
Anto terdiam sebentar sambil melihat ke semua Hero yang sangat ingin memastikan kenyataan. “Memastikan ya…” Anto memikirkan dan mempertimbangkan hal itu. Tapi bukan itu yang di pikirkannya yang sebenarnya. “Mana rambutmu?” Tanya Anto yang sudah berhenti berpikir. Tanpa ada keraguan, remaja itu langsung menarik sehelai rambutnya dan memberikannya ke Anto. Anto pun tanpa ragu mengambil sehelai rambut itu lalu memasukkannya ke lubang di bawah kakinya itu. “Ini akan ku lakukan sendiri." Bicara Anto dengan terus terang. Tidak ada yang menanngapi saat Anto yang berwajah serius. “Cari DNA hubungan!” Dengan singkat dan padat Anto mengucapkannya.
Gambar Planet Bumi yang di bawah kaki mereka membesar lalu tiba di sebuah rumah yang dari abad-21. Anto memperbesar rumah tersebut lalu tiba di depan pintu rumah. “Apa ini rumahmu?” Tanya Anto pada remaja itu. Tapi, bukannya di respon, malah dia melihat rumah itu dengan wajah yang sangat berbinar dan tidak peduli dengan pertanyaan Anto.
“Ya. Itu rumahku, mungkin.” Jawabnya setelah beberapa saat. Anto yang mendengar itu, mulai masuk ke dalam rumah lalu berkeliling, dan berhenti di sebuah pintu yang terdengar suara.
“Sepertinya orang di kamar ini.” Bicara Anto lalu masuk ke dalam pintu yang ada. Dan tanoa di duga mereka menyaksikan adegan yang tidak terduga dan terdengar sangat jelas suara itu (Kalian paham lah maksudnya). Dengan cepat Anto keluar saat baru 1 detik di kamar itu meski tidak di sadari oleh mereka sama sekali. “Maaf!” Anto langsung meminta maaf pada Remaja Hero yang sudah terlihat seperti tidak bernyawa saat melihat itu meski hanya 1 detik saja.
“Ya.” Jawab singkat remaja itu dengan wajah yang terlihat mati dan tidak ada ekpresi sama sekali yang di tunjukkannya. Anto juga bisa paham dengan hal itu yang di saksikan oleh banyak orang meski hanya sebentar saja juga bisa membuat malu seumur hidup, bahkan akan terkenang sampai mati.
Anto yang melihat itu merasa bersalah, tapi tetap melanjutkan tugasnya. -Lain kali akan ku ingatkan- Bicara NAVI dengan jelas dan tidak melakukan apa pun lagi setelah berbicara seperti itu. Anto yang medengar itu tahu juga NAVI baru pertama kali merasakan yang ini.
Selama beberapa saat semuanya jadi hening dengan kejadian tadi dan tidak ada yang bicara. “Anu!” Panggil BIDADARI Anto yang membuka teleportasi yang terlihat kelelahan. Anto yang melihat ekspresi teringat dengan energinya yang masih sedikit. Anto yang melihat itu langsung cepat tanggap.
“Transfer!” Dengan cepat Anto membagi energinya. Setelah membagi energinya pada BIDADARI nya, dia melihat lagi ke para Hero. “Ehm! Bagaimana? apa kalian percaya sekarang?” Tanya Anto dengan wajah serius. Mereka tidak langsung menjawab malah melihat ke Hero yang masih diam mengingat hal tadi yang di lihat semua orang dengn jelas.
“Itu memang. Ya.” Jawabnya dengan amburadur dan juga dengan tidak sanggup melihat langsung ke semua orang. Anto tidak tahu harus apa dengan itu dan juga tidak mengeti bagaiamana cara mengiburnya. Anto masih saja menjaga ekpresi seriusnya supaya tidak ada yang bicara sama sekali
“Baiklah, mari mulai saja.” Anto mulai memindahkan gambaran rumah tadi ke tempat lain dan menjadi penampakan Bumi yang bisa di lihat dari lubang itu. Anto mengangkat tangannya sedikit ‘PLAS!’ Anto memotong sehelai rambut senua Hero yang belum di potong. Setelah itu Anto memasukkanya ke dalam lubang di bawah kakinya. Setelah memasukkanya, Gambar sebuah rumah muncul dengan berbagai potongan termasuk rumah Hero sebelumnya. “Semuanya, aku akan langsung mengirim kalian ke depan pintu rumah kalian masing-masing.” Bicara Anto dengan serius lagi. Semua orang yang mendenga dan melihat gambaran rumah mereka masing-masing merasa senang dan tidak bisa berkata apa-apa.
-Setelah kamu memulangkan mereka, apa yang akan kamu lakukan?- Tanya NAVI pada Anto yang sudah membuka titik lokasi teleportasi.
“Apa maksudnya?” Tanya Remaja yang di buat telanjang oleh Anto. Anto melihat ke remaja itu dengan tatapan yang sangat serius sekali.
“Seperti yang ku katakan, kalian harus menganggap ini buruk dan jangan pernah ceritakan pada orang lain. Itu saja maksudku.” Respon Anto dengan pura-pura tidak mengerti. “Kalian semua orang Dewasa dalam diri kalian meski tubuh kalian remaja. Kalian kira aku tidak tahu. Dengan pemikiran kalian yang sekarang, semuanya pasti aman-aman saja.” Anto dengan wajah serius mengucapkannya. Tapi, para BIDADARI yang sudah paham dengan kode dari Anto, tentu saja akan membuat semua apa yang telah di alaminya itu seperti mimpi yang sangat lama bagi mereka.
“Aku sudah lelah.” BIDADARI Anto lagi mulai ngeluh karena terlalu lama membuka portal akibat menahannya. Anto yang selalu lupa dengan kecepatan komsumsi energy dari tubuh BIDADARI nya, menambhakanya lagi dengan mentranfer energynya pada BIDADARI nya. Menghubungkan dua Dunia itu sangat menguras energy. Apa lagi untuk jangka waktu yang lama, tapi Anto dapat mentatasi dengan menggunakan energy dari luar yang tiada batasnya dan bisa terus menerus menghubungkannya sampai kapan pun yang dia mau.
“Baiklah, semua Hero, kalian akan di temani oleh para BIDADARI ku supaya lebih cepat samapai dan juga stabil alirannya. Saat ini, Status kalian tidak seperti sebelumnya. Jika kalian teleportasi sendiri, kalian akan hancur di luar angkasa tanpa ada pelindung yang membantu kalian.” Anto memperingatkan dengan tegas dan singkat. Mereka tidak yang berkata tidak dan dengan wajah serius menerima apa yang di katakan Anto.
“Apa yang harus kami lakukan sekarang?” Tanya BIDADARI nya yang membuat teleportasi. Anto melihat ke BIDADARI nya lalu tersenyum lembut.
“Sekarang biar aku yang ambil alih dari sini, lalu kalian harus menemani mereka pulang dan ingatlah.” Dengan suara lembut Anto bicara pada BIDADARI nya. Setelah itu Anto mengambil alih energy yang di lepas oleh BIDADARI nya sambil memgembalikannya ke kondisi nya yang semula. “Huh…! Untung saja ini cuma sebentar, aku harus pergi Dunia berikutnya.” Anto yang merasa lega dengan masalah yang akan segera selesai di hadapinya itu. “Baiklah, kalian lompatlah duluan.” Suruh Anto pada semu Hero dengan tegas.
Para Hero tidak ada yang komentar dan membalas perkataan Anto, malah mereka melihat ke lubang yang mengarah ke rumah mereka lalu melompat tanpa ada keraguan dari wajah mereka. “Aku harus ke mana?” Tannya BIDADARI nya yang di dekatnya.
“Yang mana saja kalian pilih dan aku memilih sisanya.” Jawab Anto singkat dan jelas. “Dan satu lagi, kamu nanti yang membuat lubang waktu yang mengarah ke masa depan.” Anto yang melihat ke BIDADARI nya yang meminta di ajari sebelumnya. Setelah semua di sampaikan, semua BIDADARI nya langsung melompat meski dua orang masih enggan pergi, tapi mereka tetap melompat ke lubang pilihan mereka.
Next Chapter