dengan Anto.
“Waktu tidak terhenti, tapi berjalan lambat sekali. Di sini waktu sepertinya telah di atur oleh seseorang.” Jawab Anto dengan santai dan serius. “Tunggu di sini. Jangan mendekat.” Minta Anto sambil melepas tangannya dari tangan Run lalu jalan ke dekat pohon itu. Setelah di dekatnya, Anto langsung menyentuhnya kemudian Anto merasa tenang sekali. Anto kemudian melihat sinar cerah keluar dari pohon itu dan Anto tiba di sebuah taman yang di atasnya langsung terdapat angkasa luas sekali.
-Taman di luar Angkasa, keren abis dah- Puji NAVI sambil menikmatinya juga. Anto yang sudah di sana melihat sana sini dan menemukan sebuah meja tidak jauh darinya. Anto jalan ke sana dengan menikmati taman yang indah itu. Saat sampai di meja itu, Anto langsung menrmukan sebuah laptop jenis lama lalu dia membukanya. Setelah selesai membukanya, Anto langsung menemukan sebuah folder dan tidak ada file lainnya. Anto tanpa ragu langsung membukanya.
Saat membukanya Anto menemukan sebuah video yang dirinya mengenakan pakaian serba hitamnya. ‘Kita bertemu lagi diriku yang muda.’ Sapa pesan itu yang terdengar sma persis dengan Anto yang sekarang. ‘Mungkin kamu sudah mengunjungi Ayah dan Ibu. Sudah lanngsung saja ke pembahasannya.’ Diri Anto yang lain kini jadi serius. ‘Dengarkan ini, jika kamu mati di eramu yang sekarang lebih baik, jangan kembali ke masa lalu. Biarkan waktu yang sekarang terus mengalir karena jika kamu melakukannya akan bertambah lagi jadi 10.001 pengulangan.’ Dengan serius mengatakannya.
Anto langsung mempause sebentar video itu dan ingin tahu dengan sedikit memikirkannya. “NAVI, bagaimana menurutmu?” Tanya Anto pada NAVI. NAVI malah terdiam tidak berkomentar sama sekali dengan pertanyaan Anto tadi itu. “Ku anggap kamu tidak mengerti juga.” Anto kemudian lanjut lagi menonton pesan vidio itu.
‘Kamu sudahi saja petualangan kita di sini, karena terlalu lama ZERO berpetualang di tempat yang sama. Bukan itu saja alasannya. Berbagai Planet dan Dunia lain sudah berubah akibat masa lalu yang terus berubah-ubah dan juga di Semesta dan Galakxy lain, kita belum menjelajahnya karena kita belum pergi ke sana. Di sini juga sudah banyak BIDADARI yang kamu punya dan bahkan mereka sudah tinggal sedikit saja para Gadis yang menarik di Dunia ini. Mungkin kamu belum sadar hal itu, tapi semakin lama kamu tinggal di sana kamu akan semakin bosan.’ Dengan serius mengatakannya.
‘Era damai memang enak, tapi karena kamu berpetualang dari kecil ke luar angkasa, kamu memliki yang namanya kebiasaan. Kebiasaanmu itu akan membuatmu ikut campur di Dunia yang menyebabkannya jadi bencana yang kamu tidak sadari di masa depan yang jauh sekali. Makanya di kehidupanku, aku selalu berusaha menekan rasa penasaranku dan tidak terlalu melibatkan diri dalam masalah. Dalam kehidupan ini, aku telah memberseskan semua malasamu dan kamu bisa hidup denagn tenang tanpa masalah lain lagim kecuali kamu melibatkan diri lagi.’ Diri Anto yang lain terhenti sebentar.
‘Mungkin ini baru 2 atau 3 hari kamu pulang dari petualanganmu yang jauh dan membawa pulng BIDADARI yang lain. Hah... sudah cukup basa basinya. Ini pesan yang sesungguh.' Dengan sangat serius sekali mengatakannya. 'computer ini akan berubah jadi sebuah butiran cahaya ingatan dari ZERO pertama yang di mana kamu tidak hidup dengan nyaman dan sedamai ini. Dirimu yang lain termasuk aku sudah menonton semua perjalanan dirimu yang pertama. Kamu tahu, hidup dirimu yang pertama itu hanya berumur sampai 20 tahun dan mati karena Monster yang kuat dan tidak bisa di lawannya. Satu lagi, jika kamu memutarnya, semua BIDADARI yang kamu miliki akan dapat menontonnya.’ Setelah pesan itu vidionya terhenti karena telah habis.
Anto dan NAVI terdiam saja setelah mendengar hal itu dan tidak berkata atau melakukan sesuatu. Setelah itu laptopnya perlahan jadi butiran cahaya putih seperti susu yang sangat murni sekali. Setelah semuanya terkumpul jadi satu, Anto kemudian memegang bola susu seukuran genggaman tangannya itu dengan santai. “Menurutmu bagaimana NAVI?” Tanya Anto mengenai pesan itu yang sudah sangat jelas sekali.
-Bagaimana! sudah jelaskan kamu sendiri yang harus memutuskannya. Aku sendiri baru tahu ada pesan yang di tinggal seperti itu. Satu lagi, bola susu sebaiknya kamu telan sekarang- Suruh NAVI setelah menjawab itu. Anto yang di suruh langsung menelan bolan susu itu dengan sekali teguk. Tapi, bukannya masuk melalui tenggorakannya, malah bola susu itu langsung pecah setelah di mulutnya dan membuatnya seperti tidak di makan sama sekali dan juga membuat Anto merasakan kekuatan yang sangat besar sekali sedang meluap dalam dirinya.
Anto tetap tenang karena kekuatan itu tidak bentrok sama sekali malah menyeusiakan diri pada dirinya sendiri dengan tenang dan juga cepat. “Apa yang tadi itu?” Tanya Anto yang ingin tahu dengan terus merasaka kekuatannya semakin lama semakin meninggkat. Tapu bukan kekuatan Mana, Fisik maupun Spritulanya yang semakin kuta melainkan Inti jiwanya semakin terbentuk jadi sebuah kelereng murni yang sangat kecil sekali dan sangat putih lebih dari susu biasa.
Anto yang mendengar itu hanya diam saja dengan merasakan kekuatannya sudah meluap sekali dan masih bisa di tampung oleh dirinya. “NAVI, jika aku di reinkarnasi yang le 101 berapa berapa banyak BIDADARI yang akan sadar?” Tanya Anto yang tahu.
-Semuanya akan terlahir bersamaan tapi mungkin dengan umur yang berbeda. Kamu mungkin akan menemukan mereka sudah berumur 12 saat kamu berusia 16 tahun atau lebih bahkan. Yang jelas para BIDADARI akan lahir bersama di dunia kamu yang ke 101- Jawab NAVI dengan tenang masih diam dan juga terdengar senang.
“Semuanya ya. Sepertinya masih lama sekali buat berkumpul bersama mereka lagi.” Anto tersenyum setelah mengetahui itu. “Kalau gitu NAVI, pesan yang tadi ingin kita tonton itu di mana nanti?” Tanya Anto mengingat ada pesan sesungguhnya dari dirinya yang lain sudah ada pada NAVI arena NAVI juga dapat data yang seharusnya beda dari sebelumnya.
-Sebaiknya nanti malam saja, atau nanti setelah kamu pulang dari sini. Soalnya kamu akan di sana sangat lama sekali mungkin selama 15 tahun dalam ingatan masa lalu ZERO pertama- Jawab NAVI dengan jelas dan singkat. Setelah itu Anto diam saja tidak tanya lagi. Namun di saat yang bersamaan juga, taman itu perlahan menghilang dari jauh. -Sudah waktunya kamu keluar-NAVI mengingatkan.
Anto mengikuti apa yang di katakan NAVI. Anto kemudian menutup matanya beberapa saat setelah merasa di sekelilingnya ada perubahan Anto membuka matanya dan menemukan dirinya di dekat pohon itu yang menghilang dengan cepat. “Kak, apa yang terjadi barusan?” Tanya Run yang di dekatnya.
Anto langsung meliaht ke Run dan tersentym. “Nanti kamu juga tahu. Setelah pulang nanti akan ku putarkan apa yang ku dapat tadi.” Jawab Anto sambil tersenyum dengan dan mengaharap Run sabar diam menunggu. Run mengangguk tidak menangapi Anto. namun wajhanya semakin penasaran sekali.
“Kak, kita sudah pulang sebenarnya. Hari ini sekolah di liburkan tapi baru di kasi tahu di papan pengumuman.” Run bicara tiba-tiba memberi tahu Anto keberan yang sesungguhnya. Anto yang mendengar itu mulai diam lalu melihat ke langit.
Anto melihat cerahnya mentari yang terang menderang dengan senang. “Bagaimana NAVI?” Tanya Anto pada NAVI mengenai apa yang akan di lakukannya setelah di kasi tahu kalau sudah pulang.
-Lakukan saja apa mau mu- jawab NAVI singkat. Setelah mendengar itu Anto melihat ke sekelilingnya. Anto melihat sebuah pohon yang teduh di sana dan juga tidak ada seorang pun pasangan yang duduk. Anto memegang tangan Run lalu jalan dengan pelan ke bangku itu. Setelah beberapa meter jalan, Anto dan Run sampai di bangkunya lalu duduk di sana dengan tenang. -Ajak Run tidur karena waktu di dalam mimpi dirimu yang lain akan ku percepat 90 persen dengan begitu saat kamu bangun nanti waktunya mungkin telah berlalu sekitar 30 menit saja- Dengan santainya NAVI meminta itu. Anto yang mendengar itu tidak berkata apa pun dan hanya diam saja.
“Run sandarkan dirimu di bahuku, karena ini mungkin akan lama menonton yang ku maksud tadi.” Minta Anto dengan tulus. Run memegang tangan Anto lalu memiringkan dirimu kemudian meutup matanya. Anto kemudian juga menaruh kepala di kepalanya di dekat Run lalu memejamkan matanya saling sandarkan diri di bangku itu.
-Baiklah akan ku mulai- Setelah itu NAVI memunculkan sebuah layar dengan tombol power yang sangat jelas sekali. -Setelah ini aku akan ikut tertidur dan hanya bisa melihat dari dirimu Anto. Baiklah mulai!- Setelah itu NAVI langsung menekan tombolnya dan membuat dirinya langsung hilang. Semantara itu Anto tiba-tiba merasa melayang di udara yang sangat gelap sekali. Setelah itu sebuah cahaya muncul di dekatanya, Run, Nua, Ana dan BIDADARI lainnya yang sudah menerima Anto kini berada di sana dengan tanpak bingung.
Semuanya melihat ke Anto yang di dekatnya karena ingin penjelasan dengan situasi yang sedang terjadi. “Kalian lihat sendiri saja. Nanti kalian paham sendiri.” Dengan senyum Anto mengatakannya. Setelah mengatakan itu, sebuah cahaya di bawah kaki mereka terbentuk yang semakin lama semakin besar. Lama kelamaan jadi sebuah matarhi yang bersinar terang, lalu mereka semua berpinah ke Bumi dengan cepat. Setelah berdiri tegak di planet Bumi, Anto langsung di tarik dengan cepat hingga membuat BIDADARI nya jadi panic dan mengejar dengan cepat yang namun itu sia-sia saja.
Anto yang tarik tadi jadi menututup matanya, kemudian dengan cepat membuak matanya setelah beberapa saat merasa tidak jatuh lagi. “Ini di mana?” Tanya Anto sambil melihat ke sana kemari melihat puing-puing bangunan dengan suara yang tidak bisa di keluarkannya. ‘Lapar!’ Terdengar suara yang sangat tidak asing sekali. “Kok aku jadi lapar, tapi bukan aku yang mengatakan itu!” Anto jadi bingung sendiri saat mendengsr suara itu. Tiba-tiba Anto merasa dirinya berjalan dengan lelah dan membuatnya tidak bisa mengendalikan tubuhnya sendiri. “Eh!” Anto berusaha menggerakkan kepalanya namun sia-sia karena tida bisa bahkan rasanya sama sekali tidak gerak. Anto juga berusaha mengerakkan tangannya tapi hal itu juga sama saja. Anto bahkan berusaha melawan namun sia-sia.
Setelah beberapa lama berusaha Anto merasa dirinya sedang berhenti, lalu lari lagi. Anto dengan cepat melihat ke mana dia sedang lari dan dia menemukan sebuah bungkus roti yang terlihat segar dan di saat yang bersamaan pula sebuah System Bronze muncul di depannya dan mentranfer cara pembuatan Roti itu dengan cepat. Anto jadi terdiam dengan hal itu dan tidak bertanya-tanya. “Ini kan sama persis dengan waktu itu!” Anto jadi teringat dengan dirinya yang mempelajari cara pembuata eskrim di Dunianya sendiri untuk pertama kalinya. “jangan-jangan ini!” Anto jadi paham dengan perkataan dirinya yang akan mengenal ZERO yang pertama kali.
Anto jadi kaget sekali mengetahui itu, apa lagi Dunia yang di kenalnya bukan seperti yang sekarang ini. Anto hanya bisa diam dan tidak berkata apa-apa pada situasi yang sedang di alaminya. Anto melihat ke roti di depannya lalu dengan cepat membuka roti lalu memakannya dengan sangat cepat. Anto merasakan dirinya merasa lega lalu melihat lagi ke System Bronzenya meski itu bukan kehendak dirinya sendiri melainkan kehendak dirinya yang lain. Anto kini tidak melawan dan tetap diam membiarkan semua pengalaman ZERO pertama mengalir pada dirinya meski itu menyakitkan sekali. Setelah menetapkan hati, Anto diam saja dan membiarkan dirinya yang lain memerankan diri sebagai mana mestinya.
*****
(Sebelumnya tanda .... itu sebagai perubahan dalam MC nya dalam tempat dan situasi yang berbeda yang jauh di ubah jadi ***** biar lebih jelas perbedaannya)