
Saat di depan pintu gerbang rumahnya, No 2 kemudian menguncinya setelahnya masuk ke halaman rumahnya. Saat di dalam, No 2 mendengar suara
mobil berhenti di dekat rumahnya yang gelap lalu terdengar suara langkah kaki mendekat ke rumahnya.
No 2 segera bersembunyi di tembok gerbang rumahnya dengan cepat sekali untuk
melihat apa yang ada di lakukan oleh 2 orang yang sudah ada di depan gerbang rumahnya
yang sedang membawa karung. “Sepertinya di kunci, apa yang kita harus lakukan?” tanya suara itu terdengar jelas sekali di depan gerbang rumah No 2.
“Lempar saja.” respon salah satu temannya yang tidak
membawa karung itu. Setelah itu sebuah karung melintas di atas gerbang rumah No
2, yang mendarat di dekat gerbang dalam rumahnya. “Sudah mari pergi.” ajaknya setelah karungnya ada di dalam sana. Setelah itu mobilnya pergi, lalu No 2 mendekat
ke karung itu melihat apa isinya, tapi saat sudah dekat karungnya bergerak sedikit
dan membuat No 2 jadi penasaran dengan apa isi di dalamnya. No 2 yang tidak
takut langsung saja membukanya dan saat melihat ternyata seorang anak kecil
yang berumur sekitar 6 tahun sedang lemas, kurus dan juga tidak terawat sama
sekali.
“Teganya…” ucap No 2 dengan terlihat kesal sekali lalu
memungut gadis itu kemudian langsung memeriksanya di tempat. Saat di temukan
ternyata ada banyak sekali bekas luka lebam yang parah sekali, apa lagi itu
sudah lama sekali. “Sepertinya kamu menderita ya… tenang saja, aku akan merawat
dan membesarkanmu sebagai kekasihku di Dunia ini.” senyum No 2 pada anak kecil yang
masih tidak sadarkan diri. Setelah itu No 2 membuat sebuah tombol lalu menekannya
dan keluarlah sebuah kubah bening di sekeliling rumahnya. No 2 kemudian mengeluarkan sihir
listrik dan mengarahkannya ke gerbang, tapi tidak terjadi apa pun. Setelah uji
coba itu, No 2 memasukkan tombol itu ke dalam dimensi lalu kemudian menggendong anak kecil itu jalan masuk ke
dalam rumahnya dengan senyum. Sementara itu, No 1 yang melihat saja merasa
kesal sekali dan ingin sekali melampiaskan amarahnya namun tidak bisa sama
sekali. Di saat itulah waktunya terhenti lalu berjalan cepat lagi dan kali ini
No 1 tidak berada di dekat No 2 melainkan berada di udara melayang sendiri. No
1 melihat ke langit lalu tiba-tiba dirinya di tarik dan kini berada di gerbang
sekolah tempat kejadian Dungeon itu. No 1 mendengar banyak sekali tenang gosip
di keluarkannya No 2 dari sekolah yang terdengar sangat menyengkan sekali bagi
semua murid di sana membicarakannya.
“Kehidupan ini aku sama sekali tidak ingin tahu…” kata No 1
dengan sangat kesal dan marah sekali karena di bicarakan seperti itu. Tapi di saat
itulah di langit tiba-tiba sebuah layar yang sangat lebar sekali terbuka yang
mungkin seluruh Dunia bisa tahu. Semua orang melihat karena penasaran dengan
apa yang akan di lihat mereka. Layar itu kemudian memutarkan sebuah foto yang
ceria yang ternyata itu adalah No 2 bersama keluarganya yang sedang makan dengan
ceria. Setelah semua orang melihat saja
sambil tertawa melihat semua itu kecuali No 1 yang terus melihat kerena
penasaran. Pemutaran itu memperlihatkan kenangan No 2 yang membahagiakan tapi itu di lompat pemutarannya dan berubah seketika saat No 2 menonton berita tentang sebuah eksekusi public yang
yang melihat hanya menonton dengan bingung, lalu tiba-tiba sebuah bel rumahnya
di tekan. No 2 kecil yang mendengar itu langsung bangun kemudian berlari ke
depan rumahnuya. No 2 langsung membuka pintu tanpa ragu sama sekali, tapi saat
itulah sebuah pukulan langsung mengenai tubuh kecilnya hingga terpental.
No 2 langsung menangis keras sekali lalu beberapa orang kekar
masuk menghampirinya lalu No 2 yang kecil langsung di pukul habis-habisan
hingga pingsan. Setelah pingsan No 2 di angkat lalu video di percepat hingga
tiba di tempat kedua orang tua No 2 ada yang sedang di kerumuni banyak orang.
No 2 yang masih pingsan di angkat lalu lempar depat kedua orang tuanya yang
terikat oleh tali dan juga di sumpal mulutnya supaya mereka tidak bisa bicara sama
sekali. Banyak teriakan menyuruh semuanya di eksekusi dengan cepat, tapi
semuanya hening saat seorang pria dewasa dengan tanpak percaya diri keluar dari
mobil yang mewah yang sudah parkir terlihat lama. Kedua orang tua No 2 menangis melihat pria itu dan juga
terlihat marah sekali padanya. “Semuanya harap tenang, eksekusi akan di lakukan
sekarang, tapi untuk anaknya ku rasa tidak bisa kita eksekusi dan mending di gunakan
sebagai bahan pelampiasan amarah kalian saja.” dengan tenang mengatakan itu pada
semua orang. Semua orang tidak mengerti maksud orang itu dan hanya diam saja.
“Maksud seperti itu!” pria itu langsung menendang kepala No 2 yang sedang
pingsan hingga berdarah yang keluar dari keningnya. Kedua orang tua No 2
terlihat sangat sedih dan memberontak sekali melihat hal itu dengan terus menatap tajam sekali. Setelah itu tanpa berkata apa pun lagi, kedua orang tuanya No 2 langsung di eksekusi di
depan umum yang di saksikan oleh banyak orang.
No 1 yang melihat itu jadi sangah sekali dengan menggigit
bibirnya sendir yang tidak terluka sama sekali. "Orang ini adalah orang yang memperlarat gadis malang itu, aku tidak akan memaafkanmu!" dengan tatapan sangat marah sekali sambil mengingat dirinya pernah menyelamatkan gadis di pohon besar itu di eranya sendiri. “Kehidupan apa yang ku jalani
pada saat itu hah?” Tanya No 1 yang merasa sangat marah dan tidak berdaya
dengan terus melihat ke No 2 yang masih di sana dengan kondisi pingsan. No 1 dan
semua orang yang melihat pemutaran di langit itu hanya diam saja, lalu No1
mendengar suara ketawa dan ejekan lagi pada No 2 yang seperti itu dari orang yang menonton semua itu. Setelah itu
pemutaran cuplikan di langit itu di Skip ke masa sekolah dasar No 2 yang di
mana dia selalu jadi bahan pelampiasan amarah oleh anak kelas lainnya dan juga
selalu menangis sendiri. Guru pun tidak luput juga mekakukan hal yang sama pada
No 2 memukul dan melampiaskan amarahnya pada No 2. Waktu berlalu No 2 semakin
dewasa dan sudah hal biasa dirinya di jadikan samsak di tempat umum dan juga
sudah hal biasa dirinya di perlakukan layaknya sampah. Pemutaran di langit kali ini berhenti saat No 2 sedang ada di rumahanya yang menangis sendiri yang di
depannya ada sebuah computer rakitan dengan banyak sekali bekas pukulan di
seluruh tubuhnya. No 1 melihat ke computer yang di gunakan No 2 ternyata itu
adalah sebuah rekaman yang terjadi pada kedua orang tuanya yang telah di fitnah
melakukan percobaan pada manusia yang sebenarnya itu di lakukan oleh pria yang
sama telah melakukan eksekusi di depan umum itu.