Interstellar Adventurer

Interstellar Adventurer
Chapter 56


“Sepertinya aku di tinggalkan di planet lain, atau ini dalam sebuah ruang dan waktu.” Guman Andri yang masih memikirkan sesuatu.


Andri melihat sekelilingnya dan cuma ada satu lemari. Andri mendekat ke lemari itu dan membukanya. Setelah membukanya Andri menemukan sebuah kapak, pedang, tombak, perisai dan msih banyak lagi senjata yang terbuat dari kayu semua.


“Semua ini hanya kayu saja. Jadi, apa yang harus kulakukan disini?” Ucap Andri yang tidak memilih salah satu senjata itu sambil melihat sekitar lagi “Itu!” Andri yang melihat secarik kertas diatas kasurnya.


“Bertahan hidup selama sebulan di hutan ini. sampai jumpa Andri.” Andri yang membaca kertas yang di tinggalkan orang yang tidak di kenal “Ini sudah berlebihan woi.” Andri yang tidak merasa senang sekali dengan orang yang malakukan ini semua padanya.


Setelah itu Andri langsung menhancurkan gubuk kayu itu dengan sekali pukul, karena merasa sangat kesal dan marah sama orang yang melakukan itu padanya.


“Aku tidak mau  seperti ini.” Andri yang sangat marah di balik rubuhnya gubuk itu.


Andri yang sangat kesal dan marah, berlari ke tengah hutan dengan tanpa membawa apapun. Andri lari terus lurus saja tidak memperdulikan apa yang di belakanganya. Setelah berlalti cukup lama


‘BRUG!’ Andri menbarak sesuatu yang tidak terlihat di depannya


“Arggh!’ Andri yang menahan sakit di wajahnya


Setelah cukup lama memegang wajahnya Andri mulai merasa baikan dengan rasa sakit yang di deritannya.


“Ini penghalang yang tidak terlihat? Kenapa ada disini!” Sambil meraba sebuah Dinding yang tidak terlihat di depannya “Ini masih saki!.” Guman Andri sambil menahan sakitnya di wajahnyanyang terasa lagi “Ini sebenarnay di mana?” Andri yang mulai penasaran dan juga bingung.


Andri yang sangat penasaran melihat sebuah pohon di dekatnya dan mulai memanjatanya. Setelah beberapa lama Andri sampai di puncak.


“Apa aku masih berada di rumah?” Andri yang mulai penasaran dengan sekitarnya dan juga di mana dia berada “Kenapa Aku berada disini? Apa tujuannya melakukan ini? Apa yang mereka mau padaku?” Andri muali duduk dengan tenang di pucuk pohon.


Dengan perasaan kesal, bingung, marah, cemas semua bercapur aduk dan sangat tidak tau harus melakukan apa. Tapi saat Andri kebingungan, Andri merasa nostalgia lagi dengan perasaannya.


“Perasaan ini! Apa aku pernah di tinggal seperti ini.” Andri yang mulai meneteskan air mata sambil melihat ke pohon-pohon yang tumbuh besar.


Andri yang merasa sangat sedih yang tidak kunjung berhenti dan mulai tertidur. Dalam tidurnya Andri melihat mimpi sebuah pertempuran melawan sebuah monster besar dan juga raksasa yang bahkan tidak terlihat seperti rakasa dan gadis yang yang di tingalkan dan sebuah planet yang cukup nostalgia.


“Itu semua apa?” Tanya Andri yang masih dalam Mimpinya.


“Panggil Aku NAVI. Bangunkan Aku, Setelah bangun dari sini. Katakan Akses NAVIGAtOR.” Sebuah suara yang tidak asing bagi Andri yang sedang tertidur.


“Siapa itu.” Ucap Andri yang keluar dari lautan jiwanya.


***


Andri cukup tidur dengan waktu yang sangat lama. Andri bangun di pucuk dahan pohon yang cukup tinggi.


Andri yang sudah sangat tenang sekali melihat sekitarnya lagi yang sangat gelap sekali


“Apa!” Andri yang merasa ada sesuatu di dalam tubuhnya yang di transfer oleh sesuatu hingga dia tau apa yang ada di dalam tubuhnya“Ada sesuatu di dalam tulangku, bukan di seluruh tubuhku. Apa-apa ini?” Andri yang sudah mengetahui kalau tubuhnya sudah di ubah sebagian menjadi teknologi.


Andri merasa sangta kesal lagi dan juga marah yang tidak bisa di katakana pada dirinya sendiri.


“Siapa yang berani mengubah dirikuuu!!!!?” Andri berteriak dengan sangat kesal.


Andri marah tidak bisa berbuat apa-apa dan hanya menahan saja. Setekag beberapa menit Amarah Andri menjadi berkurang.


“Sialan! Aku akan mengahajarmu. Siapappun yang memebuat aku jadi begini.” Berteriak dengan sangat kesal “Aku tau kamu mengawasiku dari seluruh tubuh ini, tapi jangan harap kamu bisa menemunkanku lagi di masa depan.” Andri yang terus berteriak menski tidak ada jawaban dari siapapun “Kamu Ingin tau siapa aku kan! Lihat sendiri siapa aku.” Andri berteriak sangat kencang sekali.


Setelah itu, Andri berusaha memutuskan lengan kanannnya yang seluruhnya terbuat dari teknologi. Andri dengan paksa menarik tangan kanannya yang terbuat dari teknolgi muttakhir yang sangat kerasa sekali dan juga tidak mudah untuk di tariik. Tapi itu sia-sia semua tidak bisa di tarik dan hanya membuat lengan kirinya sakit dan kewalahan. Andri yang menyadari itu, langsung lompat dari pohon dengan tangan kanannya jadi bawah. Andri meluncur dengan sangat cepat dari pohon yang tidak begitu tinggi hinnga mau menghantam tanah, Tapi saat hampir sampai di tanah tangan tangannya otomatsi berubah menjadi sangat besar, kemudian mengahantam tanah.


“Bangsat!!” Andri berteriak dengan sangat marah sekali.


Setelah Andri terjatuh lengan berubah kembali menjadi seperti semula. Andri dudk di antara debu di sekitanya dengan sangat kesal sekali.


“Hahahahahaha!!” Andri tertawa tiba-tiba dam mulai menggila sambil merobek  bajunya hingga Andri telanjang dada “Aku tau siapa kalian yang mengawasiku. Mama, Siska, Maria, dan kalian semua yang ada disana jangan pikir kalian bisa melekukan aku seperti boneka. Tangan ini bukan tanganku, Aku ingin tau kenapa kalian melakukan ini?” Tanya Andri yang hanya menebak saja pada lengan kanannya sambil melihat dengan sangat tajam.


Selama beberapa menit Andri menunggu jawaban, Tapi Andri tidak mendapat respon dari lengannya.


“Ho!, jadi kalian memilih diam. Kalau begitu jangan salahkan Aku.” Andri bangkit berdiri, kemudian melihat ke arah penghalang yang di tabaraknya.


Andri berjalan sedikit ke penghalang itu, kemudian Andri memukul penghalang sekali menggunakan tangan kanananya dengan sangat keras.


“Wah ini sangat keras sekali.” Ucap Andri dengan tersenyum “Tapi sampai kapan ya?” Sambil memgang tangan kananya yang baik-baik saja “Apa tangan ini akan duluan hancur atau penghalang ini yang akan hancur!” Sambil memukul lagi sekali yang tangan kananya baik-baik saja dengan senyum seperti orang gila.


Setelah itu Andri mulai memukul dengan pelan, kemudian semakin cepat, cepat, cepat selaki.beberapa minit kemudian Andri muali kelelahan karena hanya menggunakan tangan kanannnya saja.


“Ini sanga kerasa sekali, Bahkan ini belum tergores sama sekali.” Andri yang masih senyum dan juga kelelahan sambil memegang tangan kanannya “Jika hanya menggunakan tangan kanan saja itu trasa anagt tidak enak lo.” Andri yang melihat tangan kirinya yang hanya merupakan daging dan hanya tulangnya saja sudah di lapisi oleh teknologi.


‘BUG!’ Andri memukul sekali dengan tanagn kirinya hingga berdarah.


“Wah,ini tangan biasa. Apa yang akan terjadi jika Aku terus memukul menggunaka tangan ini ya?” Andri tersenyum dan kemudain mengambil kuda-kuda tegak dan bersiap menggunakan kedua tangannya.


NEXT Chapter