Interstellar Adventurer

Interstellar Adventurer
Chapter 233


Anto terus menangis senang dan gembira melihat kedua orang tuanya yang tidak sadarkan diri dan juga sangat dekat dengan dirinya. Setelah beberapa lama menangis, Anto perlahan membaik lalu memebersihkan air matanya.  Kemudian Anto tersnyum melihat kedua orang tuanya. “Ternyata kalian tidak bohong akan menemaniku setelah mati.” Anto merasa senang dengan mengingat kedua orang tuanya yang telah lama di lupakannya, serta mengingat janji orang tuanya yang di tinggalkan pada dirinya yang akan selalu menemaninya setelah mereka mati. Dengan perasaan senang dan gembira yang telah terpuaskan sementara, Anto segara mengingat kejadian sebelumnya yang di mana dirinya di masuki oleh sesuatu yang hitam.


“Segel jiwa." Kalimat itu keluar begitu saja dari mulutnya tanpa memikirkanya terlalu lama. "Sebenarnya Skil ini sama sekali tidak bisa ku gunakan meski memahaminya... Apa mungkin ada syarat tertentu mengaktifkannya!" Cari tahu Anto dengan serius sekali. Selama beberapa saat Anto mencoba mengaktifkanya tapi tidak bisa sama sekali, malah seperti merasa salah tempat untuk mengaktifkannya. Anto pun berhenri saat merasakan hal itu. Anto melihat lagi kepada kedua orang tuanya. "Kalian pasti mendapatkannya dari Dungeon level tinggi. Melihat kalian seperti ini sudah lebih dai cukup mencari tahu cara membangunkan kalian, sebagai seorang anak.” Anto pun menutup matanya lalu merasa seperti menghilang dari tempat itu.


Saat merasa berhenti menghilang dan merasa menyatu, Anto perlahan membuka matanya. Anto melihat ke sekelilingnya dan menemukan dirinya masih berada di dalam semak-semak dengan Haruna yang masih tertidur di tempatnya. “Aku keluar!" Anto perlahan bangun dengan masih sedikit kepala puisng. "Sepertinya tidak akan mudah menemukan tempat tadi. Aku sendiri tidak tahu di mana tempat itu... Tapi kenapa tempat itu terasa seperti di dekatku?!” Anto yang yakin, bingung, penasaran dengan hal yang di lihatnya tadi itu. Saat merasa baikan. Anto bertanya pada semua tumbuhan apa yang terjadi pada dirinya setelah pingsan. Para tumbuhan langsung menjawab kalau dirinya mati dan tidak ada tanda kehidupan dari dirinya. Anto pun jadi bingung dengan hal itu.  Anto meminta penjelasan lebih tentang itu.


Para tumbuhan langsung merespon kalau mereka sendiri tidak tahu, yang jelas mereka bilang kalau seluruh tubuhmu mati kecuali jantungmu berdetak sangat pelan sekali. Anto tidak bertanya lagi dan mengecek seluruh tubuhnya, namun Anto sama sekali merasa tubuhnya baik-baik saja dan tidak ada perubahan sama sekali. Anto memikirkan dengan sangat keras, tapi itu sia-sia dan membuatnya seperti orang penasaran saja. Ato pun menghentikan memikirkan itu lalu melihat keondisi Haruna yang masih tidak sadarkan diri. Anto bertanya pada para tumbuhan kondisi Haruna, para Tumbuhan menjawab cepat kalau sekarang Haruna dalam proses penyempurnaan diri sebagai Ratu Alam dan sebentar lagi akan bangun. Anto yang mendengar itu merasa lega dan tidak bertanya lagi.


"Sia-sia ku khawatirkan ini... Sebaiknya keluar dululah. Di dalam sini malam dan siang sama saja tidak ada perubahan sama sekali." Ucapnya dengan merasa lega. Saat di luar ternyata sudah larut malam sekali. Anto jadi teringat dengan kamera yang di susupkanya ke pasukan Iblis itu. “Sebaiknya ku lihat dulu kamera itu.” Anto pun masuk lagi ke dalam semak-semak dengan perasaan tenang. Saat sudah di dalam, Anto langsung duduk lalu menekan tombol di tangannya lalu menekanbeberapa kali tombol layar di depannya. Setelah beberapa kali menekan, Anto melihat banyak banyak sekali kamera yang muncul.


Anto melihat semua yang di layar dan aktivitas semua iblis di dalam sebuah istana. "Sepertinya ada di berbagai tempat kamrena ini." Anto melihat satu persati kameranya yang bersembunyi di berbagai tempat yang berbeda dan juga berada di tempat aneh. Salah satu kameranya berada di area pemandian laki-laki, lalu kamrrsnua yang lainnya berada di tempat yang banyak api, dan masih banyak tempat aneh lainnya. Tapi Anto tidak memikirkan itu dan malah terus memilah kameranya satu persatu. “Apa ada tempat yang normal?” Tanya Anto yang masih menemukan kameranya masih berada di tempat aneh.


Tapi ada salah satu kamera yang  berada di sebuah lorong yang tanpak biasa saja. Anto memperbesar kameranya itu lalu melihat ke skitarnya. Ano tersenyum senang menemukan tempat itu ternyata sebuah banguan. Anto pun menerbangkan kamera yang di sana dan lebih memperbesar tampilan kameranya. Anto mulai berkeliling terbang ke sana ke mari menelusuri. Lorong yang di lauinya terlalu luas dan mudah menggerakkannya namun sangat sulit menemukan seseorang. Tapi harapan itu terkabul untuk menmukan seseorang saat mendengar sesuatu Anto pun menerbangkan kameranya ke sumber suara itu. Anto mendengar suara dari sebuah ruangan  yang tidak jauh dari tempatnya, Anto pun menerbangankan kameranya ke sana. Setelah beberapa meter terbang ternyata Anto sampai di sebuah pintu yang sedikit terbuka. Ano langsung masuk tanpa ragu dan menemukan dirinya dalam dapur.


Suasana di sana sangat sibuk sekali dan juga sepertinya ada sesuatu yang sedang d buat di sana. “Cepat siapkan. Raja Iblis sudah menunggu.” Soerang Iblis koki dengan penuh semangat memberi perintah sambil tersenyum senang. Semua Iblis hanya tersenyum menikmati memasak mereka di tempat mereka masing-masing.


Anto terus memmperhatikan dapur yang sibukitu dengan perhatian. “Ini namanya bukan Iblis, malah terliat seperti keluarga saja.” komen Anto yang tidak ada garang sama sekali dari para Iblis yang di lhatnya di sana.


“Bawa cepat itu ke ruang makan Raja Iblis.” Suruh kepala koki pada seorang Iblis yang membawa Nampan. Anto terbang mengikuti Iblis itu yang mengarah langsung ke tempat Raja Iblis yang di carinya sebagai bos Dungeon yang harus di kalahkannya. Iblis yang membawa nampan itu jalan dengan cepat ke pintu lalu pelan saat tiba di pintunya, setelahnya dia mengubah gaya cara bawa makanannya dengan elegan. Anto hanya terbang mengikuti dan tidak melakukan apa pun. Saat sampai di depan pintu, Iblis membuka pintunya dengan pelan. Anto tiba di sebuah meja makan yang sangat besar sekali dan di sana ada seorang yang sedang duduk sendiri. Pelayan tadi langsung jalan ke sana dan menaruh makanan itu dengan sopan lalu berdiri di belakangnya.


Orang yang duduk itu melambaikan tangannya menyuruh prlayan tadi keluar. Anto yang melihat diari belakang hanya memperhatian saja. Setelah itu Anto terbang di sudut ruang.  Saat membalikkan kamera melihat siapa yang ada di kursi, Anto melihat seorang Iblis wanita yang cantik sekali. Anto teriam saja melihat Iblis itu makan dengan tenang dan elegan. "Apa benar ini Bos Dungeon?" tanya Anto yang sangat tidak yakin dengan hal yang di lihatnya itu. Apa lagi kalau Iblisnya sangat cantik seperti itu. ‘BRAK!’ pintu masuk tadi di buka dengan keras sekali oleh seseorang. “Raja Iblis!” panngil Gadis Beastman Rubah menyapa dengan penuh semangat.


“Raja Iblis, anda kenapa?” Tanya Beastman kelinci padany dengan sopana. Raja Iblis itu melihat ke Beastman itu dengan tenang. “Rait.... saat ini ada seseorang yang mengawasi, makanya aku senang.” Jawab Raja Iblis itu sambil melihat ke sudut tempat kamera Anto berada. Anto pun sedikit kaget saat melihat Raja Iblis melihat ke kameranya dengan tiba-tiba. “Apa kamu dari Bumi?” Tanya Gadis Raja Iblis itu pada Anto. Sementara itu para Beastman bingung dengan Raja mereka yang melihat ke arah lain dengan tersenyum. Anto terdiam tidak bisa berkata apa-apa saat mengetahui dirinya sudah ketahuan. “Apa yang kamu mau? apa mau membunuhku?” Tanya lagi Raja iblis itu pada Anto.


Anto yang mendengar  tidak langsung merespon karena belum memunculkan dirinya. Anto menenangkan diril karena Kaget dengan Raja Iblis lalu mulai merubah oikirannya jadi  positif dulu. “Sepertinya Iblisini juga dari Bumi Mungkin..” Anto yang mulai kepkiran dengan iblis itu, meski masih agak ragu.Setelah merasa baikan, Anto kemudian menekan beberap kali tombol di layar pengawasannya, lalu Anto pun muncul sebagai hologram di ruang makan itu dengan posisi yang duduk yang sama di dalam semak-semak. Para Beastman bangkit dari tempat duduk mereka sambil memganggil senjata yang di simpan entah di mana, dengan langsung mengarahkannya ke Anto.  “Apa kamu juga dari bumi?” Tanya Anto dengan senyum dan tenang meski di ancungkan senjata.


Raja Iblis itu tetap tersenyum pada Anto. “Ya, aku di reinkarnasi dari sana beberapa tahun yang lalu.” Jawab Gadis Iblis itu dengan sopan. “Kalau kamu, bagaimana kamu tiba di sini?” Tanya balil Iblis itu pada Anto dengan sopan sambil melihatnya.


“Aku masuk dari Dungeon yang terhubung ke sini. Anggap saja kamu adalah Bos Dungeon ini dan tugasku untuk mengalahkanmu, supaya bisa keluar dari Dungeon.” Jawab Anto dengan jujur. “Tapi tidak jadi ku lakukan karena dirimu tidak berbhaya.” Tambah lagi Anto dengan sopan. Raja Iblis terdiam mendengar itu. Keduanya saling tatap dan balas senyuman


“Kamu siapa?” Tanya Beasman kucing pada Anto dengan menatap tajam pada Anto. Anto hanya diam saja sambil melihat ke arahnya.


“Maaf lupa memperkenalkan diri, namaku Anto dari Dunia lain.” Anto memperkenalkan dirinya dengan sopan. Semua beastman hanya terdiam mendengar itu.


“Sudah, sudah, kalian jangan mengancamnya, dia datang dari Dunia yang sama denganku, tapi sepertinya dia dari era yang berbeda.” Raja Iblis menyruh para Beastman itu berhenti mengganggu Anto.Para Beastman itu menurut dengan mudah. lalu Raja Iblis melihat ke Anto dengan tenang. “Jadi apa yang akan kamu lakukan jika kamu tidak mengalahkanku?” Tanya Raja Iblis itu pada Anto dengan sopan dan ingin tahu. Anto terdiam dan tidak tahu harus apa.


Anto memikirkan itu sejenak. “Kalau itu... Hm... mungkin akan ku kalahkan kamu tanpa membunuhmu supaya bisa pulang ke Bumi.” jawab Anto dengan jujur dan percaya diri sekali, meski hal itu bisa di lakukan. Raja Iblis tersenyum pada Anto yang mengatakan itu tanpa ada keraguan sama sekali.


“Kamu ingin mengalahkanku dengan levelmu yang sekarang, seperti sangat mustahil. Setidaknya kamu harus level 999 atau maksimal baru bisa sebanding denganku.” Timbal Raja Iblis dengan penuh percaya diri sekali. Anto pun jadi terdiam mendengar itu, karena Raja Iblis tahu level dari dirinya. Anto terdiam dulu dan tidak langsung merepson.


“Itu mustahil bagi diriku. Aku tidak bisa membunuh sesuatu yang baik. Apa lagi yang masih bisa di komunukasikan.” Jawab Anto dengan santainya. “Aku cuma ingin balik ke Bumi tanpa melukai siapa pun dengan tujuan membawa semua kekuatan yang ku miliki sekarang ini." Timbal Anto dengan penu keyakinan. "Jika aku boleh, aku cuma ingin meminta bantuanmu untuk membukakan portal yang mengarah ke Bumi untukku. Cuma itu saja yang ku mau minta, jika bisa di kabulkan.” Entah kenapa Anto tiba-tiba mengatakan itu dengan jelas sekali, dengan tujuan untuk menghindari pertarungan berdarah yang tidak ada gunanya sama sekali.