
Sebuah ruangan yang baru dan tidak di kethui Andri. “...!” Andri membalikkan badannya karena baru bangun dari pingsannya. “Kenapa aku disni?” Tanya Andri pada dirinya sendiri saat menemukan dirinya sudah berada di kamar. Andri yang sudah bangun merasa segar, dan ingin terus melanjutkan tidurnya. "Hm?" Anto mendengar sesuatu dari luar kamarnya,
“Bagaimana keadaannya?” Tanya mama Andri yang berada di luar kamar Andri.
“Apa yang terjadi?” Tanya Andri yang masih bingung dengan situasi yang terjadi sambil mendengarkan apa yang di tanyakan Mamanya.
“Keadaan Maria sudah sangat tidak memungkinkan di selamatkan lagi. Penyakitnya hanya bisa di sembuhkan oleh keajaiban saja. Itu yang bisa ku jelaskan dulu, tapi sekarang ada!” Jawab dokter itu dengan tenang dan suara frofesional.
“Ada! Apa cara menyembuhkannya?” Tanya Mamanya dengan sangat serius dan juga sangat berharap
“Aku tidak tau apa itu, tapi saat Maria berada di dekat Andri penyakitnya itu berkurang. Kami sudah menyelidiki apa yang ada di dalam tubuhnya Andri, tapi tidak ada apa-apa di dalamnya yang membuat Maria sembuh sedikit demi sedikit. Ini hanya pendapatku saja, mungkin Andri adalah penyembuh itu sendiri.” Kata dokter dengan sangat jelas menyampaiakn hasil pemeriksaan
“Terima kasih dokter.” Ucap Mamanya dengan sopan dan juga merasa senang.
“Jika saya boleh bertanya! Dari mana Anak itu berasal?” Tanya dokter itu dengan sopan.
“Aku tidak tau. Sekitar 1 tahun yang lalu, aku menemukan di antara meteor di angkasa." Jawab Mamanya dengan jujur. "Saat itu keadaannya sangat kritis sekali, waktu dia dia tidak memakai pakaian sehelai pun dan tangannya terputus dengan sangat rapi!” Jawab mamanya lagi.
“Apa anda sudah menanyakan dari mana asalnya?” Tanya dokter itu dengan sangat antusias
Mamanya mengangguk. “Sudah berkali-kali sejak dia sadar. Tapi dia tidak mengetahui apapun.” Jawab mamanya Andri dengan sangat singkat.
“Apa anda sudah mencari tentang informasinya?” Tanya dokter itu dengan sangat antusias sekali.
“Ya sudah, tapi tidak ada satupun catatan kelahirannya di manapun di Planet ini.” Jawab mamanya sambil mengingat.
“Aneh sekali!” Sambil berpikir. “Apa mungkin dia dari Galaxy lain?” Tanya dokter itu dengan amburadur. “Tapi bagaimana mungkin. Maaf sudah bertanya terlalu lama.” Bicara dokter itu yang bingung degan situasi sambil pergi meninggalkan mamanya Andri. Mamanya Andri terkejut dengan pertanyaan dokter yang terakhir dan juga mulai berpikir begitu sambil melihat dokter itu yang pergi menjauh dari dekat ruangan Andri
“apa mungkin Andri dari galaxy lain?” pikir mamanya Andri “tapi saat ini tidak ada teknologi yang bisa menyebarang sampai ke galaxy yang jauh! Andri siapa kamu sebenarnya” sambil menatap pintu ruangan Andri. “Sepetinya, aku harus ualng menyelidki tempat menemukannya.” Kata mama Andri dengan sangta jelas. Setelah berpikir seperti itu, Mamanya meninggalkan tempatnya dengan wajah serius sambil menelpon seseorang. Semenatra itu di dalam Andri di kamarnya..
“Aku dari Galaxy lain!, kenapa rasanya itu benar?” Pikir Andri saat mendengar perkataan Mamanya dan seorang dokter di luar kamarnya. “Jika aku dari Galaxy lain? Kenapa aku juga bisa terpisah dari rombonganku?” Pikir Andri yang sedang berbaring sambil menatap lampu di atasnya. “Tidak! aku tidak merasa ada orang lain selain diriku.” Guman Andri dengan jelas. “Huuhhh..!! Pasti aku bukan anak biasa. Bagaimana pun juga, saat ini aku masihlah diriku.” Gumannya saat merasa tidak ada yang berbeda pada dirinya.
Setelah itu Andri bangun dari tempat tidurnya dan keluar dari kamarnya. Andri melihat pintu masuk kamarnya yang bersebelahan dengan kamar Maria, kemudian menekan tombol di dinding, setelah menekannya Andri di kelilingi cahaya kemudian menghilang. Setelah itu Andri di teleportasikan ke atap di luar bagian paling atas dan disana Andri menikmati pemandangan sore. “Sudah lama sejak aku tinggal disini, aku ingin keluar dari rumah ini.” Pikir Andri sambil menatap pemandangan kota yang sangat ramai di kelilingi oleh gedung berukuran tinggi dan kendaraan yang selalu sibuk ke sana kemari
“Kamu disni!” Tiba-tiba seseorang memnaggilnya.
“Eh! Kamu bilang!” Sambil memasang wajah kesalnya pada Andri.
“Maaf!” Ucap Anto dengan jelas sambil mengabaikan Siska. Siska yang tidak terima langsung menarik telinga Andri. “Aduhhh…. Sakit!!” Andri kesakitan sambil menahan sakitnya setelah di lepas oleh Siska.
“Huh!!” Siska yang menatap Andri dengan tajam
“Ada apa?” Tanya Andri dengan sangat jelas ambil menahan sakit telinganya yang memerah.
“aku mau kamu tambahkan aku di haremmu!” Minta Siska dengan sangat jelas pada Andri sambil memalingan wajah ke arah lain.
“Apa!? apa maksudmu?” Tanya Andri yang tidak mengerti maksud dari perkataan Siska yang tiba-tiba.
“Sudah ku bilang, aku ingin kamu menjadi suamiku!” Teriak Siska pada Andri yang menanykannya sekali lagi. Anto terdiam dengan terikan Siska yang kedua kalinya.
“Maaf! bukannya kamu itu seorang putri, bagaimana kamu bisa memilihku. Maaf saja aku ini hanya seseorang yang ingin hidup biasa saja, jadi aku tidak mau.” Jawab Andri dengan santainya. “Selain itu aku lebih muda 2 tahun dari kamu, apa kamu tidak malu mempunyai seorang suami orang kecil?” Tanya Anto dengan suara yang menjengkelkan
“Aku tidak keberatan.” Respon seseorang yang baru datang dari teleortasinya.
“Paman! ayah!” Andri dan Siska secara bersamaan terkejut dengan kedangan tamu yang tidak di duganya.
“Apa maksud paman?” Tanya Anto yang bingung dan juga Siska yang terlihat senang dengan keputusan ayahnya.
“Dalam keluargaku, aku tidak peduli siapapun yang jadi suami dari anakku.” Ayahnya Siska datang dengan jawaban sangat tidak terduga. “Kamu tau, aku juga ini hanya seorang anak miskin! Aku mengejar ibunya Siska saat masih di akademi.” Ayah Siska mulai bercerita. “Apa kamu tidak mau dengan putriku?” Tanya paman pada Andri dengan tatapan tajam dan mengancam. Anto terdiam tida bisa berkata apa-apa.
Siska yang sangat senang menunggu jawaban dari Andri. “Apa yang harus kulakukan?” Tanya diri sendiri sambil menahan rasa takut dari Ayah Siska yang menatapnya dengan tajam. “Ehm!! Paman, aku bukannya tidak mau, tapi aku sudah punya banyak gadis, itu sebabnya aku menolak.” Jawab Andri dengan tenang. Setelah itu ayahnya Siska terdiam sementara dan memikirkan sesuatu. “Semoga saja ini bisa menyelamatkan aku.”Pikir Andri sambil melihat Ayah Siska yang masih berpikir panjang.
***
Beberapa menit kemudian, Siska manarik baju Ayahnya. Kemudian membisikkan sesuatu pada Ayahnya. Ayah Siska mengangguk beberapa kali sambil melihat Andri yang bingung dengan perkacapan mereka. “Apa yang mereka akan lakukan?” Tanya diri sedniri Andri yang bingung dan juga merasa sesuatu yang dia tidak inginkan akan terjadi. Setelah beberapa menit Siska membisikkan sesuatu, Ayah Siska menatap Andri lagi dengan sangat tajam dan itu membuat Siska senang. “Pa… Paman ad… Ada apa?” Tanya Anto yang sangat ketakutan sekali dengan tatapan Ayah Siska yang menakutkan sekali
“Kamu akan menikahi anakku atau tidak?” Tanya Ayah Siska dengan sangat garang pada Andri yang merinding ketakutan. Anto yang sangat ketakutan hanya diam saja melihat ayah Siska yang sangat garang dan bingung dengan apa yang akan di lakukannya.
NEXT Chapter