Interstellar Adventurer

Interstellar Adventurer
Chapter 211


Anto diam saja memperhatikan karena tidak mengerti lagi. -Wao… kamu melakukan hal terlarang lagi kayaknya- bicara NAVI yang melihat semua kejadian itu secara langsung. Setelah itu NAVI memeriksa batas semuanya terhenti. -Luasnya ini sebanyak galaxy ini, yang di hentikan oleh Skil waktumu- NAVI menjelaskan dengan singkat. anto yang mendengar itu jadi sedikit tahu penyebab terjadinya waktu terhenti.


“Mungkin mengungkapkan identias kita itu yang menyebabkan waktanya terhenti. Coba hilangkan ingatannya NAVI!” Minta Anto dengan serius dan santai. NAVI mendekat ke Gadis itu lalu menarih tangannya di kening gadis itu lalu menghilangkan ingatan tentang Anto yang mengatakan beladari. Setelah itu semua bejalan seperti semua lagi seperti tidak terjadi apa pun lagi. ‘BRUK!’ Anto di pukul lagi untuk kedua kalinya oleh gadis itu setelah Anto sembuh.


-Astaga, maaf. Sepertinya aku salah tempat menghapus ingatannya- Dengan santainya meminta maaf. Anto diam saja tidak merespon sama sekali perkataan NAVI lalu perlahan bangun akibat kena benturan untuk kedua kalinya. Anto melihat lagi sekitarnya dengan menahan sakit perutnya yang mulai teras meski saat bangun tadi belum terasa.


“Apa itu kamu yang melakukannya?” Tanya Anto dengan menahan sakitnya untuk kedua kalinya sambil melihat ke sana kemari dengan wajah sakitnya. Tidak ada respon meski Anto dapat melihat bayangan gadis itu dengan jelas kalau itu tidak jauh darinya. “Seperti bukan! Tapi siapa yang berani memukul orang dari kelas bronze, padahal itu terlarang. Sebaiknya aku segera ke uks dan segera melaporkan orang yang menyerangku ini. Untung saja ada buktinya.” Anto perlahan berjalan ke pintu dengan menahan sakitnya dan tidak mengobatinya terlebih dahulu.


Anto terus berjalan dengan pelan yang di ikuti bayangan gadis itu di belakangnya. Saat sampai di depan pintu Gadis itu menyusul dan terdengar suara dari pintu dengan jelas sekali. -Sepertinya di kunci. Dia tidak ingin membiarkanmu pergi dari sini. Apa yang akan kamu lakukan tanpa kekuatanmu?- Tanya NAVI yang ingin tahu apa yang akan di lakukan Anto dengan kekuatannya yang sangat kecil itu. Anto tidak merespon dan mencoba membua pintu itu dengan pura pura tidak tahu kalau sudah terkunci. Saat tidak bisa membukanya, Anto jalan ke samping pintu itu.


“Aduh! ini tambah sakit, siapa juga yang mengunci pintu ini?” Tanya Anto sambil menahan sakitnya. Anto kemudian bersandar di samping pintu lalu melihat lurus ke depan. “NAVI, kamu gunakan Skil hologram ini dan buat aku seolah-olah terjun dari pembatas. Kamu paham maksudku kan!” minta Anto sambil menahan sakitnya. NAVI yang mendengar itu jadi tersenyum paham dengan rencana Anto. Dia terbang melayang jauh ke atas, lalu menutup Anto dengan Skil hologramnya hingga tidak terlihat lalu di saat yang bersamaan juga dia membuat hologram Anto di tempat Anto yang menahan sakitnya.


‘Sepertinya tidak ada pilihan lain lagi!’ Hologram Anto bicara lalu berdiri tegak dengan pelan dan kemudian mengambil ancang-ancang lari. Setelah itu hologram itu lari ke pembatas meninggalkan Anto yang asli sedang memperhatikan dan tersembunyi di dekat pintu yang di samarkan oleh hologramnya. Bayangan itu mengikuti dengan cepat dari belakang hologram. Saat hologram Anto mulai melompat di epmabatas, dia mau memegang kerah bajunya tidak tidak sempat dan hologram Anto jatuh. Bayangan itu langsung menunjukkan dirinya yang sangat khawatir sekali sekali.


Dia langsung tertunduk  dan belum melihat ke hologram itu yang belum tentu mati. -Bukannya ini sedikit berlebihan!- Bicara NAVI pada Anto yang sudah diam memperhatikan.


“Ini tidak berlebihan NAVI, lihat saja sendiri dia tidak sedih, dia akan langsung berpikir cepat dan tidak memperhatikan sekitarnya, kalau yang di lihatnya itu cuma palsu.” Setelah Anto berkata itu Gadis itu langsung mengubah pakaiannya layaknya dari kelas gold dan menampilkan wajahnya yang asli. “Tuh kan, dia pasti akan keluar lewat pintu ini.” Bicara Anto lagi saat melihat gadis itu melihat ke pintu. Anto menunggu dengan tenang di tempatnya sambil melihat gadis itu yang perlahan bangun dari tempatnya. Gadis itu lalu melihat ke gedung sebelahnya dengan tatapan serius. Saat sudah melihat, dia sudah ada di seberang gedung lalu masuk ke dalam pintu atas gedung gold itu.


Anto dan NAVI terdiam saat melihat kejadian itu. -Sepertinya ini tidak sesuai rencanamu!- bicara NAVI dengan terus terang sekali. Untuk pertama kalinya Anto merasa aneh dan juga senang di saat yang bersamaan. -Tapi, ku rasa ini cukup menyenangkan juga- NAVI mengatakannya dengan terus terang karena merasa senang. Mereka terdiam lagi karena ini pertama kalinya rencana mereka itu berantakan dan tidak sesuai sama sekali.


Anto yang menahan sakitnya jadi lupa kalau dirinya sedang sakit karena sangat tidak menduga rencannya itu gagal. “Aku tidak ingin menggunakan kekuatanku sama sekali sekarang ini. Semua rencana yang dulu ku simpan saja. Aku sudah tenang sekarang ini.” timbal Anto dengan santai dan tenang di tempatnya dengan masih menahan sakit di tubuhnya.


-Terserah kamu. Lagian aku cuma ngikuti saja keputusanmu. Lagian mau sampai kapan kamu di sini?- Tanya NAVI pada Anto yang masih tenang dan juga menahan sakitnya.


Anto diam saja menuruni tangga dengan menahan perutnya yang perlahan membaik. -Apa kamu tidak akan ke uks?-Tanya NAVI pada Anto yang masih jalan dengan perlahan saja.


“Aku akan ke uks lah. Tapi aku tidak akan pernah menyembuhkan luka ini dengan kekuatanku lagi mulai sekarang. Aku cuma akan melihat dan membantu dari bayangan saja.” Jawab Anto dengan sedikit menjelaskan.


NAVI terdiam mendengar itu dari Anto. -Aku tahu itu. Tapi sampai kapan kamu akan menyimpan kekuatan itu?- TanyaNAVI yang ingin tahu saja.


Anto tidak langsung menjawab dengan terus turun tangga. Setelah sampai di akhir tangga, Anto langsung jalan ke koridor sekolahnya. “Entahlah. Ku rasa sampai mati pun akan ku jaga rahasia ini. mungkin.” Jawab Anto dengan serius dan santai meski masih agak ragu.


-Ku sarankan simpan sampai kamu memiliki anak saja. Nanti anak-anakmu itu mungkin akan curiga bagaimana kamu punya banyak istri dengan kekuatan yang menyedihkan seperti itu- Saran NAVI dengan terus melayang di dekat Anto yang jalan ke pembelokan yang mengarah ke lantai bawah. Anto tediam tidak berkomentar sambil memilirkan saran NAVI.


***


Setelah beberapa lama jalan, Anto sampai di uks sekolahnya. [Setiap gedung uksnya memiliki sendiri di gedungnya dan tidak perlu ke gedung kelas lain}. Anto langsung masuk  ke ruang uksnya. Saat di dalam uks Anto langsung melihat dokter wanita di sana yang sedang tidur di mejanya. Anto berjalan masuk ke dalam  lalu langsung ke tempat berbaring. Di sana Anto tidur menunggu dan tidak membangunkan dokternya. Tapi bukannya merasa lebih baik, Anto merasa perutnya tambah sakit akibat pukulan itu. “NAVI, apa pukulan yang di lakukan gadis itu memang harus bertahan lama sakitnya?” Tanya Anto yang merasa semakin sakit perutnya saat berbaring.


-Itu bukan pukulan biasa. Dia menggunakan Skil yang membuat kamu merasakan sakit terus menerus setelah menerima pukulan. Mungkin ini akan tambah parah jika kamu tidak segera mengobatinya- Jawab NAVI dengan sedikit menjelaskan. Anto yang mendengar itu langsung bangun dari tempat berbaringnya lalu jalan mendekat ke meja tempat dokternya tidur.


“Tadi rasanya sedikit baikan. Tapi sekarang malah tambah sakit.” Anto yang masih tidak ingin menyembuhkan dirinya sendiri. Setelah berada di dekat meja dokter itu, Anto langsung mengoyangkan bahu dokter itu bebrapa kali yang tidur. Namun masih tidak ada respon sama sekali hingga Anto menggoyangkannya lebih keras lagi hingga dokter itu bangun lalu mengusap matanya. “Mataku rasanya…” Anto yang matanya semakin buram. “Aku pingsan nih!” Anto langsung tidak sadarkan diri di meja dokter itu yang baru bangun dari tidurnya.


***