Interstellar Adventurer

Interstellar Adventurer
Chapter 196


Setelah itu Run mulai mencari aplikasi yang di minta Anto dengan menekan menu pencarian di layar Status Pribadi milik Anto. Setelah beberapa saat mengetik, Run berhenti. “Kak, sudah selesai!” Run memberi tahu Anto yang menunggu diam di temptanya sambil memperhatika dirinya.


Anto langsung melihat ke layar Statusnya, kemudin langsung membuka aplikasi itu. Anto menekan beberapa kali, kemudian melihat ke Run. “Mari kita tunggu sebentar.” Dengan tersenyum memberi tahu lalu melihat ke sebuah portal yang tiba-tiba terbentuk di dekatnya. “Cepat juga.” Komen Anto saat melihat sebuah mobil mewah keluar dari portal yang kemudian parkir tepat di depannya.


Setelah beberapa lama, sebuah robot melayang keluar dari mobil itu. ‘Salam Pelanggan Terhermat. Saya Robot IA 100 Akan Melayani Pelanggan Sesuai kebutuhan’ Robot kecil terbang itu dengan sopan bicara pada Anto dan Run. Anto mendekat melhat ke bola kasti robot melayang itu yang terus terbang.


“Kamu bawa  kami ke alamat rumah sakit xxxxx jalan xxxxx, setidaknya jalan dengan pelan selama 30 menit harus sampai.” Minta Anto dengan baisa saja. Setelah itu Anto langsung mengeluarkan kartu Specialnya dari penyimpanan lalu mengarahkannya ke Robot itu. Robot itu langsung memindai. Setelh beberapa saat robotnya itu diam.


‘Pelanggan Kami Akan Mengantar Sesuai Permintaan’ Setelah itu Robotnya langsung membukakan pintu mobil mewah itu yang dari dalam. Anto dan Run langsung masuk ke mobil tanpa berkata apa pun. Setelah itu, robotnya masuk lagi ke mobil, kemudian mobil menutup pintu secara otomatis lalu jalan dengan kecepatan yang sesuatu dengan waktu yang di minta Anto. Anto melihat bagiam dalam mobil yang menyediakan perlengkapan yang sangat mewah sekali. “Ini mobil memang di setting dengan sangat kaya dan lengkap. Ku rasa aku memilih jenis layanan yang terlalu mahal.” Anto yang melihat dekorasi dalam mobil yang sudah tersedia lengkap dan cukup mewah.


“Kak, apa yang akan Kakak lakukan di rumah sakit?” Tanya Run dengan masih malu dan tidak berani melihat ke Anto. Anto terdiam sebentar memikirkan apa yang akan mereka lakukan selain menjenguk Ayah dan Ibunya.


“Entahlah. Yang jelas untuk saat ini aku akan lihat saja. Nanti kita cari tahu lagi kalau memang di butuhkan” Jawab Anto sambil bersandar santai dalam mobil itu. Setelah itu Run diam tidak bertanya lagi saat melihat ke Anto yang bersandar di kursi yang sedang terlihat malas. “Bangunkan aku jika sudah sampai di rumah sakit. Aku akan istirahat sebentar.” Anto perlahan memejamkan matanya karena tidak terlalu menarik melihat sekitarnya. Run tidak merespon malah melihat ke Anto di sampingnya yang perlahan tidur dengan cepat. Run hanya bisa tersenyum saat melihat itu dengan terus memandangi Anto yang tidur.


***


Anto yang tidur merasa  badannnya di goyangkan beberapa kali. “Sepertinya sudah sampai.” Anto perlahan bangun lalu melihat ke Run yang membangunkanya. ‘Pelanggan Kami sudah mengantar Ke Tujuan. Silahkan Nikmati Fasilitas Dengan Nyaman’ Setelah suara itu, perlahan pintu mobil di buka. Anto yang merasa nyaman langsung tersenyum. “Run mari keluar.” Ajak Anto dengan santai dan senyum padanya sambil mengulurkan tangannya. Run menerima uluran tangan Anto lalu keluar duluan kemudian di susul Anto.


Saat sudah di luar, mereka berdia di lihati banyak orang. Run melihat kesana kemari, sedangkan Anto melihat lurus ke depan melihat sebuah pintu yang tidak jauh. “Hm… Rumah sakit ini sepertinya hanya bisa di akses oleh orang-orang tertentu. Run, jangan jauh-jauh dariku. Kita mungkin akan terlibat sesuatu nanti.” Anto memperingatkan dengan tetap tenang. Run diam melihat ke Anto yang berkata seperti itu. Setelah itu, mobil yang tadi di naikinya pergi meninggalkan mereka. *"Tapi, rumah sakit ini sepertinya bukan rumah sakit biasa. Rasanya di sekitar ada mata yang terus melihat semua orang yang ada di sini. Yah, memang seperti ini seharusnya*rumah sakit terbaik." Anto masih diam di tempatnya sambil melihat sekeliling supaya tidak di curigai merasa sesuatu.


“Mana ku tahu. Aku saja baru pertama kali masuk ke sini. Mari kita masuk juga.” Jawab Anto dengan santai, setelah itu Anto jalan pelan dan santai ke atah pintu yang di lihat sebelumnya. Run jalan mengikuti Anto yang biasa saja jalan meski di perhatikan banyak orang. “Analis!” Anto menggunakan Skilnya selagi jalan ke pintu yang barusan yang di lihatnya untuk mecari jalan tercepat menuju OrangTua nya. “Ke sini!” Ajak Anto yang berjalan ke arah lain dan tidak jalan ke pintu yang di lihatnya tadi.


Run hanya mengikuti saja dan di depannya juga ada Gadis tadi yang sepertinya jalan ke tempat yang sama. Run melihat ke Gadis itu dan Gadis itu balas melirik Run. Di sisi lain Anto yang tidak sabar ingin bertemu dengan kedua OrangTua nya hanya bisa diam melihat ke pintu yang di tujuanya. “Semoga saja mereka masih mengenalku.” Anto yang masih berpikir tidak-tidak karena sudah terlalu lama tidak bersama OrangTua nya.


Saat hampir sampai di dekat pintu itu, Gadis tentara itu jalan semkain cepat di depan Anto. Anto membiarkannya dan tidak berkata apa-apa. “Kenapa membiarkanya?” Tanya Run yang sepertinya kesal saat di abaikan oleh Gadis itu.


“Jangan buat keributan di sini. Lagi pula tidak ada alasan untuk marah.” Jawab Anto dengan tenang sambil tersenyum pada Run. Run masih kesal dan tidak bicara apa-apa. “Apa kita beli sesuatu dulu ya… Run mari belanja, beli oleh-oleh.” Ajak Anto yang masih di belakang Gadis tentara itu dengan terang-terangan. Run melihat ke Anto yang sedang melihat ke arahnya.


Run hanya mengangguk sebagai jawaban. Anto yang melihat itu hanya bisa diam sambil terus jalan lalu melihat ke sebuah Robot terbang yang sama persis dengan yang di mobil sebelumnya. Anto jalan ke robot itu mengajak Run yang masih di genggam tangannya. Di sisi lain, Gadis tentara itu melihat ke Anto dan Run yang berjalan ke arah yang berbeda dengannya hanya diam melihat dan tidak tertarik sama sekali.


Anto yang sudah sampai di dekat robot itu langsung menunjukkan kartu Speceialnya yang kemudian di pindai oleh Robot itu dengan cepat. ‘Pelanggan yang terhormat. Apa permintaan Anda?’ Tanya Robot itu dengan sopan. Semua orang yang di sana hanya memperhatikan Anto yang memesan dari Robot itu dengan diam di tempat mereka. “Kak!” Panggil Run yang sepertinya merasa kurang nyaman.


“Tenang saja. Mereka tidak akan melakukan apa pun pada kita. Mereka hanya tertarik dan ingin tahu siapa kita ini. Karena tidak mungkin seorang pelajar seperti kita mempunyai layanan eksklusif seperti ini.” Anto mengingat Run dan dirinya yang masih memakai seragam sekolahnya. Setelah itu Anto melihat ke robot yang masih menunggu apa permintaan Anto. “Pesan buah buat orang sakit yang terbaik. Dan kirim ke sini dalam 5 detik.” jawab Anto pada robot itu. Robot itu langsung terdiam dan mendesing lalu sebuah portal terbantuk di depannya dan sebuah robot lain keluar dengan membawa buah.


Anto mengambil buat itu dengan santai. ‘Terima Kasih Pembeliannya’ Dengan sopan robot itu lalu masuk lagi ke portal tadi. “Mari!” Ajak Anto jalan lagi ke pintu yang tidak jauh darinya. Run hanya diam saja melihat ke Anto yang sepertinya sudah tahu fungsi dari robot itu. Anto yang di lihati seperti itu mengalirkan sesuatu ke tangan Run yang sedang di pegangnya. Run hanya terdiam saat mendapat pemahaman cara kerja semua robot di sini. Run jadi tersenyum dan berhanti memperhatikan Anto saat sudah sampai di dekat pintu yang di tuju mereka berdua.