Interstellar Adventurer

Interstellar Adventurer
Chapter 277


Saat di depan pintu gerbang rumahnya, No 2 kemudian menguncinya setelahnya masuk ke halaman rumahnya. Saat di dalam, No 2 mendengar suara


mobil berhenti di dekat rumahnya yang gelap lalu terdengar suara langkah kaki mendekat ke rumahnya.


No 2 segera bersembunyi di tembok gerbang rumahnya dengan cepat sekali untuk


melihat apa yang ada di lakukan oleh 2 orang yang sudah ada di depan gerbang  rumahnya


yang sedang membawa karung. “Sepertinya di kunci, apa yang kita harus lakukan?” tanya suara itu terdengar jelas sekali di depan gerbang rumah No 2.


“Lempar saja.” respon salah satu temannya yang tidak


membawa karung itu. Setelah itu sebuah karung melintas di atas gerbang rumah No


2, yang mendarat di dekat gerbang dalam rumahnya. “Sudah mari pergi.” ajaknya setelah karungnya ada di dalam sana. Setelah itu mobilnya pergi, lalu No 2 mendekat


ke karung itu melihat apa isinya, tapi saat sudah dekat karungnya bergerak sedikit


dan membuat No 2 jadi penasaran dengan apa isi di dalamnya. No 2 yang tidak


takut langsung saja membukanya dan saat melihat ternyata seorang anak kecil


yang berumur sekitar 6 tahun sedang lemas, kurus dan juga tidak terawat sama


sekali.


“Teganya…” ucap No 2 dengan terlihat kesal sekali lalu


memungut gadis itu kemudian langsung memeriksanya di tempat. Saat di temukan


ternyata ada banyak sekali bekas luka lebam yang parah sekali, apa lagi itu


sudah lama sekali. “Sepertinya kamu menderita ya… tenang saja, aku akan merawat


dan membesarkanmu sebagai kekasihku di Dunia ini.” senyum No 2 pada anak kecil yang


masih tidak sadarkan diri. Setelah itu No 2 membuat sebuah tombol lalu menekannya


dan keluarlah sebuah kubah bening di sekeliling rumahnya. No 2 kemudian mengeluarkan sihir


listrik dan mengarahkannya ke gerbang, tapi tidak terjadi apa pun. Setelah uji


coba itu, No 2 memasukkan tombol itu ke dalam dimensi lalu kemudian  menggendong anak kecil itu jalan masuk ke


dalam rumahnya dengan senyum. Sementara itu, No 1 yang melihat saja merasa


kesal sekali dan ingin sekali melampiaskan amarahnya namun tidak bisa sama


sekali. Di saat itulah waktunya terhenti lalu berjalan cepat lagi dan kali ini


No 1 tidak berada di dekat No 2 melainkan berada di udara melayang sendiri. No


1 melihat ke langit lalu tiba-tiba dirinya di tarik dan kini berada di gerbang


sekolah tempat kejadian Dungeon itu. No 1 mendengar banyak sekali tenang gosip


di keluarkannya No 2 dari sekolah yang terdengar sangat menyengkan sekali bagi


semua murid di sana membicarakannya.


“Kehidupan ini aku sama sekali tidak ingin tahu…” kata No 1


dengan sangat kesal dan marah sekali karena di bicarakan seperti itu. Tapi di saat


itulah di langit tiba-tiba sebuah layar yang sangat lebar sekali terbuka yang


mungkin seluruh Dunia bisa tahu. Semua orang melihat karena penasaran dengan


apa yang akan di lihat mereka. Layar itu kemudian memutarkan sebuah foto yang


ceria yang ternyata itu adalah No 2 bersama keluarganya yang sedang makan dengan


ceria.  Setelah semua orang melihat saja


sambil tertawa melihat semua itu kecuali No 1 yang terus melihat kerena


penasaran. Pemutaran itu memperlihatkan kenangan No 2 yang membahagiakan tapi itu di lompat pemutarannya dan berubah seketika saat No 2 menonton berita tentang sebuah eksekusi public yang


yang melihat hanya menonton dengan bingung, lalu tiba-tiba sebuah bel rumahnya


di tekan. No 2 kecil yang mendengar itu langsung bangun kemudian berlari ke


depan rumahnuya. No 2 langsung membuka pintu tanpa ragu sama sekali, tapi saat


itulah sebuah pukulan langsung mengenai tubuh kecilnya hingga terpental.


No 2 langsung menangis keras sekali lalu beberapa orang kekar


masuk menghampirinya lalu No 2 yang kecil langsung di pukul habis-habisan


hingga pingsan. Setelah pingsan No 2 di angkat lalu video di percepat hingga


tiba di tempat kedua orang tua No 2 ada yang sedang di kerumuni banyak orang.


No 2 yang masih pingsan di angkat lalu lempar depat kedua orang tuanya yang


terikat oleh tali dan juga di sumpal mulutnya supaya mereka tidak bisa bicara sama


sekali. Banyak teriakan menyuruh semuanya di eksekusi dengan cepat, tapi


semuanya hening saat seorang pria dewasa dengan tanpak percaya diri keluar dari


mobil yang mewah yang sudah parkir terlihat lama. Kedua orang tua No 2 menangis melihat pria itu dan juga


terlihat marah sekali padanya. “Semuanya harap tenang, eksekusi akan di lakukan


sekarang, tapi untuk anaknya ku rasa tidak bisa kita eksekusi dan mending di gunakan


sebagai bahan pelampiasan amarah kalian saja.” dengan tenang mengatakan itu pada


semua orang. Semua orang tidak mengerti maksud orang itu dan hanya diam saja.


“Maksud seperti itu!” pria itu langsung menendang kepala No 2 yang sedang


pingsan hingga berdarah yang keluar dari keningnya. Kedua orang tua No 2


terlihat sangat sedih dan memberontak sekali melihat hal itu dengan terus menatap tajam sekali. Setelah itu tanpa berkata apa pun lagi, kedua orang tuanya No 2 langsung di eksekusi di


depan umum yang di saksikan oleh banyak orang.


No 1 yang melihat itu jadi sangah sekali dengan menggigit


bibirnya sendir yang tidak terluka sama sekali. "Orang ini adalah orang yang memperlarat gadis malang itu, aku tidak akan memaafkanmu!" dengan tatapan sangat marah sekali sambil mengingat dirinya pernah menyelamatkan gadis di pohon besar itu di eranya sendiri. “Kehidupan apa yang ku jalani


pada saat itu hah?” Tanya No 1 yang merasa sangat marah dan tidak berdaya


dengan terus melihat ke No 2 yang masih di sana dengan kondisi pingsan. No 1 dan


semua orang yang melihat pemutaran di langit itu hanya diam saja, lalu No1


mendengar suara ketawa dan ejekan lagi pada No 2 yang seperti itu dari orang yang menonton semua itu. Setelah itu


pemutaran cuplikan di langit itu di Skip ke masa sekolah dasar No 2 yang di


mana dia selalu jadi bahan pelampiasan amarah oleh anak kelas lainnya dan juga


selalu menangis sendiri. Guru pun tidak luput juga mekakukan hal yang sama pada


No 2 memukul dan melampiaskan amarahnya pada No 2. Waktu berlalu No 2 semakin


dewasa dan sudah hal biasa dirinya di jadikan samsak di tempat umum dan juga


sudah hal biasa dirinya di perlakukan layaknya sampah. Pemutaran di langit kali ini berhenti saat No 2 sedang ada di rumahanya yang menangis sendiri yang di


depannya ada sebuah computer rakitan dengan banyak sekali bekas pukulan di


seluruh tubuhnya. No 1 melihat ke computer yang di gunakan No 2 ternyata itu


adalah sebuah rekaman yang terjadi pada kedua orang tuanya yang telah di fitnah


melakukan percobaan pada manusia yang sebenarnya itu di lakukan oleh pria yang


sama telah melakukan eksekusi di depan umum itu.