
“Apa yang dia mau?” Tanya Anto pada dirinya sendiri saat melihat Gadis mengatur napasnya supaya jadi tenang dan menunggunya yang akan bicara sesuatu. “Panggil Anto saja.” Jawab Anto singkat dan jelas.
“Namaku Emili. Apa aku bisa menerima uangnya sekarang?” Tanya Emili dengan serius sekali pada Anto dan juga berharap. Anto terdiam mendengar permintaan Emili yang tiba-tiba.
“Kesemapatan!” Anto yang terdiam jadi langsung mengingat sesuatu yang sering di katakannya pada Gadis yang di temuinya. “Boleh, tapi kamu harus jadi Gadis Haremku.” Jawab Anto dengan santai sambil tersenyum pada Emili. Emili jadi terdiam tidak bisa berkata apa-apa saat mendengar permintaan itu. “Aku tidak memaksa, hanya saja itu saja syarat dariku jika kamu ingin mendapatkan uangnya.” Anto menjelaskan lagi dengan serius.
Emili terdiam dan juga memikirkannya dengan sangat mempertimbangkan. “Ta, tapi tambahkan uangnya dan akan ku ikuti permintaanmu.” Minta Gadis itu dengan serius sekali pada Anto. Anto hanya tersenyum pada Gadis itu yang sangat yakin dengan permintaan Anto.
“Uang tidak masalah. Katakan yang kamu butuhkan, berapa pun itu.” Dengan jelas Anto mengatakannya. “Satu lagi, kamu tidak boleh main-main sama cowok lain dan boleh berteman dengan siapa saja. Ini adalah keinginanku dari kamu!” Anto meminta lagi hal itu pada Emili.
“Aku tidak keberatan, asalkan kamu memnuhi janjimu. Meski aku di perlakukan seperti hewan akan ku terima.” Emili malah lebih ngotot jawab dengan cepat karena membutuhkan uang itu. Anto yang melihat keseriusan itu hanya bisa diam saja dan tidak berkomentar.
“Sebenarnya aku hanya ingin mengujinya, tapi sepertinya masalah yang di hadapinya cukup besar hingga membuat dirinya harus berkorban sampai sejauh itu.” Anto yang tidak habis pikir kalau Emili akan sejauh itu hanya untuk uang saja. “Diam di tempatmu, akan ku beri sesuatu. Cukup perhatikan saja apa yang akan ku lakukan.” Bicara Anto dengan tenang dan serius.
Emili hanya diam saja saat Anto mulai mendekat ke arahnya. Dia tidak berkata apa-apa dan hanya memperhatikan Anto yang sudah di dekatnya berdiri. Saat sudah di depannya, Anto mendekatkan wajah ke wajah Emili dengan lalu menyentuh kening Emili dengan keningnya. “Connet System!” Dengan sangat jelas mengatakannya hingga di dengar oleh Emili. Anto perlahan menarik dirinya. Setelah itu sebuah cahaya putih terbentuk di depannya yang seukuran gengaman tangan.
“Apa In!” Anto langsung menyumpal mulut Emili denga tangannya saat hendak bertanya dan menyuruhnya memperhatikan saja. Emili terus melihat ke cahaya di antara mereka berdua itu. Cahaya itu perlahan berubah bentuk dan jadi seorang peri yang sama persis dengan Emili.
Setelah terbentu, Peri itu melihat ke Anto dan Emili dengan senyum sopan. -Salam Kenala Master!- System Peri itu menyapa dengan sopan pada Anto dan Emilli. Emili hanya terdiam melihat ke peri yang sangat mirip sekali dengannya itu.
Emili melihat ke Anto setelah cukup tenang melihat dirinya pada System BIDADARI (Peri) yang di buat Anto, setelah menyentuh keningnya. “Jangan banyak Tanya. System BIDADARI ini akan menjelaskan semuanya padamua. Baiklah, aku sudah selesai di sini, aku pergi dulu.” Anto meninggalkan Emili yang sudah memegang kartu Special itu dengan sangat banyak pertanyaan yang bisa di lihat dari wajahnya.
Emili hanya diam saja melihat itu karena masih tidak mengerti siapa Anto yang sebenarnya. -Sebaiknya kamu jangan berlebihan. Aku tahu menyenangkan membahagiakan orang, tapi ada batasnya juga jika kamu ingin membahagiakannya meski mereka sedang menderita. Apa kamu lupa dengan semua komik dan Novel yang pasti ada kalanya mereka susah dan senang- Tegur NAVI karena melihat Anto yang terlalu baik seperti itu.
Anto belum merespon dan tetap diam saja. “Kalau gitu bantu aku temukan kebenaran mengenai Gadis itu. Kamu sudah memiliki data dari 10.000 diriku yang lain. Tapi aku yang sekarang itu hanya seorang remaja 16 tahun yang masih labil dan masih ingin bersenang-senang. Kamu bisa bedakan diriku yang sekarang dan bahkan kamu lebih tahu dengan diriku ini.” Timbal Anto yang tidak mau mengalah sama NAVI.
-Bukan gitu maksudku, lebih baik menunggu saja sampai parah. Jika memang dia tidak dapat di tolong oleh orang lain, baru kamu muncul. Di dunia ini, ada orang yang bisa memanfaatkanmu dan ada juga yang tulus sepertimu yang membantu, meski kamu melakukannya untuk mendapatkan hatinya- NAVI menjelaskan maksud dari perkataannya yang kurang di pahami oleh Anto.
Anto terdiam mengingat lagi tentang dirinya di Dunia lain yang juga menemukan rasa seperti itu. Ada yang memanfaatkan kebaikan dan ada juga yang tulus. Anto berhenti jalan lalu melihat ke langit. “Kamu benar NAVI. Aku terlalu baik pada orang lain dan tidak memikirkan diriku sendiri yang terrlibat dalam hal…” Anto tidak melanjutkan perkataannya saat menyadari kalau dirinya selama ini memang di manfaatkan oleh para BIDADARI nya.
-Kamu akhirnya menyadarinya- Ucap NAVI dengan senang. -Lain kali hati-hati. Mungkin mereka tidak menyadari kalau diri mereka itu memanfaatkan kekuasaan dan kekuatanmu. Mereka memang sudah tidak terlena dengan Dunia ini dan hanya terlena dengan dirimu dan kebahagiaan yang kamu berikan pada mereka. Setelah ini, sebaiknya kamu memperingati Emili dan Run mengenai masalah ini. Jangan biarkan mereka terlalu mengandalkan kekuatan mereka. Minta mereka menggunakan kekuatan murni dari hasil perbuatan mereka- Dengan serius mengatakannya pada Anto.
Anto terdiam melihat langit yang di tutupi awan cerah. “Jujur saja, selama ini menurutmu aku bagaimana? Apa aku menggunakan kekuatanku yang murni dari hasil usahaku?” Tanya Anto saat mendengar kalimat akhir NAVI yang membuatnya seperti menggunakan kekuatannya itu bukan miliknya sendiri. NAVI terdiam saat Anto menanyakan itu padanya.
-Semuanya kekuatan murni dari hasil usahamu sendiri. Di antara BIDADARI, ada yang memahami dan ada juga yang masih bingung dan ada juga yang masih tidak tahu asal kekauatan mereka yang tiba-tiba melunjak. Makanya aku suruh kamu untuk meminta mereka melakukan sesuatu tanpa menggunakan kekuata mereka jika tidak di butuhkan. Maksudnya sesuatu yang kecil. Biarkan orang lain mencobanya suapaya mereka berkembang, dan jika mereka sudah sampai batas dan merasa sudah tidak sanggup maka barulah suruh mereka menggunakan kekuatan mereka untuk menolong- Jawab NAVI dengan serius sekali dan juga terus mengingatkan Anto.
Anto yang sudah mendengar itu melihat ke depannya lagi lalu berjalan lagi. “Aku tidak akan melakukan itu NAVI, mereka sendiri pasti akan menyadarinya saat melihat orang lain kesusahan. Bukannya kamu sering memperhatikan mereka dariku saat mode of. Kamu memahami lewat diriku dan tidak mencoba menegur mereka, bahkan kamu tahu kalau mereka akan segera menyadarinya. Tapi, kenapa kamu ingin aku memperingatkan mereka?” Anto yang tidak mengerti dengan NAVI yang ingin sekali menegur para BIDADARI.