Interstellar Adventurer

Interstellar Adventurer
Chapter 167


“Bagaimana keadaanmu?” Tanya Ana dengan santai dan sopan. Luna masi diam saja tidak merespon sama sekali. Ana yang di abaikan jadi tidak bisa bicara sama Luna yang masih diam saja. “Hah… Kakek, ceritakan lagi tentang Dunia ini padanya.” Minta Ana dengan sopan dan santainya. Pemuda Tampan itu melihat ke Luna yang sepertinya sangat gelisah sekali. Dia mendekatinya dengan pelan ke tempat kasur Luna berbaring.


Pemuda itu langsung tersenyum pada Luna. Luna yang melihat itu jadi terdiam saat melihat itu. “Perkenalkan namaku Umam. Petualang AntarBintang.” Dengan singkat memperkanlakan dirinya. Luna yang medengar itu menjadi terlihat lega. “Saat ini kamu berada di negeri para Bintang. Anggap saja Planet buatan diriku yang ku buat untuk para kekasihku.” Uman menjelaskan dengan singkat. “Namamu siapa?” Tanya Uman dengan sopan pada Luna.


Luna terdiam sambil melihat ke Umam yang sepertinya hanya untuk menenangkannya. “Na, namaku Luna.” Jawabnya singkat dengan terus menatap Umam.


“Bisa aku memegang tanganmu?” Tanya Uman sambil mengelurkan tangannya. Luna dengan pelan mengulurkan tangannya juga karena bis amerasakn Umam tidak akan melakukan apa pun padanya. Umam pun langsung memgang tangan Luna yang sepertinya masih dalam keadaan linglung. Umam yang memgang tangan Luna langsung mengalirkannya energy dan membuat Luna jadi terlihat lebih tenang dan tidak dalam linglung. “Nah, sekarang kamu kelihatan lebih baik.” Umam melepaskan tangannya dari Luna. “Ana, kamu lakukan sendiri sekarang. Aku akan kembali nanti jika kalian sudah siap pergi.” Umam membuat portal kecil di dekatnya lalu langsung memasukinya tanpa berkata apa pun lagi.


Saat Umam sudah menutup portal yang di buatnya, Ana yang dari tadi melihat kini mendekat ke Luna. “Sepertinya kamu sudah tenang.” Ajak bicara Ana dengan sopan sambil duduk di kasur tempat Luna masih berbaring. Luna mengangguk sambil tersenyum. “Aku ingin Tanya, apa ada seorang anak semurun denganmu di Duniamu sana yang punya kekuatan besar dan kelakuan baik?” Tanya Ana yang sangat ingin tahu sekali. Luna berpikir sebenyat sambil megingat hanya Anto yang terpikirkan olehnya.


“Hm… Seingatku tidak sama sekali. Yang ku kenal laki-laki cuma satu orang saja yang menganggapku seperti manusia.” Respon Luna yang mengingat Anto saja. “Tapi, aku tidak tahu seberapa besar kekuatannya. Hanya saja dia cukup misterius sekali dan juga sangat baik pada semua orang.” Luna menambahkan dengan singkat. Ana yang mendengar itu langsung terdiam dan terlihat jadi sangat penasaran.


“Apa kamu punya fotonya?” Tanya Ana dengan sangat antusias sekali. Luna yang melihat tatapan Ana itu jadi senang. Luna langsung memunculkan hologram Anto yang sangat detail sekali dengan pakaian serba hitamnya. Ana yang melihat itu jadi menatapnya dengan sangat tajam sekali dan juga menjadi tersenyum lebar dan senang. “Scan!” Luna dengan santainya mencari tahu foto itu. Setelah beberapa saat, dia melihat ke data hasil Scannya. Ana jadi sangat penasaran sekaligus bingung saat melihat datanya yang menunjukkan kalau foto itu merupakan data dari Petualang pertama dan merupakan orang yang seharusnya sudah mati.


“Kamu kenapa?” Tanya Luna yang bangun dari tempat berbaringnya dan melihat ke Ana yang terlihat bingung.


“Ne, apa kamu yakin orang ini adalah orang yang sama?” Tanya Ana pada Luna yang baru bangun sambil menunjukkan  data yang di perolehnya. Luna melihat ke data itu yang menampilkan penjelasan mengenai Anto. {ZERO yang biasa di kenal dengan Anto di zamannya sekaligus orang pertama yang jadi Petualang AntarBintang. ERROR… ERROR… ERROR!} Setelah itu layarnya menutup saat Luna membacanya.


“Apa tadi itu?” Tanya Pemuda itu yang sampai dan juga di temani oleh banyak wanita dengan teleportasinya yang sudah ada di sana dengan cepat. Luna dan Ana melihat ke sana yang di kunjungi oleh banyak orang.


“Kamu kenal dengan dia?” Tanya pemuda itu yang kaget saat melihat hologram itu.Luna tidak langsung merespon malah melihat balik ke Umam yang sepertinya tahu siapa Anto.


“Ya, aku salah satu yang mengingkannya.” Jawab Luna dengan santai dan juga tidak mengerti dengan situasi yang sedang di lihatnya itu. Setelah beberapa saat, semua orang yang ada di sana langsung di tampilkan sebuah layar. Umam langsung melihat ke sebuah layar di depannya yang juga di tampilkan di layar semua orang yang ada di sana. Mereka semua melihat ke layar masing-masing dan jadi terdiam dan tidak tidak percaya dengan apa yang mereka lihat itu.


“Kalian semua tinggalkan kami bertiga. Aku harus segera memulangkannya.” Dengan sangat serius sekali berbicara pada semua orang di sana. “Ana, kamu cepatlah pulang dan pamitan jika kamu ingin ikut.” Suruh Umam dengan serius. Ana yang di sana langsung telepostasi dari pada menggunakan portal supaya jadi lebih cepat. Dan yang lainnya membuat potal lalu masuk dan kini tinggal mereka berdua yang ada di dalam sana. “Luna, sepertinya mengalami hal yang berat. Kamu tahu, sekarang ini zaman suatu Dunia sudah berubah lagi gara-gara pengulangan yang terjadi di beberapa kali di Dunia yang sama. Namun, itu tidak memperngaruhi Dunia ini karena Dunia ini berada di bawah naunganku dan tidak ada yang bisa mengubahnya karena mereka yang berusaha mengubah Dunia ini jadi terdeteksi ruang waktunya yang mengalir di sini.” Umam menjelaskan dengan detail dan singkat.


Luan terdiam saat Umam melihatnya seperti menunggunya bertanya. “Jadi apa masalahnya?” Tanya Luna dengan santai.


“Kamu datang dari era yang berbeda ke Dunia ini. Jika kamu tinggal lebih lama di sini, mungkin kamu akan mati di zamanmu dan akan terenkarnasi dengan paksa. Tapi, nndaikan kamu Rohmu tidak datang ke Dunia ini, mungkin kamu sudah di reinkarnasi dan tidak mengingat apa pun menganai apa pun di Duniamu dan uga tidak bisa kembali ke zaman kamu hidup.” Umam menjawab dengan santai. Setelah itu Umam diam saja dan tidak berkata apa-apa.. Umam melihat ke Luna yang sepertinya sudah paham. “Satu lagi, kenapa kamu bisa tiba di sini?” Tanya Umam yang sedikit penasaran dengan hal yan terjadi pada Luna.


Luan terdiam sambil berusaha mengingatnya dan tidak keberatan mengarakan kebenarannya pada Umam. “Waktu itu kalau tidak salah, aku merasakan sesuatu di tubuhku. Aku bisa menggunakan Skil kehidupan dan kemtian di saat yang bersamaan. Setelah membuka mataku, aku tiba di sini dan tidak mengerti dengan situasi yang sedang terjadi.” Jawab Luna yang mengingat dengan sangat jelas. Umam tidak kaget malah wajahnya jadi tambah serius sekali.


“Luna, dengarkan baik-baik. Skil Kehidupan dan Kematian itu tidak ada sama sekali di mana pun bahkan jika di Duniamu." Bicara Umam dengan serius. "Biar ku jelaskan Skilmu itu. Kehidupan bukan berarti bisa menghidupkan orang mati, tapi itu lebih membat tubuh baru untuk roh yang belum lenyap dari Dunianya. Sedangkan Kematian itu, mirip tubuh tanpa jiwa sama sekali. Dengan kata lain, sesuatu yang tidak punya pikiran kamu bisa kendalikan sesuka hatimu.” Umam menjelaskan dengan serius sekali. “Jika teori ini di ketahui oleh Dewa dari Duniamu, dia pasti akan sangat tidak menyangkannya kalau Skil Kehidupan dan Kematian itu sebenarnya Skil yang mudah di pelajari. Jadi sebaiknya kamu jangan pernah kasi tahu pada siapa pun kecuali pada BIDADARI, semua orang di Planet ini, ZERO dan semua Petualang Bintang lainnya yang tersebar. Karena, selain mereka, mungkin bisa menggunakannya untuk berbuat kejahatan di mana pun. Bahkan mereka bisa membuat tubuh baru berkali-kali dengan Skil kehidupan itu. Kamu pahamkan maksudku.” Dengan sangat serius sekali menekankan.


Luna yang paham hanya mengangguk. Setelah itu Umam jadi lega dengan Luna yang sepertinya memhami maksud dari peringatannya itu. “Ano! Apa aku bisa membuat tubuh untuknya jika dia sudah tua?” Tanya Luna yang teringat kalau Anto itu manusia yang berumur pendek.


Next Chapter