Interstellar Adventurer

Interstellar Adventurer
Chapter 258


“Tidak ada alasan yang penting, hanya saja aku tidak mau sendiri di Bumi yang kosong ini.” Jawab Anto dengan dengan biasa saja. Setelah itu berbalik lalu jalan lagi, tapi saat berbalik jalan tiba-tiba semuanya terhenti termasuk Anto yang membeku dan menyisakan Anto No 1 yang menonton saja dapat melihat. Anto No 1 itu diam saja melihat apa yang terjadi, lalu layar status yang tadi ERROR muncul dengan sendirinya tanpa perintah dari siapa pun. Meski sudah mucul tidak terjadi apa pun dan memperlihatkan kata ERROR saja. ‘DUAARRR….!’ tiba-tiba letusan api muncul dari bawah tanah yang menyembur sangat tinggi menimpa Anto dan Gads Maid yang membuat langsung jadi tulang dalam sekejap mata. Tapi ada sesuatu yabg terjaid dalam gadis Maid itu sebelum di lahap api. Setelah itu banyak api dari tanah muncul dengan awan gelap yang muncul tiba-tiba. Petir dan hujan turun di mana-mana dan tidak ada yang tahu sama sekali kecuali Anto No 1 yang melihat.


“Apa ini?” Tanya No 1 yang kaget sekali dengan perubahan situasi yang cepat sekali dan tidak ada yang bisa menghentikannya sama sekali. No 1 terus melihat sana sini  yang sudah jadi lautan api dan tidak ada lagi kehidupan sama sekali. Setelah itu No 1 merasa bisa bergerak bebas dan langsung terbang tinggi untuk melihat dari udara apa yang sebenarnya terjadi. Dari udara dapat di lihat kalau semuanya terhenti dan juga banyak bencana yang terjadi di Bumi. “Apa yang sebenarnya terjadi ini?” Tanya No 1 yang masih sangat ingin tahu sekali karena itu terjadi tiba-tiba saja. Dengan rasa ingin tahu dan kaget Anto terus melihat sana sini memeriksa apa yang sebenarnya terjadi. Setelah itu Anto melihat ke langit dan ternyata di atasnya ada tulisan PENGHAPUSAN PERMANEN yang tertera sangat jelas sekali. Anto sama sekali tidak mengerti apa maksud tulisan itu dan hanya bisa melihat perlahan semuanya terasa gelap sekali. Saat dalam kegelapan gulita, Anto menunggu untuk keluar dari untuk melihat dengan jelas apa maksud dari tulisan di angit itu yang tertera jelas sekali. “Cepat cepat cepat…” Minta Anto yang sangat ingin tahuh apa yang terjadi selanjutnya. Saat sedang meminta seperti itu, tiba sekelilingnya berubah lagi dengan cepat.


Saat melihat sekitarnya, No 1 melihat sosok kurus yang kurang gizi sekali dan tentunya No 1 mengenal siapa mereka itu. “Coba lihat sebentar lagi dia bangun.” No 1 yang mendengar suara yang tidak asing itu sama sekali, hanya diam melihat ke arahnya.


“Ibu, Ayah!” No 1 kaget melihat kedua Orang tuanya sangat kurus dan juga terlihat tidak ada gizi sama sekali. Kedua orang tuanya melihat ke bayi di gendongannya. DI saat yang sama No 1 merasakan No 2 juga sadar kembali. No 2 melihat sekitarnya dan merasa sangat bingung sekali dengan apa yang terjadi.


"Ini dimana?" Tanya No 2 yang baru bangun, setelah itu No 2 merasa di tarik lagi dengan sangat cepat dan belum sempat melihat sekitaranya dengan jelas. Tapi saat melihat, No 2 melihat wajah kedua orang tuanya yang dekat sekali. No 2 langsung. No 2 yang melihat kedua orang tuanya seperti itu terdiam karena terjadi tiba-tiba, namun berusaha tetap tenang dulu. “Sepertinya ada sesuatu yang terjadi… Hahhhh… sepertinya akan terjadi pada diriku yang sekarang jika salah langkah sedikit saja. Mungkin.” dengan ragu-ragu dengan penilaiannya itu dan juga masih dalam kondisi tenang. Anto melihat ke Orang tuanya yang di depannya terlihat heran karena anaknya tenang sekali di depan mereka setelah menangis beberapa saat tadi. “Awa awa teyawi! (apa yang terjadi!)” Tanya Anto tapi malah suara tidak keluar lagi. “Awaaa… (Apa…)” Anto jadi kaget sendiri saat suara berubah. Sementar itu Ayah dan ibunya merasa ada yang aneh dengan anak mereka itu.


Anto yang kaget tidak memperhatikan sama sekali reaksi orang taunya dan hanya kebingungan sendiri saja. “Apa menurutmu anak tidak aneh?” Tanya Ibu nya pada Ayahnya yang melihat juga. Ayahnya tidak langsung merespon dan melihat ke Anto yang bertingkah aneh sekali. Anto masih diam saja  dengan ekpresi aneh. “Surya…!” panggil Ibunya yang khawatir dengan Anto yang berkekpresi aneh dan tidak bicara sama sekali. Anto yang mendengar suara panggilan itu langsung melihat ke ibunya.


“Apa aku salah dengar ya?” Tanya Ayahnya sambil melihat dengan tajam pada Anto. ibunya yang sedih melihat ke Anto yang tadi bertanya juga. Anto yang tidak mengerti menutup matanya perlahan karena merasa ngantuk tiba-tiba.


“Ini… kenapa ini terjadi lagi…?” Tanya Anto yang matanya semakin berat dan tidak bisa merasa tubuhnya lagi. Dengan rasa kesal No 2 tidak terima sama sekali dengan apa yang terjadi pada dirinya sendiri, No 2 hanya bisa pasrah saja. Tapi No 2 masih bisa merasakan kesadarannya dan merasa bangun di tempatnya. Saat merasa seperti itu, No 2 langsung membuka matanya dan menemukan dirinya berada di ruang serba putih lagi. “Tempat ini…!” No 2 merasa tenang saat melihat tempat yang tidak asing baginya. No 2 terus melihat ke tubuhnya yang jadi remaja lagi. “Adeh… apa yang terjadi lagi kali ini?” Tanya Anto yang sangat ingin tahu dengan dirinya sendiri. No 2 mengingat kembali saat dirinya masih bicara dengan gadis Maid itu dan tiba-tiba bangun di tempat dalam bungkusan dan juga melihat kedua orang tuanya.


Saat memikirkan itu, No 2 mendapat sebuah kenangan dari dirinya yang masih kecil beputar dalam dirinya yang terus mengalir dan berhenti sebuah gedung dan pingsan akibat kedua orang tuanya terluka. Anto yang melihat kenangan itu tidak tahu harus berkata dan berbuat apa, karena itu sama persis dengan  dirinya yang dulu sebelum di tinggal mati kedua orang tuanya. “Anto… dengarkan Ibu ya… Mungkin setelah kamu akan sendiri, tapi ingatlah kalau Ayah dan Ibumu akan selalu menemanimu dalam dirimu ya…” Dengan tersenyum mengatakannya pada Anto. No 2 yang dalam ruangan serba putih merasa marah saat mendengar dan dapat merasakan keadaan orang tuanya yang sedang sekarat.


Tapi No 2 tidak tahu harus berkata apa. “Meski ini mimpi jangan bercanda… Aku serius lah…. Jangan bercanda…. jangan bercanda… aku tidak suka ini… AHHHH…” Anto jadi sangat kesal dan marah merasakan emosinya memuncak saat kedua orang tuanya berpisah seperi itu. “KEKLUARKAN AKUUUUUUU…!” Teriak Anto di dalam ruang serba pituh itu hingga  semuanya bergetar dan semuanya jadi gelap lalu Anto merasakan gelombang bergejolak yang sangat dahsyat sekali. Anto tidak peduli dengan hal itu, yang di pedulikan itu hanya orang tuanya yang tersenyum pada di depannya itu. Anto yang tidak tahu apa dia di dalan mimpi, atau kenyataan. Hanya saja itu membuatnya jadi tidak terkendali sama sekali.


Setelah luapan energy itu, Anto dapat keluar tempat itu dan melihat kedua orang tuanya di depan matanya. “Kamu tunggu di jangan keluar ya, besok kamu keluar.” Dengan senyum Ibunya mengatakan itu sedangkan Ayahnya hanya tersenyum di dekatnya. Anto yang mendengar dan melihat itu dengan jelas diam saja dan tidak merespon sama sekali. “Anto!” Panggil Ibunya saat Anto melihat yang melihat pada kedua orang tuanya secara bergiliran. Kedua orang tuanya jadi heran melihat anak mereka yang seperti itu yang terlihat penasaran.