Interstellar Adventurer

Interstellar Adventurer
Chapter 248


Anto yang melihat semua perubahan pada Hana telah selesai tersenyum saja melihat Hana yang memeriksa dirinya. “Nah sekarang karena sudah ada 11 orang, maka saat aku akan memberikan perintah pada kalian.” Dengan suara tegas dan tersenyum pada mereka. Semuanya hanya diam saja tidak ada yang komentar dengan semua itu. “Kalian sudah mendapatkan senjata dan sudah tahu semua yang ada di dalamnya. Sekarang, waktunya kalian pergi selamatkan manusia lainnya. Dan satu lagi, aku akan munyuruhmu mencarikan pulau dengan terbang yang sangat bisa di tinggali oleh kita para Manusia!” Sambil menunjuk ke remaja yang tidak ragu sama sekali saat melakukan sesuatu duluan.


“Ya, akan saya lakukan.” Jawabnya lalu melayang degan robot itu. Semuanya hanya melihat saja tidak ada yang berkata apa-apa sama sekali.


“Hana kita kembali ke tujuan, dan kalian bawalah sebanyak apa pun manusia yang kalian selamatkan. Kasi mereka makan tiga kali sehari dan jangan pergi tinggalkan mereka sebelum ada pemberitahuan.” Semua hanya terdiam saja tidak ada yang merespon sama sekali, kecuali Hana yang mengangguk. Anto diam saja menunggu kesembilan orang yang masih diam saja setelah menerima apa yang kasi Anto pada mereka. “Apa itu sulit?” Tanya Anto pada kesembilan orang dewasa yang masih tinggal saja. Semuanya belum ada yang merespon dan hanya diam saja melihat ke arahnya.


“Aku ingin tahu, apa kami bisa melakukan hal itu?” Tanya dengan suara gemetar. Anto yang mendengar itu jadi sedikit paham. Mereka merasa sudah terlalu dewasa untuk melakkan hal itu, karena pikiran mereka sudah terlalu lama dan juga masih memilih untuk bertahan hidup saja dengan kelompk kecil. Di sisi lain mereka sudah terbiasa melakukan banyak hal untuk bertahan hidup.


“Jika yang ku katakan ini adalah kebohongan, maka mana mungkin aku menyelamatkan kalian. Mungkin kalian berpikir tidak mampu karena sudah terlalu tua, tapi saat kalian di dalam robot itu, penuaan kalian melambat dan juga kalian jadi panjang umur.” tambah Anto dengan berusaha meyakinkan mereka untuk melakukan sesuatu pada manusia yang lainnya. Tapi sepertinya itu tidak mungkin karena mereka tidak merespon sama sekali.


“Aku tidak mau. Lebih baik aku hidup sendiri saja.” Timbal seorang yang paling kiri, setelah itu terbang pergi meninggalkan Anto dan Hana termasuk yang lainnya. Sementara yang lain saling lihat lalu menganggukkan kepala mereka. Setelah itu malah ikut terbang pergi meninggalkan Anto dan Hana. Hana dan Anto terdiam dengan semua itu dan tidak menyangka kalau mereka akan bersikap seperti itu.


“Sepertinya mereka akan melakukan hal yang buruk jika mereka membawa robot itu.” Bicara Anto dengan tenang di pundak Hana.


“Apa kamu akan membiarkannya?” Tanya Hana padanya. Anto diam saja saat Hana bertanya padanya dengan serius sekali.


“Hmm... Mana mungkin. Setelah mereka mendarat, robot mereka itu akan kembali di jemput oleh robot lainnya untuk malakukan tugasnya. Robot yang ku buta sudah ku atur untuk membantu umat manusia dan buka untuk kepentingan pribadi. Oleh sebab itu aku tidak terlalu khawatir jika mereka membawanya kabur.” Jawab Anto singkat dengan tenang. “Baiklah, mari lanjut jalan.” Ajak Anto dengan tenang setelah tinggal mereka berdua saja di sana. Hana jalan dengan robot barunya mengikuti arahan Anto dan tidak bertanya lagi setelah mendngar jawaban dari Anto.


***


Setelah cukup lama berjalan dan sudah sore hari, Anto dan Hana tiba di sebuah gedung yang agak runtuh dan masih berdiri kokoh. "Sepertinya ada juga gedung yang terlihat bagus seperti ini, meski banyak lumutnya...!" Komen Anto dengan tenang melihat dari luar gedung.  “Apa ini  tempa kalian tinggal?” Tanya Anto pada Hana yang berdiri tegak di luar gedung.


"Sepertinya banyak yang rusak di dalam, meski di luar tidak tanpak sama sekali." Komen Anto dengan melihat ke sana kemari. “Hana... di mana jalan masuknya?” Tanya Anto karena tidak melihat pintu yang terlihat baik di dalam reruntuhan gedung itu.


“Di sini!” Jawab Hana sambil berhenti di sebuah ruang kosong dan banyak sekali  sampah. Anto hanya memperhatikan Hana degan sedikit penasaran maksud lokasi yang di tunjukkannya. Hana melihat ke bawah kakinya lalu membuka penutup lubang yang mirip dengan lantainya. Dan tidak di sangka, itu adalah jalan rahasia yang tidak di diga Anto. Hana langsung melompat dan Anto menyusul tanpa ragu sama sekali. Saat sampai di bawah, ternyata di sana sudah ada orang dewasa yang menjaga dengan terlihat sangat kurus sekali. “Aku kembali!” Sapa Hana dengan senyum ceria di wajahnya pada kedua penjaga itu. Penjaga itu langsung melihat ke Hana dengan mengancungkan senjata padanya setelah mendengar suara Hana. Hana hanya bisa terdiam saja dengan perlakuan yang di terimanya dengan tiba-tiba. “Ini apa maksudnya?” Tanya Hana yang tidak mengerti sama sekali dengan hal yang di alaminya itu.


“Siapa kalian?” Tanya salah sat dari kedua penjaga itu di sana dengan sangat mengancam sekali. “Kalian dari kelompok mana?” Tanya lagi dengan nada sangat mengancan meski dengan kurus begitu. Hana jadi terlihat tidak mengerti dan hanya diam saja melihat para orang dewasa itu menggertakknya. Anto yang melihat itu berjalan melangkah maju dengan tenang ke depan Hana. “Bocah!” Tatap Anto dengan tenang pada mereka berdua.


Anto mulai mengepalkan tangannya ‘BLARR…!’ Anto memukul  ke atas hingga ruang bawah tanah itu hancur dengan semua gedungnya dan semaunya jadi terbuka lebar dan hingga terbuat lubang bersar. “Bisa kita bicara sekarang?” Tanya Anto pada mereka berdua. Keduanya hanya terdiam dengan penuh ketakutan sekarang dan mereka terlihat sangat takut sekali padanya. Anto yang melihat itu jadi tahu kalau mereka tidak akan bicara sama sekali. “Hana, bawa aku ke yang lainnya!” Minta Anto dengan tersenyum padanya. Hana tidak berkata apa pun dan terdiam saja dengan kekuatan yang di keluaran oleh Anto tadi.


“I, ikut aku!” Ajak Hana dengan agak gugup padanya. Anto jalan ke mana Hana memimpin. Selama beberapa meter Anto jalan melewati lorong lalu tuba di sebuah pintu besi. Hana langsung masuk membuka pintu besi itu. Saat sudah di dalam, Anto melihat banyak sekali orang di  sana yang terluka dan juga sedang melihat ke arah mereka. Mereka semua sangat kurus dan tidak berdaya sekali.


“Tunggu!” Minta Anto sambil berbalik melihat ke belakang. Anto kemudian melihat ke pintu yang tertutup lalu perlahan Anto menutup matanya. Anto memfokuskan diri dengan sangat tenang sekali supaya bisa melakukan sesuatu pada mereka. “Skil untuk menggerakan benda, aku pernah biasa melakukan itu pada benda dan belum melakukannya pada manusia. Mungkin bisa coba saja di sini.” Anto kemudian melepaskan Mana dalam dirinya yang meluap seperti sebuah lautan luas yang tidak terbendung, lalu Anto mulai menyebarkan Mananya ke seluruh ruang bawah tanah itu. Sete;ah beberapa Anto dapat mersakan semua orang yang ada di sana. “1, 2, 3…!” Anto terus menghitung hingga semua orang berjumlah 20 orang yang kebanyakan adalah orang tua, sedikit anak kecil, 2 bayi dan kebanyakan dari mereka adalah anak remaja.


Setelah selesai menghitung Anto kemudian perlahan membuat mereka melayang tanpa peringatan sama sekali. Semuanya hanya terdiam termasuk Hana. Anto kemudia membuka matanya. “Mari keluar dari sini!” Ajak Anto dengan senyum pada Hana. Hana membalas senyum canggung saja pada Anto. Anto kemudian mumukul ke atas, setelah itu terbang bersama semua orang yang melayang ketakutan, yang kemudian berteriak setelah mereka terbang keluar. Kebanyakan dari mereka teriak ialah para remaja, tapi Anto sama sekali tidak peduli dengan teriakan mereka semua. Hana pun terbang dengan membuat alat terbang di bagian kaki saja mengikuti Anto yang terbang lewat lubang yang buatnya.


Saat sampai di permukaan semua orang masih di layangkan dan terus banyak yang berteriak. “Diam!” Semua orang langsung terdiam termasuk yang berteriak setelah Anto mengunakan Skilnya. “Dengarkan baik-baik, kalian semua jangan ada yang bergerak, paham!” Minta Anto pada mereka semua, namun tidak ada yang mendengarkan sama sekali. ‘ROARRR…!’ raungan monster di dekat mereka dan sangat jelas sekali. Semua orang terdiam dengan semua itu dan mereka terlihat sangat pasrah sekali sabil berusaha meronta, kecuali para orang tua yang sudah sangat pasrah sekali.


Getaran di tanah juga terlihat dari banyak rubuhnya bangunan yang sudah lapuk di makan usia. Di sisi lain suara monster sahut menyahut dari berbagai arah yang sedang mengarah ke mereka dengan sangat cepat sekali. Hana melayang yang di dekat Anto tetap berusaha tenang meski agak takut dengan semua Mosnter itu. Tapi di sisi lain Anto sangat tenang sekali. Anto mengangkat tangannya lalu banyak sekali terbuka dimensi kecil dan sebuah senjata keluar dari mereka yang hanya terancung ujung ya saja.