
No 2 ,asih tenang di depan pintu itu, lalu perlkahan hendak membuka pintu itu. “TUNGGU!” minta seorang murid laki-laki dengan teriak pada No 2. Semua orang melihat ke orang itu yang terlihat marah dan kesal sekali. “Kenapa harus dia yang memimpin hah! Dia itu hanya anak penjahat brutal yang tidak tahu malu.” dengan sangat kesal sekali pada No 2 yang tenang saja dan tidak terlihat takut sama sekali. Murid itu melangkah maju ke dekat No 2. Saat sampai No 2 di dorong hingga jatuh ke tanah, dengan masih bertingkah sombong sekali di depa semua orang. No 2 tidak beranjak dari tempatnya dan membiarkan Murid itu ke pintu di dekatnya. Murid itu langsung membuka pintu itu dengan senyum percaya diri, tapi sudah terbuka sedikit, murid itu langsung menerima gigitan di tangannya dari seekor serigala yang sangat besar sekali. Murid itu langsung berteriak kesakitan karena tangannya terpotong. No 2 hanya melihat saja dan tidak menolongnya sama sekali dan membiarkannya terus berteriak sambil menangis dan juga membiarkan darahnya terus keluar dari tubuhnya. Setelah itu No 2 bangun lalu melihat ke serigala yang hanya tanpa wajahnya itu kemudian perlahan membuka pintu Dungeon itu hingga semakin lebar. “APA YANG KAMU LAKUKAN…??” Tanya Murid itu dengan suara masih sombong pada No 2 yang tenang saja. No 2 tenang saja lalu perlahan masuk lebih dalam dengan pelan. Saat sampai di dalam, serigala itu cukup tinggi dan besar sekali. Tapi No 2 langsung memukulnya hingga kepalanya tidak ada sama sekali. Semua orang hanya terdiam saja melihat hal itu dan tidak ada yang bicara sama sekali termasuk Murid yang tangannya terpotong. Setelah sebuah layar tiba-tiba muncul di atas mereka semua. ‘Selamat Kalian Party Pertama Yang Menyelesaikan Dungeon Dengan Tingkat Kesulitan Hard!’ setelah layarnya hilang lalu sebuah kotak di depan mereka semua muncul.
Setelah itu seorang Gadis mendekat maju dengan terliha gugup sekali. “Ano… nama… namamu siapa?” Tanya Gadis itu pada No 2 yang tenang dan tidak senyum sama sekali. No 2 melihat ke Gadis itu yang gugup sekali di depannya.
“Anto.” jawab singkat No 2 lalu mengalihkan pandangannya ke arah lain. Setelah No 2 mendekat ke kotak harta itu lalu membukanya dan banyak sekali emas keluar dari dalamnya. Semua murid yang melihat itu matanya jadi rakus tapi tidak berani mendekat ke No 2 yang sedang memilah harta di sana. Setelah beberapa saat, No 2 hanya mengambil sebuah bolah hitam yang tidak terlihat berharga. Setelah itu semua hartanya menghilang kecuali yang ada di tangannya.
Setelah itu waktunya terhenti lagi, kemudian waktunya di percepat dan mulai normal saat di depan gerbang rumah No 2 yang terlihat banyak sekali jendela rusak di sana dan juga banyak sekali coretan di mana-mana di tembok gerbang rumahnya. No 2 di kelilingi oleh orang-orang yang begitu berotot kemudian mereka mulai memukul No 2 tanpa ragu sama sekali meski di dekat mereka ada banyak orang yang melihat. No 2 tidak memakai sihir atau pelindung apa pun dan membiarkan dirinya terus di pukuli. No 2 melihat ke sebuah mobil yang tidak terlalu jauh dari dekat rumahnya yang dari jendela mobil yang terbuka dia melihat Murid yang pernah di selamatkannya di Dungeon itu sedang tersenyum girang dan mengejek dengan terang-terangan. No 2 tahu dia adalah pengirim orang-orang yang sedang memukulinya itu. Semua orang berhenti setelah No 2 patah kaki dan tangannya yang bisa di rasakan dengan jelas sekali. Tidak hanya patah, sekujur tubuhnya juga penuh dengan luka yang sangat berat. Tubuh No 2 bergetar hebat saat hendak bangun dari tanah di depan gerbang rumahnya itu. “Lawanlah… kenapa kamu tidak melawan?” Tanya No 1 dalam hati yang merasa kesal dan marah melihat No 2 yang tidak menangis sama sekali.
Semua orang melihat tidak ada yang menolong dan hanya melihat No 2 dengan tatapan hina padanya. No 2 bangun dengan susah payah lalu perlahan membuka gerbang rumahnya. Tapi di saat itulah dia langsung di lempari oleh batu ke arahnya yang membuatnya langsung memegang kepalnya yang mengeluarkan darah. Setelah itu banyak sekali orang yang ikut melempar hingga ada yang menggunakan tong sampah yang membuat No 2 hanya bisa berdiri saja di gerbang rumahnya. Setelah semua lemparan itu selesai datang sebuah mobil yang langsung di depan No 2. Seorang langsung melempar sebuah amplop padanya lalu pergi lagi tanpa satu kata pun. No 2 mengambil amplop itu membukanya dan menemukan sebuah kertas di dalam. No 2 kemudian mengambil lalu membacanya dan saat mengetauinya ternyata dia sudah di keluarkan dari sekolah yang membuatnya tidak bebuat apa-apa. Tidak ada keterangan jelas kenapa dirinya di keluarkan, tapi No 2 tetap tenang dan juga menendam perasaan marah yang di barengi sedih. Setelah itu No 2 membuang kertasnya lalu perlahan masuk ke dalam rumahnya. Dan di saat itulah waktunya terhenti lagi, kemudian waktunya di percepat lagi dan kali ini waktunya terhenti di waktu tengah malam yang di mana No 2 membuat sebuah tongkat yang cukup besar sebanyak empat buah dengan Skilnya. Setelah semuanya selesai, No 2 kemudian berteleportasi di sudut luar gerbang depan rumahnya, kemudian menancapkan salah satu tongkat yang di bawahnya, lalu kemudian No 2 ke sudut gerbang lainnya. Setelah semua keempat sudutnya di tancapkan tongkat yang di buatnya, No 2 langsung teleportasi ke depan pintu gerbang rumahnya.