
“Ada apa?” Tanya Anto yang masih kebingungan dengan sikap Siska padanya.
Siska masih diam saja dan juga menatap Anto yang terlohat biasa saja dan juga terlihat sangat bingung padanya.
“Aku akan mengambil minuman dulu.” Kata Anto sambil meninggalkan Siska yang ada di ruangn keluarga.
Siska hanya melihat Anto berjalan pergi meninggalkannya dan tidak berkata apa-apa lagi. Setelah menghilang dan tidak melihat Anto, Siska melihat ke sekitarnya dan melihat begitu banyak sekali barang yang tidak di ketahuinya dan juga menurutnya sangat antik sekali.
“Ini dimana?” Siska yang tidak terlalu kaget “Seharusnya itu Aku memukul Kakakku kan!” Siska yang masih kepikiran sama Kakaknya “Apa yang terjadi sebenarnya?” Siska yang sangat kebingunangan sekali dengan situasinya.
“Sudah baikan?” Tanya Anto yang tiba-tiba bicara di tengah lamunan Siska.
Siska melihat ke arah Anto yang datang. Siska terus menatap Anto yang berjalan ke sopanya yang membawa camilan dan air putih di dalam gelas.
“Anu… Sebenarnya apa yang Kamu lihat padaku?” Tanya Anto yang terus merasa ada sesuatu yang tidak bisa di mengertinya setelah duduk di sopanya.
“Kamu siapa?” Tanya Siska dengan tatapan tajam pada Anto.
Anto merasa ada yang salah dengan gadis di depannya, yang seharusnya dia yang bertanya seperti itu.
“Ehm! Aku Anto sorang Petualang AntarBintang.” Jawab Anto dengan sopan dan juga santai.
“Bukannya ZERO ya?” Tanya Siska yang masih dengan mode seriusnya.
“AKu juga orang itu, tapi saat memakai pakaian itu.” Jawab Anto dengan wajah tenang dan juga bersikap ramah pada Siska.
“Kita ada diamana?” Tanya Siska yang dengan mode seriusnya.
“Saat ini kita ada di tendaku.” Jawab Anto dengan ramah “Selain itu, bisa kamu jelaskan sekarang ini Aku ada di Planet apa?” Tanya Anto dengan sopan pada Siska.
“Planet apa? Aku sendiri tidak tau.” Jawab Siska dengan serius sambil terus menatap Anto.
“Bisa tidak menatapku seperti itu.” Ucap Anto yang mrasa agak canggung dengan sikap Siska padanya.
“Tidak bisa.” Jawab Siska dengan tegas.
“kalau Kamu marah dengan seseorag, jangan lampiaskan padaku.” Kata Anto dengan santai pada Siska yang terus saja menatapnya.
Siska kaget dengan perkataan Anto dan beranjak berdiri. Setelah berdiri Siska berjalan mendekati Anto dan berdiri di depannya.
“A… Ada apa?” Tanya Anto pada Siska yang berdiri tegak di depannya dengan sangat bingung sekali.
Siska tida menjawab, malah langsung memgang wajah Anto. Siska merapa wajahnya dengan teliti hingga memasukkan tangannya ke dalam baju Anto.
“A.. Apa yang kamu lakukan?” Anto langsung melompat ke belakang sopanya dengan wajah memerah.
Siska ikut melompat melompat ke depan Anto yang wajah sangat merah sekali. Siska tidak menanggapi Anto dan malah langsung menarik baju Anto hingga robek.
“Apa yang kamu lakukanm gadis mesum?” Kata Anto yang sudah sangat kesal dengan kelakuan Siska yang sangat berlebihan sekali hingga Anto mendorong Siska hingga terjatuh.
Anto yang sangat kesal menatap tajam ke arah Siska yang tertunduk dan juga tidak berkata apa-apa setelah jatuh ke lantai.
“Kamu ini kenapa sih?” Baru bertemu saja sudah aneh banget.” Kata Anto dengan sangat kesal sekali pada Siska “Lagian jika kamu ingin melakuakn hal seperti itu! Lakukan dengan orang yang kamu sukai.” Dengan tegas Anto menyampaikan pendapatnya dan juga dengan sangat kesal.
Siska tidak menjawab dan hanya tertunduk saja. Setelah beberapa saat, Siska masih tidak merespon ucapan Anto dan hanya masih diam saja. Anto yang melihat itu langsung melihat ke arah Siska yang masih saja diam di tempatnya dengan menunduk.
“Hei! Kamu baik-baik saja kan?” Tanya Anto yang merasa sedikit bersalah pada Siska.
Siska tidak menjawab pertanyaan Anto, malah menetsekan air mata.
Dengan buru-buru Anto memegang bahu Siska kemudian melihat wajahnya. Saat hendak melihatwajah Siska, tiba-tiba mengunci Siska tubuh Anto hingga Anto terbaring di lantai.
“Apa yang kamu lakukan?” Anto yang tidak mengerti dengan apa yang sedang terjadi padanya.
“Berhenti!” Kata Siska yang meneteskan air mata di punggung Anto.
Anto berhenti memberontak dari Siska yang meneteskan air mata di punggunya. Beberapa saat Anto membiarkan Siska di punggungnya mengunci tubuhnya. Setelah beberapa lama Siska melonggarkan kunci tubuh yang di lakukanny pada Anto.
“Bisa lepaskan Aku?” Tanya Anto dengan sopan pada Siska yang menetekan air mata.
Siska tidak merespon, malah langsung menyingkir dari atas Anto dan lasngung melepaskannya. Setelah di lepas, Anto langsung berdiri kemudian melihat ke arah Siska yang sepertinya sangat sedih.
“Dengar ya, Aku tidak tau apa yang telah Aku lakukan padamu, tapi ini pertama kalinya kita bertemu di sini, paham!” Anto yang menjelaskan dan tidak mengerti sama sekali dengan kelakuan Siska padanya.
Siska sedikit tersentak saat Anto berkata begitu.
“Ini pertama kalinya kita bertemu?” Tanya Siska yang sepertinya kebingungan dengan ucapan Anto.
“Ya.” Jawab Anto sambil berjalan menuju sopa meinggalkan Siska yang masih duduk sendiri di lantai dengan menundukkan wajahnya.
“Bukan kah, selama ini kita selalu bersama setiap hari!” Lala mengingatkan Anto dengah masih wajah tertunduk.
“Hm! Apa maksudmu? Kan aku pernah bilang, kalau Aku baru pertama kali tiba di Planet ini. Kenapa kamu bisa tiba-tiba mengatakan hal aneh seperti itu.” Anto memjawab dengan sangat bingung dengan ucapan Siska yang terdengar tidak masuk akal baginya yang baru tiba di Planet itu.
“Kamu jangan berkata seperti itu. Kita sudah mengahabiskan waktu selama satu tahun di rumah Marya, kenapa kamu bisa melupakan hal seperti itu?” Tanya Siska pada Anto sambil berdiri dan menundukkan kepala.
“Apa!” Anto semakin bingung dengan sikap Siska yang sangat aneh sekali menurutnya.
Anto melihat ke arah Siska yang masih menundukkan kepalanya. Anto tidak berkata apa-apa pada Siska yang terlihat sangat aneh baginya.
“Apa kamu beneran melupakan semua yang telah kita lalui?” Tanya Siska pada Anto dengan masih terus menundukkan kepalanya.
“Hm! Ya.” Jawab Anto dengan terus terang dan juga dengan santainya.
“Begitu ya. Dimana pintu keluar?” Tanya Siska dengan suara kecil dengan masih menundukkan kepala.
“Sebelah kiri, lurus saja.” Jawab Anto sambil melihat ke arah Siska yang tidal di mengertinya.
Siska dengan pelan keluar menuju pintu yang di maksud Anto. Dalam perjalanan menuju keluar pintu, Siska banyak meneteskan air mata di sepanjang jalan.
“Kenapa Aku sangat sedih.” Pikir Siska pada dirinya sendiri sambil menahan air matanya dan terus menunduk “Ini seperti bukan Aku saja.” Siska yang terus kepikiran dengan berjalan pelan.
Siska terus berjalan, dengan kepikiran dirirnya yang merasa sangat sedih sekali.
“Sebenarnya Aku kenapa bisa sesedih ini?” Siska menanyakan pada dirinya sendiri.
Setelah sampai di depan pintu, Siska tanpa ragu langsung membuka pintu antik itu.
“Ini!” Siska kaget dengan semua yang di lihatnay di luar.
Semua yang di lihatnya sangat tidak masuk akal. Siska melihat begitu banyak reruntuhan di mana-mana. Siska melihat kesana kemari dan hanya ada reruntuhan saja dan juga sedikit genangan air yang ada di sekitar reruntuhan. Siska berjalan pelan menuju ke salah satu reruntuhan bangunan yang terlihat baik-baik saja.
“Entah kenapa, ini terasa biasa saja.” Guman Siska pada dirinya sendiri sambil terus berjalan ke arah reruntuhan bangunan yang tidak jauh dari pintu tempat keluanya.
Setelah sampai, Siska menghapus air matanya di depan pintu masuk reruntuhan sambil menatapnya dengan penuh kebingungan dan juga merasa sangat familiar dengan pintu di depannya.
Next Chapter