Interstellar Adventurer

Interstellar Adventurer
Chapter 81


Setelah begitu lama menatap ular, Andri berjalan dengan pelan dengan terus menahan sakit masuk ke dalam jeruji untuk mengindari monster Ular yang akan menyerangnya. Saat sudah di dalam, Andri melihat ular itu yang melingkar di salah satu kurungan yang tidak terlalu besar. Andri yang, melihat itu berbalik melihat ke dalam kurungan jeruji.


“Apa!” Andri kaget saat berbalik melihat Singa yang sangat besar di dalam kurungan jeruji yang tiba-tiba di belakangnya, dengan meneteskan air liur banyak sekali “Gawat!” Andri yang merasa terpojok karena hewan buas yang sangat berbeda sekali dengan hewan yang di ketahuinya.


Andri yang ada dalam kurungan, dengan waspada melihat ke arah Singa besar itu dan juga terlihat sangat menakutkan. Tapi Singa itu hanya diam saja dan tidak bergrak dari tempatnya.


“Eh!” Andri yang tidak sengaja melihat ke arah rantai di kaki Singa di belakang yang di ikat “Huh…!” Andri menarik napasnya merasa lega karena Singa yang di lihatnya tidak bisa lebih jauh dari rantai yang megikatnya.


Andri yang sudah merasa lega, duduk bersandar di batang besih jeruji yang cukup besar sambil menahan sakitnya. Saat di dalam kurungan jeruji, Andri melihat ke luar. Saat melihat, Andri melihat cuma ada 10 kurungan dan semua dari luar sangat bening sekali dan tidak terlihat ada monster di dalam kurungan itu. Setelah melihat cukup lama, Andri melihat ke arah monster ular itu yang masih melilit kurungan jeruji di dekatnya.


“Sebenarnya ini fasilitas apa?” Guman Andri yang duduk di dekat jeruji besi yang sanga besar sekali sambil melihat ke arah Singa yang melihat dengan sangat tajam dan juga kelaparan.


‘Ssrhh!’ Ular di luar kurungan jeruji mendesis seperti mencari seuatu.


Andri melihat ke Ular itu, yang beberapa kali mendesis namun tidak menemukan apa yang di carinya. Setelah mendesis beberapa kali, Ular itu masuk ke dalam lubang yang di buatnya.


“Aduh!” Andri yang mulai meraskan rasa sakit di sekujur tubhnya "Kenapa aku bisa mengingat perkataan suara di mimpi itu, di saat seperti ini!" Andri yang merasa sedikit bingung dengan di saat situasi yang sedang buruk mengingat perkataan NAVI "Tapi, perasaan akrab itu...!" Andri yang masih bingung dengan apa yang akan di lakukannya “Hah...!" Andri sedikit pasrah "Lebih baik di coba saja." Andri yang bimbang sambil menahan sakit di tangannya dan juga pucat karena terlalu  banyak darah yang keluar dari tangannya yang putus "Acces NAVIGATOR.” Dengan bimbang dan sangat focus Andi mengucapkan kata yang di suruh dalam mimpinya.


Setelah mengucapkannya, Andri diam dan menunggu selama beberapa saat.


***


Selama 10 menit Andri menunggu, masih tidak ada respon dari suara yang di dalam mimpinya itu.


“Apa itu cuma mimpi biasa!” PikirAndri yang bersandar di jeruji besi sambil terus berjaga dari singa yang di dekatnya, yang terus menunngu jawaban dari suara di mimpinya.


‘TING’ suara dan sebuah layar kecil mincul di depan Andri "....!" Andri melihat ke laya di depnnya.


Andri sedikit kaget saat melihat layar di depannya.


“Apa ini?” Andri yang bertanya-tanya dengan layar di depannya yang kosong dan tidak menampilkan satu pun tulisan.


"Acces NAVIGATOR Aktif." Setelah itu suara itu, layar di depan Andri menghilang.


“Apa cuma itu?” Andri meliht layar di depannya menghilang sambil menahan rasa sakit di sekujur tubuhnya.


“Sudah lama Anto.” Suara tiba-tiba terdengar dari kepala Andri.


“Siapa?” Andri kaget bukan main, saat mendengar suara itu sambil langsung berdiri dan siaga dengan sangat kaget sekali.


“Ini aku NAVI, Sistem Pribadi yang kamu rancang sekaligus jiwamu sendir.,” Jawab NAVI dengan santainya dan juga sedikit kesal.


Andri yang entah kenapa tadi sangat siaga, kini tenang dengan mudah dan masih menahan rasa sakit di tubuhnya yang tambah sakit karena tiba-tiba berdiri.


“Sepertinya kita dalam keadaan sulit ya.” Ucap NAVI dengan suara menyedihkan.


“Maaf saja." Jawab Andri dengan suara yang cukup kecil "Nah, siapa kamuT” Tanya Andri dengan terus menahan rasa sakitnya sambil bersandar di jeruji dengan berdiri.


“Aku tau.” NAVI membalas perkataan Andri “Meski aku tertidur cukup lama, tapi aku selalu update data. Aku dapat dari respon tubuh kita. Jadi aku tau semua situasi yang sedang terjadi dan yang pernah kita alami.” NAVI menjelaskan maksud dari perkataannya dengan suara yang begitu ceria dan sangat senang sekali.


“Jadi apa kamu tau penyebab hilangnya ingatan ku hilang?” Tanya Anto yang masih menahan sakitnya dan juga ingin tau kejadian yang telah menimpanya.


“Ya.” Jawab NAVI dengan santainya dan sangat sangat singkat.


“Bisa kamu kembalikan ingatanku?” Tanya Andri dengan terus Manahan rasa sakitnya sambil beranjak duduk.


“Bisa." Jwab NAVI singkat "Tapi kita betulkan keadaan kita terlebih dahulu.” Dengan suara ceria NAVI mengingatkan yang mengetahui kondisi diri nya sendiri.


“Nah, ini baru siap.” Kata NAVI dengan suara sangat puas sekali “Woi, sadarlah!” NAVI memanggil Andri yang sepertinya tidak mendengar diri nya “Hm!” NAVI yang tidak mendapapat jawaban, melihat kondisis tubunya dan menemukan Andri yang sudah tertidur pulas “Ah… Ini akan sangat menyenangkan.” Ucap NAVI dengan sangat senang sekali.


Setelah berkata itu, NAVI juga ikut mengkondisikan dirinya dengan tubuhnya yang tertidur.


***


“Mm…!” Andri yang sedikit membuka matanya “Ini!” Andri yang mulai sadar “Hoam…!” Andri yang menguap dengan merasa sangat segar sekali “Hm!” Andri melihat kondisinya yang baik-baik saja dan sudah berpakain “Pakaian ini sangat tidak asing. Di mana aku pernah lihat?” Andri yang mengecek bajunya sendiri yang merasa sangat tidak asing sekali dengan pakain yang di kenakannya.


“Sudah bangun.” Suara NAVI dengan sangat sennag dan juga merasa sangat tidak sabaran.


“Navi!” Andri yang sedikit kaget dengan suara NAVI.


Andri yang belum terbiasa dengan suara di kepalanya yang selalu keluar tiba-tiba.


“Nah Navi, siapa aku?” Tanya Andri yang sedikit penasaran dengan dirinya sendiri sambil mengecek diri nya yang sudah lengkap tubuhnya dengan kulit asli.


“Kita Petualang AntarBintang.” Jawab Navi yang menunggu sesuatu.


“Tapi kenapa kamu terlihat sangat tidak sabaran, apa yang kamu harapkan?” Tanya Andri yang tidak mengerti apa mau NAVI setelah melihat diri nya yang tidak kekurangan apa pun.


“Tidak ada, Cuma sangat penasaran dengan apa yang akan kita lakukan sekarang.” Navi yang memberi tau maksud dari suara nya yang begitu sabaran.


Setelah NAVI berkata begitu, Andri terdiam selama beberapa saat dan tidak menaggapi NAVI.


“Nah Anto atau Andri, mana nama yang kamu inginkan sekarang?” Tanya NAVI dengan suara serius saat Andri seperti memikirkan sesuatu.


“Hm...!" Andri memikirkan pertanyaan NAVI "Di sini aku di panggil Andri.” Jawab Andri dengan santai dan tersenyum yang masih duduk di jeruji besi.


“Kalau begitu Andri, apa yang kita akan lakukan dengan tempat ini?” Tanya NAVI pada Andri yang sangat serius dan mengaharapkan Andri melakukan sesuatu dengan tempat itu.


“Mudah saja.” Jawab Andri yang beranjak berdiri “Kita cari tau apa fungsi fasilitas ini.” Andri menambahkan maksudnya dengan sangat serius dan sambil tesenyum pada Singa yang melihat ke arahnya.


NAVI diam saat mendengar perkataan Andri, yang sangat meyakinkan sekali.


“Tunggu. Aku punya beberapa informasi tempat ini.” Kata NAVI dengan suara biasa saja.


“Apa!” Andri yang sedikit kaget dengan perkataan NAVI yang mempunayi informasi dengan Planet tempatnya berada.


“Biar lebih mudah,ku transfer saja datanya.” Ucap Navi dengan suara biasa saja.


“Tapi jangan ingatanku.” Andri dengan santainya tiba-tiba bicara sambil melihat ke luar jeruji yang tampak hening.


“Ya.” Jawab Navi yang mengerti maksud dari Andri.


Setelah itu Navi mentransfer data dari Planet tempat saat ini. Selama beberapa detik, NAVI memberi Andri data mengenai Planet tempatnya berada. Setelah menerima datnya, Andri tidak paham dari data yang di terimanya.


“NAVI! Kenapa Planet ini terbelah menjadi empat bagian?” Tanya Andri yang mendapt data planet yang berbeda sekali dengan yang di lihatnya dan juga tidak ada penjelan mengenai terbelahnya Planet itu.


“Aku tidak tau, ini data yang ku terima delapan bulan yang lalu saat kamu masih dalam keadaan koma.” Navi menjawab pertanyaan Andri yang juga tidak mngerti dengan data yang di terimanya.


“Kalau begitu, ini data dari tahun berapa?” Tanya Andri yang merasa mendapat data yang salah dengan suara biasa saja sambil terus melihat ke luar kurungan jeruji.


Next Chapter