
Semua orang hanya diam saja dengan apa yang di lakukan No 2. Karena sesuatu yang samar itu terlihat tenang, lalu tiba-tiba menyerang No 2 dan membuat lengannya sendiri terpotong akibat pukulan itu. Setelah itu sesuatu yang samar itu membuat No 2 terpental cukup jauh lalu dia memperlihatkan diri di depan semua orang. Saat menunjukkan diri, ternyata ada sepasang sayap hitam putih yang memegang tangan Fuka dengan tubuh bundar dan tanpa wajah sama sekali. Fuka langusng meronta dan berusaha teriak namun tidak bisa bersuara sama sekali. Di saat itu lah No 2 yang terpental kembali dengan cepat lalu menebas tangan mahluk bundar itu, lalu memukulnya hingga terpental. Fuka langsung gemetar sekali lalu memeluk Anto di dekatnya dengan menutup matanya. “Ayah… sepertinya kalian harus pergi dulu ke tempat lokasi praktinya, biarkan aku yang mengurus ini.” dengan senyum padanya.
Semua orang hanya diam saja tidak berkata apa-apa. Mereka tidak mengerti sama sekali yang terjadi dengan diri mereka. “Apa kamu pergi?” Tanya Ibunya yang terlihat sedih sekali. No 2 diam sebentar lalu membalas pelukan Fuka.
“Sepertinya begitu… mungkin aku tidak bisa kembali lagi ke sini, mungkin ini sebab akibat dari hal yang ku timbulkan.” dengan tenang mengatakan itu. “Sepertinya salah… ini sebab yang kami berdua timbulkan.” No 2 menambahkan lagi dengan tenang. “Tapi bukan berarti kita berpisah, aku tahu Ayah dan Ibu menanambkan lagi segel jiwa kaliam diriku ini. Jadi aku tidak khawatir sama sekali meski kita berpisah.” dengan tenang mengatakannya. “Tapi kita akan berpisah di sini, aku…” No 2 berbalik tidak berani menghadap pada kedua orang tuanya sama sekali. Semua orang di sana yang tidak tahu kemana arah tujuan pembicaraan hanya diam saja.
“Semua naik ke kapal!” dengan tegas Ayahnya pada semua orang. Semuanya tidak mengerti sama sekali dan belum ada yang masuk, di sisi lain mahluk tadi mendekat terbang melayang ke arah No 2 dan juga sudah selesai meregerasi tangannya. ‘Mahluk Masa Depan Harus Di Musnahkan!’ semua orang itu mendengar suara itu dengan jelas sekali dan terdiam. ‘Mendeteksi Ancaman! Permainan Tidak Boleh Di Ganggu!’ mahluk mengataknnya dengan jelas sekali.
“Kamu kira Dunia ini game ya… jangan pandang kami manusia ini sebagai mainan. Aku ZERO pasti akan menghancurkan kalian…!” dengan nada serius sekali mengatakannya. Semua orang yang mendengar itu tambah bingung sekali dan tidak tahu apa maksud dari No 2.
“Semua masuk!” perintah Ayah Anto untuk kedua kalinya dengan cukup tegas. Tidak ada yang membalas dan mereka semuia bergegas kembali, tapi tiba-tiba semuanya terhenti lagi termasuk No 2. No 1 yang melihat itu jadi penasaran dengan apa yang akan terjadi selanjutnya. Saat waktunya terhenti, mahluk bersayap tadi mendekat ke No 2. ‘Mengambi Mahluk Masa Depan!’ mahluk itu perlahan terbang ke Fuka lalu melepas pelukan Fuka dengan lembut dari No 2. Setelah itu, mahluknya mencoba melepas pelukan No 2, tapi tangan No 2 malah keras sekali dan tidak bisa di lepas dari pelukan tubuh Fuka. Setelah sebuah cahaya muncul di dekat Anto dan Fuka, kemudian cahaya itu perlahan berubah jadi sebuah tulisan ‘BODOH!’ dengan sangat jelas sekali tertulis di sana lalu dari bawah kaki No 2 dan Fuka terdapat sebuah bayangan hitam yang menyerap mereka berdua. Setelah itu, tulisan cahaya tadi mengingkat mahluk itu.
‘Penangkapan Gagal! Mencari Solusi…’ mahluk itu terdiam dengan memperhatikan ke No 2 dan Fuka yang terus di serap. ‘Hasil Analisis Meledakkan Dimensi Ruang… BAHAYA, BAHAYA, BAHAYA… TERDETEKSI LEDAKAN RUANG WAKTU AKAN SEGERA TERJADI! MELAKUKAN PERLINDUNGAN DIRI!’ mahluk itu langsung membuat pelindung di dekatanya tanpa ragu sama sekali. Setelah itu sebuah bola putih keluar dari lubang dimensinya. ‘Tertipu bodoh, itu hanya sebuah gambaran ledakan yang ku buat untuk kamu merasakan kekuatan besar saja’ setelah lubang hitam di bawahnya tertutup rapat.
No 2 dan Fuka yang sudah berada di ruang dimensi yang di buatnya, kini perlahan sadar dan menemukan diri mereka sedang mengambang. “Huh… untung saja aku merasakan mahluk itu akan muncul di waktu yang tepat. Dan membuat jalan kabur untuk diriku dan Fuka.” Pikir No 2 yang merasa lega di dalam dimensi itu. “Fuka sadarlah… kita sudah berhasil kabur.” minta No 2 pada Fuka di dekatnya yang masih di peluk eratnya. Fuka perlahan membuka matanya dan melhat sekelilingnya yang gelap, namun masih dapat melihat wajah No 2 dengan jelas termasuk pakaiannya.
“Ini dalam dimensi. Kita kabur dari mahluk aneh tadi.” respon No 2 dengan santai dengan melihat sekitarnya yang gelap dan tidak ada apa pun. “Kita tunggu saja keluar dari sini. Oh ya… jangan pernah melepaskan tanganku, jika tidak kita akan terpisah dari ruang waktu ini.” dengan serius memperingatkan Fuka. Fuka langsung memeluk No 2 tanpa bekata apa-apa lagi dengan menutup matanya. No 2 hanya membalas saja dan menunggu keluar dar dimensi gelap itu. “Oh ya… mungkin kita akan beda di Dunia yang berbeda setelah ini, dan aku akan kehilangan kesadaranku. Jadi kemungkinan kamu harus beradaptasi dengan dunia baru itu bersama diriku yang lain. Jadi usahakan untuk tetap tenang.” dengan tenang mengatakn itu pada Fuka. No 2 merasa Fuka mengangguk di pelukannya.
Setelah beberapa lama dalamcelah dimensi, No 2 melihat sebuah cahaya yang tidak terlalu jauh darinya. No 2pun melayangkan diri ke sana hingga cahaya itu semakin sliau sekali. Saat membuka matanya, di dipannya No 2 menemukan tempat baru yang tidak di kenalnya. No 2 mendengar suara bising sekali dari suatu tempat. “Sepertinya kita sampai di tempat lain. Fuka, coba lihat!” minta No 2 padanya. Fuka pun dengan pelan membuka matanya melihat sekitarnya dan menemukan hal yang tidak terduga ama sekali. Dia tercengang melihat hal baru yang di lihatnya. No 2 dan Fuka sampai di masa yang berbeda yang di kota modern yang mereka tidak tahu sama sekali. Mereka berada di sebuah gedung tinggi ada beberapa lantai. No 2 yang berpakaian serba hitam menghilangkannya dan menggantinya dengan seragam yang di kenakannya untuk ke sekolah.
“Kak ini dimana?” Tanya Fuka yang ingin tahu dengan tempat yang di lihatnya. No 2 tidak lansung menjawab karena tidak tahu sambil memperhatikan banyak gedung tinggi lainnya yang berjauhan.
“Untuk sekarang ku rasa kita ada di peradaban manusia, tapi aku tidak tahu di mana kita ini. Lubang dimensi yang ku buat itu mengirim kita ke tempat yang acak dan sulit di temukan bahkan sampai kita tidak bisa di temukan oleh benda itu.” dengan tenang menjelaskan sambil melihat sana ini.
“Jadi apa yang akan kita lakukan?” Tanya Fuka yang melihat ke Anto dengan serius.
“Pertama kita jalan-jalan di tempat ini mencari tahu.” dengan senyum pada Fuka. No 2 krmufian memegang tangan Fuka lalu mengaktifkan Skil tak terlihatnya. Setelah itu No 2 mengajak Fuka ke tepi, saat sampai No 2 melihat ke bawah yang tertanyat cukup tinggi. “Mari lompat!” ajak No 2 dengan tenang pada Fuka. Fuka diam saja mengikuti No 2 yang di pinggir gedung yang berdiri di pembatas. Anto melihat dulu ke Fuka lalu mengangguk sekali kemudian melompat secara bersamaan. Saat di udara, mereka melihat banyak sekali manusia di yang jalan lalu lalang yang sangat ramai sekali dan juga kendaraan yang tidak di kenal mereka.