Interstellar Adventurer

Interstellar Adventurer
Chapter 224


Anto terdiam saat mereka meminta itu dengan sangat pasrah sekali. Anto meduga kalau mereka pernah melakukan hal itu pada Manusia baik selain dirinya, namun sepertinya itu hanya harapan yang tidak pernah terwujud di masa lalu. Anto langsung menjawab tidak akan mencarikan tempat tinggal bagi mereka melainkan akan membuatkan rumah di Dunia lain yang bisa di tinggali tenang oleh mereka semua. Anto menjanjikan itu dengan serius sekali. Semua Minautur terdiam saat Anto berkata seperti itu pada mereka dan seperti tidak pernah mendengar jawaban seperti itu. Anto kemudian mengatakan kalau dia melakukan itu bukan karena harapan palsu yang akan di berikan pada mereka semua, tapi karena dirinya juga mau ingin mengembalikan rumah dan kampung halamannya yang di jajah oleh para Monster di Dunianya. Oleh sebab itu dia juga akan berusaha membantu sebisa mungkin menemukan tempat tinggal bagi mereka, supaya bisa makan dan minum dengan nyaman.


Setelah mengatakan itu, Anto jadi merasa ada sesuatu pada dirinya yang membuanya lansung berkaca, kenapa dirinya mau membantu para Minautur itu. Tapi pemikiran itu tidak berlangsung lama, Anto mulai menceritakan kisah dirinya mencari tujuan hidup dan semua yang pernah di alaminya pada semua Minautur yang ada di depan mereka. Oleh sebab itu Anto menjanjikan akan mencarikan rumah bagi mereka dan bukan sebuah tempat tinggal. Para Minautur yang mendengar itu jadi meneteskan air mata saat mendengar kisah itu dari Anto mereka semua merasa senang dengan perkataan Anto yang sepertinya barus pertama kali mereka dengar dari berbagai orang yang pernah berjaji namun tidak pernah ada yang bisa. Kemudian Anto berkata lagi kalau dirinya yang sekarang itu tidak bisa karena sangat lemah sekali dan tidak mungkin bisa membantu sama sekali, oleh karena itu Anto meminta waktu yang cukup lama untuk memenuhi permintaannya itu.


Para Minautur merasa senang dan menjawab akan menunggu selama ribuan tahun asalkan itu bisa di penuhi. Anto langsung akan menepati janjinya bahkan sampai dirinya mati pun akan mengingat janji itu. Setelah itu semuanya terdiam tidak ada yang bicara sama sekali. Suasan jadi tenang dan hening. Namun Anto mendengar suara tumbuhan mengingatkan kalau Gadis Elf itu sudah terjebak dalam sebuah reruntuhan dan sedang di kelilingi oleh para Monster. Anto yang mendengar kabar itu jadi panic dan di saat itu para Minautur bertanya padanya, kenapa dia bersikap brbeda tiba-tiba. Anto langsung menjelaskan tujuannya ke utara dan juga apa yang sedang terjadi pada gadis Elf yang mau di tolongnya.


Tumbuhan di dekatnya mengingtkan lagi kalau dia sudah dalam bahaya sekali kalau dia tidak cepat menolongnya. Anto pun langsung mita izin pergi dan menunda perjalanannya ke reruntuhan di utara. Tapi para Minautur malah meminta untuk di ajak menolongnya. Tapi Anto tidak membutuhkannya, Anto malah minta mereka untuk mencari Ras mereka untuk di kumpulkan sebanyak mungkin, alasan lainnya juga kerena mereka menyeramkan dan menakutkan sekali. Anto menjelaskan itu pada mereka dengan serius sekali. Tapi di sisi lain para Minautur tanpaknya sangat ingin menolong Anto tapi tidak bisa berbuat apa-apa karena mereka menyadari hal itu juga. Setelah itu Anto pamitan dengan mengingatkan para Minautur untuk mencari ras mereka yang tersebar.


Anto lari dengan cepat dan tidak  melihat ke belakangnya. “Apa dia tidak dalam masalah besar?” Tanya Anto pada semua tumbuhan yang di sana. Para tumbuhan langsung menjawab kalau itu tidak masalah besar, tapi jika terlalu lama pasti akan kena masalah. “Di mana dia? apa masih jauh?” Tanya Anto yang ingin tahu. Para tumbuhan memberitahu kalau sudah dekat. Anto pun terus lari dengan menambah kecepatannya. Tapi di sisi lain Anto sama sekali tidak tahu kalau dirinya itu sudah terlalu kuat karena masih kecil, dan hanya menggunakan kekuatannya untuk berlari saja dan belum melakukan hal lain dengan kekuatan yang di milikinya.


Setelah menghancurkanya Anto langsung berdiri di depan gadis Elf itu yang menutup wajahnya dengan penuh ketakutan sedang menundukkan diri dan tidak berani melihat. Anto kemudian menepuk pundak Gadis itu, yang  langsung membuatnya kaget dan berlari tanpa melihat ke siapa yang menepuk pundaknya. Anto yang melihat itu hanya terdiam tidak menduga akan langsung di tinggalkan seperti itu, tapi Anto langsung cepat menyusul menghadangnya hingga mereka berdua terjatuh bersamaan karena Anto yang di tabrak dengan kerasa. “Gadis ini kuat hingga membuatku sampai jatuh bersamanya.” Anto yang baru tahu. “Kamu baik-baik saja kan?” Tanya Anto langsung saat masih berbaring dengan di atasnya ada Gadis Elf itu.


Gadis Elf langsung melihat saat mendengar suara yang tidak asing itu. Dia melihat ke Anto yang bawahnya sedang melihat ke arahnya dengan tanpak khawatir. “Kamu ini menyusahkan saja, lagian kenapa kamu pergi tadi? kalau kamu mau makan tinggal kasi tahu aku saja kan.” Bicara Anto lalu bangun perlahan sambil mendorong Gadis Elf itu menjauh darinya. Setelah itu Anto mulai jongkok lalu meminta gadis itu naik ke punggunya untu di gendong. “Naik!” Minta Anto dengan lembut. Gadis Elf itu malah diam saja dan tidak merespon sama sekali. “Jangan terlalu lama, lihat sekitar!” Anto mengingatkan karena sudah banyak Monster yang mengelilingi mereka.


Gadis itu lalu perlahan naik ke punggung Anto dengan agak ragu. Setelah itu Anto langsung melompat tinggi sekali membuat gadis Elf itu tertegun di tempatnya. Setelah itu Anto terjun lagi dan mendarat di salah satu Monster, tapi saat sudah mendarat Anto langsung melompat-lompat di antara monster lainnya dan dengan cepat berlari meninggalkan lokasi reruntuhan tadi. Anto dan Gadis Elf yang sudah jauh pergi kini terus berlari. Tapi Gadis Elf itu malah diam dan melihat betapa kencangnya Anto berlari yang seperti kilat. “Terima kasih…” Gadis Elf itu bicara pada dengan suara kecil.


“Sama-sama.” jawab Anto dengan singkat. “Jangan kabur lagi jika kamu tidak ingin seperti itu lagi.” Anto menasihati Gadis Elf itu yang cuma diam setelah berterima kasih padanya. {Misi Selesai! Entah Bagaimana Anda Sukses Menyelesaikan Mengalahkan Minautur. Hadiah: Dalam Penghitungan Mohon tunggu} Setelah itu jendela Misinya sukses Anto tersenyum senang karena tidak harus mengalahkan atau membunuh para minautur. “Aku akan pergi ke utara, mengambil sesuatu, apa kamu mau ikut?” Tanya Anto pada Gadis Elf setelah melihat notifikasi Misinya. Gadis Elf itu hanya diam saja dan tidak merespon sama sekali Anto yang sedang di punggungnya.